Babinsa Joyotakan Ajak Warga Hidupkan Gotong Royong, Lingkungan Dibersihkan Bersama

Bagikan :

SURAKARTA, TelusuR.ID — Minggu pagi biasanya menjadi waktu untuk beristirahat. Namun, bagi Babinsa Joyotakan Koramil 03 Serengan, Kodim 0735 Surakarta, waktu tersebut justru dimanfaatkan untuk turun langsung bersama warga membersihkan lingkungan.

Babinsa Joyotakan Serka Sudiyono bersama Serma Abdullah Rumbawa, Linmas, dan warga bergotong royong membersihkan lingkungan di Jalan Rebab RT 02/RW 02, Kelurahan Joyotakan, Kecamatan Serengan, Kota Surakarta, Minggu (30/8/2026).

Sejak pukul 07.00 WIB, warga dan aparat kewilayahan mulai bekerja membersihkan sejumlah bagian lingkungan yang dinilai perlu ditata. Pohon-pohon di sekitar permukiman dirapikan, rumput liar dipangkas, dan area di sekitar perumahan warga dibersihkan.

Serka Sudiyono mengatakan, kerja bakti tersebut bukan semata-mata kegiatan membersihkan lingkungan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk membangun kebersamaan antara aparat kewilayahan dan masyarakat.

“Ini bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekaligus untuk mempererat kebersamaan dengan masyarakat,” kata Sudiyono.

Menurut dia, kebersihan lingkungan tidak bisa hanya mengandalkan aparat atau pemerintah. Kesadaran dan keterlibatan warga menjadi bagian penting agar lingkungan tetap nyaman dan sehat.

Karena itu, kehadiran Babinsa di tengah masyarakat diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Interaksi langsung melalui kerja bakti menjadi salah satu cara membangun kedekatan sekaligus menjaga semangat gotong royong di tingkat lingkungan.

Dalam kegiatan tersebut, warga pun tampak antusias. Mereka berbagi tugas membersihkan dan merapikan lingkungan sekitar tempat tinggal.

Sudiyono mengapresiasi partisipasi warga yang ikut turun tangan sejak pagi. Ia berharap semangat tersebut terus dijaga, bukan hanya ketika ada kegiatan kerja bakti, tetapi juga dalam keseharian.

“Kebersihan dan kekompakan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Mari kita jaga lingkungan masing-masing agar tetap bersih, nyaman, dan aman,” ujarnya.

Bagi warga Joyotakan, kerja bakti itu menjadi pengingat sederhana bahwa menjaga lingkungan bukan pekerjaan satu atau dua orang. Ketika warga dan aparat bergerak bersama, pekerjaan yang berat pun terasa lebih ringan.

(Agus Kemplu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *