JOMBANG,TelusuR.ID — Di tengah gempuran kuliner kekinian, makanan sederhana berbahan jagung justru kembali mencuri perhatian. Nasi ampok jagung dan nasi lodeh Bu Endang di Kabupaten Jombang menjadi salah satu kuliner yang ramai diperbincangkan karena menawarkan rasa khas masakan rumahan dengan harga yang bersahabat.
Berlokasi di Dusun Kabunan RT 08/RW 02, Desa Kebontemu, Kecamatan Peterongan, Jombang, warung yang dikenal dengan nama Dapur Budhe itu menyajikan menu tradisional yang mungkin mengingatkan banyak orang pada meja makan di rumah.
Menu andalannya adalah nasi ampok. Nasi berbahan jagung tersebut disajikan bersama urap sayur, balado terong, dan peyek klotok. Perpaduan sederhana itu justru menjadi daya tarik tersendiri.
Ampok jagung memiliki karakter rasa yang berbeda dari nasi putih. Teksturnya khas, sementara aroma jagung berpadu dengan gurihnya urap, pedasnya balado terong, serta renyahnya peyek klotok.
Bagi pencinta kuliner tradisional, sajian ini bukan sekadar makanan pengganjal perut. Ada cerita tentang makanan rakyat yang dulu akrab di meja makan keluarga, tetapi kini mulai kembali dicari.
Nasi Lodeh, Menu Sederhana yang Sulit Dilupakan
Selain nasi ampok, Bu Endang juga menawarkan nasi lodeh yang tak kalah menggoda.
Seporsi nasi disandingkan dengan sayur lodeh, cecek pedas, dan peyek klotok. Kuah lodeh yang gurih berpadu dengan sensasi pedas cecek serta tekstur renyah peyek.
Karakter masakannya terasa dekat dengan dapur rumah: tidak berlebihan, tetapi kaya rasa.
Justru kesederhanaan itulah yang menjadi kekuatan Dapur Budhe. Pengunjung tidak hanya datang untuk makan, tetapi juga mencari kembali rasa yang mungkin sudah lama tidak mereka temukan.
“Makanan tradisional itu tidak pernah benar-benar hilang. Kadang hanya menunggu untuk kembali dikenalkan,” demikian gambaran yang terasa dari sajian Bu Endang.
Cuma Rp7 Ribu, Sudah Bisa Menikmati Nasi Ampok
Yang membuat kuliner ini semakin menarik adalah harganya.
Dalam promo yang ditawarkan Dapur Budhe, nasi ampok maupun nasi lodeh dibanderol mulai Rp7 ribu. Harga tersebut membuat kuliner tradisional ini cukup ramah untuk berbagai kalangan.
Bukan hanya soal murah. Dengan harga tersebut, pengunjung bisa menikmati satu paket makanan yang lengkap dengan lauk pendamping khas masakan Jawa.
Ada pula promo khusus bagi pengunjung yang makan di tempat.
Pada 30, 31 Agustus dan 1 September, pengunjung yang makan di tempat mendapatkan es teh atau teh hangat secara gratis. Jam operasional yang tercantum dalam promo berlangsung mulai pukul 06.00 hingga 21.00 WIB.
Promo tersebut menjadi momentum menarik bagi warga Jombang maupun mereka yang sedang berkunjung ke wilayah Peterongan untuk mencicipi langsung menu tradisional Bu Endang.
Bukan Sekadar Kuliner, tetapi Merawat Rasa Lama
Fenomena nasi ampok Bu Endang memperlihatkan bahwa kuliner tradisional masih memiliki ruang di tengah perubahan selera masyarakat.
Jagung yang dulu identik dengan makanan sederhana masyarakat pedesaan kini justru bisa tampil sebagai menu kuliner yang dicari. Ketika dikemas dengan sajian yang menarik dan harga terjangkau, makanan tradisional mampu kembali menemukan penggemarnya.
Di sinilah kekuatan Dapur Budhe Bu Endang. Ia tidak mencoba mengubah makanan tradisional menjadi sesuatu yang asing. Sebaliknya, rasa kampung dipertahankan dan disajikan apa adanya.
Sederhana, hangat, dan mengenyangkan.
Bagi mereka yang penasaran dengan sensasi nasi ampok jagung khas Bu Endang, lokasinya berada di Dusun Kabunan RT 08/RW 02, Desa Kebontemu, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang.
Di tengah banyaknya pilihan kuliner modern, sepiring nasi ampok dengan urap, balado terong, dan peyek klotok seolah mengingatkan satu hal: kuliner yang lahir dari dapur sederhana pun bisa menjadi cerita besar ketika rasanya mampu membawa orang pulang pada kenangan.
Dapur Budhe Bu Endang — murah, sederhana, tetapi punya rasa yang sulit dilupakan.