TelusuR.ID

Beranda blog Halaman 359

19 Jenderal Purnawirawan dan Puluhan Ribu Pensiunan Serahkan Tongkat Komando Kepada Ganjar

0

SURABAYA, TelusuR.ID – Kekuatan dukungan kepada Ganjar Pranowo dalam menghadapi kontestasi pilpres 2024 semakin bertambah. Sebanyak 19 jenderal purnawirawan TNI dan Polri serta puluhan ribu pensiunan aparatur negara menyatakan dukungannya dan siap memenangkan Ganjar-Mahfud di pilpres 2024.

Dukungan itu resmi diberikan para jenderal purnawirawan dan pensiunan aparatur negara itu dalam acara bertajuk ‘Dialog dan Doa Bersama Capres dengan Pensiunan Aparatur Negara’ yang digelar di DBL Arena,Surabaya, Sabtu (13/1/2024).

Hadir dalam acara itu, mantan Kapolri Jenderal Polisi (Purn) Surojo Bimantoro, Marsekal TNI (Purn) Agus Supriatna, Komjen Pol (Purn) Gatot Edi Pramono, Irjen Pol (Purn) Ansyaad Mbai, Komjen Pol (Purn) Drs. Gregorius Gories Mere, Komjen Pol (Purn) Anang Iskandar, Laksamana Madya TNI (Purn) Agus Setiadji, Komjen Pol (Purn) Luki Hermawan dan belasan jenderal lainnya.

Sebagai bentuk kemantapan dukungan, Ganjar mendapat tongkat komando yang diberikan mantan Kapolri Jenderal Polisi (Purn) Surojo Bimantoro. Tongkat komando adalah simbol kepercayaan untuk memimpin masyarakat. Teriakan ‘Ganjar Presiden’ dan lagu ‘Terpesona’ pun menggema di gedung berisi puluhan ribu massa itu.

“Terpesona aku terpesona, memandang memandang wajahnya Ganjar-Mahfud. Ganjar Presiden! Anak polisi harus dukung anak polisi,”teriak para jenderal dan puluhan ribu masyarakat yang hadir dalam acara itu.

Dalam kesempatan itu, Ganjar menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan para jenderal dan purnawirawan aparatur negara padanya. Dukungan itu menambah energinya untuk memenangkan kontestasi pilpres 2024.

“Dukungan ini merupakan energi yang luar biasa yang membuat kita semakin optimis bertarung dalam pilpres 2024 sampai 14 Februari nanti,” ucapnya.

Dukungan para jenderal dan purnawirawan aparatur negara ini lanjut Ganjar juga penting untuk menangkal tekanan yang diterima pihaknya dari lawan politik. Dengan dukungan jenderal di sampingnya, Ganjar mengajak semua masyarakat tidak takut untuk melawan jika mendapat tekanan.

“Tentu dukungan ini untuk menangkal tekanan yang terjadi. Beliau-beliau punya pengalaman di bidangnya masing-masing dan mereka tahu cara mengantisipasi setiap tekanan. Sehingga, kalau ada yang menekan, kita akan melawan dengan cara yang benar,” pungkasnya.

Mantan Kapolri, Jenderal Surojo Bimantoro mengatakan, ia mantap mendukung Ganjar karena yakin Ganjar akan membawa Indonesia lebih baik. Selain itu, Ganjar juga anak seorang polisi.

“Jadi saya pasti dukung, semoga menjadi presiden dan membawa Indonesia menjadi lebih baik. Kami bersama Pak Ganjar,” ucapnya.

Hal senada disampaikan Laksamana Madya Tni (Purn) Agus Setiadji. Mantan Sekjen Kemenhan era Prabowo Subianto itu mantap mendukung Ganjar karena menilai Ganjar adalah yang terbaik untuk Indonesia.

“Saya nyaman dengan Ganjar-Mahfud, dan saya menilai Ganjar-Mahfud adalah paket lengkap yang terbaik dibanding calon lain,” ucap Agus.

Ganjar Diajari Bikin Apem saat Blusukan ke Pasar Pucang Surabaya

0

SURABAYA, TelusuR.ID – Calon presiden 2024 nomor urut 03, Ganjar Pranowo kembali blusukan ke pasar tradisional. Kali ini, Ganjar menyapa ribuan masyarakat di Pasar Pucang Surabaya.

Pasar tradisional yang menjual beragam sayur, buah dan jajanan tradisional itu tampak ramai saat Ganjar datang. Ribuan pedagang dan warga begitu antusias menyapa Ganjar sambil berebut bersalaman.

“Ganteng sekali Pak Ganjar, lebih ganteng daripada di televisi. Saya lihat Bapak waktu debat kemarin Pak, ternyata aslinya lebih ganteng,” teriak pedagang.

Tak hanya berebut minta salaman atau foto, para pedagang juga tampak sibuk menarik Ganjar agar membeli barang dagangannya. Mak Niyah (72) misalnya, perempuan asal Madura yang berjualan pisang di Pasar Pucang begitu senang lantaran dagangannya dibeli Ganjar.

“Pak Mahfud kok nggak diajak Pak? Saya satu kampung dengan beliau, pasti pilih Bapak sama Pak Mahfud,” ucap Romlah, anak Mak Niyah.

Ada momen menarik saat Ganjar bertemu para pedagang Kue Apem. Ganjar tetarik melihat emak-emak yang sedang membuat Kue Apem. Ganjar kemudian diajak untuk mencoba membuat kue yang banyak diminati masyarakat itu.

“Seneng sekali Pak Ganjar ke pasar ini. Orangnya baik banget, merakyat. Tadi saya ajarin buat Kue Apem ini. Langsung bisa, terlihat lihai sekali. Dagangan saya juga diborong. Memang benar kata orang, Pak Ganjar emang pemimpin merakyat,” ucap Ida (40)penjual Kue Apem di Pasar Pucang.

Sementara itu, Ganjar kembali blusukan menyapa masyarakat sekaligus cek harga komoditi di pasar. Ia senang karena mendapat informasi harga sembako yang semula melambung, kini berangsur mulai turun.

“Harga bawang merah dan putih, harga tomat sekarang yang naik. Tapi harga beras masih tinggi di angka Rp13.000-Rp14.000, Tadi paling murah beras Bulog bisa Rp11.000. Maka kalo kita ingin stabilisasi, rasa rasanya beras Bulog mesti digelontorkan, harganya bisa terjangkau di harga itu,” jelasnya.

Harga kebutuhan pokok, lanjut Ganjar, memang menjadi problem yang harus ditangani serius. Sebab, seringkali kenaikan harga kebutuhan pokok inilah yang menyebabkan inflasi.

“Maka ini perlu diawasi. Sebenarnya kami punya pengalaman di Pemprov Jateng, waktu itu ada aplikasi Sihati (Sistem Informasi Harga Komoditi). Maka setiap pasar, apalagi pasar induk selalu diupdate terus data-datanya agar kita bisa tahu, apakah harga naik karena suplainya kurang atau panennya gagal, atau karena cuaca. Kita bisa lebih tahu lebih cepat ya,” jelasnya.

Sehingga lanjut dia, tindakan cepat bisa dilakukan ketika terjadi kenaikan harga. Misalnya dengan cara mengisi dari satu tempat surplus ke tempat yang suplainya kurang untuk memenuhi kebutuhan.

“Kalau kita memantau dengan data yang akurat, rasanya respons kita akan jauh lebih cepat. Maka rasanya aplikasi Sihati yang pernah kita buat dengan Bank Indonesia di Pemprov Jateng ini bisa kita nasionalkan untuk menstabilkan harga,” pungkasnya.

Puluhan Ribu Emak-Emak Larut dalam Sholawat Bersama Gibran

0
Gibran Rakabuming Raka bersholawat bersama jamaah Laskar Sholawat Nusantara di Jember Sport Center. foto : istimewa.

JEMBER, TelusuR.id – Sekitar 50 ribu emak-emak yang tergabung dalam Laskar Sholawat Nusantara (LSN) bersholawat bersama Gibran Rakabuming Raka di GOR Jember Sport Center. Di luar gedung masih ada sekitar 20 ribu massa karena GOR yang sudah penuh.

Gus Muhammad Fawait, Presiden Laskar Sholawat Nusantara mengungkapkan kehadiran Gibran yang merupakan Cawapres nomor 02 bukan dalam rangka kampanye. Sebab sesungguhnya, Gibran adalah anggota kehormatan LSN.

“Ini acara apel kebangsaan LSN, bukan kampanye. Kehadiran Mas Gibran sebagai anggota kehormatan LSN. Beliau sudah lama menjadi anggota, hari ini adalah pengukuhannya,” kata Gus Fawait, dalam keterangannya, Kamis (11/1/2024).

Apel sholawat kebangsaan ini didominasi kalangan emak-emak. Mereka setia menunggu Gibran sejak pagi. Sekali pun hujan turun, para emak-emak tersebut tetap tak bergeming.

Setelah beberapa jam menunggu, Gibran pun datang dengan diiring sholawat puluhan ribu emak-emak. Wali Kota Solo itu pun dengan ramah menyalami para emak-emak.

“Mas Gibran rela hujan-hujanan demi bisa bersholawat dengan para jamaah sholawat LSN,” ujar Tokoh Nahdliyin Inspiratif versi Forkom Jurnalis Nahdliyin tersebut.

Gus Fawait yang digadang-gadang bakal maju sebagai Calon Bupati Jember ini mengaku salut dengan militansi para jamaah sholawat LSN, terutama emak-emak. Mereka rela menunggu dan hujan-hujanan demi bersholawat bersama Gibran.

Ia pun mengapresiasi Mas Gibran yang dengan sabar melayani salaman dan foto emak-emak. Ini menunjukkan akhlak beliau yang baik.

“Mas Gibran menunjukkan akhlak yang baik. Sebagai calon pemimpin nasional beliau berbaur dengan rakyat,” pungkas Gus Fawait.

Sarasehan dengan Kelompok Tani, Politisi PKS Komitmen Perjuangkan dan Bela Petani

0
Kang Irwan bertemu dengan sejumlah kelompok tani di beberapa desa di wilayah Kabupaten Banyuwangi. foto : istimewa.

BANYUWANGI, TelusuR.id – Ketua PKS Jatim, Irwan Setiawan memberi perhatian yang besar kepada petani. Pada tanggal 5 dan 6 Januari 2024, Irwan Setiawan yang biasa disapa Kang Irwan bertemu dengan sejumlah kelompok tani di beberapa desa di wilayah Kabupaten Banyuwangi.

Ini bukan kali pertama Kang Irwan melaksanakan pertemuan dengan para kelompok tani. Baik dalam bentuk sarasehan atau dalam bentuk sekolah tani atau pun sekedar kunjungan silaturahim.

“Pupuk masih menjadi persoalan utama. Problem petani itu pupuk, pupuk, dan pupuk. Perlu kebijakan pemerintah untuk melindungi petani. Mereka, para petani mengharapkan kepastian terkait kebijakan pupuk oleh pemerintah,” kata Kang Irwan, dalam keterangannya, Senin (8/1/2024).

Selain itu kang Irwan juga telah melaksanakan pembinaan terhadap kurang lebih 100 kelompok tani di kabupaten Banyuwangi Situbondo dan Bondowoso selama 10 tahun.

Berbagai problema kelompok tani sebagiannya sudah mendapatkan solusi baik berupa pemberdayaan maupun pengadaan sarana dan prasarana.

Hal yang paling utama seringkali mendapatkan keluhan dari para petani adalah terkait dengan pupuk. Selain itu terkait dengan pengairan. Namun ada kalanya juga terkait dengan harga jual dari produksi pertanian yang kadang-kadang merosot tajam.

Kang Irwan senantiasa memberikan pandangannya bahwa perlunya inovasi dan modernisasi teknologi di bidang pertanian. Di samping juga regenerasi kepada para milenial agar mereka tetap mau untuk membangun sektor pertanian.

“Perlu ada strategi lain, kesiapan kelompok tani untuk menerapkan teknologi pertanian dan melakukan inovasi di sektor pertanian. Namun perlu pendampingan pemerintah yang kuat dan intensif,” lanjut Kang Irwan, yang juga Caleg DPRD Provinsi Dapil Jatim 4.

Irwan mengungkapkan, Banyuwangi selama ini menyumbang atau memberikan kontribusi terhadap Jawa Timur bahkan nasional di sektor pertanian.

Menurutnya, Banyuwangi merupakan salah satu kabupaten yang ada di Jawa Timur sebagai kabupaten lumbung padi. Hal tersebut sangat berdampak positif bagi kesejahteraan dan ketahanan pangan masyarakat Banyuwangi.

Dengan luas panen padi di kabupaten Banyuwangi pada tahun 2022 yaitu 118.42 hektar dengan produksi 785.935 ton. Tahun 20023 ditargetkan meningkat dengan luas panen menjadi 119.595 hektar dengan produksi 787.234 ton.

“Saya mengapresiasi atas capaian dari Banyuwangi, dimana Banyuwangi merupakan lumbung padi 5 besar di Jawa Timur. Menurut data riset BPS tahun 2021. Jawa Timur penghasil gabah terluas di Indonesia dengan luas panen mencapai 1.747 juta hektar.
Hal tersebut harus terus ditingkatkan harus seiring dengan meningkatnya kesejahteraan petani di Banyuwangi,” tandas Irwan.

Terakhir, Kang Irwan juga menyampaikan salah satu kampanye gagasan PKS adalah jika PKS menang akan memperjuangkan pangan murah untuk masyarakat dan gudang pangan setiap desa/kelurahan satu gudang.

“PKS menelurkan kampanye gagasan yaitu soal keterjangkauan harga dan ketersediaan kebutuhan pokok atau pangan, serta gudang pangan murah di setiap desa dan kelurahan, jika PKS menang,” pungkas Kang Irwan.

LSN Gelar Apel Kebangsaan Bersama Ribuan Emak-Emak Kristiani, Semua Karena Cinta

0
Presiden LSN, Gus Muhammad Fawait berbaur bersama ribuan emak-emak Kristiani dalam Apel Kebangsaan di Jember.

JEMBER, TelusuR.id – Laskar Sholawat Nusantara (LSN) menggelar apel kebangsaan yang diikuti sekitar seribu emak-emak umat Kristiani di Jember. Kegiatan ini bertema “Semua karena Cinta” tersebut, adalah rangkaian dari peringatan Natal dan tahun baru.

Presiden LSN, Muhammad Fawait mengatakan, anggota LSN tidak hanya berasal dari NU, Muhammadiyah dan LDII yang notabene ormas Islam. Ia mengungkapkan, anggota LSN juga berasal dari lintas agama, termasuk Kristen.

“LSN tidak membeda-bedakan perbedaan suku, agama, ras atau golongan. Semua justru bersatu karena anggota LSN berasal dari semua agama dan golongan,” pria yang akrab disapa Gus Fawait itu, dalam keterangannya, Minggu (07/1/2024).

Tokoh Nahdliyin Inspiratif versi Forkom Jurnalis Nahdliyin ini menjelaskan, apel kebangsaan itu didominasi emak-emak yang berasal dari umat Kristiani. Gus Fawait menambahkan, kegiatan ini adalah bentuk nyata pengamalan Bhineka Tunggal Ika.

Gus Fawait melanjutkan, dalam kegiatan itu dilaksanakan doa bersama. Bahkan doanya pun dilakukan secara bergantian secara lintas agama.

“Alhamdulillah, kegiatan ini berjalan dengan lancar. Ada sekitar seribu emak-emak yang mengikut apel kebangsaan,” ujar Gus Fawait.

Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Chotib, Al Qodiri IV ini berharap kegiatan apel kebangsaan ini juga ikut menyejukkan suasana di tahun politik. Sebab, yang namanya pesta politik harus diikuti dengan riang gembira.

Gus Fawait mengaku sebagai kader Gerindra tentunya ia akan berjungan sekuat tenaga secara maksimal untuk memenangkan Prabowo-Gibran. Namun, ia menegaskan langkah pemenangan itu dilakukan secara elegan dengan cara-cara positif.

“Kami juga mendoakan agar pemilu berjalan dengan lancar. Kami mengajak masyarakat untuk pesta politik dengan riang gembira, lewat ada program dan gagasan,” pungkas Ketua Fraksi Gerindra DPRD Jatim tersebut.

Mbak Yenny Gelorakan Hidup Sehat, Program Unggulan Ganjar Mahfud

0
Zannubah Arifah Chafsoh atau Mbak Yenny Wahid didampingi oleh Wasekjen DPP PDI Perjuangan Hj Sadarestuwati

TelusuR.id- Zannubah Arifah Chafsoh atau Mbak Yenny Wahid galakkan olahraga di Jombang, Jawa Timur. Hal itu ia lontarkan saat menghadiri gelaran senam dan jalan sehat Barikade Gus Dur di lapangan Pulolor, Jombang.

“Pola hidup sehat dengan berolahraga, dan senam itu penting. Dan kita harus menjaga kesehatan,” ujar Mbak Yenny, disela memberangkatkan peserta jalan sehat dan senam Healthy Care, Sabtu (06/01).

Pantauan dilokasi acara ini diawali dengan senam sehat dan dilanjutkan dengan jalan sehat yang diberangkatkan langsung oleh Putri presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Zannubah Arifah Chafsoh tersebut yang didampingi oleh Wasekjen DPP PDI Perjuangan Hj Sadarestuwati dan Ketua Umum WPP PPP Ema Ummiyatul Chusna.

Dikonfirmasi terkait kegiatan Barikade Gus Dur Jombang, Mbak Yenny mengatakan kegiatan pagi ini merupakan jalan sehat dimana kendala masyarakat modern saat ini adalah kurang gerak.

” Masyarakat sehat harus dimulai dari individu berjiwa sehat dan raganya juga sehat ini sebetulnya adalah progam unggulan Ganjar – Mahfud untuk memastikan bahwa ada salah satunya pilar yaitu masyarakat sehat dan kuat,” terang Pembina Barisan Kader Gus Dur (BARIKADE GUS DUR) tersebut.

Founder Wahid Institute ini mengungkapkan, untuk menuju masyarakat yang sehat harus dimulai dengan gizi yang baik kemudian pemeliharaan kesehatan yang baik penyediaan faskes, penyediaan layanan kesehatan setiap Desa misalnya.

“Jadi, penekanan pada individu masyarakat yang kuat dan masyarakat yang sehat itu yang menjadi program Ganjar – Mahfud,” ujar Mbak Yenny.

Putri Gus Dur yang mendeklarasikan mendukung Capres 03 ini menambahkan melihat hasil survei pasangan Ganjar- Mahfud mengalami peningkatan kepercayaan publik, sehingga hasil survei pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Ganjar -Mahfud naik.

“Kita semakin optimis, semoga bisa satu putaran dalam pemilu 14 Februari 2024 mendatang,” tegasnya.

 

Mbak Yenny menambahkan, kalau daerah basis harus dilakukan perubahan dimana di Jawa Timur adalah sebuah basis dan medan tempur dalam pemetaan masing-masing semua pasangan calon mengharap basis di Jawa Timur karena strategis. Dan fokus masing-masing calon akan di lakukan pola pemenangan di Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Acara dilanjutkan dengan pengundian hadiah utama Umroh yang diberikan langsung ke pemenang undian oleh Zannubah Arifah Chafsoh alias Yenny Wahid ke peserta jalan sehat.

Sang Penjuang Rakyat Gus Ramli Berpulang, FJN Berduka

0
Rizal Ramli bersama Ketua Umum FJN, Muhamad Didi Rosadi dan Sekjen FJN, Purnawa Kromojoyo. foto : istimewa.

SURABAYA, TelusuR.id – Berpulangnya ekonom senior Rizal Ramli atau yang akrab dipanggil Gus Ramli dan Bang RR membuat bangsa ini berduka. Mantan Menko Perekonomian di zaman Presiden Gus Dur dan Menko Maritim di era Presiden Jokowi ini sosok egaliter dan humanis.

Rizal sangat dekat dengan rakyat, ia pun sering keliling nusantara untuk memenuhi undangan dari kelompok petani, buruh mau pun mahasiswa. Pria kelahiran 10 Desember 1954 ini kerap menyambangi pondok pesantren. Ia dekat dengan pesantren sejak bersahabat dekat dengan KH. Abdurrahman Wahid, Presiden RI ke-4.

Kabar kepergian Rizal Ramli pada Selasa, 2 Januari 2024 sontak membuat banyak orang terkejut. Tokoh nasional yang dikenal kritis dan idealis itu menghembuskan napas terakhir di RSCM pada pukul 19.30 WIB. Rencananya almarhum dimakamkan pada Kamis 4 Januari 2024 di TPU Jeruk Purut, Cilandak, Jakarta Selatan.

“Ini kabar mengejutkan diawal tahun 2024. Rakyat Indonesia berduka, demikian pula kawan-kawan Forkom Jurnalis Nahdliyin (FJN). Beliau adalah penasehat FJN, banyak ilmu dan support untuk kami,” kata Muhamad Didi Rosadi, Ketua Umum FJN, dalam keterangannya, Rabu (3/1/2024).

Jurnalis koran harian terbitan Surabaya ini mengisahkan, FJN berdiri pada 13 Mei 2020. Tiga hari setelah itu, pihaknya meminta kesediaan Rizal Ramli untuk menjadi penasehat FJN.

Rizal Ramli pun langsung menyatakan kesediaan menjadi penasehat bagi FJN yang merupakan perkumpulan jurnalis nahdliyin yang berbasis di Jawa Timur. Mantan Komisaris Utama PT Semen Gresik itu bahkan minta posisinya sebagai penasehat FJN diumumkan secara luas lewat pemberitaan.

“Iya, saya bersedia. Sekalian umumkan lewat berita,” ujar Rizal Ramli saat itu.

Diday mengungkapkan, saat itu FJN yang baru berdiri tiga hari menilai butuh sosok penasehat yang punya kapasitas dan integritas. Setelah berembug, pilihan pun akhirnya jatuh pada sosok Rizal Ramli.

