Beranda blog Halaman 362

Pendatang Baru, Partai Gelora Jatim Targetkan Miliki Fraksi di DPRD

0

SURABAYA, TelusuR.ID – DPW Partai Gelombang Rakyat Indonesia (Gelora) Jatim tidak memasang target muluk di Pemilu 2024. Partai dengan warna biru langit ini hanya ingin agar bisa mendapatkan jumlah kursi yang bisa memenuhi syarat fraksi saja di DPRD Jatim.

“Kami ini partai baru dan perdana ikut pemilu. Di DPRD Jatim, target 6-7 kursi sudah bagus,” kata Ketua DPW Partai Gelora Jatim, Muhammad Sirot saat menyerahkan berkas pendaftaran satu jam jelang penutupan di KPU Jatim.

Ditanya alasan mendaftar di menit-menit akhir penutupan, Sirot yang pernah duduk sebagai anggota parlemen Jatim tersebut mengaku sempat terkendala dalam hal teknis pengiriman data.

“Sebenarnya sudah selesai tiga hari lalu, tapi kami se-Indonesia ini prosesnya tersentral di DPN (pusat) sehingga saat pengirimannya ada sedikit masalah teknis. Tapi tidak masalah dan justru sesuai keinginan kami, yaitu Husnul Khotimah,” ucapnya.

Partai Gelora menyerahkan berkas 120 daftar bakal calegnya yang tersebar di 14 daerah pemilihan (dapil) dengan komposisi perempuannya 41 persen.

Dari total bakal caleg, kata dia, sekitar 50 persennya diisi oleh anak-anak muda yang menurutnya wajib diberi kesempatan di dunia politik untuk turut terlibat membangun bangsa.

Sebagai ketua dia mengingatkan kadernya yang berniat duduk di kursi DPRD Jatim agar memiliki tekad berjuang bersama demi kepentingan rakyat.

“Anggota dewan tidak boleh memperkaya diri sendiri, tapi harus dan wajib sifatnya memperkaya rakyat. Anggota dewan adalah titisan dan amanah dari Allah SWT untuk memperjuangkan rakyat,” imbuhnya.

Gaet Milenial, Suara PPP Jombang Bakal Bertambah Target Menang Pemilu 2024

0

JOMBANG, TelusuR.ID – Demi meraih kemenangan, suksesi PPP Jombang mewujudkannya dengan menggaet berbagai pihak terutama kalangan milenial. Hal itu dilontarkan Ketua DPC PPP Jombang, Hj Ema Umiyyatul Chusna saat mendaftarkan Bacaleg ke Kantor KPU Jombang.

Dari 50 orang yang didaftarkan, 24 kader perempuan dan 26 kader laki-laki. Dari total tersebut, sekitar 10-15 persen Bacaleg di setiap daerah pemilihan (Dapil) terdapat sejumlah kader dari Badan Otonom (Banom) Partai berlambang Ka’bah yang merupakan generasi milenial.

“Alhamdulillah 50 bacaleg kita penuhi. Ada 49 persen dari unsur perempuan. Dan dari milenial setiap dapil ada sekitar 10-15 persen milenial kita usung,” kata Neng Ema, panggilan akrabnya, Minggu (14/05/2023).

Neng Ema menargetkan bahwa pemilu 2024 nanti suara PPP bisa naik hingga 100 persen dari saat ini. Untuk itu, pihaknya sengaja mengajak generasi milenial untuk masuk di ruang politik. Tujuannya agar aspirasi dari kaum milenial bisa langsung tersalurkan melalui DPRD.

Tidak hanya itu, anggota Komisi IV DPR RI ini juga meyakini suara dari kelompok milenial bisa dikolaborasikan untuk mendulang suara sebanyak mungkin. Karena itu, merekrut Bacaleg milenial merupakan salah satu strategi PPP Jombang untuk meraih kemenangan.

“Kaum milenial harus duduk di dalam gedung parlemen. Siapa yang memperjuangkan kaum milenial kalau bukan dari milenial itu sendiri. Untuk itu kita ajak mereka duduk bersama untuk membangun Jombang. Dengan begitu mereka akan bergerak ke komunitasnya dengan cara mereka masing-masing,” katanya.

Politisi perempuan yang merupakan Putri Bupati Jombang ini juga meyakini bahwa PPP akan mampu merebut posisi Ketua DPRD Jombang dalam kontestasi Pemilu 2024 mendatang. Artinya, partai berlambang Ka’bah tersebut menargetkan lebih dari 10 kursi di DPRD Jombang.

“Target kita Ketua DPRD Jombang. Kita sudah punya modal 7 kursi, tinggal menambah 3 kursi lagi kita juga akan bisa landing mencalonkan sendiri Bupati yang akan datang,” ujar Neng Ema.

Sementara, Ketua KPU Jombang Athoillah mengatakan tahapan pendaftaran Bacaleg akan berakhir hari ini, Minggu (14/05/2023). Hingga pagi tadi berlangsung, ada 3 partai politik di Jombang yang belum menjadwalkan untuk mendaftarkan Bacaleg. Yaitu Partai Ummat, PSI dan Partai Garuda.

“Pukul 23.59 WIB kita tutup loket pendaftaran. Tidak ada perpanjangan waktu. Kita tidak menerima penyerahan dokumen lebih dari jam itu,” pungkasnya.

Menjelang Akhir Masa Jabatan, FJN Minta Jokowi Beri Kado untuk Nahdliyin

0

SURABAYA, TelusuR.ID – Presiden Joko Widodo akan mengakhiri masa jabatannya sebagai orang nomor satu di Republik Indonesia. Menjelang akhir masa jabatannya, banyak harapan yang dialamatkan ke pundak Jokowi.

Forkom Jurnalis Nahdliyin (FJN) yang berharap Jokowi memberikan kado bagi warga nahdliyin sebelum berakhir masa jabatannya. FJN berharap Jokowi menobatkan KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur sebagai pahlawan nasional.

“Kami berharap diakhir jabatannya, Presiden Jokowi memberikan Gus Dur sebagai Pahlawan Nasional. Ini bukan hanya kado untuk warga nahdliyin tapi bagi bangsa Indonesia, karena Gus Dur milik semua kalangan,” kata Ketua FJN, Muhamad Didi Rosadi, dalam pringatan harlah FJN ke-3, Sabtu (13/5/2023).

Jurnalis media cetak terbitan Surabaya menilai Presiden RI ke-4 itu mempunyai jasa yang luar biasa kepada bangsa ini. Termasuk dalam bidang kemanusiaan.

Selain itu, tahapan pengajuan sebagai syarat pengesahan sebagai pahlawan nasional juga sudah dilalui. Mulai usulan dari Pemprov Jatim, hingga seminar ilmiah.

“Bahkan proses pengajuan gelar pahlawan Gus Dur juga ikut didorong oleh Bu Khofifah saat beliau menjadi Menteri Sosial. Sekarang bola tinggal di tangan Jokowi. Semoga pada 10 November 2023 gelar pahlawan Gus Dur bisa dikukuhkan,” ujar pria yang akrab disapa Diday itu.

Diday mengungkapkan, FJN juga mendorong sejumlah ulama asal Jawa Timur untuk dinobatkan oleh pemerintah RI sebagai pahlawan nasional. Mereka memiliki jasa yang luar biasa kepada bangsa ini. Baik dalam perjuangan kemerdekaan, mau oun kehidupan bernegara.

Mereka adalah, Syaikhona Kholil (Bangkalan), KH. Ridwan Abdullah, KH. Hasan Gipo dan KH. Abdul Halim Leuwimunding (Surabaya).

“Pihak keluarga memang tidak pernah menuntut gelar pahlawan kepada pemerintah. Tapi kami sebagai generasi muda NU berharap gelar pahlawan itu diberikan negara, sebagai sumber referensi bagi generasi di masa depan,” pungkas kader Ansor ini. (*)

Khofifah Masuk Tokoh NU Layak Maju Pilpres 2024 Versi NBI, Erick Thohir Tak Disebut

0

SURABAYA, TelusuR.ID – Aktivis NU yang tergabung dalam NUSA BANGSA (NBI) semakin getol menyuarakan aspirasi warga Nahdliyin terkait dukungannya pada tokoh NU tulen yang dianggap layak maju sebagai Calon Presiden atau Calon Wakil Presiden 2024 mendatang.

Gerakan itu dimulai dengan aksi penyampaian aspirasi di depan kantor PWNU Jatim, (04/05/2023) beberapa waktu lalu.

Anas Toha, Juru Bicara NBI menjelaskan sebagai kader NU dirinya bersama teman-teman di NBI memiliki keinginan agar kader-kader terbaik NU dan benar-benar NU (Tulen) bisa maju sebagai Capres atau Cawapres.

” Jadi kita tidak sedang mendukung satu orang kader NU, tapi ini beberapa kader NU yang dari hasil diskusi kami mimang merupakan kader NU yang potensial, memiliki rekam jejak pengabdian kepada NU dan Bangsa Indonesia, bukan yang “tiba-tiba” NU,” tegas aktivis NU yang akrab disapa Cak Anas saat dikonfirmasi media. Kamis, ( 11/05/2023).

Setidaknya, kata Anas, ada tujuh kader NU Tulen dan potensial untuk maju sebagai Capres atau digandeng sebagai Cawapres.

” Misalnya ada KH. Yahya Cholil Staquf, beliau saat ini Ketua Umum PBNU, pernah menjadi juru bicara Gus Dur. Jadi secara pengalaman dan kemampuan tidak diragukan lagi,” paparnya.

Kemudian berikutnya lanjut Anas, ada Khofifah Indar Parawansa, saat ini menjabat Gubernur Jawa Timur, Ketua Umum PP Muslimat NU, dan Ketua PBNU. Selanjutnya, Mahfud MD yang saat ini menjabat sebagai Menko Polhukam, ia juga dikenal sebagai kader Gus Dur, mantan Menteri di Era Gus Dur.

Mantan Ketua Umum PBNU, KH. Said Aqil Siraj juga sangat layak untuk maju dalam Pilpres. Kemudian sosok, Muhaimin Iskandar , Ketua Umum PKB, Yenny Wahid (Putri Gus Dur/Ketua PBNU), dan Ali Masykur Musa yang saat ini juga menjabat sebagai Ketum PP ISNU dan pernah menjadi Anggota BPK RI.

” Tujuh nama itu kita berharap ada yang digandeng oleh para Capres atau Cawapres yang akan maju dalam Pilpres mendatang,” tandasnya.

Saat disinggung soal nama Erick Thohir yang saat ini menjabat sebagai Menteri BUMN dan sudah menjadi anggota Banser, Anas hanya menjawab dengan diplomatis.

” Sebagai kader NU, yang mengikuti proses kaderisasi di NU, kita juga berharap tokoh NU yang benar-benar berproses di NU sejak awal yang maju Pilpres, bukan kader dadakan,” pungkas Anas.

Aliansi LSM Jombang dan Kado Manis Diujung Jabatan

0

 

Aliansi LSM Jombang Dan Kado Manis Diujung Jabatan

 

Oleh : Saifudin

Pimpinan Redaksi Media Online TelusuR.ID

 

Empat bulan lagi masa jabatan Bupati Jombang berakhir. Lima tahun pengabdian segera berlalu. Banyak hal manis seputar prestasi kerakyatan telah dijejal. Namun coreng-moreng perjalanan tak terhindarkan. Tak ada gading yang tak retak. Hanya, ada baiknya, jika waktu tersisa berukir prestasi gemilamg.

Ini soal kasus ruko simpang tiga yang tertahan di ruang gelap. Ini soal rasio keilmuan yang dibuat rontok olehnya. Tak ada lagi regulasi, tak ada lagi konstruksi. Benar, peraturan dibuat memang untuk dilanggar. Bukan sebentuk pembangkangan, tapi semata-mata untuk menguji ruang kesakhihan itu sendiri.

Jika DPRD Jombang melalui pansusnya telah merekomendir penutupan ruko dan bahkan pengambilan paksa aset daerah dari penguasaan pihak ketiga, tampaknya itu masih dipahami sebatas coretan kertas tanpa makna. Pemkab tidak perduli. Dan rakyat melihat itu.

Ya. Rakyat melihat dengan jelas bahwa rekomemdasi Pansus DPRD yang dibuat berdasarkan mekanisme perundangan itu, yang dalamnya terserap duit rakyat untuk akomodasi dan anggaran rapat itu, ternyata tidak berarti apa-apa selain drama seremoni. Bukan salah DPRD, tapi ini soal rekom pansus yamg tidak dijalankan.

Tak kalah penting, BPK RI juga turut menerbitkan rekomendasi. BPK memerintahkan Pemkab untuk memungut retribusi sewa aset ruko simpang tiga sebagai pemenuhan PAD rentang 2017 hingga 2021 sekitar 5 milyar rupiah. Kali ini, rekom BPK direspon dengan SK Bupati tentang tarif sewa ruko. Dimana untuk sewa 5 tahun, tarif yang dipatok sekitar Rp 100 juta per unit ruko.

Namun, lagi-lagi itu hanya sebatas goresan warna di ataa kanvas. SK Bupati berujung tak bertaji. Penghuni ruko menolak bayar dan memilih jalan perlawanan. Pertentangan tak terhindarkan. Hingga akhirnya sebagian penghuni bersedia bayar, dan sebagian yang lain tetap melawan.

Mendapat tentangan seperti itu, Pemkab malah memilih leyehleyeh. Urusan menagih PAD dilimpahkan ke Korp Adhiyaksa dalam kapasitasnya sebagai pengacara negara terkait penyelematan aset daerah. Dimulai dari bidang Datun dan berlanjut ke bidang Intel serta sejak 4 bulan lalu masuk ke Pidsus, penanganan perkara oleh Korp Adhiyaksa terus berjalan entah sampai kapan.

Sementara itu, aksi penguasaan aset ruko simpang tiga oleh pihak ketiga terus berlangsung. Padahal jabatan Bupati tinggal empat bulan lagi. Padahal Pemkab dengan segala kewenangannya, memiliki semua instrumen yang dibutuhkan. Ada Satpol PP, ada Bagian Hukum, ada Bagian Aset, serta tersedia anggaran untuk menggandeng ahli jika diperlukan. Kurang apalagi?

Kecuali menyerahkan penanganan perkara ke tangan Kejaksaan, sepanjang perjalanan kasus, Pemkab nyaris tidak bersuara tentang duduk permasalahan sebenarnya. Tentang SHGB ruko yang habis masa berlaku sejak 2016. Yang berati sejak saat itu hak kepemilikan aset ruko simpang tiga kembali ke SHPL (Sertifikat Hak Pengelolaan), dan itu hanya dimiliki oleh Pemkab.

Sesederhana itu memang. Dan sejauh ini belum ada bantahan soal pemahaman (konstruksi) tersebut. Artinya, sejak SHGB habis masa berlaku dan kepemilikan kembali ke SHPL, sejak saat legalitas penghuni sudah tamat kecuali mereka membayar sewa kepada Pemkab. Bahwa kemudian muncul perlawan dengan berbagai dalih, tetap saja tidak membuat SHGB berlaku kembali, dan karenanya penghuni tidak lagi berhak menempati ruko.

Apalagi perlawanan dan protes pihak penghuni atas tidak diperpanjangnya SHGB oleh Pemkab yang dianggap bentuk wanprestasi itu sudah dilakukan gugatan ke Pegadilan dan berujung keok. Itu semakin memperteguh bahwa kepemilikan Pemkab atas aset ruko simpang tiga adalah keniscayaan. Jadi, hal hebat apa yang menjadikan Pemkab tidak berani berindak tegas?

Atas drama panjang yang sudah terjadi, Aliansi LSM Jombang akhirnya memilih melaporkan Bupati dan penghuni ruko ke nah tipikor. Para aktivis menilai Bupati tidak amanah soal pengelolaan aset daerah, dan penghuni ruko diduga melakukan penyerobotan. Apapun hasilnya, tindakan Aliansi LSM Jombang membawa persoalan ini ke ranah hukum adalah sebentuk kado manis untuk menandai akhir masa jabatan Bupati. (*)

Santri se-Jatim Ikuti Seleksi Test Beasiswa ke Mesir

0

SURABAYA, TelusuR.ID – Para santri berprestasi dari berbagai Pondok Pesantren se Jawa Timur, hari Selasa ini (9/5/2023) memperebutkan kesempatan mendapatkan beasiswa S1 di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Sebanyak 162 orang dari ratusan pendaftar yang memenuhi persyaratan administratif mengikuti test di gedung Islamic Center Surabaya.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur, melalui Lembaga Pengembangan Pesantren dan Diniyah (LPPD) Provinsi Jawa Timur tahun ini kembali memberikan beasiswa kepada 30 mahasantri untuk melanjutkan studi di Al-Azhar, Kairo.

Kepala Biro Kesra Setdaprov Jatim dalam kesempatan membuka rapat koordinasi penguji, Senin 8/5/2003 kemarin menyatakan bahwa sejak 3 tahun terakhir Pemprov Jatim menambah jenis beasiswa yang diperuntukkan untuk kalangan pesantren, melalui Program Beasiswa Santri Pondok Pesantren ke Universitas Al-Azhar Kairo.

“Ada 60 orang yang sudah dibiayai dan saat ini tengah penempuh pendidikan di Kairo, dan akan menyusul tahun ini 30 orang lagi” katanya, Selasa (9/5/2023).

Selain beasiswa ke Mesir, Pemprov juga telah memberikan beasiswa untuk Ma’had Aly (Perguruan Tinggi khas pesantren), S1 (sarjana), S2 (magister), dan S3 (doktor) di berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) di Jatim.

Ketua LPPD, Prof. Dr. KH. Abd. Halim Soebahar MA menjelaskan bahwa Program ini diinisiasi oleh Ibu H. Khofifah Indar parawansa, Gubernur Jatim.

“Beliau memiliki perhatian yang luar biasa terhadap pengembangan pesantren. Ibu ingin akses SDM pesantren untuk belajar ke pusat-pusat keilmuan Islam di luar negeri semakin terbuka. Setelah koordinasi dengan para pimpinan pesantren, program ini direalisasikan,” tuturnya.

Lebih lanjut, Soebahar menjelaskan, bahwa selama ini komitmen ibu Gubernur pada fasilitasi pengembangan pesantren sangat besar. Pemprov sudah mengalokasikan anggaran yang cukup besar dari APBD untuk beasiswa-beasiswa itu, termasuk yang ke Mesir”, tambahnya.

Para calon penerima beasiswa harus mengikuti seleksi yang sangat ketat. Selain harus menguasai kitab kuning, mereka juga diuji kelayakan potensi akademik dan wawasan kebangsaannya.

“Kita ingin supaya, mereka nantinya menjadi intelektual muslim yang mumpuni dan memiliki komitmen kuat terhadap kebangsaan dan keIndonesiaan”. Ada dua aspek yan kualifikasi akademik SDM pesantren,” tandasnya.

Sekretaris LPPD yang juga koordinator Timsel, Dr. H. Achmad Muhibbin Zuhri, MAg menjelaskan bahwa untuk mewujudkan tujuan itu, seleksi beasiswa dilakukan sangat ketat.

“Kami melibatkan para kiai dan akademisi dari berbagai pesantren dan perguruan tinggi sebagai penguji,” tuturnya.

Muhibbin melanjutkan, mereka yang lolos dari seleksi ini, akan mengikuti seleksi tahap berikutnya, yaitu ujian kompetensi bahasa Arab langsung dari para dosen-dosen Universitas Al-Azhar, Selanjutnya, mereka akan mengikuti matrikulasi bahasa selama 5 bulan di kampus PUSIBA Bekasi.

“Kami bekerja sama dengan PUSIBA (Pusat Studi Islam dan Bahasa Arab), satu-satunya lembaga di Indonesia yang mendapatkan kepercayaan Universitas Al-Azhar dan OIAA (Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar) untuk menyiapkan calon-calon mahasiswa yang memenuhi kelayakan,” tambah Muhibbin.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, calon yang lolos dari 2 tahap seleksi di LPPD akan menempuh program intensif di Bekasi mulai bulan Juni yang akan datang. (*)

Bupati dan Penghuni Ruko Simpang Tiga Akhirnya Dilaporkan Ke Polres

0

JOMBANG, TelusuR.ID      –      Aliansi LSM Jombang akhirnya melaporkan Bupati dan penghuni ruko simpang tiga ke Polres Jombang, Selasa (9/5/2023). Dalam laporan itu, Bupati berstatus sebagai Terlapor/Teradu I dan penghuni ruko simpang tiga sebagai Terlapor/Teradu II. Keduanya diadukan dengan pasal berbeda.

Dalam pandangan Aliansi LSM Jombang, Bupati dengan kewenangannya dianggap telah melakukan pembiaran atau menyalahgunakan wewenang yang berakibat timbulnya kerugian negara. Hal ini karena sebagai pemegang SHPL, Bupati dinilai tidak melakukan tindakan terukur dan malah membiarkan aset Pemkab dikuasai pihak ketiga.

Akibatnya, Pemkab dirugikan milyaran rupiah karena sisi PAD dari ruko simpang tiga berlangsung macet. Tercatat, untuk rentang kelola 2017 hingga 2021, BPK RI telah merekomendir terjadi kerugian negara sekitar Rp 5 milyar. Dan itu belum tuntas. Sementara memasuki masa huni 2022 dan 2023 malah berlangsung misterius.

Beberapa kali dikonfirmasi terkait uang sewa ruko tahun 2022 dan 2023, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Jombang, Suwignyo, tidak sekalipun bersedia memberikan keterangan. Sebaliknya, selalu saja ia berdalih bahwa perkara ruko simpang tiga sudah ditangani Korp Adhiyaksa.

Aliansi LSM Jombang saat mendemo Bupati di kantor Pemkab agar segera menuntaskan kasus ruko simpang tiga.

Terbaru, Korp Adhiyaksa melalui Kasi Intel Deni Saputra Kurniawan malah meminta Disdagrin melaporkan uang sewa ruko tahun 2022 dan 2023. Bahkan Deni mengingatkan, jika data dimaksud tidak disetor, Disdagrin bisa ditersangkakan dengan pasal menghalamg-halangi proses hukum.

Dari sini, diduga kuat uang sewa ruko tahun 2022 dan 2023 belum terbayar. Seorang Sumber menegaskan, dugaan itu cukup kuat karena uang sewa sebelumnya belum terjadi pelunasan. Jika itu benar terjadi, tutur Sumber, maka Bupati sebagai pemegang SHPL benar-benar membiarkan ruko simpang tiga dikuasi pihak ketiga.

