JOMBANG, Telusur.ID — Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang tak hanya menjadi forum konsolidasi organisasi. Kehadiran ribuan muktamirin dan penggembira juga menggerakkan aktivitas ekonomi warga, terutama pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang membuka lapak di area bazar muktamar.
Geliat itu terlihat Jumat siang (28/8/2026), ketika ratusan kader Perempuan Bangsa DPC PKB Jombang mendatangi sejumlah stan UMKM dan berbelanja produk yang dijajakan para pelaku usaha.
Makanan, minuman, produk olahan, kerajinan, hingga berbagai produk UMKM lainnya diborong para kader. Aktivitas tersebut membuat suasana bazar yang sebelumnya relatif lengang menjadi lebih ramai.
Bagi para pedagang, kedatangan rombongan tersebut bukan sekadar menambah jumlah pengunjung. Transaksi yang terjadi langsung menjadi pemasukan bagi usaha mereka.
“Gerakan belanja UMKM di stan bazar Muktamar NU ini merupakan bentuk dukungan nyata kepada pelaku usaha kecil,” kata Ketua DPC PKB Jombang Anas Burhani.
Menurut Anas, momentum Muktamar NU seharusnya tidak hanya dirasakan oleh peserta yang mengikuti forum organisasi. Masyarakat dan pelaku usaha di sekitar lokasi kegiatan juga perlu memperoleh manfaat ekonomi.
“Jangan sampai UMKM hanya menjadi pelengkap dalam kegiatan besar. Justru mereka harus mendapatkan manfaat ekonomi dari momentum Muktamar ini,” ujarnya.
Bagi pelaku UMKM, manfaat tersebut tidak selalu harus datang dalam bentuk program atau bantuan berskala besar.
Satu pembelian bisa berarti tambahan omzet. Bagi usaha rumahan, produk yang terjual berarti modal untuk kembali membeli bahan baku dan melanjutkan produksi.

Karena itu, gerakan belanja yang dilakukan Perempuan Bangsa menjadi bentuk dukungan yang sederhana sekaligus langsung. Uang yang dibelanjakan berpindah dari konsumen kepada pedagang dan kemudian kembali berputar untuk memenuhi kebutuhan produksi maupun rumah tangga.
Muktamar NU dengan ribuan peserta memang menciptakan pasar sementara bagi pelaku UMKM. Namun, peluang tersebut hanya akan menjadi manfaat ekonomi jika pengunjung benar-benar berbelanja dan produk lokal mendapat ruang untuk dipasarkan.
Di tengah agenda organisasi yang berlangsung padat, aktivitas di area bazar memperlihatkan sisi lain dari Muktamar NU. Perhelatan besar tidak hanya menghasilkan keputusan organisasi, tetapi juga menciptakan pergerakan ekonomi di sekitarnya.
Bagi pedagang kecil, berkah muktamar pada akhirnya bisa sesederhana satu produk yang terjual, satu transaksi yang tercatat, dan tambahan uang yang bisa dibawa pulang untuk keluarga.
Di situlah dampak sebuah perhelatan besar terasa secara langsung: bukan hanya di ruang sidang, tetapi juga di lapak-lapak kecil tempat warga menggantungkan penghidupan. (din)