Alasannya, Rizal Ramli adalah NU kultural atau nahdliyin. Rizal yatim-piatu sejak kecil, ia kemudian dirawat neneknya di Bogor. Di sini lah Rizal berinteraksi dengan NU, karena lingkungan tempat tinggalnya mayoritas adalah nahdliyin. Rizal juga punya ikatan emosional dengan Jawa Timur, karena Herawati Moelyono istrinya berasal dari Kota Malang.

“Rizal Ramli dekat dengan sejumlah tokoh NU. Mulai Gus Dur, Gus Mus hingga Khofifah. Ia mendapat gelar Gus Romli dari Ikatan Alumni Pesantren Tebuireng (Ikapete) DKI Jaya pada tahun 2010, ini menunjukkan kedekatannya dengan komunitas pesantren,” pungkas pria yang akrab disapa Diday tersebut.

Tiga Hari Dampingi Kampanye Anies, Kang Irwan : Antusiasme Masyarakat Luar Biasa

0
H. Irwan Setiawan, Ketua PKS Jatim membersamai kampanye Anies Baswedan di Jawa Timur. foto : istimewa.

SURABAYA, TelusuR.id – Paslon Capres-Cawapres Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN) terus menyampaikan gagasannya tentang membangun Indonesia. Kali ini, 3 hari di Jatim. Ketua DPW PKS Jatim Irwan Setiawan membersamai mulai dari Banyuwangi, Situbondo, Lamongan, Tuban, hingga Ponorogo.

Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar datang ke Jawa Timur sejak Kamis-Sabtu (28-30 Desember 2023). Keduanya sering tampil bersama, namun sesekali membagi tugas kunjungan kampanye.

Menurut Irwan, dirinya menyaksikan langsung antusiasme warga bertemu Anies sangat luar biasa. Ia menyebut sebagai bagian dari semangat masyarakat mewujudkan perubahan.

“Masyarakat ingin perubahan. Mulai warga Osing, Pandalungan, Tapal Kuda, Pantura, hingga Mataraman, semua disapa Anies dan merespon hangat berbagai gagasan Anies-Muhaimin,. Terutama kalangan emak-emak yang selalu histeris memanggil pak Anies dan meminta selfie kala berjumpa. Pak Anies pun dengan sabar menjawab sapaan emak-emak dan melayani permintaan selfie para emak-emak,” kata Irwan, dalam keterangannya, Senin (1/1/2024).

Pria yang akrab disapa Kang Irwan itu menyampaikan bahwa pasangan AMIN menemui berbagai kalangan di Jawa Timur, mulai nelayan, petani, seniman budayawan, santri dan para kiai, guru, pelaku UKM.

Menurut Irwan, semua menyambut berbagai gagasan Anies-Muhaimin dan berharap perubahan segera diwujudkan melalui pemilu 2024.

“Melihat antusiasme masyarakat. In syaa Allah yakin AMIN menang. Masyarakat sangat terbuka menyampaikan harapan harapannya kepada pak Anies. Pak Anies pun mencatat satu persatu berbagai masukan dan harapan dari masyarakat tersebut, lalu menjawabnya dengan dialogis,” lanjut Kang Irwan.

Anies Baswedan dalam pertemuan dengan Nelayan Banyuwangi menegaskan bahwa perubahan memang seharusnya terjadi di Indonesia. Banyak hal-hal yang perlu dibenahi.

Seperti aturan-aturan yang seharusnya juga berpihak pada masyarakat kecil. Tak hanya pada pengusaha besar.

Salah satunya tentang izin melaut sulit. Beberapa perizinan mengharuskan tidak hanya di daerah, tapi mengharuskan ke provinsi bahkan pusat.

“Bisa sampe 32 perizinan dan melibatkan 8 instansi pemerintah. Ini harus diubah,” tegasnya.

Anies kemudian membandingkan dengan berbagai kemudahan yang diterima oleh pengusaha besar melalui Omnibuslaw.

“Mengapa yang usahanya besar dipermudah, bahkan dibuatkan omnibuslaw,” imbuhnya.

Menurutnya, pemerintah harus juga membesarkan yang kecil, tanpa mengecilkan yang besar.

Jika mindset ini dipakai, ia melanjutkan, maka akan menjadi acuan bagi seluruh kementrian, dalam membuat kebijakan, termasuk nelayan.

Anies kemudian bercerita tentang apa yang audah dikerjakan saat dirinya menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Di Jakarta kala Anies menjabat, mengurus Izin Usaha Mikro Kecil tidak perlu repot. Karena bukan masyarakat yang datang ke kantor pemerintahan, tapi justru instansi yang mendatangi masyarakat untuk jemput bola.

“Saat ini berlaku di Jakarta, awalnya warga heran, karena kuatir digusur. Setelah tahu, mereka sangat senang karena terbantu,” katanya.

Menurutnya orang yang tidak ingin perubahan akan mencoba menghambat perubahan. Anies juga menyampaikan permasalahan pupuk yang selalu diperbincangkan masyarakat.

 

Selama ini, menurutnya, harga gabah selalu rendah, sementara harga beras selalu mahal. Sementara petani tidak pernah mendapatkan kesejahteraan dari mahalnya harga beras.

“Ada mafia yang membuat petani ini tidak mendapatkan keuntungan dati mahalnya harga beras. Ini yang akan kita perangi,” ujarnya.

Menurutnya, mereka yang tidak mau perubahan adalah pihak-pihak yang akan merasa berkurang keuntungannya yang selama ini didapat.

“Mereka akan menghambat perubahan. Maka dibuatlah fitnah-fitnah agar perubahan tidak terjadi,” pungkas Anies.

Tak hanya di kampung nelayan, pasangan AMIN juga mengunjungi bertemu dengan komunitas masyarakat Osing, sowan ke Kiai Kholil As’ad di Ponpes Wali Songo Banyuwangi, Ponpes Al Islah Lamongan, bertemu dengan beberapa tokoh di Ponpes Bahrul Huda Tuban.

Tak hanya itu, pasangan AMIN juga bersilaturahim dengan tokoh dan Trenggalek di Ponpes Darul Muttaqien serta menghadiri program Wayangan KSPBN di Ponorogo dan mengunjungi peguron kyai Hasan Besari.

Diskusi Ansor Jatim, Gus Dur Pemimpin yang Menjunjung Tinggi Etika Demokrasi

0

SURABAYA, TelusuR.id – Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor (PW GP Ansor) Provinsi Jawa Timur menggelar peringatan haul Presiden RI ke-4 KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang ke-XIV di Aula Graha PW GP Ansor Jatim, Sabtu (30/12/2023) malam.

Kegiatan yang dikemas dengan diskusi itu mengangkat tema ” Fatsun Politik dan Islam: Merebut Kekuasaan untuk Kemaslahatan Bangsa . Dan menghadirkan Dr. KH. Ainur Rofiq al-Amin, Dosen UIN Sunan Ampel Surabaya dan Pengasuh Pon.Pes Al-Hadi 2 Tambak Beras Jombang, sebagai narasumber.

Tampak hadir juga dalam kegiatan yang digelar secara luring dan daring ini, Ketua PW GP Ansor Jatim, HM. Syafiq Syauqi, dan Dr. Budi Harianto, Dosen UIN SATU Tulungagung dan Pengurus PW GP Ansor Jatim, sebagai moderator.

Ainur Rofiq, dalam paparannya menyanyikan bahwa tema Haul Gus Dur ke-XIV ini sangat berat, sebab mengangkat tema ” Etika Demokrasi dalam Kepemimpinan Gus Dur. Menurut pria yang akrab disapa Rofiq ini, Gus Dur merupakan sosok pemimpin yang menjunjung tinggi etika dalam demokrasi.

” Kalau kita melihat apa yang dilakukan Gus Dur saat memimpin negeri ini meski sebentar. Gus Dur sangat demokratis, beliau sangat menghargai dan sangat menghormati demokrasi dan beretika ketika menjalankan demokrasi,” terang Rofik.

Rofik lalu mencontohkan, meski Gus Dur memusuhi Pak Harto, tapi Gus Dur tetap bersikap dalam hal kemanusiaan.

Kemudian lagi, saat Gus Dur dilengserkan, menurutnya Gus Dur bisa saja menggerakkan pendukungnya, terutama Banser Ansor untuk membelanya. Tetapi Gus Dur tidak melakukan itu semua, Gus Dur tidak mau mengorbankan rakyat demi mempertahankan kekuasaannya.

” Dan masih banyak lagi yang hal-hal yang besar yang dilakukan Gus Dur yang menunjukkan beliau memiliki etika yang sangat tinggi,” tandasnya.

Dalam konteks saat ini, Rofiq lalu menyebutkan beberapa hal yang penting dimiliki oleh siapapun saat masuk dan terjun dalam dunia politik. Pertama, Adil, bersikap adil penting saat ingin meraih kekuasaan, saat berkuasa atau dalam mempertahankan kekuasaan.

Berikutnya, adalah dapat dipercaya (Al-Amin), jujur , amanah dan bertanggung jawab. Kemudian, mampu menahan nafsu, taat asas, tidak rakus, serta pengendalian diri. Dan yang terakhir adalah peduli/Empati/Simpati.

” Jadi elemen-elemen itu semua harus dimiliki, kenapa berpolitik harus memiliki itu semua karena untuk kemaslahatan ummat/rakyat,” katanya.

LBHAM : Tragedi Boyolali masuk dalam Pelanggaran HAM

0

JOMBANG, TelusuR.id – LBHAM (Lembaga Bantuan Hak Asasi Manusia) mengecam keras aksi kekerasan yang dilakukan oleh oknum anggota TNI terhadap relawan Ganjar Mahfud di Boyolali, Jawa Tengah.

Menurut Gus Faizudin Fil Muntaqobat, Kordinator LBHAM, aksi yang dilakukan oleh oknum TNI ini sudah masuk katagori Pelanggaran HAM, dimana setiap perbuatan seseorang atau kelompok orang termasuk aparat negara baik disengaja maupun tidak disengaja atau kelalaian yang secara melawan hukum mengurangi, menghalangi, membatasi dan/atau mencabut HAM seseorang atau kelompok.

“Ini merujuk dalam Pasal 8 UU No. 26 Tahun 2000 dinyatakan : setiap perbuatan yang dilakukan dengan maksud untuk menghancurkan atau memusnahkan seluruh atau sebagian kelompok bangsa, ras, kelompok etnik, kelompok agama dengan cara mengakibatkan penderitaan fisik atau mental yang berat terhadap anggota kelompok,” beber Pria berkacama yang akrab dipanggil Gus Faiz, Minggu (31/12) kepada TelusuR.id.

Bahkan, lanjut Gus Faiz menegaskan, dalam UU No. 39 tahun 1999 dinyatakan, setiap bentuk perbuatan seorang atau sekelompok orang maupun aparat negara yang menafikan HAM dimasukkan dalam kategori pelanggaran terhadap HAM.

“Pasal 9 UU No. 26 Tahun 2000 yang dimaksud kejahatan terhadap kemanusiaan adalah salah satu perbuatan yang dilakukan sebagai bagian dari serangan yang meluas atau sistematik yang diketahuinya bahwa serangan tersebut ditujukan secara langsung terhadap penduduk sipil, berupa penyiksaan,” imbuh Gus Faiz.

Untuk itu, Gus Faiz meminta kasus penganiayaan yang menyebabkan luka-luka dan meninggal dunia diusut tuntas. Menurutnya, implementasi demokrasi dan HAM tidak akan bermakna dalam kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat apabila tidak ditunjang dengan penegakan hukum.

“Seharusnya semakin banyaknya instrumen HAM baik pada tingkat internasional maupun dalam negeri Indonesia dan Keppres No. 129 Tahun 1998 sebagai bagian dari rencana aksi HAM tahun 1998–2003 menunjukkan kemampuan politik pemerintah untuk memajukan HAM di Indonesia,” jelasnya.

Ia menambahkan, ada tatanan operasional dibuat Komisi Nasional HAM berdasarkan Keppres No. 50 Tahun 1993, namun demikian pelaksanaan HAM di Indonesia masih memerlukan perbaikan karena masih sering terjadi pelanggaran HAM yang tidak diselesaikan secara hukum.

“Pengusutan pelanggaran HAM yang terjadi Sabtu kemarin di Boyolali sesuai dengan restitusi dan rehabilitasi yang diatur dengan menggunakan UU yang ada.

Gus Faiz juga mendorong ketentuan pidana yang dijatuhkan terhadap pelanggaran HAM di Boyolali, di mana meliputi kejahatan kemanusiaan yaitu pidana mati, pidana seumur hidup dan penjara antara 10 sampai 25 tahun.

“Ini kami dasari bahwa, pelanggaran HAM dapat terjadi dalam dua cara, yaitu sebagai berikut, pelanggaran yang dilakukan oleh negara secara aktif dengan tindakan yang bersifat langsung sehingga menimbulkan pelanggaran HAM, pelanggaran yang timbul akibat kelalaian negara,” tambahnya.

Gus Faiz juga meminta Pemerintah RI untuk meningkatkan penghormatan terhadap HAM. Salah satu upaya yang harus ditempuh adalah penegakan hukum secara konsisten dan tidak pandang bulu. Dengan demikian, supremasi hukum harus sungguh-sungguh diwujudkan demi perlindungan dan jaminan terhadap HAM.