Gus Aam Dorong Kesadaran Kolektif Bangun SDM Probolinggo

Bagikan :

PROBOLINGGO, TelusuR.ID – Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Mohammad Haerul Amri mengatakan, Indeks dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur (Jatim) masih tergolong rendah. Dibutuhkan kesadaran kolektif kolegial dari berbagai pihak dan elemen masyarakat untuk memperbaiki hal tersebut.

Haerul Amri yang akrab disapa Aam menegaskan, untuk meningkatkan Indeks Pendidikan dan IPM tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Ini merupakan tanggung jawab bersama. Semua elemen masyarakat harus dirangkul untuk membangun pembangunan SDM.

“Dalam persoalan ini dibutuhkan sebuah kesadaran kolektif kolegial. Jika kesadaran bersama telah dibentuk dalam satu misi besar, maka akan mudah nantinya kita memperbaiki indeks pendidikan,” ujar Aam dalam keterangannya, Minggu (28/8).

Menurut Aam, akan sangat sulit jika persoalan pembangunan manusia hanya dibebankan kepada pemerintah. Pemerintah memiliki keterbatasan, termasuk dalam hal anggaran. Elemen masyarakat perlu turut serta dalam mengisi keterbatasan pemerintah tersebut.

Legislator NasDem dari Dapil Jatim II (Kabupaten Probolinggo, Kota Probolinggo, dan Pasuruan) itu siap mendukung dan memfasilitasi kolaborasi pemerintah dan masyarakat. Terutama untuk meningkatkan Indeks Pendidikan dan IPM Probolinggo.

Salah satu upaya Aam untuk meningkatkan Indeks Pendidikan dan IPM Probolinggo adalah dengan menyalurkan beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP).

“Ini juga sebagai sarana untuk menunjang pendidikan. Semoga program ini dapat tersalurkan dengan baik dan tepat sasaran. Saya tidak ingin lagi mendengar ada siswa yang tidak sekolah karena tidak punya tas atau sepatu,” ujar Aam.

Berdasarkan data BPS Jatim, Indeks Pendidikan Kabupaten Probolinggo pada Tahun 2019 sebesar 0.54. Angka tersebut masuk dalam peringkat tiga terbawah di Jatim, setelah Kabupaten Sampang sebesar 0.49 dan Kabupaten Bangkalan sebesar 0.51.

Sedangkan, IPM Kabupaten Probolinggo Tahun 2021 berada di angka 66,26. Angka itu menempatkan daerah dengan 1,15 juta penduduk tersebut berada di rangking empat terbawah di antara 38 kabupaten/kota di Jatim.(RO/dis/*)

Tinggalkan Balasan