JOMBANG — Politik tidak cukup hanya hadir ketika baliho mulai memenuhi jalan dan suara pemilih mulai diburu. Bagi Mustasyar DPC PKB Jombang, Mas’ud Zuremi, ada sesuatu yang jauh lebih penting untuk dijaga: ingatan terhadap perjuangan para kiai yang menjadi bagian dari sejarah bangsa dan perjalanan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Pesan itu disampaikan Mas’ud Zuremi saat Musyawarah Anak Cabang (Muscancab) DPAC PKB Kecamatan Sumobito, Jombang, Minggu (9/8/2026).
Di hadapan kader partai, Mas’ud mengingatkan agar PKB tidak hanya kuat di atas kertas atau ramai ketika mendekati pemilu. Menurutnya, kekuatan partai justru harus dibangun dari bawah melalui silaturahmi, konsolidasi, serta kedekatan yang terus dirawat dengan masyarakat.
“Jangan sampai kader hanya muncul ketika menjelang pemilu. Silaturahmi harus terus dibangun, dari tingkat ranting sampai kecamatan. Ini penting untuk membangun kesadaran politik kader dan masyarakat,” ujar Mas’ud.
Jangan Putus dari Perjuangan Para Kiai
Mas’ud menilai perjalanan PKB tidak dapat dilepaskan dari perjuangan para kiai. Karena itu, kader tidak cukup hanya memahami struktur dan agenda politik partai, tetapi juga harus mengetahui nilai perjuangan yang menjadi akar berdirinya PKB.
Menurut dia, warisan perjuangan tersebut harus diteruskan melalui kerja politik yang mampu menjawab perubahan zaman.
Salah satu kuncinya adalah regenerasi.
Mas’ud menilai generasi muda harus mulai disiapkan sejak sekarang. Mereka perlu diberi ruang untuk belajar, dibimbing, sekaligus dipercaya agar mampu mengambil estafet kepemimpinan ketika waktunya tiba.
“Generasi muda harus dibimbing dan disiapkan. Jangan hanya berpikir untuk hari ini, tetapi bagaimana menyiapkan masa depan yang lebih baik,” tegasnya.
Bagi Mas’ud, regenerasi tidak boleh dimaknai sebatas mengganti nama dalam susunan kepengurusan. Lebih dari itu, regenerasi merupakan proses membentuk kader yang memiliki kualitas, karakter, loyalitas, serta pemahaman politik yang kuat.
Sebab tanpa kaderisasi, sebuah partai bisa tetap memiliki struktur, tetapi kehilangan roh perjuangannya.
Kaderisasi Dimulai dari Ranting
Karena itu, Mas’ud meminta konsolidasi tidak berhenti di tingkat elite partai. Ranting dan DPAC harus menjadi ruang pembinaan sekaligus tempat kader membangun komunikasi langsung dengan masyarakat.
Menurut dia, kedekatan tersebut tidak boleh bersifat musiman.
Partai harus hadir ketika masyarakat membutuhkan ruang dialog, bukan hanya ketika membutuhkan suara dalam pemilu.
“Kalau silaturahmi kuat, kader akan merasa memiliki. Kalau kader merasa memiliki, perjuangan akan terus berjalan,” ujarnya.
Pesan tersebut menjadi salah satu poin penting dalam Muscancab DPAC PKB Sumobito. Forum konsolidasi itu bukan sekadar membahas struktur organisasi, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat fondasi regenerasi kepemimpinan PKB dari tingkat bawah.
Mas’ud berharap Muscancab tidak berakhir sebatas pergantian atau penyusunan kepengurusan. Ia ingin forum tersebut menjadi titik awal untuk melahirkan gerakan politik yang lebih solid, dekat dengan masyarakat, dan tetap berpijak pada nilai-nilai perjuangan para kiai.
Pada akhirnya, pesan Mas’ud sederhana tetapi keras: kader boleh berganti, zaman boleh berubah, tetapi jangan sampai perjuangan para kiai ikut hilang dari ingatan.