TelusuR.ID

Beranda blog Halaman 150

Patroli Nataru, TNI–Polri Ngemplak Pastikan Wisata Aman dan Nyaman

0

Boyolali, TelusuR.ID— Sinergitas TNI dan Polri bersama pemerintah daerah terus diperkuat guna memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Pengamanan terpadu ini menjadi langkah strategis untuk menjaga aktivitas wisata serta mobilitas masyarakat agar tetap aman, tertib, dan kondusif. Senin (29/12/2025).

Memanfaatkan momentum libur Nataru, Danramil 11/Ngemplak Kapten Inf Dwi Bramasto bersama Kapolsek Ngemplak melaksanakan patroli gabungan di sejumlah objek wisata yang berada di wilayah Kecamatan Ngemplak. Patroli tersebut bertujuan untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap terjaga serta memberikan rasa aman bagi para pengunjung.

Kegiatan patroli ini merupakan bagian dari pelayanan kepada masyarakat sekaligus upaya preventif dalam mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas, termasuk kepadatan pengunjung di kawasan wisata. Personel Koramil dan Polsek tampak aktif memantau situasi di lapangan guna memastikan seluruh aktivitas wisata berjalan lancar.

Lonjakan jumlah wisatawan selama libur panjang menjadi perhatian serius aparat gabungan. Sejak pagi hingga sore hari, personel TNI–Polri bersama unsur terkait secara intensif melaksanakan patroli rutin, pengawasan, dan pengamanan di sejumlah titik strategis objek wisata.

Tidak hanya berfokus pada aspek pengamanan, sinergitas aparat juga diwujudkan melalui pendekatan humanis kepada masyarakat. Petugas secara persuasif memberikan imbauan serta edukasi terkait keamanan dan keselamatan, khususnya bagi pengunjung yang melakukan aktivitas wisata, agar tetap waspada dan mengutamakan keselamatan.

Dengan kehadiran aparat gabungan di lapangan, diharapkan masyarakat dapat menikmati libur Natal dan Tahun Baru dengan rasa aman, nyaman, dan penuh kegembiraan.

(Agus Kemplu)

Kodim Gelar Upacara Bendera Rutin Mingguan, Simbol Kesatuan dan Disiplin

0

Sragen,TelusuR.ID – Setiap pagi hari Senin, suasana di halaman Komando Distrik Militer (Kodim) 0725/Sragen menjadi penuh semangat. Prajurit dan personel Kodim berkumpul dengan berdiri lurus, memakai seragam yang rapi, menanti momen mengibarkan Bendera Merah Putih di Lapangan Makodim Jalan Raya Sukowati No. 13 Sine, Sragen, Senin (29/12/2025). Upacara bendera rutin mingguan ini bukan hanya ritual formal, tetapi juga simbol kesatuan, disiplin, dan rasa cinta tanah air yang terpatri dalam jiwa setiap Prajurit dan Pns Kodim Sragen.

Selain sebagai wujud penghormatan kepada Bendera Pusaka, upacara bendera rutin mingguan juga memiliki makna mendalam bagi personel Kodim Sragen. Melalui upacara ini, Anggota diperingatkan kembali tentang tugas dan tanggung jawabnya untuk melindungi negara dan masyarakat. Setiap gerakan yang dilakukan dalam upacara mulai dari berdiri tegak, mengangkat tangan hormat, hingga mengikuti irama baris melatih kecepatan, ketelitian, dan kerja sama tim yang sangat penting dalam menjalankan tugas operasional sehari-hari.

Upacara ini juga sering dijadikan kesempatan untuk memberikan pesan penting dari Komandan Kodim kepada personel dan masyarakat. Misalnya, pesan tentang pentingnya keamanan masyarakat, gotong royong, atau program-program pembangunan yang akan dilaksanakan di wilayah Kodim. Hal ini membuat upacara tidak hanya menjadi ajang penghormatan, tetapi juga sarana komunikasi yang efektif antara aparatur militer dan masyarakat.

Di tengah kehidupan yang sibuk, upacara bendera rutin mingguan di Kodim menjadi titik terang yang mengingatkan kita akan nilai-nilai dasar bangsa. Bisa juga mengajarkan kita bahwa kesatuan dan disiplin adalah pondasi untuk membangun negara yang lebih baik, dan cinta tanah air harus selalu terpatri dalam setiap langkah Prajurit

(Agus Kemplu)

Babinsa Jayengan, Bhabinkamtibmas & PLT Lurah Rekrutmen Anggota Linmas Periode Tahun 2026 

0

Surakarta, TelusuR.ID – Babinsa Jayengan Koramil 03/Serengan Kodim 0735/Surakarta Serka Rohmad bersamau Bhabinkamtibmas Aiptu Abdullah Thoyibi serta Plt. Lurah Ibu Pertiwi melaksanakan seleksi rekrutmen anggota Linmas Periode Tahun 2026, bertempat di Aula Kantor Kelurahan Jayengan Kecamatan Serengan Kota Surakarta, Senin Pukul 09.00 Wib (29/12/2025).

Serka Rohman mengungkapkan bahwa kegiatan seleksi ini meliputi ujian tes tertulis dan tes wawancara. Sebagai tim penguji kita harus benar benar mencari yg terbaik diantara yang baik diharapkan kedepannya anggota linmas bisa bekerja dengan disiplin dan profesional. ujian tes ini di ikuti oleh 12 peserta terdiri dari anggota linmas yang lama dan calon anggota baru.

 

Himbauan Babinsa agar peserta mengikuti dan melaksanakan Ujian dengan semaksimal mungkin karena hasil nilai menentukan terpilih dan tidaknya sebagai Anggota Linmas, pungkas Serka Rohmad.

 

(Agus Kemplu)

Babinsa Koramil Sambi Bantu Renovasi Rumah, Wujud Nyata Kemanunggalan TNI–Rakyat

0

Boyolali ,TelusuR.ID– Keakraban dan kepedulian terhadap warga binaan terus ditunjukkan oleh Babinsa Koramil 10/Sambi Kodim 0724/Boyolali. Melalui kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos), Babinsa tidak hanya membangun komunikasi, tetapi juga hadir langsung membantu kesulitan masyarakat.

Seperti yang dilakukan Babinsa Koramil 10/Sambi, Serka Heri Prasetianto, yang melaksanakan silaturahmi sekaligus Komsos dengan membantu renovasi rumah milik salah satu warga binaannya di Desa Senting, Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali, Minggu (28/12/2025).

Serka Heri Prasetianto mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat, khususnya peran Babinsa sebagai ujung tombak satuan teritorial di wilayah.

“Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin menunjukkan bahwa Babinsa selalu hadir di tengah masyarakat. Ini adalah wujud kepedulian dan kebersamaan TNI dengan warga binaan,” ungkapnya.

Menurutnya, Komsos memiliki peran penting dalam mengetahui perkembangan situasi wilayah binaan. Interaksi dan komunikasi yang terjalin secara langsung dengan masyarakat akan mempererat hubungan emosional antara TNI dan rakyat, sekaligus menciptakan suasana yang harmonis dan kondusif.

Kegiatan Komsos, lanjut Serka Heri, harus dilakukan secara rutin dan berkesinambungan agar terjalin kerja sama yang baik dalam mendukung tugas pokok Babinsa serta memperkokoh kemanunggalan TNI dan rakyat.

“Seorang Babinsa harus selalu ada di tengah warga binaannya. Dengan komunikasi yang baik, setiap kegiatan Babinsa dapat diterima secara positif oleh masyarakat,” tambahnya.

Selain mempererat silaturahmi, kehadiran Babinsa di wilayah binaan juga berfungsi untuk memantau kondisi lingkungan, menggali informasi, serta melakukan upaya deteksi dini dan pencegahan dini terhadap berbagai potensi permasalahan yang mungkin timbul di desa.

“Dengan kegiatan seperti ini, apabila muncul hal-hal negatif di wilayah, kita bisa lebih cepat menentukan langkah penyelesaian,” pungkasnya.

 

(Agus Kemplu)

Warga Gelar Teatrikal Untuk Mengenang Kedatangan Ayah Bung Karno R Soekeni Di Ploso Jombang

0

JOMBANG, TELUSUR.ID – Warga menggelar di Kecamatan Ploso menggelar aksi teatrikal untuk mengenang 124 tahun kedatangan Ayahanda Soekarno (Bung Karno), Raden Soekeni Sosrodihardjo.

Tepat dihari ini kedatangan Ayahanda Putera Sang Fajar 124 tahun silam, pada tanggal 28 Desember 1901 R Soekeni Sosrodiharjo berpindah dari Bali ke Jombang untuk mengajar di salah satu Sekolah yang berada di wilayah Ploso.

Digambarkan pada teatrikal itu, Raden Soekeni bersama istrinya, Ida Ayu Nyoman Rai, dan anak perempuannya, Raden Soekarmini tiba di Stasiun Ploso (yang dulu masih berfungsi).

Setelah itu, rombongan keluarga kecil Raden Soekeni menuju ke Kantor Desa Ngelo atau Rejoagung saat ini, dan bertemu Ki Demang atau penyebutan hari ini, Kepala Desa atau Lurah Ngelo.

Di Pendapa Kantor Desa Ngelo, Raden Soekeni menunjukkan beseluit atau surat keputusan (SK) penugasannya sebagai mantri guru Sekolah Ongko Loro di Ploso yang saat itu bagian dari Karesidenan Surabaya.

Untuk diketahui, Raden Soekeni awal menjadi mantri guru di Ploso diawali SK penugasannya pada tanggal 28 Desember 1901. Beberapa bulan setelahnya, tepat tanggal 6 Juni 1902, Bung Karno lahir di Ploso.

Ayah Bung Karno sendiri berdinas di Ploso hingga tahun 1907. Setelah itu, Raden Soekeni pindah mengajar ke Sidoarjo.

Camat Ploso, Tridoyo Purnomo mengatakan, adanya kegiatan teatrikal ini, warga Ploso menyampaikan sejarah kepada khalayak ramai bahwa Bung Karno lahir di Ploso.

“Melihat dari penelitian ahli sejarah, dokumen-dokumen, memang ada bukti bahwa Bung Karno lahir di Ploso,” katanya.

“Insyaallah Forkopimcam Ploso mendorong terus masyarakat, terkait dengan kelahiran Bung Karno di Ploso, di mana salah satunya untuk kemaslahatan masyarakat Ploso,” tuturnya.

Sementara, Anggota Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Jombang, Arif Yulianto menyampaikan pihaknya terus memperjuangkan penetapan Situs Kelahiran Bung Karno di Ploso Jombang agar segera ditetapkan sebagai cagar budaya.

“Sebenarnya kami sudah merekomendasikan penetapan Situs Kelahiran Bung Karno di Ploso ini sejak tahun 2024 yang lalu,” kata Cak Arif, sapaan karibnya.

Lebih lanjut, Ia menuturkan, pada beberapa hari yang lalu, pihaknya juga sudah bertemu dengan Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon.

Saat itu, ia menyampaikan rekomendasi kajian TACB Jombang dan sejumlah data serta buku-buku yang menguatkan bahwa Bung Karno memang lahir di Ploso, Jombang pada tanggal 6 Juni 1902.

“Semoga Kementerian Kebudayaan dapat segera memfasilitasi pertemuan antara tim Jombang dengan tim Surabaya untuk meluruskan sejarah kelahiran Bung Karno,” harapnya.

Arif juga meyakini bahwa memang Putera Sang Fajar dilahirkan di Ploso setelah Ayahanda mendapat tugas mengajar di sekolah yang berada di Kecamatan Ploso.

“Kami sangat yakin bahwa Bung Karno memang lahir di Ploso Jombang pada 6 Juni 1902,” pungkasnya.

Resmi Dilantik, PAC IPNU–IPPNU Jabon Siap Bangun Generasi Muda Bermoral dan Berfikir

0

SIDOARJO, TELUSUR.ID – Pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo, resmi dilantik.

Prosesi pelantikan penuh khidmat tersebut berlangsung di SMP–SMA Afisena Jabon, Sidoarjo. Pelantikan itu menjadi momentum awal bagi kepengurusan baru untuk mengemban amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab dan pengabdian.

Mengusung tema “Melangkah Menuju Kemajuan Organisasi, Pendidikan dan Moralitas Pelajar Nahdliyin”, kegiatan ini menegaskan komitmen PAC IPNU dan IPPNU Jabon dalam membangun generasi pelajar yang berilmu, berakhlak mulia, serta mampu menjawab tantangan perkembangan zaman.

Pelantikan dihadiri oleh H. Agus Sirojul Chakim, M.Pd. selaku Pembina PAC IPNU–IPPNU Jabon, Drs. Akhmad Khusairi selaku Wakil Ketua MWCNU Kecamatan Jabon, Ketua PC IPNU Sidoarjo M. Fachruddin, Ketua PAC IPNU Jabon M. Imam Sufajar, Ketua PAC IPPNU Jabon Zainatul Firdaus, jajaran badan otonom NU, tokoh masyarakat, serta para pelajar Nahdliyin. Seluruh rangkaian acara berlangsung tertib dan penuh kekhidmatan.

Dalam sambutannya, Ketua PAC IPNU Jabon terlantik M Imam Sufajar menegaskan bahwa IPNU dan IPPNU memiliki peran strategis sebagai wadah kaderisasi pelajar Nahdliyin.

Dia menyampaikan bahwa organisasi bukan sekadar ruang struktural, melainkan sarana pembinaan karakter, peningkatan kualitas pendidikan, serta penguatan moralitas pelajar agar tetap berlandaskan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.

Hal senada disampaikan Ketua PAC IPPNU Jabon terlantik Zainatul Firdaus yang menekankan pentingnya peran pelajar putri dalam organisasi.

Menurutnya, IPPNU harus menjadi ruang pengembangan potensi pelajar putri agar aktif, berprestasi, dan mampu berkontribusi positif baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat, dengan tetap menjaga keseimbangan antara kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual.

Sementara itu, Pembina PAC IPNU–IPPNU Jabon, H. Agus Sirojul Chakim, M.Pd., dalam arahannya mengajak seluruh pengurus yang baru dilantik untuk menjaga soliditas organisasi serta memperkuat sinergi dengan badan otonom NU lainnya.

Ia menegaskan pentingnya menjadikan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah sebagai landasan utama dalam setiap program dan gerak organisasi.

Wakil Ketua MWCNU Kecamatan Jabon, Drs. Akhmad Khusairi, turut menyampaikan harapannya agar kepengurusan PAC IPNU dan IPPNU yang baru mampu membawa organisasi ke arah yang lebih maju.

Menurutnya, pelantikan ini menjadi langkah awal dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan serta menumbuhkan moralitas pelajar Nahdliyin yang berakhlakul karimah dan memiliki kepedulian sosial.

Dengan semangat kebersamaan dan komitmen pengabdian, PAC IPNU dan IPPNU Kecamatan Jabon diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam mencetak generasi penerus Nahdlatul Ulama yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing.

Gubernur Khofifah Dampingi Kapolri Jenderal Listyo : Ziarah Ke Makam Marsinah dan Letakkan Batu Pertama, Ini Pesannya ?

0

JOMBANG, TELUSUR.ID – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendampingi Kapolri Bapak Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan ziyarah dan peletakan batu pertama Rumah Singgah sekaligus Museum Pahlawan Nasional Marsinah di Nganjuk.

Kegiatan ini menjadi bentuk penghormatan kepada Marsinah sekaligus upaya menjaga nilai perjuangannya agar tetap hidup lintas generasi.

Gubernur Khofifah menegaskan, pembangunan Rumah Singgah dan Museum Marsinah bertujuan memperkuat diseminasi sejarah perjuangan Marsinah. Museum ini akan menjadi ruang edukasi bagi generasi muda.

“Yang kita bangun bukan hanya gedung, tetapi ruang nilai. Di sinilah generasi muda bisa belajar tentang keberanian, kejujuran, dan keberpihakan pada keadilan yang diteladankan oleh Ibu Marsinah,” kata Khofifah, dikutip Telusur.id, Minggu (28/12)

Menurutnya, penghormatan kepada pahlawan tidak berhenti di makam, tetapi harus kita lanjutkan dengan merawat nilai perjuangannya dan menghadirkannya dalam kehidupan hari ini.

Sebagai bagian dari perawatan memori sejarah, Gubernur Khofifah bersama Kapolri juga ziarah ke makam almarhumah Marsinah. Di tempat peristirahatan terakhir tersebut, keduanya menabur bunga sebagai bentuk penghormatan, meneguhkan bahwa perjuangan Marsinah merupakan bagian penting dari sejarah bangsa yang patut dijaga dan dimaknai secara berkelanjutan.

Tak hanya itu, Gubernur Khofifah dan Kapolri turut bersilaturahmi dengan keluarga Marsinah di kediaman almarhumah. Dalam suasana hangat dan penuh empati, pertemuan tersebut menjadi ruang dialog untuk mengenang perjalanan hidup Marsinah sebagai seorang anak bangsa, sekaligus mempererat ikatan kemanusiaan antara negara dan keluarga pahlawan nasional.

Khofifah menyampaikan, Marsinah mengajarkan kepada kita bahwa keberanian untuk membela kebenaran selalu memiliki harga, tetapi juga memiliki arti yang sangat besar bagi kemanusiaan.

“Tugas kita hari ini adalah memastikan nilai itu tidak pernah padam dan terus menyala dalam kehidupan berbangsa,” ujarnya.

Kapolri Jenderal Lystio Sigit mengatakan gagasan awal pendirian museum datang dari keluarga Marsinah. Mereka ingin ada yang benar-benar monumental. Perjuangan Marsinah begitu berat dan harus dikenang oleh masyarakat dan para buruh.

“Museum ini akan memamerkan barang-barang peninggalan Marsinah, seperti surat-surat perjuangan, catatan berisi keluh kesah Marsinah kepada kakaknya, buku harian, pulpen, pakaian, dan dokumen lain terkait perjalanan hidupnya sebagai aktivis buruh,” ungkapnya.

Lebih lanjut, rencana pembangunan rumah singgah / museum Marsinah bukan tanpa arti. Dari perjalanan bagaimana kegigihan Almarhum Marsinah dari kecil hingga dewasa. Saat bekerja beliau memperjuangkan hak-hak buruh. Tentu harus dijaga semangat beliau untuk mendukung dan mendorong hak-hak buruh yang harus dilanjutkan dan diperjuangkan khususnya generasi buruh untuk berjuang bersama.

“Almarhum Marsinah membawa pesan dan cita-cita besar yang harus dilanjutkan dan diwujudkan semangat oleh buruh. Beliau adalah obor yang membuat seluruh buruh saat itu terus mengibarkan semangat yang digelorakan Marsinah. Terus jaga semangat Almarhum dalam setiap perjuangan agar buruh sejahtera,” jelasnya.

Sementara, Marsini selaku kakak kandung Marsinah  sekaligus perwakilan keluarga mengucapkan terima kasih Pemerintah menghadiri peletakan batu pertama museum dan rumah singgah Marsinah.

“Terima kasih apa yang saya inginkan dipenuhi, mulai tasyakuran keluarga 17 November lalu kenang-kenangan rumah singgah dan museum langsung dibuatkan. Hari ini nyata akan peletakan batu pertama,” tuturnya.

Marsini berharap setelah museum dibangun dan diresmikan, terus dilakukan pemeliharaan dan perawatan untuk memberi manfaat bagi warga dan desa sebagai desa wisata.

“Masyarakat membuka souvenir termasuk kaos marsinah dijual untuk menghidupi UMKM di desa Nglundo sehingga menambah income dan masyarakat sejahtera serta makmur,” pungkasnya.

Kawal Sekolah Rakyat, Politisi Nasdem Dorong Penguatan Sistem dan Pengawasan Pendidikan Inklusif

0

SURABAYA, TELUSUR.ID – Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Hj. Dini Rahmania, menegaskan komitmennya untuk terus mengawal program Sekolah Rakyat sebagai instrumen strategis negara dalam memperluas akses pendidikan inklusif, khususnya bagi anak-anak dari keluarga rentan dan kelompok putus sekolah.

Dalam kapasitasnya sebagai anggota Komisi VIII DPR RI yang membidangi kesejahteraan sosial, keagamaan, serta perlindungan perempuan dan anak, Dini menyampaikan bahwa selama hampir satu tahun masa tugasnya, ia secara rutin melakukan kunjungan lapangan di daerah pemilihan Jawa Timur. Dari hasil pemantauan tersebut, sedikitnya empat Sekolah Rakyat telah beroperasi dan dinilai memberikan dampak positif bagi masyarakat.

“Sekolah Rakyat menjadi harapan besar bagi anak-anak yang sebelumnya putus sekolah, bahkan yang belum pernah mengenyam pendidikan formal. Saya mendengar langsung masukan dari guru, siswa, hingga orang tua, dan secara umum responsnya sangat baik,” ujar Dini, Sabtu (27/12) dikutip Telusur.id.

Meski demikian, Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Probolinggo itu mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu mendapat perhatian serius. Salah satunya adalah kondisi sekolah yang masih bersifat sementara dengan memanfaatkan fasilitas Balai Latihan Kerja (BLK) dan rumah susun sewa (rusunawa), sembari menunggu pembangunan gedung permanen.

Kendati demikian, ia menilai sarana dan prasarana yang tersedia saat ini sudah cukup layak dan nyaman untuk mendukung proses belajar mengajar.

Dari aspek akademik, Dini menyoroti heterogenitas usia dan kemampuan peserta didik sebagai tantangan tersendiri.

Ia mencontohkan adanya siswa jenjang SD yang belum lancar membaca dan menulis, hingga siswa SMA yang berusia di atas 20 tahun akibat riwayat putus sekolah. Kondisi tersebut, menurutnya, menuntut kerja ekstra dan metode pembelajaran yang adaptif dari para pendidik.

“Di sinilah peran guru dan wali asuh menjadi sangat krusial. Mereka tidak hanya mengajar di kelas, tetapi juga membina karakter, kedisiplinan, dan kepercayaan diri anak-anak dengan latar belakang yang beragam,” jelas peraih penghargaan Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif versi Forkom Jurnalis Nahdliyin tersebut.

Sebagai sekolah berkonsep asrama, Sekolah Rakyat didukung sistem pengasuhan dengan rasio satu wali asuh untuk sekitar 10 siswa. Meski pengawasan dinilai cukup ketat, Dini menekankan pentingnya manajemen pengasuhan yang sensitif terhadap perbedaan usia dan jenjang pendidikan guna mencegah munculnya persoalan baru.

Selain itu, ia juga menggarisbawahi pentingnya pendidikan nilai tanggung jawab bagi siswa, terutama terkait fasilitas dan perlengkapan yang diberikan negara melalui Kementerian Sosial, mulai dari seragam, buku, hingga perangkat teknologi.

Menurutnya, bantuan tersebut harus diiringi dengan pembelajaran karakter agar siswa tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga tumbuh sebagai pribadi yang mandiri dan bertanggung jawab.

“Sekolah Rakyat bukan sekadar tempat belajar, melainkan ruang pembentukan karakter. Tujuan akhirnya adalah agar anak-anak ini mampu meraih cita-cita dan keluar dari lingkaran kemiskinan struktural,” tegas alumnus Universitas Airlangga (Unair) Surabaya itu.

Ke depan, Dini berharap program Sekolah Rakyat terus dievaluasi dan diperkuat, baik dari sisi kurikulum, pembangunan fasilitas permanen, maupun sistem pengawasan. DPR RI, khususnya Komisi VIII, berkomitmen memastikan program tersebut berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan sebagai bagian dari upaya negara mewujudkan keadilan sosial di bidang pendidikan.

