SURABAYA,TelusuR.ID — Kebaya kembali menjadi panggung bagi generasi muda untuk menunjukkan bahwa mencintai budaya tidak harus terasa kuno.
Semangat itu terlihat dalam ajang Lomba Bunda & Putri Berkebaya yang digelar Komunitas Bunda Milenial di Atrium Utama Royal Plaza Surabaya, Jumat (14/8/2026). Di tengah semarak menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, para peserta tampil mengenakan beragam kebaya Nusantara.
Salah satu yang mencuri perhatian adalah Acha Christie Gracelia. Dengan penampilan dan pembawaannya, Acha berhasil menyabet Juara 1 Putri Berkebaya 2026.
Kemenangan tersebut disambut meriah oleh pengunjung dan peserta yang memadati area atrium pusat perbelanjaan tersebut.
Bagi Acha, trofi juara bukan sekadar penghargaan. Ada kebanggaan tersendiri karena ia bisa ikut memperkenalkan kebaya kepada masyarakat, terutama generasi muda.
“Saya sangat senang, terharu, dan bersyukur bisa menjadi Juara 1 Putri Berkebaya 2026. Ini bukan sekadar kemenangan bagi saya, tetapi juga kebanggaan karena dapat ikut mengenalkan dan melestarikan kebaya sebagai warisan budaya Indonesia,” kata Acha.

Ketika Kebaya Menjadi Cara Anak Muda Mencintai Budaya
Ajang yang digelar Bunda Milenial tersebut tidak hanya mengejar penampilan. Kegiatan ini menjadi ruang bagi peserta untuk mengenal dan menunjukkan kecintaan terhadap busana tradisional Indonesia.
Lomba terbuka untuk umum dengan peserta minimal berusia tiga tahun. Peserta diwajibkan mengenakan kebaya milik sendiri sesuai tema Kebaya Nusantara.
Panitia membagi perlombaan ke dalam empat kategori, yakni Busana Adat, Kebaya Indonesia, Kebaya Bunda & Putri, serta Kebaya Favorit.
Para peserta dan pemenang mendapatkan sejumlah apresiasi, mulai dari trofi, tiara, selempang, goodie bag hingga sertifikat.
Namun, bagi Acha, pengalaman berada di atas panggung bersama peserta lain menjadi bagian yang tidak kalah berharga.
Ia mengatakan suasana kekeluargaan terasa selama perlombaan. Dukungan keluarga dan orang-orang terdekat juga menjadi sumber kepercayaan dirinya hingga mampu meraih posisi pertama.
“Saat nomor urut saya dipanggil sebagai juara pertama, rasanya campur aduk antara kaget, haru, dan bahagia,” ujarnya.
Acha mengaku kemenangan itu justru membuatnya semakin termotivasi untuk belajar dan tampil lebih percaya diri.
“Saya ingin terus belajar dan semakin percaya diri untuk membawa kebaya Indonesia tampil lebih membanggakan,” katanya.

Bukan Sekadar Busana
Kebaya memiliki tempat khusus dalam perjalanan budaya Indonesia. Karena itu, memperkenalkannya kepada generasi muda menjadi tantangan sekaligus tanggung jawab bersama.
Ajang Bunda & Putri Berkebaya berupaya membawa kebaya keluar dari kesan sebagai pakaian yang hanya dikenakan dalam acara formal atau seremoni tertentu.
Melalui kegiatan seperti ini, kebaya diperkenalkan sebagai busana yang bisa dikenakan dengan bangga oleh berbagai generasi.
Di tengah pusat perbelanjaan yang dipenuhi aktivitas masyarakat, panggung kebaya di Royal Plaza Surabaya seolah mengirim pesan sederhana: budaya tidak harus dijaga dengan cara yang kaku.
Budaya bisa tetap hidup ketika generasi muda merasa dekat, bangga, dan mau mengenakannya.
Semarak lomba tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian kegiatan menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kota Surabaya.
Dan bagi Acha, kemenangan itu mungkin hanya sebuah trofi.
Tetapi di baliknya ada pesan yang jauh lebih besar: kebaya akan terus hidup jika generasi berikutnya mau mengenakan, mengenalkan, dan mencintainya.
(Redho)