Netizen dan Warga Soroti Pengaspalan Pendopo, Ini Jawaban Pemkab Jombang

0
64 views
Bagikan :

 

JOMBANG, TELUSUR.ID – Viral di media sosial, pengaspalan halaman kantor Bupati atau Pendopo disorot netizen dan masyarakat. Akun IG Warga Jombang itu melaporkan kondisi berbanding terbalik dengan keadaan jalan yang ada di Kabupaten Jombang.

Merekapun beramai-ramai menyoroti dengan ulasan lucu khas netizen terkait urgensi dari pengaspalan halaman kantor pendopo tersebut. Bahkan, yang terbaru halaman dan jalan kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) juga turut di aspal bagus.

Dikulik dari komentar netizen di Akun @Warga Jombang, @bennysetiawanb8 mengomentari, urgensine pendopo kok di aspal alus koyok ngunu?jalan mulai exit tembelang ke utara rusak parah cuma ditambal sulam trs mulai jembatan lama sampai ke munung yo parah cuma daerah kramat sampai karangmojo tok sing apik lanjut ke barat nemen jeglongane trus PJU tad dipasang yo gag nyala.

“PJU Fly Over iku bener bener dead opo sengaja gag dinyalakan. Melek oh ah ojo mikir wetenge dewe2,” ujar netizen tersebut.

Dari berbagai komentar lainnya yang diungkapkan, akun @lintangfida Bupatine kongkon liwat selorejo mojowarno gowo meteng iso pendarahan. @arkanzaidan juga sama menegaskan apik men aspall e, delokk en pak peterongan iku dalan ta gduk aspal mlengse kabeh.

Akun @Ifadhep pun mengomentari dengan nada satire, ia menyatakan ingin pindah ke Kota Mojokerto, padahal dirinya sesuai catatan kependudukan merupakan warga Jombang.

“Aku warga jombang dan ktp jombang, Alhamdulillahnya menetap di Mojokerto. jalan kedesa2 pun sudah di cor. Bangga bgt jadi warga mojokerto. Meskipun ktp jombang. Bu ita @ningita_ tolong saya jadikan warga mojokerto sudah muakk jadi warga jombang bu,” ujar @Ifadhep.

Salah satu warga Ngudirejo Diwek M Lutfan Efendi menanyakan terkait urgensi terkait pengaspalan tersebut. Menurutnya, kalau memang itu sangat dibutuhkan boleh boleh saja. Namun, itu kan tidak dilalui kendaraan umum.

“Toh, seharusnya yang dibutuhkan masyarakat itu jalan-jalan yang biasa dilintasi bagus. Saya sebagai pedagabg merasakan bagaimana jalan berlubang. Kurang tepat dan ditinjau ulang nantinya,” ujar Lutfan yang juga sebagai pedagang keliling kepada Telusur.id, Selasa (25/11).

Lutfan juga berharap pemerintah mendengar keluh kesah masyarakat, meskipun itu disampaikan melalui media sosial. Ia menilai, masyarakat hanya bisa berkeluh kesah melalui media sosial.

“Intinya, pemerintah harus responsif atas keluh kesah masyarakat. Itu semua karena masyarakat peduli dan perhatian. Maka, pemerintah juga bisa memantau atas keluh kesah yang disampaikan masyarakatnya baik di media sosial,” tuturnya.

Sementara, Kabag Umum Pemkab Jombang Mohammad Eryk Arif mengatakan bahwa pengaspalan itu memang layak dilakukan untuk perbaikan. Karena menurutnya, itu sudah lama sekira tahun 2014.

“Iya itu sudah lama sekali. Karena jalan banyak yang berlubang dan pavingnya juga banyak yang rusak. Untuk itu kita ajukan perbaikan. Kita melakukan penganggaran di P APBD 2025. Sudah sesuai prosedur untuk dua titik di pendopo dan jalan pemkab sekira Rp 700 juta lebih,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan