Dari Ladang ke Pos TNI, Cara Satgas Yonif 645/GTY Menggerakkan Ekonomi Warga Eragayam

Bagikan :

MAMBERAMO TENGAH, TelusuR.ID — Di tengah bentang alam Papua Pegunungan, hasil kebun bukan sekadar komoditas. Bagi masyarakat Distrik Eragayam, Kabupaten Mamberamo Tengah, hasil bumi adalah sumber penghidupan yang menopang kehidupan keluarga.

Namun, menghasilkan panen tidak selalu berarti mudah menjualnya. Di wilayah pedalaman, akses pasar masih menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat.

Di tengah kondisi tersebut, personel Satgas Pamtas RI-PNG Kewilayahan Yonif 645/Gardatama Yudha (GTY) Pos Eragayam mengambil langkah sederhana dengan dampak yang langsung dirasakan masyarakat.

Selain menjalankan tugas pengamanan wilayah, para prajurit TNI turut mendorong perputaran ekonomi warga melalui program teritorial produktif. Salah satunya dengan membeli hasil kebun dan hasil bumi masyarakat secara langsung dengan harga yang layak.

Kegiatan yang dilakukan di Distrik Eragayam, Rabu (3/9/2026), itu dipimpin oleh Sertu Yogi Marcellino bersama personel Pos Eragayam.

Bagi para petani, kehadiran TNI sebagai pembeli hasil panen memberikan kepastian bahwa hasil kerja mereka di kebun memiliki pasar.

Langkah tersebut mungkin sederhana, tetapi memiliki arti penting bagi masyarakat di wilayah pedalaman. Hasil kebun yang sebelumnya harus menunggu pembeli kini dapat langsung dipasarkan, sehingga roda perekonomian masyarakat dapat terus bergerak.

Sertu Yogi Marcellino mengatakan kesejahteraan masyarakat memiliki hubungan erat dengan terciptanya stabilitas dan keamanan wilayah.

Menurutnya, tugas prajurit di tengah masyarakat tidak semata-mata berkaitan dengan aspek keamanan, tetapi juga bagaimana kehadiran mereka dapat memberikan manfaat nyata.

“Kehadiran kami di Eragayam bukan sekadar menjaga wilayah, melainkan menjadi bagian dari keluarga besar masyarakat di sini. Jika ekonomi warga kuat dan dapur mereka terus mengepul, rasa aman dan kedamaian akan tumbuh dengan sendirinya,” ujar Sertu Yogi.

Kepedulian tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat.

Warga menilai kehadiran Pos Eragayam telah memberikan manfaat yang lebih luas. Tidak hanya membeli hasil kebun masyarakat, personel Satgas juga turut berbagi pengetahuan mengenai pola bercocok tanam yang lebih produktif.

Pendampingan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat meningkatkan hasil pertanian sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi warga dalam jangka panjang.

Di sinilah pendekatan teritorial TNI menemukan maknanya.

Kedekatan antara prajurit dan masyarakat tidak hanya dibangun melalui pertemuan formal. Hubungan itu tumbuh dari aktivitas sehari-hari, dari kebun-kebun warga hingga interaksi sederhana yang menghadirkan rasa saling percaya.

Bagi Satgas Yonif 645/GTY, membantu menggerakkan perekonomian masyarakat menjadi bagian dari upaya membangun ketahanan wilayah dari tingkat paling dasar.

Ketika masyarakat memiliki kesempatan untuk berkembang dan memenuhi kebutuhan keluarganya, harapan akan kehidupan yang lebih baik pun ikut tumbuh.

Senyum para petani di Eragayam menjadi gambaran dari harapan tersebut.

Di wilayah pedalaman Papua Pegunungan, prajurit TNI tidak hanya hadir menjalankan tugas pengamanan. Mereka juga berupaya berjalan bersama masyarakat, membeli hasil kerja para petani dan membuka ruang bagi tumbuhnya kemandirian ekonomi.

Dari kebun-kebun sederhana di Eragayam, sebuah pesan tentang kebersamaan terus dibangun: bahwa menjaga negeri juga dapat dilakukan dengan memastikan roda kehidupan masyarakat tetap bergerak.

Sumber: Pen Yonif 645/GTY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *