KAKI Jatim Nilai Kinerja Kapolda Nanang Avianto Layak Diperhitungkan untuk Promosi Bintang Tiga

Bagikan :

SURABAYA,TelusuR.ID — Apresiasi terhadap kinerja Kepolisian Daerah Jawa Timur datang dari Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) Jatim. Organisasi tersebut menilai kepemimpinan Kapolda Jatim Irjen Pol Drs. Nanang Avianto, M.Si., selama menjalankan tugas di Jawa Timur patut mendapatkan penghargaan, termasuk peluang untuk mengemban amanah yang lebih besar di tubuh Polri.

Ketua KAKI Jatim Moh Hosen mengatakan dukungan itu disampaikan berdasarkan penilaian terhadap kinerja Kapolda Jatim, terutama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta membangun koordinasi dengan berbagai elemen.

Hosen bahkan menyebut Nanang Avianto layak dipertimbangkan untuk memperoleh kenaikan pangkat menjadi Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol) atau bintang tiga, apabila memang memenuhi penilaian dan persyaratan yang ditetapkan pimpinan Polri.

“Kami melihat kinerja dan pengabdian Kapolda Jatim selama ini. Karena itu, KAKI Jatim memberikan dukungan apabila beliau dinilai layak oleh pimpinan Polri untuk mendapatkan amanah dan tanggung jawab yang lebih tinggi,” ujar Hosen, Rabu (12/8/2026).

Menurut Hosen, menjaga kamtibmas di Jawa Timur bukan pekerjaan sederhana. Wilayah yang luas, karakter masyarakat yang beragam, serta dinamika sosial yang terus berkembang membutuhkan kepemimpinan yang mampu menggerakkan jajaran sekaligus membangun komunikasi dengan berbagai pihak.

“Jawa Timur wilayahnya luas dan persoalannya beragam. Kepemimpinan Kapolda harus mampu menjaga stabilitas keamanan sekaligus memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan yang baik,” katanya.

Kinerja Jadi Dasar Dukungan

Hosen menegaskan dukungan KAKI Jatim terhadap kemungkinan promosi Nanang Avianto bukan dimaksudkan sebagai dorongan tanpa dasar. Menurut dia, setiap promosi perwira tinggi Polri semestinya tetap mempertimbangkan rekam jejak, prestasi, integritas, profesionalisme, serta hasil evaluasi pimpinan institusi.

“Yang kami dukung adalah kinerjanya. Kalau memang berdasarkan penilaian pimpinan Polri beliau memenuhi syarat dan layak mendapatkan promosi, tentu kami sangat mendukung,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi berbagai capaian personel Polda Jatim di sejumlah bidang. Menurut Hosen, keberhasilan anggota di lapangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kinerja institusi secara keseluruhan.

Bagi KAKI Jatim, evaluasi kinerja menjadi hal penting dalam menjaga profesionalitas kepolisian. Apresiasi terhadap seorang pejabat, kata dia, seharusnya diberikan berdasarkan capaian yang dapat dilihat dan dinilai secara objektif.

Apresiasi Tak Menghapus Fungsi Kontrol

Meski menyampaikan dukungan, Hosen menegaskan KAKI Jatim tidak akan meninggalkan fungsi kontrol sosial terhadap institusi kepolisian.

Menurutnya, apresiasi dan kritik bukan dua hal yang harus dipertentangkan. Keduanya justru diperlukan agar institusi publik dapat terus memperbaiki diri.

“Apresiasi bukan berarti kami berhenti melakukan kontrol. Kalau baik kami apresiasi, kalau ada yang perlu diperbaiki tentu kami sampaikan. Prinsipnya objektif dan berdasarkan fakta,” ujarnya.

Ia berharap Polda Jatim terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, memperkuat transparansi dan akuntabilitas, serta menjaga kepercayaan publik.

Hosen juga berharap siapa pun perwira yang mendapatkan amanah lebih tinggi di lingkungan Polri dapat mempertahankan semangat pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat.

“Kami berharap Kapolda Jatim terus memberikan pengabdian terbaik untuk masyarakat Jawa Timur. Apalagi jika pimpinan Polri memberikan amanah yang lebih tinggi, KAKI Jatim tentu mendukung berdasarkan rekam jejak dan kinerja,” katanya.

Sementara itu, berdasarkan keterangan Hosen, sejumlah Kapolda sebelumnya juga pernah mendapatkan kenaikan pangkat menjadi perwira tinggi bintang tiga ketika masih atau setelah menjalankan tugas sebagai Kapolda. Ia menyebut Komjen Pol Asep Edi Suheri yang naik pangkat pada Mei 2026 dan Komjen Pol Rudi Setiawan pada Juni 2026.

Bagi KAKI Jatim, wacana promosi tersebut pada akhirnya tetap menjadi kewenangan pimpinan Polri. Dukungan masyarakat maupun organisasi sosial, kata Hosen, seharusnya ditempatkan sebagai apresiasi terhadap rekam jejak, bukan sebagai penentu keputusan.

Dengan demikian, penghargaan tertinggi bagi seorang pejabat kepolisian bukan semata kenaikan pangkat atau jabatan, melainkan sejauh mana pengabdiannya mampu menghadirkan rasa aman, pelayanan yang adil, dan kepercayaan di tengah masyarakat.

(Redho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *