Bakal Jadi Pusat Perhatian! Lukisan Jumbo 25 Kiai Pendiri NU Siap Dipamerkan di Muktamar ke-35 Tambakberas

Bagikan :

JOMBANG, TelusuR.id — Perhelatan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, tidak hanya diisi forum permusyawaratan para ulama dan muktamirin. Agenda akbar lima tahunan ini juga menyajikan pameran seni lukis bernilai sejarah tinggi yang diprediksi bakal menyedot perhatian publik.

Sajian karya seni yang dipamerkan kali ini tak sekadar menawarkan visualisasi artistik dan estetika semata. Lebih dari itu, deretan lukisan tersebut dihadirkan untuk menghidupkan kembali jejak serta nilai-nilai perjuangan para ulama pendiri organisasi Islam terbesar di Indonesia.

Salah satu karya utama yang menjadi sorotan dalam pameran ini adalah sebuah lukisan kolosal berkategori langka. Lukisan megah tersebut secara khusus mengabadikan potret wajah 25 kiai pendiri atau muassis NU di dalam satu bidang kanvas yang utuh.

Lukisan spektakuler karya pelukis senior J Hasanto ini sengaja disiapkan sebagai wujud penghormatan menyambut kehadiran para tamu muktamirin. Rencananya, karya tersebut akan dipajang secara megah di area Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas, Jombang.

Di atas bidang kanvas berukuran jumbo itu, terpampang jelas sosok para ulama penentu arah perjalanan sejarah bangsa. Kehadiran karya ini dinilai menjadi simbol penguat fondasi sejarah sekaligus pengingat akar peradaban Nahdlatul Ulama dari masa ke masa.

Secara khusus, J Hasanto memvisualisasikan tiga tokoh kunci NU asal Jombang, yakni KH Hasyim Asy’ari, KH Abdul Wahab Chasbullah, dan KH Bisri Syansuri. Tak ketinggalan, wajah KH As’ad Syamsul Arifin beserta jajaran kiai karismatik lainnya turut menguatkan komposisi lukisan tersebut.

Bagi sang seniman, pembuatan lukisan monumental ini bukan sekadar mengejar nilai estetika, melainkan membawa misi edukasi sejarah. Ia berharap generasi muda Nahdliyin dapat mengenal lebih dekat deretan sosok pembuka jalan berdirinya organisasi tempat mereka bernaung.

“Kami berharap banyak warga NU bisa melihat lukisan tersebut untuk mengenal para kiai pendiri NU yang ternyata jumlahnya banyak,” ujar J Hasanto kepada Telusur.id, Rabu (12/8/2026).

Lukisan monumental bertajuk “25 Kiai Muassis NU” ini dikerjakan menggunakan media cat minyak di atas kanvas berukuran 250 x 120 sentimeter. Apabila dihitung beserta bingkai pelindungnya, dimensi keseluruhan karya ini mencapai 277 x 147 sentimeter.

Penyelenggaraan pameran menyambut Muktamar ke-35 NU ini dipastikan tidak hanya menyajikan satu lukisan tunggal. Pihak panitia telah menyiapkan sedikitnya 100 karya lukis dengan beragam tema menarik, mulai dari seni kaligrafi, keislaman, hingga potret para tokoh nasional dan presiden.

Proses kreatif pameran ini melibatkan kolaborasi lintas daerah antara J Hasanto dan dua perupa kawakan lainnya. Seniman Kholison Syafi’i dari Semarang serta Riyanto perupa asal Demak turut memperkuat komposisi karya yang akan dipamerkan.

Pameran seni rupa ini dijadwalkan buka lebih awal, yakni mulai 20 Agustus 2026 mendatang. Langkah ini diambil mendahului pembukaan resmi Muktamar ke-35 NU pada 27 hingga 31 Agustus 2026 agar masyarakat luas dan muktamirin dapat berkunjung lebih leluasa.

Lokasi pameran dipusatkan di area strategis, yakni halaman depan kediaman Bupati Jombang periode 2018–2023, Hj. Mundjidah Wahab. Area pamer tersebut berada tepat di seberang kompleks Pondok Pesantren Al Wahabiyyah 1 dan Al Lathifiyyah 2 Tambakberas, Jombang.

J Hasanto memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada keluarga besar Pengasuh Ribath Al Lathifiyah 2 dan Al Wahabiyah 1 Bahrul Ulum atas fasilitasi ruang pamer. “Saya bersama teman-teman menyampaikan rasa terima kasih kepada beliau karena sudah mengapresiasi niat kami dengan menyediakan tempat,” tutur J Hasanto.

Bagi para kolektor dan pecinta seni, perupa asal Salatiga ini juga menyiapkan program lelang daring (online auction). Sebanyak 10 karya terbaik bakal dilelang secara terbuka, termasuk lukisan “25 Kiai Muassis NU” serta karya kaligrafi unik berbahan dasar kain perca.

Rekam jejak J Hasanto sendiri dikenal luas dalam jagat seni rupa karena konsistensinya merawat sejarah ulama Nusantara melalui kanvas. Ia merupakan pelukis pertama figur KH Hasan Gipo dan dipercaya langsung oleh pihak keluarga (dzuriyah) untuk melukis sosok Syaikhona Kholil Bangkalan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *