Perkuat Diplomasi Pemuda, PW GP Ansor Jawa Timur Sambut Kunjungan Kehormatan Konjen Tiongkok

0
67 views
Bagikan :

SURABAYA – Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur menerima kunjungan kehormatan dari Konsulat Jenderal (Konjen) Republik Rakyat Tiongkok di Surabaya pada Jumat (13/3/2026).

Pertemuan yang berlangsung di kantor PW GP Ansor Jatim ini menjadi tonggak penting dalam mempererat hubungan antar-masyarakat (people-to-people doplomacy) antara kedua negara.

Rombongan delegasi yang dipimpin oleh Ye Su tersebut disambut langsung oleh Ketua PW GP Ansor Jawa Timur, Musaffa’ Safril, beserta jajaran pengara jajaran pengurus harian. Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat tersebut berfokus pada upaya memperluas dialog budaya serta membuka peluang kolaborasi strategis bagi generasi muda di Jawa Timur.

Dalam sambutannya, Musaffa’ Safril menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif kunjungan tersebut. Ia menilai pertemuan ini merupakan momentum untuk memperkuat persahabatan yang sudah terjalin lama, sekaligus menjajaki potensi kerja sama yang lebih luas, terutama dalam mendukung ekosistem pembangunan di wilayah Jawa Timur.

Safril menekankan bahwa hubungan antara Indonesia dan Tiongkok memiliki akar sejarah yang sangat panjang, mulai dari interaksi perdagangan hingga pertukaran budaya yang telah berlangsung selama berabad-abad. Warisan sejarah ini menjadi fondasi kuat untuk membangun kemitraan yang lebih modern dan dinamis di masa kini.

Seiring perkembangan zaman, hubungan kedua negara kian menunjukkan dinamika positif, khususnya pada sektor-sektor krusial seperti ekonomi, teknologi, dan investasi. Jawa Timur, sebagai salah satu motor penggerak ekonomi nasional, menjadi daya tarik utama bagi berbagai rencana investasi besar dari perusahaan-perusahaan asal Negeri Tirai Bambu.

Beberapa proyek strategis yang menjadi sorotan dalam pertemuan tersebut meliputi pembangunan smelter aluminium di Pasuruan hingga pengembangan kawasan industri halal di Sidoarjo. Selain itu, peluang kerja sama di sektor pertanian modern dan teknologi juga dinilai memiliki potensi besar untuk segera direalisasikan.

“Berbagai investasi ini memiliki potensi besar untuk membuka lapangan kerja baru bagi anak muda, mempercepat transfer teknologi, serta meningkatkan daya saing industri nasional di kancah global,” ujar Musaffa’ Safril dalam keterangan resminya usai pertemuan dikutip Telusur.id

Meski demikian, GP Ansor menekankan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada modal dan teknologi semata. Stabilitas sosial dan dukungan masyarakat di tingkat akar rumput menjadi faktor penentu agar pembangunan tersebut dapat berlangsung secara inklusif dan berkelanjutan bagi rakyat banyak.

Sebagai organisasi pemuda di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU), GP Ansor memiliki jaringan kader yang sangat luas hingga ke pelosok desa. Basis sosial yang kuat ini diposisikan sebagai garda terdepan dalam menjaga harmoni sosial sekaligus memastikan iklim investasi di Jawa Timur tetap aman dan kondusif.

Safril menegaskan bahwa hubungan antarbangsa seharusnya tidak hanya melibatkan pemerintah dan dunia usaha. Peran organisasi kepemudaan dan masyarakat sipil dinilai sangat vital sebagai jembatan masa depan untuk membangun rasa saling percaya dan kerja sama yang saling menguntungkan.

Ke depan, GP Ansor Jawa Timur berkomitmen membuka ruang dialog seluas-luasnya bagi mitra internasional, termasuk Tiongkok, dalam hal pengembangan sumber daya manusia. Fokus utamanya mencakup sektor pendidikan vokasi, penguatan ekonomi berbasis masyarakat, serta modernisasi sektor pertanian bagi pemuda tani.

Pertemuan strategis ini diharapkan menjadi awal dari kolaborasi yang lebih konkret antara masyarakat Jawa Timur dan Tiongkok. Dengan semangat persahabatan, kedua belah pihak optimistis dapat menciptakan sinergi yang mampu memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan sosial di wilayah Jawa Timur.

Tinggalkan Balasan