Tak Sekadar Belajar Agama, Santriwati Yatim-Dhuafa di Sidoarjo Dilatih Berani Bicara di Depan Publik

Bagikan :

SIDOARJO,Telusur.ID – Tangan kecil itu sempat terlihat tegang. Namun, di hadapan pembina dan teman-temannya, seorang santriwati Pondok Prestasi Riyadhul Jannah Sidoarjo tetap berdiri dan mulai berbicara dalam bahasa Inggris.

Materi yang dibawakan terdengar sederhana: “My Favorite White Milk.”

Tetapi bagi santriwati yatim dan dhuafa yang mengikuti kegiatan tersebut, keberanian untuk berdiri di depan orang lain dan menyampaikan gagasan justru menjadi bagian penting dari proses pendidikan.

Momen itu menjadi salah satu bagian dari Ujian Presentasi dan Pembinaan Potensi Santriwati yang digelar Pondok Prestasi Riyadhul Jannah, Sidoarjo.

Di tempat itu, ujian tidak semata-mata dimaknai sebagai proses mengukur kemampuan akademik. Para santriwati juga didorong untuk berani berbicara, mengembangkan kreativitas, membangun kepercayaan diri dan belajar bertanggung jawab atas apa yang mereka sampaikan.

Bagi sebagian anak, tampil di depan banyak orang mungkin merupakan hal biasa. Namun bagi anak-anak yang sedang bertumbuh dalam lingkungan pondok, kesempatan semacam itu dapat menjadi langkah kecil untuk membangun keberanian menghadapi masa depan.

Dari Ruang Kelas Menuju Kehidupan

Pendidikan yang diterapkan Pondok Prestasi Riyadhul Jannah tidak hanya berorientasi pada kemampuan menghafal atau memahami materi pelajaran.

Para santriwati juga mendapatkan pembinaan karakter yang menyentuh persoalan kehidupan sehari-hari. Mereka diajak memahami hubungan antara ilmu, adab, tanggung jawab dan keimanan.

Para pembina juga memberikan motivasi mengenai pentingnya pendidikan bagi perempuan muslimah. Santriwati diarahkan agar kelak mampu menjadi pribadi yang mandiri, berakhlak dan memiliki peran positif di tengah keluarga maupun masyarakat.

Pimpinan Pondok Prestasi Riyadhul Jannah Sidoarjo, Ust Ilman Aji, mengatakan proses pendidikan tersebut memang dirancang untuk membangun santriwati secara utuh.

“Kami ingin santriwati tidak hanya pintar dalam pelajaran, tetapi juga memiliki iman yang kokoh, karakter yang baik, keberanian untuk tampil, serta kemampuan mengembangkan potensi dan kreativitasnya,” ujar Ilman.

Menurut dia, pendidikan yang diterima para santriwati diharapkan tidak berhenti ketika mereka meninggalkan bangku pendidikan.

“Pondok ini hadir untuk menyiapkan calon wanita shalihah yang kelak siap mendidik keluarganya sesuai tuntunan Islam dan menjadi pribadi yang bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

Ketika Keberanian Mendapat Apresiasi

Suasana kegiatan semakin hangat ketika pondok memberikan penghargaan kepada santriwati yang dinilai menunjukkan usaha, keberanian dan perkembangan terbaik selama mengikuti proses pembelajaran.

Hadiah yang diberikan bukan sekadar penghargaan atas hasil akhir. Ada pesan yang ingin ditanamkan: setiap proses belajar layak dihargai.

Santriwati yang sebelumnya mungkin masih ragu berbicara di depan orang lain mendapat ruang untuk melihat bahwa keberanian mereka memiliki arti.

Bagi anak-anak yatim dan dhuafa, dukungan semacam itu menjadi bagian penting dari perjalanan pendidikan mereka. Bukan hanya untuk mengejar prestasi, tetapi juga untuk membangun keyakinan bahwa mereka memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh dan meraih masa depan.

Pondok Prestasi Riyadhul Jannah selama ini memberikan perhatian terhadap pendidikan santriwati dari kalangan yatim dan dhuafa dengan pendekatan yang memadukan pendidikan, pembinaan karakter dan nilai-nilai Islam.

Lingkungan tersebut diharapkan menjadi ruang yang aman bagi para santriwati untuk belajar, mencoba, melakukan kesalahan, kemudian kembali bangkit dan mencoba lagi.

Mengikuti Perkembangan Santriwati di Era Digital

Di tengah perkembangan teknologi, aktivitas pendidikan dan keseharian santriwati juga mulai diperkenalkan melalui media sosial.

Platform digital dimanfaatkan sebagai sarana dokumentasi sekaligus media edukasi dan dakwah agar berbagai kegiatan positif para santriwati dapat diketahui masyarakat lebih luas.

Aktivitas Pondok Prestasi Riyadhul Jannah Sidoarjo dapat diikuti melalui akun TikTok resmi @riyadhuljannah.sidoarjo.

Pada akhirnya, ujian presentasi tersebut bukan hanya tentang siapa yang paling lancar berbicara atau mendapatkan nilai terbaik.

Ada proses yang jauh lebih panjang di baliknya: belajar percaya diri, belajar bertanggung jawab, belajar menghargai ilmu dan belajar berani menghadapi dunia.

Bagi para santriwati Riyadhul Jannah, sebuah presentasi sederhana mungkin hanya berlangsung beberapa menit.

Namun, keberanian untuk berdiri dan berbicara hari ini bisa menjadi bekal penting untuk perjalanan mereka bertahun-tahun ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *