TelusuR.ID

Beranda blog Halaman 149

Danramil Selo Pimpin Penghijauan Lereng Merbabu, Tanam Pohon Demi Jaga Mata Air dan Cegah Longsor

0

Boyolali, TelusuR.ID – Kepedulian terhadap kelestarian lingkungan terus ditunjukkan jajaran TNI AD. Danramil 07/Selo Kodim 0724/Boyolali, Kapten Inf Wahib, memimpin langsung kegiatan penghijauan di lereng Gunung Merbabu dengan menanam berbagai jenis pohon keras, seperti kayu picis, puspa, kayu manis, sonto dan beringin,serta tanaman keras lainnya bertempat di sekitar Tuk Babon, Desa Selo, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali. Selasa ( 30/12/25)

Kegiatan penghijauan ini melibatkan personel Koramil 07/Selo serta dihadiri Kepala Resort Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGM), Kasi Trantib Kecamatan Selo, Bhabinkamtibmas Polsek Selo, relawan MMP/MMA, serta warga setempat yang turut berpartisipasi aktif.

Kapten Inf Wahib menyampaikan bahwa kegiatan penanaman pohon tersebut merupakan wujud kepedulian dan kontribusi nyata keluarga besar TNI dalam membantu pemerintah mengkampanyekan pentingnya penghijauan guna menjaga kelestarian lingkungan.

“Penghijauan ini sengaja kami laksanakan di daerah lereng pegunungan karena tanaman pohon keras memiliki akar yang kuat untuk menjaga stabilitas tanah, mencegah erosi, serta meminimalisir potensi longsor,” ungkap Danramil.

Ia menambahkan, pohon juga berfungsi sebagai bank air alami. Akar yang kuat dan luas mampu menyerap air hujan, meningkatkan infiltrasi air ke dalam tanah, serta mengatur siklus air sehingga ketersediaan air tanah dan mata air tetap stabil dan jernih.

“Selain menjaga keseimbangan ekosistem dengan menyediakan habitat alami bagi flora dan fauna, pohon juga berperan meningkatkan kualitas udara, menjadi pelindung dan peneduh alami, serta membantu mengurangi dampak pemanasan global,” lanjutnya.

Di akhir kegiatan, Danramil 07/Selo mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk turut peduli dan berperan aktif dalam menjaga serta melestarikan tanaman pohon yang telah ditanam.

“Mari kita rawat dan lestarikan lingkungan bersama, karena manfaatnya akan dirasakan oleh anak cucu kita sebagai generasi penerus di masa mendatang,” pungkas Kapten Inf Wahib.

(Agus Kemplu)

Selain Bantu Penyemprotan, Babinsa Ikut Pemantauan Hama Padi di Sawah Petani

0

Sragen, TelusuR.ID – Sebagai bentuk dukungan terhadap kesejahteraan petani, Serma Sugiyo Babinsa Desa Banyurip Koramil 09/Sambungmacan Kodim 0725/Sragen turut serta membantu kegiatan penyemprotan tanaman padi sekaligus melakukan pemantauan hama di area persawahan Dukuh Dayu Lor Desa Banyurip Kecamatan Sambungmacan Selasa (30/12/2025). Kegiatan ini dilakukan bersama petani guna memastikan tanaman padi tumbuh dengan baik dan terhindar dari serangan hama.

Selain membantu proses penyemprotan, Serma Sugiyo bersama petani dan pihak terkait mengamati kondisi tanaman padi, mulai dari pertumbuhan hingga potensi serangan hama seperti wereng, penggerek batang, dan hama lainnya. Pemantauan ini bertujuan untuk mendeteksi dini agarY penanganan dapat segera dilakukan sebelum menimbulkan kerugian yang lebih besar.

Sugiyo menyampaikan bahwa pendampingan kepada petani merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial, khususnya dalam mendukung sektor pertanian. Dengan turun langsung ke sawah, Ia dapat mengetahui kondisi riil di lapangan serta memberikan motivasi kepada petani agar tetap semangat dalam mengelola lahan pertanian.

Para petani di Desa Banyurip menyambut baik kehadiran Babinsa yang dinilai memberikan dukungan moril serta membantu mempercepat kegiatan di sawah. Sinergi antara Babinsa dan petani diharapkan mampu meningkatkan hasil panen dan menjaga stabilitas produksi padi.

(Agus Kemplu)

Bupati Warsubi Kukuhkan 13 Pejabat, Tekankan Penguatan Bapperida

0

JOMBANG, TELUSUR.ID – Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) menggelar upacara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan bagi sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di Ruang Rapat Swagata Pendopo Kabupaten Jombang, Selasa (30/12/2025) pagi.

Bupati Jombang, Warsubi S.H., M.Si., memimpin langsung prosesi pelantikan terhadap 13 orang pejabat yang terdiri dari:
3 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) (Pengukuhan kembali) yaitu,
1. Drs. MASDUQI ZAKARIA, M.Si. Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil
2. Drs. PURWAΝΤΟ, Μ.ΚΡ. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah
3. MUHAMMAD NASHRULLOH, S.E., M.Si.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah

8 Pejabat Manajerial lingkup Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) yaitu,
1. HARTONO, S.Sos., M.M. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah
2. NOER HAJATI, S.Si. Sekretaris pada Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah
3. MOKHAMAD RAKHMAT SUNENDAR, S.T., M.T. Kepala Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan pada Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah
4. MAY INDRA FATMAWATI, S.IP., M.Ε.
Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah pada Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah
5. YUNITA ISLAMIYAH, S.E., M.S.A. Kepala Bidang Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah pada Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah
6. DADANG NURDYANTO, S.E., M.S.E. Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam pada Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah
7. NOVI HASTUTI PURWITASARI, S.TP. Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian pada Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah
8. RATNA LUTFIYAH, S.AB. Kepala Sub Bagian Keuangan dan Aset pada Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah

2 Pejabat Fungsional yang dilantik,
1. EKO DANU WICAKSONO, S.Kep.Ners. Perawat Ahli Muda pada Rumah Sakit Umum Daerah Jombang
2. RIZA AGUS DWI IRWANTO, S.Kep.Ners. Perawat Ahli Muda pada Rumah Sakit Umum Daerah Jombang

Dalam sambutannya, Bupati Warsubi menegaskan bahwa pengukuhan kembali Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama ini merupakan amanat Pasal 133 PP Nomor 11 Tahun 2017. Regulasi tersebut mengatur bahwa jabatan pimpinan tinggi hanya dapat diduduki selama 5 tahun dan dapat diperpanjang berdasarkan evaluasi kinerja serta kebutuhan instansi.

“Pelantikan ini adalah penegasan komitmen kita untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang profesional, akuntabel, dan responsif. Semua dilakukan berdasarkan objektivitas, kompetensi, dan rekam jejak yang jelas,” ujar Warsubi.

Momentum ini juga menandai penguatan struktur Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) sesuai Perbup Jombang Nomor 119 Tahun 2023. Bupati berharap Bapperida tidak hanya menjadi unit administratif, melainkan motor penggerak pembangunan yang adaptif.

“Saya meminta Bapperida memastikan perencanaan pembangunan kita berbasis data dan berorientasi hasil (outcome oriented). Kita harus menjawab tantangan digitalisasi, ketahanan pangan, hingga penguatan inovasi daerah guna mewujudkan Jombang yang maju dan sejahtera untuk semua,” tambahnya.

Kepada para pejabat fungsional yang baru dilantik, Bupati berpesan agar mereka menjadi penggerak birokrasi modern. Beliau menekankan pentingnya profesionalitas sesuai keahlian masing-masing untuk meningkatkan kualitas layanan publik secara langsung.

Menutup arahannya, Bupati Warsubi mengajak seluruh pejabat yang dilantik untuk menjaga integritas dan etos kerja. “Jadilah pejabat yang kompeten, produktif, serta mampu menjadi penggerak peningkatan kualitas layanan dan inovasi,” pungkasnya.

Acara ini dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang Agus Purnomo, SH., M.Si., Asisten, dan Kepala Perangkat Daerah.

Komitmen Pemuda Lintas Agama Jatim Jaga Harmoni Sosial

0

SURABAYA, TELUSUR.ID – Forum Pemuda Lintas Agama Jawa Timur menggelar kegiatan silaturahmi dan dialog lintas iman bertema “Harmoni Dalam Kebersamaan” pada Senin malam, 29 Desember 2025, bertempat di Balai Paroki Santo Yakobus, Citraland, Surabaya.

Kegiatan yang dimulai pukul 19.00 WIB hingga selesai ini menjadi ruang dialog lintas organisasi kepemudaan untuk memperkuat harmoni, membangun jejaring positif, serta mendorong Jawa Timur yang lebih inklusif.

Forum ini mempertemukan para pemuda dari beragam latar belakang agama, keyakinan, dan organisasi kepemudaan. Dalam suasana dialog yang santai namun bermakna, para peserta berbagi ide, gagasan, dan pengalaman terkait peran strategis pemuda dalam menjaga kerukunan, menciptakan suasana inklusif, serta membangun kolaborasi nyata di tengah keberagaman.

Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan organisasi pemuda lintas agama dan lintas komunitas di Jawa Timur, di antaranya Ketua PW GP Ansor Jawa Timur, Ketua PW Pemuda Muhammadiyah Jawa Timur, Ketua Pemuda Katolik Jawa Timur, Ketua Pemuda Hindu Jawa Timur, Ketua DPD GAMKI Jawa Timur, Ketua GEMABUDHI Jawa Timur, Ketua Pemuda LDII Jawa Timur, pengurus PKC PMII Jawa Timur, serta perwakilan dari berbagai organisasi kepemudaan lainnya.

Forum Pemuda Lintas Agama Jawa Timur ini merupakan pertemuan kedua, setelah sebelumnya kegiatan serupa dilaksanakan pada tahun 2024 di Kantor PW GP Ansor Jawa Timur. Keberlanjutan forum ini menjadi bukti komitmen bersama pemuda lintas iman untuk terus menjaga ruang dialog dan kerja sama yang konstruktif.

Ketua PW GP Ansor Jawa Timur, Musaffa Safril, yang memandu jalannya acara, menyampaikan bahwa forum ini lahir dari kesadaran kolektif pemuda lintas agama untuk berkolaborasi menciptakan harmoni dalam keberagaman serta memupuk rasa solidaritas.

“Ini adalah wujud kesadaran kolektif teman-teman pemuda lintas agama untuk saling berkolaborasi. Harmoni dalam keberagaman tidak cukup hanya diserukan, tetapi harus dirawat melalui perjumpaan, dialog, dan kerja sama nyata,” ujar Musaffa Safril, Selasa (30/12) dikutip Telusur.id.

Sementara, Ketua Pemuda Katolik Jawa Timur menegaskan pentingnya ruang perjumpaan lintas iman sebagai fondasi persaudaraan sejati di kalangan pemuda.

“Ketika pemuda dari latar belakang yang berbeda mau duduk bersama dan saling mendengar, di situlah persaudaraan dan benih perdamaian benar-benar tumbuh,” ungkapnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua PW Pemuda Muhammadiyah Jawa Timur menyampaikan bahwa dialog lintas organisasi dan lintas iman merupakan langkah strategis untuk membangun kerja sama yang berkelanjutan.

“Dialog lintas iman membuka ruang saling memahami dan mengikis prasangka. Dari sinilah kolaborasi pemuda untuk kemajuan masyarakat dapat terus dibangun,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, Forum Pemuda Lintas Agama Jawa Timur meneguhkan komitmennya untuk terus menciptakan hubungan yang harmonis, membangun suasana inklusif, serta mendorong kolaborasi nyata antar pemuda demi terwujudnya kehidupan sosial yang rukun, damai, dan berkeadaban di Jawa Timur.

70 Persen CJH Jatim Sudah Melunasi, Komisi VIII DPR RI Tekankan Penguatan Manasik di Daerah

0

SURABAYA, TELUSUR.ID – Pelaksanaan Ibadah Haji tahun 2026 menjadi momentum penting bagi Indonesia. Untuk pertama kalinya, penyelenggaraan haji secara resmi berada di bawah koordinasi Kementerian Haji dan Umrah.

Perubahan struktur kelembagaan tersebut mendapat perhatian serius dari Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi Partai NasDem, Hj. Dini Rahmania.

Dini menilai, peralihan leading sector penyelenggaraan haji ke kementerian baru harus dibarengi dengan kesiapan teknis dan peningkatan kualitas pelayanan, terutama yang bersentuhan langsung dengan calon jemaah.

Komisi VIII DPR RI, kata dia, terus menjalankan fungsi pengawasan agar proses transisi tidak menimbulkan kendala di lapangan.

“Persiapan haji 2026 saat ini sudah memasuki tahap pelunasan biaya. Di Jawa Timur, sekitar 70 persen calon jemaah haji telah melakukan pelunasan. Pemerintah menargetkan seluruh proses pelunasan rampung sesuai batas waktu yang ditetapkan kementerian pada Januari,” ujar Dini, Selasa (30/12/2025).

Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Probolinggo itu juga mengungkapkan bahwa kesiapan akomodasi jemaah di Arab Saudi, termasuk pemondokan dan penginapan, telah mencapai sekitar 80 persen.

Hingga saat ini, menurutnya, tidak terdapat persoalan signifikan terkait fasilitas dasar yang akan digunakan jemaah.

Meski demikian, Dini menegaskan bahwa perhatian utama Komisi VIII DPR RI tertuju pada pelaksanaan manasik haji di daerah. Manasik dinilai menjadi faktor krusial agar calon jemaah memiliki pemahaman yang utuh mengenai tata cara ibadah haji, sehingga mampu melaksanakan rangkaian ibadah secara tertib dan mandiri.

“Kementerian Haji dan Umrah ini masih tergolong baru dan belum memiliki struktur SDM hingga tingkat daerah. Saat ini masih memanfaatkan SDM dari Kementerian Agama. Ini menjadi perhatian kami agar pelaksanaan manasik haji tetap berjalan optimal sampai ke daerah-daerah,” tegasnya.

Dini juga menyinggung wacana pembangunan Kampung Haji Indonesia di Arab Saudi yang dinilai berpotensi menekan biaya penyelenggaraan ibadah haji.

Komisi VIII DPR RI, lanjutnya, menyambut positif gagasan tersebut meskipun hingga kini masih dalam tahap perencanaan.

“Kami berharap ke depan, dengan adanya Kampung Haji, biaya penyelenggaraan ibadah haji dapat lebih efisien. Presiden juga menginginkan agar pelaksanaan haji dilakukan seefisien mungkin, sehingga beban biaya bagi jemaah dapat berkurang,” jelasnya.

Sebagai wakil rakyat yang membidangi urusan keagamaan, kesejahteraan sosial, dan penyelenggaraan haji, Dini menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pelaksanaan ibadah haji agar berlangsung aman, nyaman, dan berkeadilan.

Ia berharap, di bawah koordinasi Kementerian Haji dan Umrah, pelayanan haji Indonesia semakin profesional dan berorientasi pada kemaslahatan umat.

Ansor Karanggeneng Lamongan Gelar PKD 2025, Dorong Kader Patriot Ketahanan Pangan Berbasis Desa

0

LAMONGAN, TELUSUR.ID – Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PAC GP Ansor) Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan, menggelar Golden Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) Tahun 2025 dengan mengusung tema “Patriot Ketahanan Pangan”.

Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi kaderisasi Ansor dalam menjawab tantangan kemandirian ekonomi dan ketahanan pangan berbasis desa.

Kecamatan Karanggeneng yang dikenal sebagai wilayah agraris dengan potensi pertanian dan sumber daya lokal yang besar dinilai memiliki posisi strategis sebagai basis penguatan kader Patriot Ketahanan Pangan. Melalui PKD ini, kader Ansor didorong tidak hanya kuat secara ideologis dan organisatoris, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi desa.

Hadir sebagai narasumber utama, Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Patriot Ketahanan Pangan Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor (PW GP Ansor) Jawa Timur, H. Deni Prasetya, yang memberikan penguatan materi ketahanan pangan sebagai bagian integral dari kaderisasi kepemimpinan Ansor.

Pria yang akrab disapa Kaji Deni itu menegaskan bahwa program Patriot Ketahanan Pangan merupakan ikhtiar nyata GP Ansor dalam membangun kemandirian ekonomi kader melalui pengelolaan potensi lokal desa.

“Materi ini kami sampaikan sebagai upaya membangun kemandirian dan ketahanan pangan kader Ansor yang berangkat dari kekuatan desa dan sumber daya lokal. Kader Ansor harus menjadi bagian dari solusi atas persoalan pangan,” ujar Kaji Deni, Selasa (30/12).

Ia menjelaskan, konsep Patriot Ketahanan Pangan menempatkan kader Ansor sebagai petani militan, penggerak ekonomi desa, sekaligus penjaga stabilitas pangan nasional. Pendekatan yang digunakan meliputi penguatan produksi pertanian, pengembangan hilirisasi hasil tani, pengelolaan koperasi dan kelembagaan ekonomi, serta sinergi lintas sektor dengan pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia usaha.

Menurutnya, tantangan pangan ke depan tidak cukup dijawab dengan pendekatan seremonial. Diperlukan kader yang memiliki kapasitas, wawasan, dan keberanian untuk terjun langsung dalam rantai bisnis pangan.

“Sudah saatnya kader GP Ansor Jawa Timur tidak hanya hadir di lapangan, tetapi juga menguasai proses produksi, pengolahan, hingga menjadi pelaku usaha pangan yang mandiri dan berkelanjutan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua PAC GP Ansor Karanggeneng, Arif Hasan menyampaikan bahwa tema ketahanan pangan dipilih karena relevan dengan kondisi sosial dan ekonomi kader di tingkat desa.

“Sebagian besar kader kami hidup di wilayah pertanian. PKD ini kami rancang agar kader Ansor tidak tercerabut dari realitas desa, tetapi justru hadir sebagai motor penggerak ekonomi dan ketahanan pangan masyarakat,” ujarnya.

Melalui PKD 2025 ini, PAC GP Ansor Karanggeneng berharap lahir kader-kader pemimpin muda yang tidak hanya matang secara ideologis dan organisatoris, tetapi juga mampu membangun ekosistem ekonomi desa yang mandiri, produktif, dan berdaya saing. PKD ini diharapkan menjadi titik awal lahirnya kader Patriot Ketahanan Pangan yang berkontribusi nyata dalam memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus nasional.

Kolaborasi Kapolres dan BRI Cabang Jombang Salurkan Bantuan TJSL Berupa Mesin Pengering Jagung ke Petani

0

JOMBANG, TELUSUR.ID – Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan, S.H., S.I.K., CPHR berkolaborasi dengan BRI cabang Jombang menyalurkan bantuan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dari Bank BRI Cabang Jombang berupa 5 (lima) unit mesin pengering jagung (dryer) kepada para petani bertempat di lapangan Polres Jombang, Senin (29/12/2025).

Bantuan tersebut merupakan bentuk dukungan Bank BRI terhadap program ketahanan pangan yang dijalankan Polres Jombang, khususnya pada sektor pertanian jagung. Lima unit mesin pengering jagung dan padi tersebut langsung diserahkan kepada kepala desa di lima wilayah rayon Kabupaten Jombang, yakni Desa Keras Kecamatan Diwek (Rayon Kota), Desa Mayangan Kecamatan Jogoroto (Rayon Timur), Desa Gempol Legundi Kecamatan Gudo (Rayon Barat), Desa Pengampon Kecamatan Kabuh (Rayon Utara), serta Desa Banyuarang Kecamatan Ngoro (Rayon Selatan).

Semoga bisa memberikan manfaat bagi para Gapoktan di Desa Kecamatan se-Kabupaten Jombang.

 

Dalam sambutannya, Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada pimpinan Bank BRI Cabang Jombang beserta seluruh jajaran atas dukungan dan sinergi yang telah terjalin dengan Polres Jombang.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada pimpinan Bank BRI Cabang Jombang beserta staf atas bantuan TJSL berupa lima unit mesin pengering jagung yang sangat bermanfaat dalam mendukung program ketahanan pangan, khususnya lahan jagung di Kabupaten Jombang,” ujar Kapolres.

Kapolres menegaskan bahwa bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa penerima, sekaligus menjadi bagian dari implementasi Program Asta Cita Polri dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Ia juga mendoakan agar niat baik pimpinan dan direksi Bank BRI mendapat keberkahan dari Allah SWT, serta Bank BRI senantiasa diberikan kelancaran dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kapolres turut menyampaikan bahwa Bank BRI selama ini telah menjadi mitra strategis Polri, termasuk dalam pengelolaan gaji dan remunerasi anggota Polres Jombang, sejalan dengan jargon “BRI Melayani Setulus Hati”.

Pada kesempatan tersebut, AKBP Ardi Kurniawan juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota Polres Jombang yang telah bekerja maksimal sehingga kegiatan penyerahan bantuan dapat berjalan dengan lancar dan tertib.

“Semoga apa yang telah kita laksanakan bersama ini bernilai ibadah, dan semoga Allah SWT senantiasa memberikan bimbingan serta petunjuk-Nya kepada kita semua dalam mengabdikan diri kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” pungkasnya.

Menko PM RI Luncurkan Program Miskin Ekstrem Pasti Kerja, Gandeng SPPG Entas Kemiskinan

0

JOMBANG, TELUSUR.ID – Upaya menekan kemiskinan ekstrem ditengah masyarakat, Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementrian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat meluncurkan program “Miskin Ekstrem Pasti Kerja”.

Program kolaboratif yang menggandeng SPPG dalam suksesi program prioritas nasional makan bergizi gratis tersebut pertama kalinya dilaunching di Desa Badang, Ngoro, Jombang. Sekaligus menandai diresmikannya Sentra Penyediaan Pangan Gizi (SPPG) Badang.

Dalam sambutannya, mewakili Menteri Kordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, Deputi Bidang Peningkatan Kesejahteraan Sosial, Prof. Dr. Ir. Nunung Nuryartono M.Si menekankan program ini dapat menjadi motor penggerak pemberdayaan ekonomi masyarakat desa, khususnya kelompok miskin ekstrem usia produktif.

Menurutnya, SPPG tidak hanya berfungsi sebagai penyedia makanan bergizi bagi pelajar, namun juga sebagai bagian dari ekosistem ekonomi lokal dan menjadi ruang pemberdayaan masyarakat.

“Mulai dari pengadaan bahan baku, proses memasak, hingga distribusi, semuanya melibatkan masyarakat sekitar dan menggerakkan ekonomi lokal,” ujar Nunung, Senin (29/12).

Kata dia, model SPPG yang telah berjalan di Jombang, menjadi contoh praktik baik yang layak direplikasi di daerah lain.

Ia menuturkan setiap pekerja yang direkrut berasal dari kelompok desil terbawah dan terlebih dahulu mengikuti pelatihan keterampilan sebelum terjun bekerja.

“Mereka dilatih agar paham sistem kerja, higienitas, dan tugas masing-masing. Setelah siap, baru masuk ke SPPG,” bebernya.

Dia menyebut, jika satu SPPG mempekerjakan 30 orang dan 30-40 persennya berasal dari kelompok miskin ekstrem, maka efeknya terhadap pengurangan kemiskinan sangat besar.

“Para pekerja yang telah lolos pelatihan akan menerima penghasilan sekitar Rp2 juta per bulan, angka tersebut jauh melampaui garis kemiskinan ekstrem,” terangnya.

Ia menambahkan, pelatihan dilakukan langsung di lokasi SPPG dengan melibatkan lintas sektor, mulai dari Kementerian Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Ketenagakerjaan, hingga Kemenko Pemberdayaan Masyarakat.

Selain keterampilan, peserta juga dibekali motivasi kerja agar memiliki kesiapan mental dan komitmen jangka panjang.

“Bantuan sosial itu hanya penopang sementara. Tujuan akhirnya adalah bekerja dan mandiri,” ungkapnya melanjutkan.

Nunung menilai, kemiskinan ekstrem di Jombang saat ini berada sekitar 0,4 persen atau setara 5.100 orang. Dengan asumsi 300 peserta yang telah dilatih dan siap bekerja, pemerintah optimistis angka tersebut dapat ditekan hingga mendekati nol.

Ia juga mengapresiasi sinergi Pemerintah Jombang dan seluruh pemangku kepentingan yang dinilai berhasil membangun ekosistem SPPG secara utuh, termasuk keterlibatan petani dan pedagang lokal sebagai penyedia bahan baku.

Program Miskin Ekstrem Pasti Kerja ditargetkan mampu membuka akses kerja bagi sedikitnya 10 ribu warga miskin ekstrem dan akan terus diperluas ke berbagai wilayah di Indonesia hingga target kemiskinan ekstrem nol persen tercapai.

“Jombang bukan hanya contoh pelatihan, tapi contoh ekosistem pemberdayaan yang berjalan. Ini yang ingin kami dorong secara nasional,” katanya.

Sementara, Wakil Bupati Jombang Salmanudin Yazid mengatakan bahwa pemerintah daerah terbuka dan selalu bersinergi guna menciptakan iklim ekosistem ekonomi yang sehat.

“Kami dari Pemerintah Daerah sangat berterima kasih, karena Kabupaten Jombang menjadi pilot project dan menjadi percontohan nasional,” tuturnya.

Ia juga berharap langkah dan suksesi program “Miskin Ekstrem Pasti Kerja” menjadi awal yang baik bagi masyarakat di Kabupaten Jombang.

Disisi lain, Sefi Andari Mufida, Mitra SPPG Badang 1, mengucap syukur atas berjalannya program yang dinilai mampu membantu warga yang sebelumnya kesulitan memperoleh pekerjaan.

“Alhamdulillah, saya merasa sangat senang karena saudara-saudara kita yang sebelumnya kesulitan pekerjaan sekarang bisa mendapatkan pekerjaan. Ini menjadi hal yang bermanfaat bagi mereka,” ujarnya.

Hingga saat ini, jelas dia, terdapat 47 orang yang telah terserap bekerja di SPPG nya. Seluruh tenaga kerja tersebut berasal dari warga sekitar Desa Badang dan sekitarnya.

Sefi menyebut, layanan yang dijalankan mencakup pemenuhan kebutuhan gizi bagi sekolah, mulai dari jenjang TK, SMP, hingga SMA dan penerima manfaat lain yang terdiri dari ibu hamil, balita, serta kelompok rentan lainnya yang berada dalam kategori B3.

Dia juga mengaku SPPG serentak dimulai kembali nanti pada tanggal 8 Januari. “Untuk pelaksanaan distribusi dan operasional penuh, SPPG direncanakan mulai berjalan pada 8 Januari mendatang,” jelasnya.

Terkait pelayanan agar tak bermasalah di kemudian hari, ia menuturkan pihaknya siap memberikan pelayanan terbaik dan sesuai standar mulai proses pengolahan, hingga kontrol setelah pengiriman.

“Selain itu, kami juga menjalin kerja sama dengan relawan dan berbagai pihak agar pelaksanaan program berjalan aman dan sesuai standar,” pungkasnya.

Harumkan Jombang : Bupati Warsubi Beri Reward 3 Siswa Hebat Peraih Juara Nasional 2025

0

JOMBANG, TELUSUR.ID – Suasana haru dan bangga menyelimuti Ruang Swagata Pendopo Kabupaten Jombang pada Senin (29/12) pagi. Bupati Jombang, Warsubi S.H., M.Si., resmi memberikan apresiasi kepada para siswa berprestasi bidang olahraga dan seni yang telah mengharumkan nama daerah di kancah nasional.

Momentum ini sebagai bentuk rasa syukur dan ungkapan terima kasih atas dedikasi putra-putri terbaik Jombang dalam ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) dan Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tahun 2025.

Dalam arahannya, Bupati Warsubi yang didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang Dra. Wor Windari M.Si tidak mampu menyembunyikan rasa bangganya. Beliau memotivasi para atlet dan seniman cilik kebanggaan.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Jombang, saya sampaikan ucapan selamat sekaligus rasa bangga yang sebesar-besarnya. Kalian bukan hanya juara, tapi kalian adalah bukti bahwa anak-anak Jombang mampu bersaing dan menang di tingkat nasional,” ujar Bupati dengan nada penuh haru dan bangga.

Bupati Warsubi juga menekankan bahwa prestasi ini tidak boleh menjadi titik henti. Beliau berharap raihan ini menjadi pijakan untuk melompat lebih tinggi, bahkan hingga ke tingkat internasional.

Bupati secara khusus memberikan penghormatan kepada para Kepala Sekolah, guru pembimbing, pelatih dan orang tua. Menurutnya, prestasi yang diraih para siswa adalah buah dari doa yang tak putus dan kerja keras yang luar biasa dari orang-orang terdekat.

“Terima kasih kepada bapak-ibu guru dan orang tua yang dengan penuh dedikasi membimbing dan mendoakan. Keberhasilan ini adalah kerja keras kolektif yang luar biasa,” tambahnya.

Menutup arahannya, Bupati menginstruksikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang untuk terus mengawal bakat-bakat muda ini. Bupati Warsubi tidak ingin potensi besar ini redup setelah kompetisi berakhir. Harus ada pembinaan berkelanjutan, ada regenerasi agar generasi muda Jombang tumbuh menjadi pribadi yang berilmu, sukses, dan berakhlak mulia.

Mereka yang menerima reward dari Bupati Jombang diantaranya Ghea Qumairah Prameswari Sekar Kinanthi (SDN Kepanjen 2), kecil kecil cabe rawit berhasil menyabet Juara 1 Nasional pada nomor Kata Perorangan Putri (O2SN).
Aura Azkadina Rahmadani (SMPN 1 Tembelang), Penulis muda berbakat yang sukses meraih Juara 1 Nasional dalam lomba Menulis Cerita (FLS3N).
Ayatullah Qurrotaa’yun Pamungkas (SMPN 2 Jombang), Juara 2 Nasional dalam lomba Mendongeng (FLS3N).

Pertemuan Bupati bersama para siswa berprestasi tingkat nasional di penghujung tahun ini menjadi kado terindah bagi Kabupaten Jombang. Bupati berharap, mereka tumbuh menjadi pribadi yang sukses, berilmu, dan tetap rendah hati.

Kasus Viral, Ra Ibong, Cicit Syaikhona Kholil Minta Tak Kaitkan Suku Madura

0
R. Imron Amin, cicit Pahlawan Nasional Syaikhona Kholil Bangkalan. foto: Ra Ibong for FJN.

SURABAYA, TELUSUR.ID – Anggota DPR RI Dapil Jawa Timur XI (Madura), R. Imron Amin menyampaikan keprihatinan atas ramainya pemberitaan dan perbincangan publik terkait sebuah kasus yang viral di Surabaya.

Cicit Pahlawan Nasional Syaikhona Kholil Bangkalan ini menekankan agar penanganan persoalan dilakukan secara adil dan proporsional, tanpa menyeret identitas kesukuan.

“Saya meminta dengan hormat, jangan membawa-bawa nama suku Madura dalam kasus apa pun. Warga Madura di mana pun berada selalu menjaga andhap asor (etika) sebagaimana yang diajarkan oleh para sesepuh dan nenek moyang kita,” ujar R. Imron Amin, Senin (29/12).

Politikus muda Gerindra yang akrab disapa Ra Ibong itu mengatakan, tindakan individu apa pun latar belakangnya tidak bisa dijadikan alasan untuk menggeneralisasi atau men-stigma kelompok tertentu.

Ia mengingatkan bahwa pelabelan berbasis suku berpotensi memperkeruh suasana, memicu prasangka, dan mengganggu harmoni sosial.

“Tolong jangan membawa nama Madura. Mari kita jaga bersama ketertiban dan kerukunan. Jangan dikaitkan dengan suku Madura, baik itu soal ormas maupun yang semacamnya. Biarkan proses berjalan sesuai hukum, dan mari kedepankan adab dalam menyikapi informasi,” tegasnya.

Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif versi Forkom Jurnalis Nahdliyin itu juga mengimbau masyarakat untuk bijak di media sosial dengan tidak menyebarkan ujaran kebencian, provokasi, atau konten yang mengarah pada stigma kesukuan.

“Mari kita fokus pada substansi penyelesaian masalah sesuai mekanisme yang berlaku, bukan memperluasnya menjadi konflik sosial,” pungkas Wakil Ketua MKD DPR RI tersebut.