PC ISNU Jombang Lantik Pengurus Tingkat Kecamatan, Pastikan 21 PAC Terlantik

0

JOMBANG, TELUSUR.ID – Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Jombang menggelar Pelantikan Bersama Pimpinan Anak Cabang (PAC) ISNU se-Jombang Masa Khidmat 2025–2029 dan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) PC ISNU Jombang di Aula Kantor PCNU Jombang, Mojoagung, pada Sabtu (27/12/2025). Seluruh kecamatan di Jombang yang berjumlah 21, telah memiliki Pimpinan Anak Cabang ISNU terlantik.

Acara ini dihadiri oleh Ketua PC ISNU Jombang, Dr. H. Abdullah Aminuddin Aziz, M.Pd.I, Plt Ketua PW ISNU Jawa Timur yang diwakili oleh KH. Drs. Shohib Arifin Musa, M.Pd.I., Ketua PCNU Jombang, KH. Fahmi Amrullah Hadzik, Wakil Rais Syuriah PCNU Jombang, KH. Musta’in Hasan, S.H., S.Hum., serta Sekretaris PW ISNU Jatim, Muhammad Dawud, M.Sos.

Sebanyak 21 PAC ISNU dari seluruh kecamatan di Kabupaten Jombang resmi dilantik berdasarkan surat keputusan PW ISNU Jawa Timur.

Pembacaan SK dilakukan oleh Muhammad Hidayatullah, S.Sos.I, dan prosesi pelantikan dipimpin oleh KH. Drs. Shohib Arifin Musa, M.Pd.I mewakili PW ISNU Jawa Timur.

Usai pelantikan, jajaran pengurus PW ISNU Jatim, PCNU Jombang, dan PC ISNU Jombang memberikan ucapan selamat kepada para pengurus PAC terlantik. Kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan pakta integritas oleh seluruh Ketua PAC ISNU se-Kabupaten Jombang, diwakili oleh Ketua PAC ISNU Mojoagung, disaksikan Ketua PC ISNU Jombang.

Dalam sambutannya, Ketua PC ISNU Jombang, Dr. Abdullah Aminuddin Aziz menegaskan bahwa pembentukan PAC ISNU di 21 kecamatan merupakan langkah penting untuk menghidupkan kembali dinamika organisasi setelah sempat vakum selama empat tahun terakhir.

“Pembentukan PAC adalah bagian dari program kerja yang tidak mudah. Kami harus sowan kepada para kiai di MWCNU se-Jombang agar keberadaan ISNU benar-benar mendapat restu, ridla, dan arahan,” ujarnya.

Ia menambahkan, ISNU Jombang tengah menjalankan dua agenda strategis, yaitu pendataan sarjana NU dan penguatan Lembaga Pemeriksa Halal (PPH) ISNU Jombang yang kini memiliki lebih dari 80 anggota aktif. “Tanggung jawab ISNU adalah memetakan potensi sarjana NU—mulai S1, S2, S3 hingga guru besar—dan menjadikannya kekuatan intelektual yang bermanfaat bagi masyarakat,” jelasnya.

Dr. Abdullah juga menegaskan pentingnya keberkahan dan arahan kiai dalam perjuangan para sarjana NU. “Setinggi apa pun pencapaian akademik kita, tidak akan bermakna tanpa ridla dan nasihat para kiai,” tandasnya.

Sekretaris PW ISNU Jatim, Muhammad Dawud, M.Sos, menyampaikan bahwa ISNU harus memiliki peran strategis dalam membendung paham-paham radikal dan ekstrem. Ia menyinggung hasil riset yang dilakukan olehnya bersama KH. Zakky Hadzik mengenai peran ormas Islam dalam memperkuat moderasi beragama.

“Para sarjana NU harus adaptif terhadap perkembangan zaman, terutama dengan hadirnya teknologi baru seperti kecerdasan buatan (AI). Program ISNU harus dirancang agar mampu menjawab tantangan ini,” katanya.

Sementara itu, Ketua PCNU Jombang, KH. Fahmi Amrullah Hadzik, mengapresiasi ketepatan waktu pelaksanaan acara yang mencerminkan kedisiplinan warga NU. Namun, Gus Fahmi berkelekar bahwa yang paling sulit mendisiplinkan warga NU adalah soal ketepatan waktu. “Berarti semuanya ini muallaf NU ini,” guraunya disambut tawa hadirin.

“NU itu penuh barakah. Karena itu, para sarjana NU harus bangga dengan identitasnya dan membawa nilai-nilai NU ke seluruh lini kehidupan—tapi lebih membanggakan lagi, jika logo NU ada di ambulan, ada di mobil jenazah, ada di Rumah Sakit, di sekolah, madrasah, artinya dakwah NU tidak hanya dalam bidang politik, tapi juga sosial, pendidikan, dan pelayanan masyarakat,” tuturnya.

Acara ditutup dengan doa oleh KH. Musta’in Hasan, S.H., M.Hum., Wakil Rais Syuriah PCNU Jombang, yang memohonkan keberkahan bagi seluruh pengurus ISNU Jombang dalam menjalankan amanah ke depan.

Ketua PC ISNU Jombang Aminuddin Ingatkan Pentingnya Restu Kiai dan Revitalisasi Gerakan Cendekiawan NU

0

JOMBANG, TELUSUR.ID — Ketua Pengurus Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PC ISNU) Kabupaten Jombang, Dr. H. Abdullah Aminuddin Aziz, M.Pd.I., menegaskan bahwa arah perjuangan cendekiawan NU harus senantiasa berlandaskan restu dan arahan para kiai.

Hal tersebut ia sampaikan dalam sambutannya pada Pelantikan Bersama PAC ISNU se-Kabupaten Jombang Masa Khidmat 2025–2029 dan Rapat Kerja Cabang PC ISNU Jombang, yang digelar di Aula Kantor PCNU Jombang, Mojoagung, Sabtu (27/12/2025).

Dalam sambutannya, Dr. Abdullah menjelaskan bahwa pembentukan 21 Pimpinan Anak Cabang (PAC) ISNU di seluruh kecamatan bukan sekadar program formal, melainkan langkah strategis untuk membangun kembali denyut organisasi setelah empat tahun sempat vakum.

“Pembentukan PAC itu bagian dari program kerja yang sebenarnya mudah di konsep, tapi tidak mudah di lapangan. Kami harus sowan kepada para kiai di MWCNU se-Jombang agar keberadaan ISNU diridloi dan mendapat arahan dari para masyayikh,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa ISNU merupakan organisasi yang menghimpun kaum sarjana, akademisi, dan intelektual pesantren. Karena itu, orientasi kegiatannya tidak hanya administratif, tetapi juga harus membawa manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan keilmuan.

Ketua PC ISNU Jombang menyebutkan dua program prioritas periode 2025–2029. Pertama, pendataan sarjana NU di Kabupaten Jombang sebagai upaya memetakan potensi intelektual warga Nahdliyyin.

“ISNU memiliki tanggung jawab mendata berapa jumlah sarjana, magister, doktor, hingga guru besar NU agar potensi keilmuan ini bisa disinergikan untuk kemaslahatan umat,” jelasnya.

Kedua, penguatan Pusat Pemeriksa Halal (PPH) ISNU Jombang yang kini memiliki lebih dari 80 anggota aktif. Melalui lembaga ini, para ahli ISNU membantu proses sertifikasi halal bagi pelaku UMKM di Jombang.

“PPH ISNU hadir untuk memastikan produk masyarakat Jombang memenuhi standar halal. Ini kontribusi konkret cendekiawan NU bagi ekonomi umat,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Dr. Abdullah juga mengingatkan agar setiap kader ISNU tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga menjaga hubungan spiritual dengan para ulama.

“Seberapapun tinggi pencapaian sarjana NU, tidak akan berarti tanpa ridho dan bimbingan para kiai. Itu sumber keberkahan perjuangan kita,” tegasnya.

Dengan semangat tersebut, ia mengajak seluruh jajaran ISNU di tingkat cabang dan kecamatan untuk memperkuat sinergi antara dunia akademik, pesantren, dan masyarakat.

“ISNU harus menjadi jembatan antara tradisi keilmuan pesantren dan dunia akademik modern,” pungkasnya.