SUKOHARJO, TelusuR.ID — Seragam loreng bukan sekadar simbol tugas pertahanan. Di tengah kehidupan masyarakat, TNI juga dituntut membangun komunikasi dan merawat kedekatan dengan berbagai elemen.
Semangat itulah yang dibawa Komandan Yonif TP 449/SH Kabupaten Sukoharjo, Mayor Inf Edy Riwanto, S.T.Han., S.I.P., saat bersilaturahmi dengan sejumlah tokoh agama di Kabupaten Sukoharjo, Rabu (2/9/2026).
Didampingi jajaran staf, Mayor Inf Edy mengunjungi Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sukoharjo, H. Djumari, S.Ag., M.Si., serta Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Sukoharjo, H. Khomsun Nur Arif, S.Ag.
Kunjungan tersebut bukan sekadar agenda perkenalan. Kehadiran Danyonif TP 449/SH menjadi langkah awal untuk membangun kemitraan dan memperkuat sinergi antara TNI dengan para tokoh agama serta masyarakat di Kabupaten Sukoharjo.

Mayor Inf Edy Riwanto mengatakan silaturahmi tersebut penting dilakukan, terlebih Yonif TP 449/SH merupakan satuan yang baru hadir di wilayah Kabupaten Sukoharjo.
Menurutnya, kehadiran satuan TNI harus mampu memberikan manfaat dan membangun hubungan yang harmonis dengan seluruh komponen masyarakat.
“Silaturahmi ini merupakan kunjungan perkenalan kami sebagai Danyon TP 449/SH. Kami adalah satuan baru di Kabupaten Sukoharjo. Semoga kehadiran kami dapat diterima dengan baik dan bisa bersinergi dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan,” ujar Mayor Inf Edy.
Bagi TNI, komunikasi dengan tokoh agama memiliki arti penting. Selain menjadi jembatan untuk mengenal kondisi masyarakat secara lebih dekat, hubungan yang baik juga dapat memperkuat persatuan dan menciptakan lingkungan yang aman serta kondusif.
Ketua PDM Kabupaten Sukoharjo, H. Djumari, menyambut hangat kunjungan tersebut. Ia menilai hubungan yang baik antara ulama dan TNI merupakan bagian penting dalam menjaga kehidupan masyarakat yang harmonis.
“Kami mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada Danyonif TP 449/SH yang telah berkenan berkunjung. Semoga silaturahmi ini dapat terus terjalin dengan baik. Hubungan yang baik antara ulama dan TNI sangat penting untuk bersama-sama menjaga dan memajukan Kabupaten Sukoharjo,” kata H. Djumari.

Sambutan serupa disampaikan Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Sukoharjo, H. Khomsun Nur Arif.
Ia menyatakan PCNU Sukoharjo terbuka untuk membangun sinergi dengan Yonif TP 449/SH, khususnya dalam berbagai kegiatan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.
“Kami siap bersinergi dengan Yonif TP 449/SH dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan. Semoga kehadiran Yonif TP 449/SH dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dan Kabupaten Sukoharjo,” ujarnya.
Pertemuan dengan dua organisasi keagamaan besar tersebut menjadi gambaran bahwa membangun daerah membutuhkan keterlibatan banyak pihak.
TNI, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat memiliki ruang untuk berjalan bersama, terutama dalam menjaga persatuan serta memperkuat kepedulian sosial.
Bagi Yonif TP 449/SH, silaturahmi ini menjadi pintu awal untuk mengenalkan diri sekaligus membangun kepercayaan di tengah masyarakat Sukoharjo.
Sebab, kekuatan sebuah wilayah tidak hanya ditentukan oleh kesiapan aparat dalam menjalankan tugasnya, tetapi juga oleh kuatnya hubungan, komunikasi, dan rasa saling percaya di antara seluruh elemen masyarakat.
(Agus Kemplu)