Sementara itu, penghuni ruko dilaporkan ke Polres karena diduga kuat telah melakukan tindak penyerobotan aset daerah. Terutama untuk masa hunian ruko tahun 2022 dan 2023. Dimana jika hal itu tidak dibarengi uang sewa, maka keberadaan penghuni terbilang ilegal dan itu setara dengan tindak penyerobotan aset negara.

Dalam laporannya ke Polres, Aliansi LSM Jombang menyebut untuk masa huni ruko 2022 dan 2023, status penghuni dipastikan tanpa legalitas sama sekali. Itu sedikit berbeda dengan masa hunian tahun 2017 hingga 2021. Dimana penghuni telah melakukan pembayaran sewa meski belum seluruhnya lunas.

Ruko simpang tiga milik Pemkab Jombang hingga saat ini masih dalam penguasaan penghuni.

Tanpa uang sewa, tegas Aliansi, berarti penghuni ruko terbilang sah dan meyakinkan telah melakukan tindak penyerobotan terhadap aset negara. Hal ini merujuk SHGB ruko simpang tiga sebagai satu-satunya legalitas penghuni, tercatat habis masa berlaku sejak 2016. Maka, tegas Aliansi, jika terbukti penghuni tidak membayar sewa untuk 2022 dan 2023, status mereka dipastikan liar.

Ditemui di kantor Polres Jombang saat mengirimkan surat pengaduan (Dumas), juru bicara Aliansi LSM Jombang Aan Teguh Prihanto, menegaskan bahwa tindakan melaporkan Bupati dan penghuni ruko ke ranah Tipikor merupakan bentuk akumulasi kekecewaan atas berlarut-latutnya penangangan ruko simpang tiga.

Aan bahkan berpandangan, bahwa dibanding penghuni ruko simpang tiga, bobot kesalahan Bupati terbilang lebih besar karena membiarkan apa yang seharusnya ditertibkan. “Kewenangan tidak difungsikan, kewajiban tidak dijalankan. Padahal jika Bupati mau, apa sih yang tidak mungkin? Biar bagaimanapun, Bupati adalah simbol kekuasaan, “tegasnya.

Begitu pun dengan penghuni ruko. Meski derajat kesalahan tidak sebesar Bupati, tutur Aan, namun para penghuni sepertinya tidak pernah sadar diri dan bahkan menikmati konflik. Mereka tetap ngotot menempati ruko meski tak lagi mengantongi legalitas. “Sebagai bentuk partisipasi ikut membangun bangsa, Aliansi meras perlu meluruskan itu melalui ranah Tipikor, “ujarnya. (red/din)

 

Kapolres Baru Diminta Tuntaskan Kasus PTSL Sukodadi

0

JOMBANG, TelusuR.ID      –      Dugaan penipuan dengan modus Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang terjadi di Desa Sukodadi Kecamatan Kabuh, sampai saat ini penanganan perkara oleh polisi belum ada titik terang.

Proses penyelidikan sudah berjalan 3 bulan lebih. Sejumlah saksi juga sudah diperiksa, termasuk Kepala Desa Sukodadi. Terbaru, Inspektorat Jombang sudah menyerahkan hasil audit kasus tersebut kepada Polres Jombang, pekan lalu.

Dihubungi melalui sambungan seluler, Selasa (9/5/2023), Kepala Inspektorat Jombang Abdul Majid Nindyaagung, memastikan hasil audit kasus PTSL Sukodadi sudah diserahkan kepada Polres Jombang. Hanya saja, ia menolak memberikan penjelasan terkait hasil audit karena hal tersebut menjadi domain pihak penyidik.

Kasus dugaan penipuan berkedok program PTSL tersebut diduga merugikan banyak warga Sukodadi. Mereka rata-rata dipungut Rp 500 ribu oleh oknum yang mengatasnamakan diri sebagai panitia PTSL, meski sebenarnya program dimaksud tidak pernah ada.

“Dugaan penipuan terjadi pada 2020. Modus operandinya, para oknum mengaku sebagai panitia PTSL. Faktanya, setelah saya konfirmasikan ke kantor ATR/BPN Jombang, ternyata Desa Sukodadi tidak mendapat kuota untuk program tersebut, “tegas Arga Frasetyo, warga Desa Sukodadi.

Ditegaskan Arga, bahwa oknum yang mengatasnamakan panitia PTSL dan memungut biaya kepada mayoritas warga Desa Sukodadi tidak akan berani melakukan itu jika tidak ada yang memberi perintah. “Saya jamin terbentuknya panitia karena ada perintah, “tegasnya.

Arga tidak menyebut siapa pihak yang sudah memberikan perintah, namun dia melempar sinyal bahwa yang bisa memberikan perintah untuk pembentukan panitia PTSL adalah orang-orang yang memiliki kekuasaan karena jabatannya.

