Tembus Kampus Impian: 98 Santri MAN 3 Jombang Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas Lolos SNBT 2026

0
7 views
Bagikan :

JOMBANG, TelusuR.id – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Jombang kembali mengukuhkan posisinya sebagai salah satu lembaga pendidikan Islam berkualitas tinggi di Jawa Timur. Madrasah yang berada di bawah naungan Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas ini sukses menorehkan prestasi gemilang dalam skala nasional.

Prestasi membanggakan tersebut lahir dari keberhasilan 98 peserta didiknya yang dinyatakan lolos dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) tahun 2026. Puluhan santri tersebut berhasil mengamankan kursi panas di berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun swasta favorit di seluruh penjuru Indonesia.

Capaian luar biasa ini tidak didapatkan dengan cara yang instan oleh para peserta didik. Mereka harus melewati serangkaian proses persiapan panjang yang penuh dengan tantangan akademis, kerja keras yang menguras energi, serta untaian doa yang tidak pernah putus di lingkungan pesantren.

Sejumlah kampus top tanah air pun berhasil ditaklukkan oleh para santri MAN 3 Jombang ini. Di antaranya adalah Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Brawijaya (UB), Universitas Negeri Malang (UM), serta Universitas Negeri Surabaya (UNESA).

Selain itu, sebaran kelulusan juga mencakup Universitas Negeri Semarang (UNNES), Universitas Jember, Universitas Palangkaraya, Universitas Trunojoyo Madura, UPN Veteran, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS), Politeknik Negeri Bali, hingga Politeknik Negeri Samarinda.

Tidak ketinggalan, rumpun Universitas Islam Negeri (UIN) juga menjadi pelabuhan studi para santri. Beberapa di antaranya sukses diterima di UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Salah satu peserta didik yang berhasil mengamankan tiket kelulusan tersebut adalah Nadifa Aulia, siswi kelas XII-9. Nadifa dinyatakan diterima di program studi yang persaingannya sangat ketat, yakni Ilmu Komunikasi di UPN “Veteran” Jawa Timur.

Nadifa menuturkan bahwa perjalanannya menuju gerbang kelulusan SNBT sama sekali tidak berjalan dengan mudah. Ia harus berjuang keras menjaga konsistensi belajar di tengah padatnya aktivitas pesantren, mengikuti bimbingan belajar intensif, serta aktif berkonsultasi dengan guru.

“Saat pengumuman, saya hanya berharap mendapatkan hasil terbaik. Alhamdulillah saya dinyatakan lolos SNBT dan diterima di kampus impian. Tantangan terbesar saya adalah menghadapi soal-soal tingkat kesulitan tinggi yang butuh pemahaman mendalam,” ungkap Nadifa penuh syukur.

Kisah haru dan bahagia juga datang dari siswa kelas XII lainnya, Abdullah Muhammad Ar-Rusyd. Remaja ini mengaku sempat diliputi rasa tidak percaya ketika melihat layar pengumuman berwarna hijau yang menyatakan dirinya lolos seleksi nasional tersebut.

Rasa tidak percaya itu muncul karena berkaca pada hasil uji coba (try out) berkala yang ia ikuti sebelumnya sering kali belum mencapai nilai memuaskan. Namun, berkat ketekunan belajar yang dievaluasi setiap hari dan dukungan penuh dari keluarga, ia mampu membuktikan kapasitasnya.

“Perasaan saya campur aduk antara senang dan tidak percaya. Namun, selama satu tahun terakhir saya terus berusaha keras, mengikuti bimbingan belajar, dan mendapatkan dukungan penuh dari keluarga. Alhamdulillah usaha tersebut membuahkan hasil,” tuturnya ramah.

Sementara itu, Zaky Fadlurrohman, siswa dari kelas XII-1, ikut membagikan sudut pandangnya mengenai peta kompetisi SNBT tahun ini. Menurut Zaky, tantangan terbesar yang dihadapinya adalah materi ujian yang cenderung rumit dan membutuhkan nalar kritis yang tajam.

Zaky menjelaskan bahwa banyak soal ujian yang menuntut kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills). Bahkan, beberapa materi yang diujikan pada umumnya baru dipelajari oleh para mahasiswa di tingkat semester awal perkuliahan.

“Awalnya saya kesulitan karena beberapa materi belum pernah dipelajari secara khusus di sekolah. Namun, setelah mendapat materi tambahan dari madrasah dan rutin latihan soal secara bertahap, saya mulai memahami konsepnya hingga akhirnya bisa lolos,” jelas Zaky.

Keberhasilan massal 98 peserta didik ini menjadi bukti autentik bahwa perpaduan antara kerja keras, kedisiplinan belajar, serta kekuatan spiritual di lingkungan pondok pesantren merupakan kunci utama dalam meraih prestasi. Faktor lingkungan madrasah yang suportif terbukti mampu mendongkrak potensi siswa.

Merespons capaian emas ini, Pelaksana Harian (PLH) Kepala MAN 3 Jombang, KH Syifa’ Malik, M.Pd.I., menyampaikan rasa bangga dan apresiasi tertingginya. Beliau berharap capaian ini dapat menjadi keran inspirasi yang terus mengalir bagi adik-adik kelas mereka kelak.

“Semoga prestasi ini menjadi inspirasi bagi peserta didik lainnya untuk terus berjuang meraih cita-cita. Jangan pernah mudah menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan akademik, karena proses yang baik tidak akan mengkhianati hasil,” pungkas KH Syifa’ Malik menutup keterangannya.

Tinggalkan Balasan