TelusuR.ID

Beranda blog Halaman 385

Panitia 1 Abad NU Tegaskan Semua Boleh Hadir ke Sidoarjo

0

SURABAYA, TelusuR.ID – Acara puncak resepsi 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) yang akan diselenggarakan 7 Februari 2023 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur didesain terbuka untuk semua warga NU dan masyarakat umum. Panitia tidak mensyaratkan ketentuan apapun bagi semua unsur masyarakat untuk datang bersama-sama ke lokasi.

Penegasan ini disampaikan juru bicara panitia puncak resepsi 1 Abad NU, Rahmat Hidayat Pulungan (RHP). Ini sekaligus membantah adanya kabar yang beredar tentang syarat atribut tertentu seperti gelang, untuk bisa masuk ke lokasi acara di Sidoarjo.

“Kami senang dan bahagia mendengar antusiasme warga NU dan masyarakat yang berencana datang ke stadion. Ini acara tasyakuran bersama. Seperti pesan Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf, niatkan hadir untuk ngalap berkah,” kata Rahmat Hidayat Pulungan, dalam keterangannya, Jumat (3/2/2023)

Wakil Ketua Panitia Nasional Puncak Resepsi 1 Abad NU itu mengungkapkan demikian terbukanya Puncak Resepsi Harlah Puncak 1 Abad NU ini, hingga panitia sengaja mendesain sesuai dengan semangat kehadiran NU.

“Karena NU memang hadir untuk semua golongan, kalangan, dan lapisan masyarakat,” tambah Rahmat.

Untuk menunjukkan bahwa siapa saja bisa bersama-sama menikmati acara puncak tasyakuran ini, maka panitia tidak mempersyaratkan ketentuan-ketentuan lain selain yang selama ini biasa berlaku.

“Tidak ada, misalnya, warga harus menggunakan gelang tertentu atau atribut lain,” tegas Rahmat.

“Jadi, silakan datang. Ramaikan. Tidak syarat mesti pakai gelang. Memang ada ketentuan khusus bagi undangan tertentu ketika melibatkan kehadiran Presiden atau Wakil Presiden,” imbuh dia.

Rahmat menjelaskan hal itu berlaku umum untuk semua kegiatan. Sebab, jelasnya, setiap kegiatan yang melibatkan kehadiran presiden dan wakil presiden harus menyesuaikan dengan ketentuan yang telah diatur.

“Misalnya, selama ada presiden dan wakil presiden, maka semua harus mengacu pada aturan yang ada. Kita mesti mengikuti aturan protokoler yang biasa berlaku selama ini,” jelasnya.

Namun begitu rangkaian acara yang dihadiri presiden dan wakil presiden usai, maka semua ketentuan umum itu kembali ke prosedur normal.

“Kepala Negara dan para undangan dari kalangan pejabat tinggi negara, hanya di pagi hari hingga menjelang siang. Setelah itu, semua kegiatan di stadion dapat dinikmati siapa pun,” ujarnya.

Panitia, lanjut Rahmat telah menyiapkan banyak acara yang menarik dan berkualitas untuk bisa dinikmati selama 24 jam nonstop.

“Adanya isu pembatasan, itu sama sekali tidak benar. Semua boleh hadir. Hanya pada sesi pagi dimana peringatan puncak saja pembatasan dan itu hanya di stadion. Tetapi panitia telah siapkan 80 LED besar di sekitar stadion yang dapat dinikmati semua peserta yang hadir.

Rahmat kembali menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir atau ragu untuk datang ke Sidoarjo. Sebab, panitia, pemkab dan pemprov telah menyediakan banyak fasilitas mulai dari toilet, konsumsi, medis, bazar kuliner, UMKM.

“Panitia meminta semua jamaah yang hadir untuk menggunakan atribut baju putih dan membawa bendera NU dan Merah Putih,” pungkas kader muda NU ini. (*)

MUI Jombang Hentikan Praktek Pengobatan nyeleneh Gus ( NM )

0

JOMBANG, TelusuR.ID – Praktek pengobatan nyeleneh ala Gus (NM) di Dusun Caruk Wetan, Desa  Jabon, Kecamatan/ Kabupaten Jombang, yang beberapa minggu lalu ramai diberitakan oleh media online , akhirnya Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jombang mengambil sikap menghimbau agar praktek pengobatannya di hentikan .

Menurut Ilham Rahim yang merupakan Ketua II di kepengurusan MUI Jombang , menyampaikan bahwa setelah melakukan investigasi dan tabayun MUI Jombang , telah menerbitkan surat untuk diberikan kepada Gus (NM)

Isi dari surat tersebut, adalah pihak MUI Jombang telah meminta agar Gus (NM) menghentikan praktik pengobatan nyeleneh yang dia lakukan selama ini .

“Surat itu bernada himbauan, agar pengobatan yang dilakukan oleh Gus (NM) di Dusun Caruk Wetan, Desa Jabon itu, berhenti hingga batas waktu yang tidak ditentukan,” jelas Ilham Rahim saat dikonfirmasi via phone , pada kamis (2/2/2023).

Waktu penyampaian surat itu memang tidak disampaikan ke media massa karena ada pertimbangan menjaga kondusivitas Kabupaten Jombang .

“Kami menjaga kondusitivitas Kabupaten Jombang saja. Yang pasti, MUI Jombang telah mendatangi tempat pengobatan itu, dan telah menerbitkan surat himbauan penghentian pengobatannya,” Tegas Ilham .

Ilham Rahim menyebut, jika penerbitan surat MUI Jombang itu berdasarkan investigasi .
Ini sesuai komitmen MUI Jombang sebelumnya, yakni untuk mengetahui dan mengumpulkan informasi seakurat mungkin agar tidak salah dalam mengambil keputusan .

Sedangkan Seorang warga yang rumahnya berdekatan dengan rumah Gus (NM) , mengatakan setelah ramainya pemberitaan aktivitas pengajiannya terlihat sepi .
“Pengajian di rumah Gus (NM) setelah ramai di beritakan dan menjadi pembicaraan banyak orang , saat ini aktivitas pengajian nya tampak sepi”, jelasnya .

Hal yang sama di sampai kan oleh seorang pria yang mengaku masih bertetanggaan dengan Gus (NM) .
” Dulu biasanya kalau hari minggu ramai sekali orang-orang dari luar Desa berdatangan untuk ikut pengajian di rumah Gus (NM) dan sound systemnya terdengar sampai rumah saya , tapi sekarang sudah sepi “, jelas lelaki yang tubuh nya tampak kekar itu .

Sedangkan Yanto (bukan nama sebenarnya) yang dulu merupakan jamaah dari Gus (NM) mengaku bahwa dia telah di keluarkan sebagai jamaah , akan tetapi dia mendapatkan informasi dari Jamaah yang masih aktif , bahwa semua aktivitas di rumah Gus (NM) untuk sementara dihentikan .
” menurut informasi yang saya terima dari teman-teman, untuk sementara semua aktivitas atau kegiatan di rumah Gus (NM) dihentikan, kalau jamaah ingin sowan bisa langsung nemui Gusnya”, pungkas nya.

( Mu’in )

New Simpang Tiga (31): POTRET PEPESAN KOSONG KASUS SIMPANG TIGA

0

JOMBANG, TelusuR.ID     –     Aksi unjuk rasa yang digelar Aliansi LSM Jombang, Kamis (02/02/2023), disebut berujung mengecewakan. Bukan soal hasilnya, tegas Aan Ketua LSM POSPERA, tapi soal sikap pejabat Pemkab yang tidak pro aktif dan terkesan menghindar dari pendemo.

Demo menuntut penutupan ruko simpang tiga itu bahkan berujung menggelikan, tutur Aan, karena Pemkab hanya memasang Kadisdagrin sebagai negoisator. “Saya menduga ini bentuk kesengajaan. Sudah tahu Kadisdagrin tidak punya kapasitas menutup ruko tapi dipaksakan juga menemui pendemo, “ujarnya.

Fenomena nihilnya elit penguasa dari gedung Pemkab dengan dalih melangsungkan agenda dinas luar itu, tutur Aan, cenderung sebagai bentuk lain dari upaya menghindari pendemo. Ukurannya, kata Aan, selain surat pemberitahuan sudah dikirim 3 hari sebelumnya, pendekatan lewat sambungan telepon juga dilakukan.

Aan Teguh Prihanto, Ketua LSM POSPERA (Posko Perjuangan Rakyat).

“Dan mereka menjanjikan bakal menemui pendemo. Tapi yang terjadi malah diluar dugaan. Jika alasannya adalah agenda dinas luar, memang sepenting apa dibanding penyelesaian kasus ruko simpang tiga yang sudah 7 tahun menggantung. Jangan-jangan agenda dinas luar hanya dalih menutupi ketidakmampuan, “ujarnya.

Hal kontradiktif terjadi pada saat Pemkab didemo LSM GeNaH (Generasi Nasional Hebad) beberapa bulan lalu. Saat itu, Sekdakab dengan percaya diri menemui pendemo dan berjanji bakal melakukan tindakan tegas berupa penutupan ruko.

“Tapi hari ini apa yang terjadi? Jika pernyataan tersebut bukan bentuk pencitraan, setidaknya hari ini Sekda bersedia menemui pendemo sebagai bentuk komitmen dan integritas dia sebagai pejabat publik. Jika Pemkab tidak berani menutup ruko, biarlah kami yang melakukan. Tapi jangan menghindar dong, “tuturnya.

Sebagai atmosfir, dalam penanganan kasus ruko simpang tiga, sejauh ini Pemkab cenderung tidak melakukan apa-apa kecuali menyerahkan kasus ke pihak Kejaksaan. Ironisnya, untuk masa sewa tahun 2022 dan 2023, Pemkab bahkan belum melakukan apprasial untuk penetapan tarif sewa baru.

Kadisdagrin Jombang Suwignyo saat dialog dengan Aliansi LSM Jombang dan berujung blunder.

Seorang Sumber menyebut, terhadap belum diterbitkannya tarif baru sewa ruko, tarif lama memang masih bisa dipakai. Artinya untuk sewa ruko tahun 2022 dan 2023, SK Bupati tahun 2022 tentang tarif sewa ruko masih bisa digunakan. “Tapi itu artinya kan Pemkab tidak bekerja, “ujarnya.

Hal paling buruk sebagai dampak tidak bekerjanya Pemkab, tegas Sumber, sewa ruko tahun 2022 dan 2023 dipastikan tidak tertagih. “Bagaimana tertagih, wong piutang yang lama belum lunas. Ini buka lagi soal duit, tapi lebih kepada soal ketaatan. Nampaknya pihak penghuni tidak lagi takut dengan Pemkab, “tambahnya.

Dengan tidak tertagihnya masa sewa ruko tahun 2022 dan 2023 yang berarti menyeret penghuni kepada status liar, tegas Sumber, maka hal paling berbahaya adalah soal potensi berulangnya praktik pembiaran oleh Pemkab. “Ingat, kasus ini dimulai dari pembiaran. Dan hari ini praktik itu berpotensi terulang lagi, “tuturnya.

Terhadap ketidakjelasan dan kegamangan sikap yang ditunjukkan Pemkab tersebut, Ketua LSM GeNaH Hendro Suprasetya menduga, bahwa hal itu ada kaitan dengan kepentingan politik 2024. “Kalau bukan karena kepentingan politik, lalu kenapa Pemkab tidak berani bertindak tegas, “ujar Hendro.

“Empat indikasi antaralain tidak ada apprasial, tidak ada keberanian menutup ruko, mengulang praktik pembiaran, serta tidak berani menemui pendemo, adalah bukti bahwa retorika Pemkab soal penyelesaian kasus ruko simpang tiga hanyalah pepesan kosong, “tutur Sumber. (red/laput/udin)

 

New Simpang Tiga (30): ALIANSI LSM JOMBANG OBRAK-ABRIK RETORIKA PENGUASA

0

JOMBANG, TelusuR.ID     –     Hari ini, Kamis, adalah hari kedua bulan Pebruari tahun ke 7 polemik ruko simpang tiga berlangsung. Pagi ini, guliran waktu menunjukkan pukul 10.00 wib. Di langit, matahari sudah terjinjing meski panasnya tidak menyengat.

Puluhan orang dengan atribut aktivis dan tentengan poster bernada kecaman dan satirisme, nampak berdiri dan menyesaki pintu gerbang kantor Pemkab Jombang. Mereka dalam skema melingkar membentuk barisan.

Menyusul, moncong pengeras suara dan pasukan Kuda Lumping mengambil posisi bak pasukan siap tempur. Mereka menatap tajam dan berhadap-hadapan dengan pagar manusia berlabel Polisi dan Satpol PP.

Dwi Andika, Ketua LSM ALMATAR (Aliansi Masyarakat Proletar).

Selanjutnya, “Assalamualaikum. Selamat siang Jombang….., “lantang Dwi Andika dari atas tumpukan piranti sound system. Pentolan LSM Almatar ini membuka orasi dengan menahan gejolak. Suaranya memekik telinga. Menggema dan terlempar jauh ke ruang-ruang tempat para birokrat gedung Pemkab bekerja.

Pagi itu, Dwi Andika yang didaulat sebagai koordinator lapangan demo Aliansi LSM Jombang, melepas kemarahannya lewat pengeras suara. Sebagai rakyat Jombang, kejengkelannya memuncak melihat kekerdilan mental pejabat Pemkab yang tak kunjung menuntaskan kasus ruko simpang tiga.

“Sudah tujuh tahun ruko simpang tiga dibiarkan dalam penguasaan pihak ketiga. Sudah tujuh tahun tahun Pemkab tidak berani memungut sewa dan akhirnya jadi temuan BPK. Kenapa ini terjadi? Kenapa Pemkab tidak bernyali menghadapi segelintir penghuni? Ada apa ini woooooyyy…….., “protes keras Dwi kepada pejabat Pemkab.

Aan Teguh Prihanto, Ketua LSM POSPERA (Posko Perjuangan Rakyat).

Menyambung orasi Dwi Andika, Pentolan LSM POSPERA Aan Teguh Prihanto, mendobrak solusi. “Hari ini ruko simpang tiga harus dikosongkan dari penjarah aset rakyat. Karena hari ini dan tahun kemarin, para penghuni tidak lagi memiliki legalitas untuk tinggal. Mereka liar. Karenanya ruko harus dikosongkan. Harus dikosongkan. Harus! “pekiknya.

Aan lantas memblejeti mental pejabat Pemkab yang terkesan mengistimewakan penghuni yang terbukti tidak pernah ditindak. Dalam orasinya, Aan berpandangan bahwa ruko simpang tiga adalah milik rakyat yang dibangun dari uang pajak. “Saya rakyat Jombang. Saya juga pemilik ruko. Saya juga berhak menempati, termasuk para PKL, “tandasnya.

Hendro Suprasetyo, Pentolan LSM GeNaH (Generasi Nasional Habat), yang 2 bulan lalu melakukan demo menuntut penuntasan aset ruko simpang tiga.

Mendapat giliran selanjutnya, Ketua LSM GeNaH (Generasi Nasional Hebat) Hendro Suprasetyo, dalam orasinya langsung menukik ke sisi politis kekuasaan. “Apa karena alasan politik ruko simpang tiga dibiarkan? Apa karena takut kehilangan dukungan ruko simpang tiga dikorbankan? “nadanya bertanya.

“Jika bukan karena alasan politis, lalu kenapa Pemkab tidak bernyali mengambil tindakan tegas. Ini bukan soal perkara sudah ditangani pihak Kejaksaan. Itu soal lain. Ini adalah soal penyelematan aset rakyat. Dan itu artinya harus dilakukan pengosongan ruko tanpa tawar-menawar, “lantang Hendro.

Upik, panggilan Lutfi Utomo, Ketua LSM KOMPAK yang sekaligus koordinator Aliansi LSM Jombang, langsung membombardir mental penguasa dengan tudingan tunduk pada kaum kapitalis. “Apakah ini yang dimaksud penguasa adalah pengusaha…… Apakah ini yang dimaksud penguasa adalah pengusaha…., “pekiknya sambil mengacungkan jari ke atas.

Upik, Ketua LSM KOMPAK Jombang dan Koordinator Aliansi LSM Jombang.

Aksi menuntut penutupan ruko simpang tiga yang berlangsung sekitar 2 jam itu nampak tidak mendapat tanggapan dari pejabat Pemkab. Bupati dan Sekda disebut tengah dinas luar ke suatu tempat. Pendemo akhirnya ditemui Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Jombang.

Hasilnya pun bisa ditebak. Sebagai Kadisdagrin yang tugasnya hanya memungut retribusi ruko, Suwignyo dipastikan tidak berani mengambil kebijakan strategis semisal penutupan ruko. “Tuntutan ini akan saya sampaikan kepada Bupati dan Sekda, “ujarnya mengakhiri pertemuan.

Demo kemudian dilanjut ke gedung dewan dan komplek ruko simpang tiga. “Hari ini, retorika bahwa Pemkab bakal menindak penghuni yang tidak bayar sewa, hanyalah pepesan kosong. Jangankan menindak, menemui pendemo saja tidak berani. Hari ini, retorika kosong yang dibangun Pemkab itu telah diobrak-obrik oleh Aliansi LSM Jombang, “tutur Sumber. (red/laput/udin)

Nahdlatut Tujjar Fest Resmi Dibuka, Kebangkitan Ekonomi NU Abad ke 2

0

SIDOARJO, TelusuR.ID – Peringatan 1 Abad Nahdlatul Ulama di Sidoarjo yang diprediksi dihadiri oleh 1 juta nahdliyin diisi oleh berbagai kegiatan, salah satunya Nahdlatut Tujjar Fest. Kegiatan ini tidak sekedar pameran inovasi dan bazar UMKM tapi juga membawa semangat kebangkitan ekonomi NU abad ke 2.

Koordinator Nahdlatut Tujjar Fest, Adien Jauharudin mengungkapkan memasuki abad ke-2 NU terhitung sejak tanggal 8 Februari 2023, NU sudah harus mulai dengan cara-cara baru dan strategi baru. Karena NU tidak saja organisasi yang besar dari segi massa tapi kini tumbuh menjadi raksasa ekonomi.

“Ini soal sejarah, soal 100 tahun dan soal masa depan NU secara keseluruhan. Nahdlatut Tujjar yang berdiri pada 1918 ini adalah sejarah cikal bakal berdirinya NU. Ini menjadi gerakan ekonomi secara keseluruhan warga NU,” kata Adien, dalam keterangannya, Rabu (1/2/2023) malam.

Bendahara Umum Pimpinan Pusat GP Ansor ini mengatakan, memasuki abad ke 2 NU tidak lagi menjadi kekuatan sosial, keagamaan dan politik, tetapi tumbuh menjadi raksasa ekonomi. Karena itu, harapannya NU tidak lagi menjadi kekuatan ekonomi berbasis individu atau parsial. Tapi melangkah lebih maju menjadi ekosistem ekonomi berbasis korporasi.

Adien juga mengingatkan pentingnya transformasi teknologi dan inovasi sehingga produk-produk NU menjadi unggulan dan diterima pasar. Tentu hal itu didukung dengan sumber daya manusia NU yang unggul dalam menghadapi generasi emas 2045.

“Abad ke-2 ini NU lahir menjadi raksasa ekonomi dengan kekuatan ekosistem ekonomi berbasis korporasi. Dengan begitu NU akan menjadi organisasi yang mandiri secara ekonomi,” ujar mantan Ketua Umum PB PMII ini.

Adien menjelaskan, dalam Nahdlatut Tujjar Festival ini diikuti oleh 400 tennat umkm yang menawarkan berbagai produk, mulai makanan, minuman, merchandise hingga produk tekonologi. Kegiatan ini tersebar di 7 lokasi yang berpusat di alun-alun Sidoarjo.

Ia optimis perputaran uang dalam perhelatan 1 Abad NU ini mencapai Rp500 miliar sesuai prediksi Gus Yahya, Ketua Umum PBNU. Sebab warga yang datang tentu akan membelanjakan uangnya.

“Itu rumusnya sederhana, kalau acara Nahdlatut Tujjar Fest ini dimulai seminggu sebelum puncak resepsi, kemudian ditambah 1 juta orang yang hadir di hari H. Kalau satu orang saja yang hadir belanja Rp100.000 dikalikan jumlah yang hadir, maka target perputaran uang Rp500 miliar akan terpenuhi,” pungkas aktivis muda NU itu. (*)

Kesepekatan Akhir
Scrap PT CJI dikelola
3 ( tiga ) Desa

0

JOMBANG, TelusuR.ID – Setelah melewati beberapa pertemuan yang alot akhirnya pada pertemuan hari selasa (31-01-2022) terjadi kesepakatan antara tiga (3) desa yakni Desa Jati gedong , Pager tanjung , dan Ploso untuk menandatangani kesepakatan kerja sama dalam pengelolaan scrap (rosokan) dari PT Cheil Jedang Indonesia (CJI)

Pertemuan ini di adakan di balai Kecamatan Ploso Kabupaten Jombang dan merupakan pertemuan yang kedua dengan di fasilitasi Forkompimcam Ploso .
Pertemuan kali ini di hadiri oleh perwakilan tiga (3) Desa , perwakilan PT CJI . Forkompimcam Ploso , dan yang menarik di undang juga tiga (3) mantan Kepala Desa yang paham sejarah awal dari pengelolaan scrap .

Selesai rapat koordinasi itu .
Kapten Nasrulloh Danramil Ploso membacakan nota kesepakatan bersama yang di tandatangani pihak Cheil Jedang dan perwakilan tiga (3) desa .

Beni Efendi selakuselaku Kepala Devisi Administrasi PT CJI
Menyampaikan
“Walaupun awal pertemuan tadi berjalan alot tapi dengan penjelasan dari mantan kepala desa yang memang tahu persis sejarah awal dari pengelolaan scrap tersebut , yang intinya tadi mengerucut pada kesimpulan yang sama , dan penjelasan tersebut akhirnya bisa di terima oleh seluruh perwakilan yang ikut rapat hari ini”. Jelas Beni.

Kepala Devisi Administrasi PT CJI ini juga berharap dengan terjadinya kesepakatan hari ini yang nota bene pembagian pengelolaan scrap kedepannya bisa merata ke tiga Desa .
” Dengan kedepannya nanti bisa dikelola bersama, harapan kami bisa juga membawa manfaat dan kesejahteraan bagi warga tiga (3) desa tersebut , dan lingkungan bisa kondusif dengan begitu kami mungkin bisa memberikan lagi CSR dalam bentuk yang lain “, ujar Beni .

Sedangkan Hendro ketua BPD Desa Jati gedong ketika di temui awak media menjelaskan .
“Pada intinya untuk pengelolaan scrap kami dari Desa Jati gedong sangat terbuka untuk bisa bekerja sama dengan Desa Ploso maupun Desa Pager tanjung , apalagi kami tadi mendengarkan secara langsung penjelasan bagaimana awalnya sampai pengelolaan scrap ini di serahkan ke kami , intinya semoga semua ini bisa menjadi kebaikan semuanya Gagas Ketua BPD Jati gedong.

Nining yang merupakan Kades Ploso , dengan raut wajah yang gembira merasa sangat puas dengan hasil pertemuan kali ini .
“Alhamdulillah walau sudah hampir 10tahun lebih akhirnya desa kami punya kesempatan juga untuk ikut mengelola Scrap dari PT CJI , kami juga sudah mempersiapkan segala sesuatu nya termasuk persiapan dari pihak BUMDes kami karena hasil perundingan tadi kami kebagian sebagai pengelola , tiga (3) bulan pertama selanjutnya
Desa Pager tanjung tiga (3) bulan juga, baru Desa Jati gedong selama enam (6) bulan , saya atas nama warga Desa Ploso mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang memfasilitasi pertemuan ini dan semoga ini bisa membawa kebaikan bagian kita semua”, Ucap Nining

Hal yang sama dengan Kades Ploso juga di sampaikan oleh perwakilan Desa Pager tanjung .
“Hasil pertemuan hari
ini sangat memuaskan bagi kami memang hal tersebut yang menjadi harapan warga Desa Pager tanjung”.ungkapnya

Kompol Darmaji Kapolsek Ploso memberikan statemen nya sebagai Forkompimcam Ploso yang menginisiasi pertemuan itu.

“Alhamdulillah akhirnya setelah beberapa kali pertemuan hari ini ada kesepakatan dari tiga (3) Desa yaitu Desa Ploso , Pager tanjung , dan Jati gedong untuk bekerja sama mengelola Scrap dari PT CJI bersama-sama dengan pembagian 50% untuk Desa Jati gedong sedangkan untuk Desa Ploso dan Pager tanjung masing-masing 25%an”, urai Kompol Darmaji

Kapolsek Ploso ini juga menjelaskan terkait teknis pembagian nya .
” Rencananya 3bulan pertama di kelola Desa Ploso lalu lanjut 3bulan berikutnya Desa Pager pager tanjung terus Desa Jati gedong kebagian 6bulan sisanya begitu seterusnya . Dan kesepakatan ini melekat untuk patuhi bersama , dan saya kira ini sudah sangat adil bagi semuanya , semoga segala usaha kita ini mendapatkan ridho dari Alloh untuk kemaslahatan masyarakat “. Pungkas Kompol Darmaji .

( Mu’in )

New Simpang Tiga (29): DINILAI MLEMPEM, PEMKAB DAN KEJARI JOMBANG DISOMASI

0

JOMBANG, TelusuR.ID     –     LSM MRJ (Majelis Rakyat Jombang) melayangkan surat somasi I (kesatu) kepada Pemkab dan Kejari Jombang, Jumat (28/01/2023). Somasi dilakukan karena kinerja kedua instansi dinilai jauh dari kata memuaskan.

Rencananya, somasi kedua dan ketiga bakal dilayangkan pada pekan berikutnya menyusul tindakan yang diambil kedua instansi. Hingga pada puncaknya, LSM MRJ akan membawa urusan ke tahap lebih serius yaitu pelaporan hukum.

Lebih khusus, somasi dilakukan karena Pemkab dan Kejari Jombang dianggap tidak serius dalam penuntasan kasus ruko simpang tiga. “Sejak kasus ditangani pidsus, hingga hari ini belum ada perkembangan yang signifikan, “tegas Sadad, Sekretaris MRJ.

Ditemui dikantornya jalan Seroja 103 Jombang, Senin (30/01/2023), Sadad mengungkap maksud dari perkembangan signifikan itu yakni belum dilakukan penetapan tersangka atau sedikitnya penerbitan SPDP (Surat Perintah Dimulainya Penyidikan) oleh Pidsus terkait kasus simpang tiga.

“Untuk sebuah kasus publik yang terbilang akut karena praktik pembiaran yang begitu masif, kinerja Kejari Jombang terkait penanganan kasus simpang tiga cenderung tidak jelas dan terkesan bertele-tele, “ujar Sadad.

Ukurannya, kata Sadad, hingga rentang bulan Januari habis atau dengan kata lain sudah satu bulan berkas berada di tangan Pidsus, tercatat belum ada penjelasan apapun kepada publik terkait perkembangan penanganan kasus.

“Masyarakat Jombang dibuat gagal paham oleh Kejari dengan sikap diamnya. Seharusnya ada progres yang disampaikan ke publik sekalipun bukan sebentuk penetapan tersangka atau sekedar guliran SPDP. Sehingga publik tahu duduk persoalan sebenarnya, dan bukannya malah diam seperti ini, “ujar Sadad.

Ditambah lagi, lanjutnya, kasus ini sudah berlangsung selama 7 tahun dan sudah sedemikian menyita perhatian publik Jombang, sehingga memicu keterdesakan cukup tinggi untuk segera diselesaikan. “Ada rasa keadilan yang sepertinya sengaja disepelekan, “tuturnya.

Sementara itu, lanjut Sadad, hingga memasuki tahun ke 7 guliran polemik, sikap Pemkab terkait penuntasan kasus ruko simpang tiga masih terbilang sama. Yakni belum beranjak dari aura kegamangan dan keraguan dalam menentukan sikap.

Hari ini, kata Sadad, dimana Pemerintahan Mundjidah-Ramba sudah mencapai puncak masa bakti (tinggal 8 bulan lagi), nampak belum muncul dobrakan yang signifikan dari Pemkab. Kecuali hanya menyerahkan kasus ke pihak kejaksaan, tuturnya, sejauh ini Pemkab terbilang tidak melakukan tindakan dengan bobot ekskutoral.

“Nyaris tidak bisa dipercaya Pemkab yang memiliki segalanya itu dengan gampang menyerahkan kasus ke kejaksaan. Justru untuk beberapa alasan, sikap seperti itu cenderung merupakan bentuk cuci tangan atau sikap menghindar dari resiko, “ujarnya.

Sadad menilai, Pemkab yang merupakan simbol Pemerintahan dan sekaligus simbol negara yang dilengkapi dengan instrumen kekuasaan, tidak seharusnya memilih sikap lari dari panggung. “Atas nama perundangan, seharusnya Pemkab tidak perlu ragu mengambil paksa ruko simpang tiga dari tangan penghuni. Tapi faktanya hal itu tidak pernah dilakukan, “tegas Sadad.

Tentu akan muncul ekses dan resiko yang tak terhindarkan. Salah satunya adalah kemungkinan pihak penghuni melayangkan aksi gugatan. Dan jika itu yang terjadi, tandas Sadad, sebenarnya itu hal biasa dan lebih merupakan sebentuk harga perjuangan.

“Gugatan itu hal biasa. Kenapa harus takut? Apalagi ini soal penegakan supremasi dan wibawa Pemkab? Kegamangan sikap tidak perlu terjadi karena Pemkab memiliki segalanya. Dari tenaga ahli urusan hukum, satpol PP, hingga kesediaan anggaran, semua dikantongi Pemkab. Jadi tidak ada alasan untuk memilih gamang kecuali berniat cuci tangan dan menghindar dari resiko, “urai Sadad.

Karena itu, tegas Sadad, pada puncak somasi nanti, LSM MRJ akan menyeret Pemkab ke ranah hukum atas dugaan tindak pembiaran serta indikasi menghilangkan aset daerah. “Termasuk Kejaksaan, kita akan melaporkan ke Komisi Kejaksaan atas kinerjanya yang bertele-tele, “tandasnya. (red/laput/udin).

 

New Simpang Tiga (28): KAMIS, ALIANSI LSM JOMBANG DEMO TUNTUT PENUTUPAN RUKO

0

JOMBANG, TelusuR.ID     –     Menyikapi penyelesaian kasus ruko simpang tiga yang kian bertele-tele dan malah memicu kompleksitas baru, Aliansi LSM Jombang yang merupakan gabungan 4 LSM yaitu KOMPAK, Almatar, LPKRI BAI, dan POSPERA, akan mengelar aksi turun jalan pada hari Kamis (02/02/2023).

Demo akan dimulai dari kantor Pemkab, kemudian dilanjut ke gedung wakil rakyat, dan akan berakhir di kompleks ruko simpang tiga. “Dari simpang tiga kita lanjut ke kantor Kejaksaan, bukan untuk demo, tapi mengirim surat audensi kepada Kajari Jombang, “tegas Aan Teguh Prihatno, Ketua LSM POSPERA (Posko Perjuangan Rakyat) kepada Telusur.id, Selasa (31/01/2023).

Sebagaimana release aksi yang disampaikan kepada wartawan, aksi turun jalan oleh Aliansi LSM Jombang itu mengusung 4 tuntutan. Yakni, (1) Meminta Pemkab berani bertindak tegas untuk melakukan penutupan ruko simpang tiga. (2) Meminta Pemkab tidak melakukan perpanjangan kontrak dengan kelompok penyewa lama.

(3) Meminta Pemkab tidak menerbitkan kontrak baru dengan pihak penghuni sebelum masalah audit temuan BPK terselesaikan. Serta, (4) Meminta agar ruko simpang tiga secepatnya dikosongkan dari penghuni.

Ketua LSM KOMPAK Jombang Lutfi Utomo yang didaulat sebagai koordinator aksi menegaskan, keputusan menggelar aksi turun jalan pada hari Kamis itu sedikitnya dipicu oleh 2 hal.

Yakni proses penanganan perkara oleh Kejari Jombang yang terkesan bertele-tele dan jauh dari makna tegak lurus. Serta melihat sikap Pemkab yang cenderung bergantung kepada Kejaksaan tanpa dibarengi upaya inisiasi yang mengarah pada penyelesaian kasus.

Para Pentolan Aliansi LSM Jombang saat diskusi dengan pejabat Satpol PP Jombang beberapa waktu lalu.

“Setelah deadline pada penghujung 2022 lalu terbukti piutang penghuni hanya mampu tertagih kurang dari 20 persen, hingga saat ini Pemkab nyaris tidak melakukan apa-apa dan malah cenderung pasif soal penyelesaian ruko simpang tiga, “tegas Upik, panggilan akrab Lutfi Utomo, kepada wartawan.

Yang mengerikan, tandas Upik, untuk masa sewa ruko tahun 2022 dan 2023 dipastikan tidak tertagih karena piutang lama belum terlunasi. “Logikanya tidak mungkin terbayar. Sehingga status penghuni pada 2022 dan 2023 terbilang liar, dan itu artinya terjadi pengulangan praktik pembiaran oleh Pemkab, “urainya.

“Karena itu demi memastikan kasus tidak berlangsung berlarut-larut dan berhenti sebatas obral retorika dan janji manis belaka, Aliansi LSM Jombang dengan tegas meminta Pemkab berani melakukan penutupan ruko. Itu poin pentingnya, “tegas Upik.

Terhadap kemungkinan bakal muncul.ekses dan resiko hukum atas penutupan ruko yang mungkin dilayangkan pihak penghuni, tegas Upik, itu hal biasa yang tidak perlu dirisaukan dan itu hanya sebentuk harga yang harus dibayar kaitannya dengan penegakan supremasi dan wibawa Pemkab. “Memangnya kalau digugat terus kiamat? “Upik bernada satir.

Sementara kaitannya demo juga dialamatkan ke gedung wakil rakyat, tegas Upik, ini lebih kepada bentuk bahwa anggota dewan juga harus bertanggungjawab secara moral atas kasus yang berlangsung. Bukan sekedar menerbitkan rekom pansus, tapi anggota dewan juga perlu partisipatif dalam tindakan terukur demi menyelamatkan aset rakyat.

Hingga berita ini ditulis, Selasa (31/01/2023), surat pemberitahuan demo oleh Aliansi LSM Jombang sudah dikirim ke Polres Jombang. “Sebagai rakyat Jombang, kita sudah bosan dengan janji manis dan retorika yang muter-muter. Situasi ini harus diakhiri. Dan Pemkab harus bernyali menutup ruko, serta jangan lagi bersembunyi di ketiak Kejaksaan, “sorot Aan, Ketua LSM POSPERA. (red/laput/udin)

 

Gus Fawait Minta Pemprov Beri Perhatian Khusus pada Petani, Nelayan dan Guru

0
caption : Gus Muhammad Fawait, Ketua Fraksi Partai Gerindra Jatim. foto : istimewa.

SURABAYA, TelusuR.ID – Fraksi Partai Gerindra DPRD Jawa Timur meminta Pemprov Jatim memberi perhatian khusus pada buruh tani, petani, nelayan dan guru dalam usaha penanggulangan kemiskinan. Hal itu untuk mengurai masalah kemiskinan yang tersentral di pedesaan, pinggir hutan mau pun pinggir pantai.

Muhammad Fawait, Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Jatim mengungkapkan, selama buruh tani tidak dapat menggarap lahan pertanian dan petani tak bisa menanam padi karena tidak ada pupuk. Maka masalah kemiskinan sulit diurai.

“Karena itu pemerintah harus melakukan langkah konkret di sektor pertanian, dengan memastikan stok pupuk yang cukup. Dengan begitu petani dan buruh tani bisa bekerja mengolah lahan untuk memproduksi padi,” tegas politikus muda yang akrab disapa Gus Fawait itu, Senin (30/1/2023).

Gus Fawait menyebut nelayan juga harus mendapat perhatian khusus dari pemprov. Diantaranya dengan memastikan mereka bisa melaut untuk menangkap ikan. Fawait mengatakan garis pantai Indonesia salah satu yang terpanjang di dunia.

Selain itu, laut Indonesia juga kaya akan ikan. Karena itu, pemerintah harus memastikan kecukupan akan kebutuhan solar bagi nelayan. Selama ini para nelayan sering terkendala langkanya solar untuk melaut. Kalau pun ada, harganya pasti mahal.

“Saya kira pemerintah harus membangun SPBU khusus nelayan. Ini penting untuk memastikan nelayan bisa melaut,” ujar ujar kader Ansor Jatim ini.

Gus Fawait menyebut satu lagi yang harus diperhatikan oleh pemerintah adalah kesejahteraan bagi guru. Menurutnya, bila guru sejahtera maka ia mampu mendidik sumber daya manusia yang berkualitas.

Ia meyakini pendidikan yang berkualitas harus ditopang oleh kesejahteraan guru. Karena itu pemerintah harus menjamin kesejahteraan para guru.

“Salah satu jalan keluar dari kemiskinan adalah melalui dunia pendidikan. Namun untuk mendapatkan pendidikan berkualitas harus memperhatikan kesejahteraan guru. Ini menjadi tanggungjawab pemerintah,” tegas pengasuh Pondok Pesantren Nurul Chotib, Al Qodiri IV, Jember tersebut. (*)

 

Mensos RI didampingi ketua DPC PDI Perjuangan Jombang serahkan bantuan Kursi Roda

0

JOMBANG, TelusuR.ID – Kunjungan Mensos
Tri Rismaharini beserta rombongan di Kabupaten Jombang dalam rangka kegiatan Penyerahan Bantuan Disabilitas di Balai Desa Sengon Kecamatan Jombang. usai acara tersebut kemudian menyempatkan mengunjungi Kantor PDIP Kabupaten Jombang.

Selanjutnya ,Kunjungan Risma beserta rombongan langsung di terima oleh ketua DPC partai PDIP Kabupaten Jombang, Sadarestu Wati dan didampingi seluruh kepengurusan partai berlambang moncong putih tersebut. di Jalan Brigjend Katamso nomor 12 Jombang. Pada sabtu (28/1/23).

Selain itu beliau juga memberikan motivasi dan semangat Pengurus DPC PDIP beserta PAC dan Kader-kader simpatisan. Tri Rismaharini tidak menyarankan untuk memenangkan Partai secara beli suara. Karena hal itu tidak mendidik bahkan justru menciptakan mental kurang baik bagi rakyat. “Kalau kita membiasakan diri beli, maka kemudian tidak mendidik rakyat kita dengan baik, kita nanti akan jadi bangsa pengemis,” tuturnya.

Ditempat yang sama Risma mengatakan bahwa Target PDIP Tidak hanya Menang, dalam pemilunya akan tapi target utama nya adalah bisa untuk Membesarkan Wong Cilik. “Target PDIP tidak hanya Menang, tapi Membesarkan Wong Cilik. Karena tentang politik praktis seperti persiapan dan pemenangan Pemilu 2024, melainkan juga membahas politik jangka panjang,”jelasnya.

“Kita memang harus bisa mengambil hati rakyat. Kita harus jelaskan kepada masyarakat konsep-konsep pembangunan supaya visi partai PDIP sama dengan tujuan. Bukan sekadar ingin untuk menang, tetapi bagaimana meraih masa depan yang lebih baik,” kata bu Risma.

( Mu’in )