TelusuR.ID

Beranda blog Halaman 386

Kapolres Jombang melakukan Jum’at Curhat di Desa Pandanwangi

0

JOMBANG, TelusuR.ID – Kepala Kepolisian Resor Jombang AKBP Moh Nurhidayat kembali melaksanakan sapa warga melalui Jumat Curhat. Kali ini dilaksanakan di Masjid Nurul Huda Dusun Butuh Desa Pandanwangi Kecamatan Diwek, Jumat, (27/1/2023)

Kapolres mengenalkan para pejabat utama yang hadir mendampinginya, termasuk Waka Polres Jombang Kompol Kompol Erika Purwana Putra.

Giat Jumat Curhat dilakukan karena membangun komunikasi dua arah dengan masyarakat sangatlah penting agar polisi mengetahui betul yang diinginkan oleh warga.

Adapun respon warga terkait program yang diinisiasi oleh Kapolri ini sangat diapresiasi oleh masyarakat. Sebab, melalui Jumat Curhat masyarakat bisa secara langsung menyampaikan keluh kesahnya kepada Kapolres Jombang.

“Terima kasih bapak Kapolres Jombang dan para pejabat hadir di desa kami melalui acara Jumat Curhat ini. Kami sangat mengapresiasi kegiatan seperti ini,” kata salah satu jemaah, Asan.

Asan yang juga kepala desa Pandanwangi ini mengatakan, selama ini sinergitas dengan pihak pemerintah desa dengan Bhabinkamtibmas juga berjalanan dengan baik. Termasuk juga bila ada kegiatan desa selalu melibatkannya.

“Alhamdulillah selama ini semua sudah berjalan dengan baik, dan kondusif,” ujarnya.

Jemaah lain, Tri Santoso pada kesempatan itu menyampaikan tentang peristiwa kriminalitas di desa setempat, tepatnya di jalan Prof Moh Yamin. Baru-baru ini, kata Tri, ada kejadian begal yang merampas pengendara motor di jalan tersebut.

“Saat itu pelaku merampas tas korban dan langsung kabur,” ujar Tri kepada Kapolres Jombang.

Selain kriminalitas, di jalan alternatif tersebut juga rawan kecelakaan lalu lintas. Pada malam tahun baru lalu, pengendara motor terlibat kecelakaan hingga meninggal. Salah satu faktor penyebabnya karena minim penerangan.

“Kami berharap mungkin ada solusi terbaik atas curhatan masyarakat ini,” ujar Tri.

Merespon itu, Kapolres pun menanyakan kepada Kapolsek Diwek selaku pemangku wilayah dan juga Kasatreskrim. Ternyata, kasus itu tidak dilaporkan ke Kepolisian.

“Jadi kami minta untuk dilaporkan ya, kalau tidak dilaporkan ya kami tidak tahu,” kata Kapolres.

Orang nomor satu di Polres Jombang itu juga memastikan akan menindaklanjuti setiap laporan yang masuk. Namun, terkait hasil, semua adalah proses.

“Apapun laporan harus ditindaklanjuti, masalah hasil akhir adalah proses. Jadi, apapun mohon untuk diinformasikan, termasuk begal. Laporkan kepada kami,” katanya menandaskan

( Mu’in )

BUMDes Jatigedong Diduga Dikuasai Segelintir Oknum

0

JOMBANG, TelusuR.ID     –     Kinerja BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) ‘Aneka Usaha’ Milik Pemerintahan Desa Jatigedong, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, mulai dipertanyakan warga setempat.

Terutama soal pengelolaan keuangan hasil olah scrab (limbah rosok) dari PT CJI Ploso. Ini karena selama 10 tahun mengelola scrub, hasilnya terbilang tidak jelas dan jauh dari kata transparan.

Selain memantik laporan polisi oleh LSM LPHM Pandawa yang saat ini menunggu jadwal gelar perkara oleh Satreskrim Polres Jombang, dugaan praktik pat gulipat oleh oknum pengurus BUMDes Aneka Usaha juga jadi sorotan warga.

Dari informasi yang dihimpun, secara umum warga desa Jatigedong merasa tidak mendapatkan manfaat dari hasil olah scrub selama 10 tahun. Warga bahkan merasa bahwa pundi-pundi hasil pengolahan scrub hanya “dinikmati” oleh oknum tertentu.

Salah satu warga Jatigedong sebut saja Samirin (bukan nama sebenarnya), dengan kepolosannya menyebut pihak yang diuntungkan dari pengelolaan scrub PT CJI adalah pihak Pemerintahan Desa dan pengurus BUMDes.

“Opo cak, seng penak lan makmur yo cuma pamong ambek pengurus BUMDes. Wong koyok awak dewe Iki pancet ae, nek gak mreman gak mangan (apanya cak, yang enak dan makmur itu ya cuma Pemerintahan Desa dan pengurus BUMDes. Orang kayak kita ini tetap harus jadi buruh untuk bisa makan), “ujarnya.

Senada dengan Samirin, PW yang merupakan petugas RW Desa Jatigedong juga menegaskan hal serupa. Ia bahkan mengaku tidak percaya lagi dengan pengurus BUMDes.

“Selama ini saya dan warga sekitar belum pernah menikmati hasil dari scrub. Semua serba tertutup dan hanya dikuasai orang-orang tertentu. Saat ini sepertinya kegiatannya sedang beku. Dan saya pribadi sudah tidak percaya dengan pengurus BUMDes saat ini, “tegas PW kepada Telusur.id.

PW menegaskan, selama 10 tahun pengelolaan scrub dari PT CJI sempat diwarnai kejanggalan. Salah satunya soal dugaan penyelewengan Rp 588 juta dana scrub yang hingga hari ini belum jelas rimbanya.

“Saat ini, kinerja pengurus BUMDes sangat tidak jelas. Tidak ada keterbukaan. Mereka tidak layak jadi pengurus dan seharusnya dirombak total, “imbuhnya dengan nada kecewa.

Sebelumnya, Beni Kepala Divisi Administrasi PT CJI Ploso menegaskan, bahwa pengelolaan scrub (limbah rosok) yang dipercayakan kepada BUMDes Aneka Usaha Desa Jatigedong adalah sebentuk CSR perusahaan.

Selain sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap lingkungan sekitar atas dampak kegiatan produksi yang dilangsungkan perusahaan, pendistribusian scrub ke BUMDes juga tidak dilakukan lelang dengan harapan warga sekitar bisa meraup keuntungan lebih.

Hingga berita ini ditulis, Kamis (25/01/2023), konfirmasi dari pengurus BUMDes Aneka Usaha Desa Jatigedong serta pihak Pemerintahan Desa belum berhasil dikantongi. Upaya konfirmasi akan terus dilakukan dan hasilnya akan disajikan pada berita edisi berikutnya untuk memenuhi aspek keberimbangan berita. (Muin)

Kini, Kabupaten Jombang Resmi Miliki 5 Puskeswan

0

JOMBANG, TelusuR.ID     –     Kabupaten Jombang kini memiliki 5 gedung Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) setelah 4 gedung Puskeswan yang baru dibangun dan direhab telah selesai dan diresmikan oleh Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab, Rabu (25/01/2023).

Empat gedung baru itu adalah Puskeswan Diwek, Puskeswan Mojoagung, Puskeswan Ploso, dan Puskeswan Ngoro.

Peresmian yang dipusatkan di Puskeswan Diwek di Desa Keras tersebut dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Wignyo Handoko, Kepala Dinas Peternakan Jombang Agus Susilo Sugioto, Kepala Kantor Ketahanan Pangan dan Perikanan Nur Kamalia, Camat beserta Forkopimcam Kecamatan Diwek, Kades Keras beserta seluruh Perangkat Desa.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Jombang, saya mengapresiasi adanya rehabilitasi sarana fisik pusat kesehatan (Puskeswan) dan pelaksanaan kegiatan stake holder peternakan sebagai upaya untuk mencegah segala penyakit yang saat ini terus mengancam sektor peternakan, “tutur Bupati membuka sambutan.

Menurut Bupati, seiring berjalannya waktu, sektor peternakan dihadapkan pada tantangan dan tuntutan baru sebagai dampak dan pengaruh strategi global, nasional dan sektoral.

Karena itu, untuk mengantisipasi dan mendukung tercapainya sasaran pembangunan peternakan, maka diperlukan adanya pendekatan Sistem Pembinaan Kesehatan Hewan Nasional (Siskeswanas).

Dengan berdirinya gedung baru Puskeswan, Bupati berharap dapat membantu tugas dari Dinas Peternakan dalam memberikan fasilitas pelayanan kesehatan untuk meningkatkan kualitas kesehatan hewan/ternak di wilayah kerja Puskeswan.

“Peresmian sarana pusat kesehatan hewan ini harus diikuti dengan pelayanan masyarakat yang maksimal. Harapannya kedepan, pelayanan kesehatan hewan khususnya di Kabupaten Jombang mampu lebih memberikan kesejahteraan kepada masyarakat. Tentu, kedisplinan petugas kesehatan harus diterapkan, ” pungkasnya.

Peresmian Puskeswan Diwek, Mojoagung, Ploso dan Ngoro ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Bupati Jombang yang dilanjut dengan pemotongan roncean melati, serta peninjauan setiap ruangan yang ada.

Agus Susilo Sugioto Kepala Dinas Peternakan Pemkab Jombang menyampaikan bahwa dalam upaya meningkatkan mutu pusat kesehatan hewan, Pemerintah telah menempuh beberapa upaya diantaranya melakukan pengembangan kualitas pusat kesehatan hewan, perbaikan sarana gedung pusat kesehatan hewan, dan pengadaan alat kesehatan hewan.

“Alhamdulillah, untuk mendekatkan pelayanan Pemerintah kepada masyarakat peternak khususnya, supaya semuanya bisa sejahtera untuk menjadi peternak yang handal dan peternak yang baik, pada tahun 2022 telah dilaksanakan pekerjaan fisik Puskeswan beserta sarana dan prasarana sebanyak 5 Puskeswan yang masing-masing membawahi 4 kecamatan, “tegas Agus.

Antaralain, lanjutnya, Puskeswan Diwek membawahi Kecamatan Diwek, Kecamatan Gudo, Kecamatan Perak, dan Kecamatan Bandarkedungmulyo. Sedang Puskeswan Mojoagung masing-masing membawahi Kecamatan Mojoagung, Sumobito, Jogoroto, dan Kesamben, “.

Untuk Puskeswan Ploso, papar Agus, kecamatan yang dinaungi adalah Ploso, Plandaan, Kabuh, Kudu, dan Ngusikan. Sedang Puskeswan Ngoro membawahi kecamatan Ngoro, Bareng, Wonosalam, dan Mojowarno.

“Sementara Puskeswan Jombang membawahi 4 kecamatan yaitu kecamatan Jombang, kecamatan Peterongan, kecamatan Tembelang dan kecamatan Megaluh, “ujarnya.

Agus menambahkan bahwa pada tahun 2022 telah memberikan hibah barang dari alokasi APBD II (kepada 33 kelompok) dengan rincian APPO: 4 kelompok. Ternak kambing: 10 kelompok. Serta ternak sapi potong: 3 kelompok.

Hibah keuangan: 16 kelompok. Hibah barang dari dana APBD I (untuk 3 kelompok) dengan rincian untuk ternak kambing: 40 ekor, ternak sapi: 8 ekor. Hibah barang dari dana APBN (kepada 41 kelompok) dengan rincian ternak ayam: 1.500 ekor.

Kegiatan Asuransi Usaha Ternak Sapi/Kerbau (AUTS/K) pada 2022 mencapai 2.106 ekor dari target APBD Kabupaten Jombang sebanyak 1500 ekor dengan rincian 1500 ekor sapi potong dan 606 ekor sapi perah.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab menyerahkan secara simbolis 1 unit mobil operasional Kepala Dinas Peternakan Pemkab Jombang, serta 8 unit sepeda motor yang secara simbolis diserahkan kepada Puskeswan. (*)

 

 

 

 

Menguak Misteri Sumur Tiban Di Dusun Pandanwangi Jombang

0
Tim Sakral Nusantara saat melakukan Ritual di Sumur Tiban desa pandanwangi jombang

JOMBANG, TelusuR.IDTiban berasal dari kata dasar “tiba” bahasa Jawa yang berarti “jatuh”. Tiban mengandung arti timbulnya sesuatu yang tidak diduga sebelumnya. Sumur tiban yang berada di dusun pandanwangi letaknya di tengah persawahan konon menurut cerita di mayarakat Sumur tiban yang berukuran diameter 25 centimeter dengan kedalaman kisaran 1,5 meter dan di percaya sebagai obat segala macam penyakit, sehingga di datangi banyak pengunjung dari dalam maupun luar daerah. Berhembus kabar berita dari masyarakat bahwa Sumur Tiban di pandanwangi adalah tapal batas antara kerajaan majapahit dan kediri sebelah utara masuk wilayah majapahit selatan masuk ke kerajaan Kediri.

Sejarah kemunculan tiban dimulai masa kerajaan Kediri, berkuasa seorang raja yang otoriter, sang raja ingin disebut dewa. Demikian gambaran raja Kediri yang menyebutnya Kertajaya. Sehingga rakyat menurut perintahnya bukan karena patuh melainkan karena takut. Wilayah kerajaan Kediri termasuk kademangan Ngimbang (sekarang Ngadiluwih) mempunyai 4 kademangan yaitu:

  1. Kademangan Ngimbang
  2. Megalamat
  3. Jimbun
  4. Ceker

Meskipun diperintah oleh sang raja yang otoriter namun keadaan masyarakat makmur, segala masalah diselesaikan secara gotong royong. Masyarakat yang lebih dahulu panen membagi kepada tetangga, tetapi sayang kepribadian yang demikian tidak dapat perhatian oleh rajanya, bahkan Brahmana pun diminta untuk menyembah dan mendewakan dia. “Matahari berputar, siang berganti malam, sedangkan malam dapat berganti siang”, kata para Brahmana. Artinya keadaan di dunia tidak kekal adanya yang semula kaya dapat juga menjadi miskin, yang gagah perkasa dapat menjadi lemah tak berdaya.

Tim Sakral Nusantara Saat Melakukan Komunikasi dengan Arwah Penghuni Sumur Tiban desa pandanwangi jombang

Menurut Penelusuran tim Sakral Nusantara yang bermediasi dengan arwah penghuni sumur yang bernama Mbah Siman membenarkan adanya tentang mitos cerita yang beredar di  masyarakat selama ini. Menurut Mbah Siman air sumur tiban yang berada di pandanwangi tersebut mempunyai khasiat untuk obat segala penyakit bisa di minum atau untuk mandi. Dalam sesi komunikasi dengan arwah penunggu sumur tiban, Mbah Siman berpesan agar selalu menjaga peninggalan sejarah dan tidak lupa dengan budaya Jawa adat istiadat, toto kromo atau sopan santun yang mana sekarang banyak ditinggal kan oleh generasi muda saat ini. Sumur tiban atau dikenal dengan nama telogo wangi oleh masyarakat sekitar desa pandanwangi karna dulu airnya berbau wangi. Antara percaya dan tidak tergantung keyakinannya masing masing. Kebenaran sejati hanya milik Alloh SWT. (imron)

Kenang Pertempuran Lengkong, Kemenhan dan Keluarga Pahlawan Tabur Bunga di TMP Taruna Tangerang

0

KOTA TANGERANG, TelusuR.ID – Yayasan 25 Januari 1946 menggelar Ziarah Peringatan ke-77 Peristiwa Lengkong yang dihadiri tokoh nasional dan keluarga keturunan para pahlawan yang gugur dalam pertempuran dahsyat melawan kolonialisme Jepang. Menteri Pertahanan Republik Indonesia Letjen TNI (Purn.) Prabowo Subianto Djojohadikusumo diwakili Dirjen Potensi Pertahanan (Pothan) Kemenhan RI, Mayjen TNI Dadang Hendrayudha memimpin langsung upacara militer dan ziarah yang dihadiri ratusan tamu undangan dari TNI/ Polri, masyarakat sipil serta berbagai organisasi kemasyarakatan.

Selain jajaran TNI/ Polri, turut hadir Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah, juga tampak Biantiningsih Miderawati Djiwandono, Maryani Ekowati dan Hashim Djojohadikusumo, yang merupakan keluarga kandung Menhan Prabowo, yang juga keponakan kandung dari 2 pahlawan nasional yang berbarengan gugur di Pertempuran Lengkong, Lettu Soebianto Djojohadikusumo dan Taruna Soejono Djojohadikusumo; John Ferry Mogot mewakili keluarga Mayor (Anumerta) Daan Mogot, Agustanzil Sjahroezah cucu dari Haji Agus Salim, sesepuh pejuang Ketua Dewan Pertimbangan Harian Nasional 45, Sumartini Tjokrodimuljo yang telah berusia 95 tahun, Tinton Soeprapto dari Yapeta (Yayasan Pembela Tanah Air) serta keluarga para pahlawan nasional lainnya.

Kegiatan yang berakhir sekitar pukul 11.00 WIB dari TMP Taruna Tangerang, kemudian dilanjutkan dengan peletakan karangan bunga dan silaturahmi sahabat sejarah di Monumen Daan Mogot, Jalan Subianto Djojohadikusumo, BSD City, Tangerang Selatan.

“Kehadiran bapak dan ibu adalah kehormatan bagi kami, karena merupakan wujud penghargaan dan ungkapan simpati yang tulus untuk mengenang jasa dan mendoakan para perwira dan taruna MA Tangerang yang gugur dalam menjaga kedaulatan NKRI,” ucap Ketua Yayasan 25 Januari 1946, Rani D. Sutrisno dalam keterangan ke media massa.

Rani menghaturkan terimakasih atas kehadiran para tokoh nasional dan undangan lainnya. Serta berharap menjadi pengingat bagi generasi muda akan sejarah revolusi kemerdekaan Indonesia.

Untuk diketahui, Pertempuran Lengkong adalah pertempuran Tentara Keamanan Rakyat melawan pasukan Jepang di Desa Lengkong, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Indonesia yang terjadi pada tanggal 25 Januari 1946.

Bermula dari Resimen IV TRI di Tangerang, yang mengelola Akademi Militer Tangerang, dengan dipimpin Mayor Daan Mogot, puluhan taruna akademi mendatangi markas Jepang di Desa Lengkong untuk melucuti senjata pasukan jepang. Daan Mogot didampingi sejumlah perwira, antara lain Mayor Wibowo, Letnan Soetopo, dan Letnan Soebianto Djojohadikusumo.

Dalam proses perlucutan senjata yang awalnya berlangsung lancar, kemudian terjadi insiden letusan senjata dan mitraliur dari arah tersembunyi. Kemudian terjadi pertempuran yang tak seimbang, dengan banyak korban berjatuhan di pihak Indonesia, di mana 33 taruna dan 3 perwira gugur, serta 1 taruna lainnya wafat setelah sempat dirawat di rumah sakit. Perwira yang gugur adalah Daan Mogot, Letnan Soebianto, dan Letnan Soetopo. Peristiwa berdarah kini dikenal sebagai Peristiwa Pertempuran Lengkong.

Pada tanggal tersebut, kemudian berdasarkan Keputusan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu, dituangkan lewat Surat Telegram KSAD Nomor ST/12/2005 bertanggal 7 Januari 2005, ditetapkan sebagai Hari Bakti Taruna Akademi Militer.

Keuangan BUMDes Desa Jatigedong Disinyalir Amburadul, LSM LPHM Pandawa Kawal Laporan Polisi

0

JOMBANG, TelusuR.ID – Dugaan ketidakberesan keuangan di Bumdes Aneka Usaha , Desa Jatigedong Kecamatan Ploso Kabupaten Jombang yang mengelola scrub (rosokan) dari PT Cheil Jedang Indonesia (CJI) , dibuktikan dengan adanya pelaporan oleh Cucuk Wahyu Riyanto Ketua LSM LPHM Pandawa ke Satreskrim Polres Jombang ,

Polemik berkepanjangan terkait pengelolaan Scrub berawal dari Musdes tanggal 31 maret 2021 di Balai Desa Jatigedong. Jajaran Pengurus Bumdes saat itu melaporkan pertanggungjawaban pengeluaran keuangan tahun 2020 sebesar 588 juta rupiah . lebih rincinya Cucuk mengatakan .

“laporan keuangan saat itu menurut warga banyak terjadi kejanggalan. Contoh paling mencolok yakni laporan pengeluaran uang yang dipinjam pemdes Jatigedong nilainya mencapai ratusan juta, lalu dana masker 40 juta rupiah, dan uang cctv serta dana pembuatan taman sebesar 10 juta rupiah. Seluruh angka tersebut dilaporkan sudah dikembalikan ke Bumdes, tapi kenyataanya dana-dana tersebut justru masih masuk dalam laporan pengeluaran,” Ungkapnya

Ketua LSM LPHM juga menceritakan Kejanggalan yang lain yaitu pajak pph 10% senilai 90 juta juga diduga tidak dibayarkan , dan juga ada temuan vendor yang transfer uang pembayaran scrap bukan ke rekening bumdes akan tetapi masuk ke rekening pribadi pengurus bumdes .
warga Jatigedong juga selalu menanyakan kejelasan laporan pengeluaran yang dianggap bermasalah itu . Akan tetapi justru pihak Bumdes Jatigedong selalu menghindar .

“Karena warga menginginkan kejelaskan dari pihak BUMDes maka warga Desa Jatigedong dimendatangi kantor bumdes ,” Jelas Cucuk

Menurut Cucuk, pada saat itu mereka ditemui oleh direktur Bumdes Rifinardi dan bendaharanya Aris Dwiyanto. Namun upaya mereka untuk membuka tabir kejanggalan laporan keuangan Bumdes menemui jalan buntu. Mereka tetap tidak bisa mendapatkan hasil laporan pengeluaran yang dianggap bermasalah tersebut. .

Merasa dipermainkan dan tidak ada kejelasan , akhirnya warga dan perwakilan BPD Jatigedong didampingi Ketua LSM LPHM PANDAWA melaporkan ke Satreskrim Polres Jombang pada tanggal 24 Mei 2021 . Namun Proses penyelidikannya memakan waktu yang lama , pihak Sat Reskrim Polres Jombang melalui unit tipikor telah memanggil beberapa saksi dan pengurus Bumdes Jatigedong .

Sampai memasuki pekan ketiga Januari 2023 , selaku pelapor pihak LSM LPHM pandawa sudah mendapatkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) sampai 11 kali . Akan tetapi SP2HP yang kedelapan hingga kesebelas , isinya
menunggu hasil audit dari Inspektorat jombang . Praktis sejak tanggal 26 November 2021 sampai Januari 2023 ini atau sudah satu tahun dua bulan, hasil audit belum kunjung selesai . Hal ini sesuai yang di jelaskan oleh Cucuk pada Rabu (25-01-2023) di kantornya .

Sedangkan Eko Prasetyo yang merupakan inspektur Pembantu (IRBAN) bidang Investigasi kantor Inspektorat Jombang , ketika di tanyai lewat WA chat menyampaikan bahwa hasil audit sudah diserahkan kepada penyidik Unit Tipikor Satreskrim Polres Jombang. “Berkas hasil audit sudah kami serahkan kepada penyidik Tipikor Satreskrim Polres Jombang pada Hari Selasa pekan lalu. Bahkan sudah ekspose bersama,” Jawab eko

Jawaban senada juga disampaikan , Kanit Tipikor Ipda Sugiarto membenarkan bahwa hasil audit dari Inspektorat Jombang sudah diterimanya . Namun sementara ini belum ada tindaklanjut karena Kasatreskrim Polres Jombang sedang berduka dan masih posisi ada di Bandar Lampung.
“Iya Pak kami baru expose dengan inspektorat. Rencana mau kami gelar perkara, menunggu Kasatreskrim yang saat ini posisi sedang berduka di Lampung” balas Kanit Tipikor via WA chat .

( mu’in )

Insiden Al Quran Dibakar, Ansor Jatim Minta Masyarakat Tetap Tenang

0
caption : Gus Muhammad Fawait, Bendahara GP Ansor Jawa Timur. foto : istimewa.

SURABAYA, TelusuR.ID – Pembakaran Al Quran oleh pemimpin partai garis keras Denmark, Rasmus Paludan mendapat kecaman dari berbagai pihak. Tindakan itu dinilai bar bar dan tidak logis. Aksi demonstrasi pun terjadi di berbagai belahan dunia mengecam tindakan pembakaran Al Quran di Stockholm, Swedia tersebut.

Muhammad Fawait, Bendahara Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur ikut mengecam tindakan bar bar tersebut. Namun, pengasuh Pondok Pesantren Nurul Chotib, Al Qodiri IV itu meminta masyarakat tetap tenang, tidak terprovokasi.

“Saya yakin umat muslim pasti marah kitab sucinya dibakar. Tapi saya minta masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing provokasi,” kata kader muda NU yang akrab disapa Gus Fawait itu, Rabu (25/1/2023).

Presiden Laskar Sholawat Nusantara (LSN) ini yakin tindakan provokatif itu usaha mencari simpati dan menarik perhatian publik, terutama kelompok garis keras di Eropa. Karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat Indonesia dan Jawa Timur menahan diri.

Gus Fawait melanjutkan, selama ini masyarakat Eropa selalu menggembar-gemborkan kebebasan beragama dan penghormatan terhadap hak asasi4 manusia. Karena itu apa yang terjadi di Swedia bertolak belakang dengan apa yang mereka kampanyekan selama ini.

“Saya kira pembakaran Al Quran di Swedia itu jauh dari potret warga Eropa yang menjunjung tinggi peradaban dan menghormati perbedaan. Jangankan orang beragama, seorang atheis saja tidak setuju dengan pembakaran kitab suci,” tegas Gus Fawait.

Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Jatim ini meminta masyarakat tidak melakukan tindakan yang kontra produktif. Pihaknya mengajak masyarakat mempercayakqn saluran diplomatik terkait kasus ini.

Gus Fawait menambahkan, pihaknya juga mendapat informasi kalau Kementerian Luar Negeri RI telah memanggil Dubes Swedia di Jakarta. Hal itu tentu tidak sekedar untuk mendengar kronologi tapi pernyataan sikap Indonesia terkait insiden pembakaran Al Quran.

“Kita tunjukkan umat muslim Indonesia adalah orang-orang yang beradab. Mari kita serahkan kasus ini sesuai saluran diplomatik yang ada,” pungkas alumnus pascasarjana UGM tersebut. (*)

Silaturahmi Rizal Ramli – Habib Rizieq Berlangsung Gayeng

0
caption : Silaturahmi tokoh nasional, Dr. Rizal Ramli dengan Habib Rizieq Shihab berlangsung gayeng. foto : istimewa.

SURABAYA, TelusuR.ID – Tokoh Nasional Dr Rizal Ramli (RR) bersilaturahmi dengan Habib Rizieq Shihab (HRS) di Jakarta, 25 Januari 2023. Pertemuan itu berlangsung gayeng, layaknya dua sahabat lama.

Rizal mengaku mengenal Habib Rizieq sejak tahun 2000. Ia melihat sosok ulama tersebut konsisten memperjuangkan nilai-nilai Islam dalam konteks Negara Pancasila.

“Kadang-kadang keras tapi damai,” kata Rizal dalam keterangannya, Rabu (25/1/2023)

Rizal juga merupakan salah satu tokoh yang menandatangani piagam dari tokoh Tionghoa, almarhum Lieus Sungkharisma untuk Habib Rizieq. Piagam tersebut merupakan penghargaan atas perjuangan Habib Rizieq dalam menggalang persatuan umat demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dalam pertemuan itu, Rizal Ramli dan Habib Rizieq ingin menegaskan bahwa dalam negara yang sejak awal mengakui Bhineka Tunggal Ika, perbedaan-perbedaan agama, suku dan warna kulit seharusnya sudah selesai demi tujuan keadilan, kemakmuran dan kedamaian rakyat dan bangsa.

“Perbedaan-perbedaan itu justru harus menjadi kekayaan dan ikatan kuat kebangsaan kita,” pungkas mantan menteri di era Presiden Abdurrahman Wahid itu. (*)

Terkait pengelolaan scrap PT CJI akan didemo Tiga Desa
di Kecamatan Ploso

0

JOMBANG, TelusuR.ID – Rapat koordinasi yang digelar di pendopo Kecamatan Ploso pada Kamis siang 19 Januari 2023 dihadiri oleh forkopimcam, PT CJI, dan perwakilan 3 desa yaitu Desa Jatigedong, Ploso dan Pagertanjung terkait pengelolaan scrap (rosokan) dalam suasana cukup memanas. Hal ini diawali dengan pernyataan perwakilan dari ketua BPD Desa Jatigedong Nasibyanto atau yang akrab disapa Hendro. Hendro mengungkapkan, jika pengelolaan scrap lepas dari Desa Jatigedong, maka warga desa kami akan melakukan aksi demo besar-besaran.
“Keputusan rapat lembaga dan warga desa Jatigedong kemarin memutuskan, bahwa pengelolaan scrap harus tetap dikelola desa Jatigedong dan tidak boleh keluar. Mohon maaf sikap ini tidak bermaksud mengancam. Tapi jika sampai (pengelolaan scrap) lepas dari desa kami, maka kami warga jatigedong siap untuk melakukan aksi demo,” tegasnya.

Pernyataan Hendro ketua BPD Jatigedong ini langsung mendapatkan reaksi keras dari Kepala Desa Ploso Nining Permatasari. Dengan nada tinggi Kades yang biasa dipanggil Buk Ning ini merespon pernyataan Hendro yang terkesan arogan dan seolah pengelolaan scrap PT CJI mutlak sepenuhnya milik Desa Jatigedong ,”Kalau Desa Jatigedong siap demo, kami atas nama warga desa Ploso lebih siap lagi untuk menggelar demo,” tegasnya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Desa Pagertanjung Bambang Pitono. Desa Pagertanjung sebagian wilayahnya masuk dalam komplek pabrik PT CJI, juga merasa memiliki hak yang sama dalam pengelolaan scrap.
“Kami Desa Pagertanjung juga menginginkan pengelolaan scrap. Karena ini merupakan aspirasi warga desa Pagertanjung,” ungkapnya.

Perlu diketahui, rapat koordinasi membahas soal pengelolaan scrap PT CJI kali ini diinisiasi atas permintaan dua desa, yaitu Desa Ploso dan Desa Pagertanjung. Kedua desa ini sama sekali belum pernah mendapakan kerjasama pengelolaan scrap seperti yang sudah dilakukan oleh desa Jatigedong. Nining Permatasari Kepala Desa Ploso juga menyampaikan sejarah kesepakatan sebelumnya yang dilakukan oleh kepala desa. Bahwa Desa Ploso dan Pagertanjung memiliki hak yang sama dalam pengelolaan scrap. “Ini adalah hak kami, karena berdirinya pabrik CJI juga di wilayah Desa Ploso, kenapa hanya Desa Jatigedong saja yang dapat hak pengelolaan scrap? Padahal dulu awal keluarnya scrap dari pabrik bisa terjadi karena adanya kesepakatan tanda tangan tiga kepala desa sebelumnya. Yakni Kades Ploso era Bapak Yunus, Kades Pagertanjung Ibu Sri dan Kades Jatigedong Pak Broto” jelasnya.

Sementara itu Kapolsek Ploso Kompol Darmaji menanggapi rencana desa yang akan melakukan demo. Mantan Kapolsek Megaluh dan Bandar Kedungmulyo ini meminta semua pihak dalam hal ini tiga desa yang hadir agar berkepala dingin dan mengutamakan musyawarah untuk mufakat.
“Saya tidak melarang dan juga tidak menyuruh demo, karena menyampaikan pendapat dimuka umum diatur oleh undang-undang kami dari Polsek Ploso akan mengawal untuk menjaga kamtibmas. Akan tetapi, harapan kami, semua bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Supaya situasi keamanan di wilayah kecamatan ploso tetap kondusif,” jelasnya.

Sedangkan pimpinan PT. CJI Benny Efendy mengatakan, kerjasama pengelolaan scrap adalah bagian dari CSR perusahaan. Karena harganya di bawah harga pasaran. Sehingga harapannya ada keuntungan untuk desa yang ditunjuk, serta keuntungannya bisa digunakan dan dimanfaatkan oleh desa pengelola scrap.
“Itu bagian dari CSR, kalau bisnis murni jelas perusahaan kami akan membuat tender bebas dengan harga penawaran tertinggi. Dan bukan penunjukan serta dengan harga di bawah pasar seperti yang telah dilakukan selama ini,” urai alumnus FTI jurusan Teknik Kimia ITS Surabaya ini.

Di penghujung rapat koordinasi, Camat Ploso Tridoyo Purnomo mengungkapka, akan menampung seluruh masukan dari warga tiga desa yang diwakili Pemdes masing-masing.
“Ini seperti rapat dengar pendapat jadi sementara kita tampung dulu usulan dari tiga desa yang nantinya akan kita bahas lebih lanjut. Sehingga bisa mendapatkan hasil keputusan yang terbaik, nanti akan kita undang kembali,” ungkap mantan Camat Kudu.

Ketika ditanya sejumlah awak media, mantan ajudan Wakil Bupati Ali Fikri ini akan mengagendakanpertemuan kembali di Pendopo kecamatan Ploso. Sambil berseloroh alumnus STPDN angkatan X ini mengatakan, akan mencari hari yang baik.
“Saya akan cari wangsit dulu hari yang tepat, supaya pertemuan berikutnya ada titik temu dan bisa membuat keputusan yang terbaik,” ucap alumnus SMAN 1 Jombang.

Di tempat terpisah salah satu tokoh masyarakat Desa Ploso yang juga ketua LSM LPHM PANDAWA Cucuk Wahyu Riyanto mengungkapkan ada ketidakberesan dalam pengelolaan scrap yang saat ini masih dikelola Bumdes Jatigedong. Bahkan temuan pria yang akrab dipanggil Cucuk ini terdapat penyelewengan pada pengeluaran sebesar 588 juta rupiah pada tahun 2020. Bahkan ia sudah mendapatkan 11 kali Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) dari Unit Tipikor Satreskrim Polres Jombang. Sampai detik ini Cucuk masih menunggu hasil auditor Inspektorat Jombang yang akan diserahkan ke Polres Jombang. “Biar adil dan untuk menjaga kondusifitas wilayah kecamatan Ploso sudah seharusnya pengelolaan scrap itu harus dikelola bergantian atau gilir kacang oleh tiga desa. Karena sama-sama punya wilayah berdirinya pabrik PT CJI. Dan Desa Jatigedong harus legowo untuk dikelola bergiliran jangan serakah, apalagi selama ini pengelolaan scrap Jatigedong selalu bermasalah, seperti yang pernah saya laporkan ke polres Jombang pada 24 Mei 2021 terkait dugaan penyimpangan pengelolaan scrap oleh Bumdes Jatigedong,” urainya.

( mu’in )

Bentuk kepedulian sesama, Polisi di Jombang bagi – bagi
nasi bungkus

0

JOMBANG, TelusuR.ID – Sebagai bentuk kepedulian serta mendekatkan diri pada Masyarakat, Polwan Polres Jombang membagikan ratusan nasi bungkus kepada juru parkir dan tukang becak yang dibeli dari sejumlah pedagang kaki lima di Jalan Protokol Kota Jombang.

Kasihumas Polres Jombang Iptu Putut Yuger Asmoro mengungkapkan, kegiatan bakti sosial itu bagian dari upaya pemulihan ekonomi masyarakat yang terdampak pandemi COVID-19.

Pembagian nasi bungkus itu menyasar di lima titik, di antaranya sepanjang Jalan KH. Wakhid Hasyim, Simpang Empat RSUD Jombang, Depan Stasiun Kereta Api serta Simpang Tiga Pabrik Gula Jombang.

“Selama pandemi ini, banyak masyarakat yang terdampak. Dari situ, kami membeli makanan berupa nasi bungkus dari Pedagang Kaki lima untuk dibagikan kepada orang-orang yang membutuhkan seperti pengayuh becak, juru parkir, pemulung dan masyarakat yang melintas,” kata Iptu Yuger, Selasa, (24/1/2023).

Ia menjelaskan, sebelum kegiatan berbagi itu dilakukan, anggota terlebih dahulu berbelanja ke pelaku UMKM seperti PKL yang jualan nasi bungkus. Hasil pembelian itu kemudian dibagikan pada masyarakat yang membutuhkan.

Menurut dia, program membeli dari Pedagang kaki lima tersebut merupakan bagian dari membantu pemerintah dalam menggairahkan atau pemulihan ekonomi masyarakat Jombang.

“Selain itu juga bertujuan sebagai ladang amal dan ibadah dengan berbagi kepada sesama,” jelasnya.

Tak hanya itu, menurut Iptu Yuger maksud dan tujuan berlanjutnya program itu juga menjalankan tugas polri sebagai mitra masyarakat.

“Selain itu, agar masyarakat merasakan keberadaan kami dalam berupaya melindungi mengayomi dan melayani masyarakat. Karena Polisi adalah mitra masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, pihaknya berupaya jika kegiatan tersebut dapat menjadi inspirasi dan inovasi untuk pihak lain sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dan kegiatan tersebut tetap mematuhi Protokol Kesehatan (Prokes).

( mu’in )