Untuk itu, Arga berharap kepada Kapolres yang baru menjabat, agar kasus ini bisa terkuak dan segera  tertuntaskan. Sebagai warga Desa Sukodadi, Arga mengaku siap membantu pihak polisi jika dibutuhkan. Selain itu, Arga meminta agar saksi-saksi penting juga dimintai keterangan.

“Sejauh ini saya belum mendengar para saksi korban penipuan dimintai keterangan oleh polisi. Padahal mereka terbilang saksi mahkota yang bisa menguak dugaan penipuan tersebut, “ujar Arga.

Terpisah, juru bicara Aliansi LSM Jombang Aan Teguh Prihanto, menegaskan bahwa pihaknya akan tetap mengawal kasus ini sampai tuntas. Aktivis berpenampilan gondrong ini berharap agar pihak kepolisian segera menuntaskan kasus ini, terutama oleh Kapolres yang baru.

“Sebenarnya kasus dugaan penipuan berkedok PTSL ini tidak termasuk kasus berat, namun sejauh ini progres yang dilakukan pihak kepolisian masih terbilang lamban, “ujar Aan.

Ia juga meminta agar kasus ini jangan sampai terbengkalai dan berujung hilang tanpa bekas. “Karena PTSL adalah program strategis dari pemerintah pusat untuk kepemilikan sertifikat tanah bagi rakyat. Jangan ada yang menodai, rakyat bisa marah, “Aan mengingatkan.

Disampaikan juga oleh Aan, bahwa jika dalam waktu 2 minggu kedepan tidak ada titik terang terkait penanganan kasus PTSL Sukodadi, maka tim advokasi Aliansi LSM Jombang akan melakukan audensi dengan Polda Jatim.

Senada dengan itu, seorang pakar hukum yang namanya enggan disebut menegaskan, bahwa pada kasus dugaan penipuan berkedok PTSL di Desa Sukodadi, peristiwa pidananya sudah cukup terang.

Terbukti, tuturnya, sejumlah oknum yang menyebut dirinya panitia dan memungut biaya ke warga, akhirnya mengembalikan uang tersebut.

“Disitulah tindak pidana itu terjadi. Sederhana kok, pengembalian uang itu berarti bentuk pengakuan bahwa program PTSL hanyalah kedok. Dan itu setara dengan penipuan. Karenanya Polisi bisa menersangkakan dan menahan mereka, “ujarnya.

Pakar hukum yang juga mantan politisi ini yakin jika sudah ada tersangka dan dilakukan penahanan, maka tabir kasus bisa diungkap. “Yakin. Jika sudah muncul tersangka dan dilakukan penahanan, pasti akan terkuak dalang dibalik peristiwa ini. Saat ini dalangnya masih bersiul riang, “ujarnya.

Terpisah, Kasat Rekrim Polres Jombang AKP Aldo Febrianto saat dimintai keterangan melalui sambungan seluler belum berhasil tersambung, Senin (8/5/2023). (red/din)

 

 

 

Pemulihan Ekonomi Pasca Covid 19, JAPNAS Pusat Belum Bersikap Soal Dukungan Pilpres

0

JAKARTA, TelusuR.ID – Ketua Umum Jaringan Pengusaha Nasional (JAPNAS) Pusat, H. Bayu Priawan menegaskan bahwa pihaknya saat ini fokus mendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo hingga berakhir masa jabatannya yaitu 2024 mendatang.

Dukungannya kata pengusaha yang akrab disapa Bayu ini dengan membantu pengembangan ekonomi masyarakat, khususnya bidang ekonomi kreatif pasca pandemi Covid 19.

” Jadi saat ini kita fokus bantu pemerintah, utamanya dalam upaya pemulihan ekonomi,” tukas Bayu usai melakukan pertemuan dengan beberapa Ketua Umum JAPNAS tingkat Provinsi di salah satu kafe di Grand Indonesaia (GI) Mall Jakarta Pusat. Senin, (08/05/2023).

Saat disinggung soal Pilpres 2024, Bayu menegaskan bahwa JAPNAS Pusat masih belum menentukan sikap. Pihaknya akan akan menggelar rapat untuk menentukan sikap terkait Pilpres.

” Tapi nanti dulu, masih ada waktu sekitar 4 bulan untuk nanti menentukan sikap Pilpres. Politik itu dinamis,” ungkapnya.

Mohammad Supriyadi, Ketua Umum JAPNAS Jatim membenarkan apa yang disampaikan oleh Ketua Umum JAPNAS Pusat. Tetapi, untuk Jatim kata Supriyadi, secara pribadi dirinya memberikan dukungan kepada Ganjar Pranowo sebagai Capres yang diusung oleh PDIP.

” JAPNAS Jatim ini salah satu pendirinya Pak Fauzi Bupati Sumenep, tokoh PDIP, maka wajar kalau kami dukung Pak Ganjar, dan itu tidak ada persoalan dengan JAPNAS Pusat,” tukasnya.

Selain itu, Supriyadi juga menambahkan, pihaknya saat ini juga mendukung Achmad Fauzi, Bupati Sumenep untuk maju dalam Pilgub Jatim 2024 mendatang, baik sebagai Calon Gubernur atau sebagai Calon Wakil Gubernur Jatim.

Sekedar diketahui, pertemuan Ketua Umum JAPNAS Pusat itu digelar dengan Ketua Umum JAPNAS Provinsi diantaranya, Ketua Umum JAPNAS Jatim, Ketua Umum JAPNAS Kalsel, Ketua Umum JAPNAS DKI, Kalteng dan Aceh.

SYL, Cawapres Alternatif dari Indonesia Timur

0

SURABAYA, TelusuR.ID – Peta politik menuju Pemilu 2024 terus digaungkan. Para bakal calon presiden (capres) telah muncul ke permukaan dengan partai-partai koalisinya.

Kandidat capres 2024 yang mulai terlihat seperti Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, hingga Prabowo Subianto. Ketiganya mulai menyusun strategi dan negosiasi bersama partai politik masing-masing.

Sementara itu, kandidat pendamping untuk mereka sebagai cawapres juga sudah mulai bergema. Beberapa nama mulai diutak-atik dan digaungkan. Mulai dari politikus, pengusaha, dan birokrat. Nama cawapres itulah yang dianggap bakal menentukan posisi “nilai tawar” para kandidat RI 1 itu di mata rakyat dalam Pemilu 2024 mendatang.

Pengamat politik, Eka Santosa mengakui, masyarakat memang sudah mulai memasuki ruang “perang cawapres”. Ia menilai, peran cawapres cukup vital untuk mendampingi pemimpin Indonesia, baik dari sisi geopolitik, kultur, hingga kebutuhan dan keterwakilan masyarakat.

Hal itu tentunya sejurus dengan upaya dan cita-cita pendiri negeri yang menginginkan bangsa lebih mandiri, tidak bergantung, atau bisa berdikari.

“Sudahlah, kalau presiden (kandidatnya) sudah harus di Pulau Jawa atau setidaknya bernada O (namanya). Tapi, kalau wapres kita bisa mencari alternatif keseimbangan itu baik dari sisi keterwakilan Indonesia Timur dari pandangan kenusantaraan dan juga profesionalisme kerja,” kata Eka dalam keterangannya, Senin (8/5/2023).

“Misalnya, Pak SYL (Syahrul Yasin Limpo) yang bisa dipertimbangkan oleh kita. Sosok birokrat yang cocok menurut saya, karena pernah jadi lurah, camat, bupati wakil bupati, gubernur,” tambah Eka, yang juga mantan Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat ini.

Tokoh masyarakat adat Jawa Barat ini menilai, kapasitas SYL saat menjabat gubernur juga cukup prestisius. Lantaran pernah membawa provinsi yang dipimpinnya, Sulawesi Selatan, menjadi swasembada pangan.

“(SYL) bisa jadi sosok yang mewakili (sebagai cawapres dari Indonesia Timur). Hari ini, saya lihat secara khusus dari kinerjanya, terlepas dari partainya, dari mana dia berangkat, tapi secara profesional kerja dia memadai,” tekan Mantan Wakil Ketua Komisi II DPR RI 2004-2009 ini.

Seperti diketahui, Syahrul Yasin Limpo (SYL) kini menjabat sebagai Menteri Pertanian RI. Ia merupakan kader dari Partai NasDem yang dipercayakan Presiden untuk mengurus kebijakan mengenai pertanian di Indonesia.

Partai yang menaungi SYL itu telah membangun koalisi dengan parpol pengusung bakal capres dari Anies Baswedan. Parpol ini berkoalisi dengan PKS dan Demokrat dalam menjagokan Anies Baswedan menuju Pemilu 2024 mendatang. Anies pun mendapat dukungan dari Wapres RI dua periode, yakni Jusuf Kalla, yang juga merupakan tokoh dan saudagar kawakan dari Indonesia Timur.

NasDem telah mengantongi 5 nama cawapres untuk Anies Baswedan. Namun, partai besutan Surya Paloh itu belum menyebutkan nama-nama itu secara gamblang. Nama SYL masih harus bersaing dengan sejumlah tokoh lainnya yang diusulkan parpol pengusung, seperti AHY, Aher, Mahfud MD, Khofifah Indar Parawansa, dan Airlangga Hartarto. (*)