PAPUA, TelusuR.ID — Kepergian Alm. Bapak Eipinus, warga Kampung Muara Nawa, Distrik Airu, Papua, menyisakan duka bagi keluarga dan masyarakat setempat.
Di tengah suasana kehilangan itu, personel Pos Muara Nawa Satgas Pamtas RI-PNG Kewilayahan Yonif 645/Gardatama Yudha hadir bersama warga. Mereka bahu-membahu membantu seluruh rangkaian pemakaman, Senin (31/8/2026).
Bukan sekadar datang melayat, personel Satgas ikut terlibat langsung dalam proses pemakaman. Mulai dari penggalian liang lahat, mengikuti ibadah jenazah, hingga proses penguburan dilakukan bersama masyarakat Kampung Muara Nawa.
Di tengah keterbatasan dan suasana duka, kebersamaan itu menjadi bentuk kepedulian yang nyata.
Personel TNI dan warga bekerja tanpa sekat. Ada yang menggali makam, menyiapkan kebutuhan pemakaman, hingga bersama-sama mengantar jenazah ke tempat peristirahatan terakhir.
Bagi keluarga yang ditinggalkan, kehadiran personel Pos Muara Nawa bukan sekadar bantuan tenaga.
Ada rasa bahwa mereka tidak menghadapi masa duka seorang diri.
Kehadiran tersebut sekaligus memperlihatkan wajah lain penugasan TNI di wilayah perbatasan. Selain menjaga keamanan, personel Satgas berupaya hadir dalam kehidupan sosial masyarakat yang berada di sekitar pos penugasan.
Bukan Hanya Soal Keamanan
Dantim 3 Pos Muara Nawa menjelaskan, kegiatan komunikasi sosial (Komsos) bersama masyarakat merupakan bagian dari upaya menjaga hubungan harmonis antara prajurit dan warga.
Menurutnya, kedekatan dengan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun suasana yang aman dan damai di wilayah penugasan.
“Komsos bukan hanya soal hubungan baik, tapi juga tentang membangun masa depan yang lebih baik bagi semua pihak. Dengan kebersamaan ini, kita bisa mengatasi segala tantangan dan mewujudkan Papua yang damai dan sejahtera,” ujarnya.
Gotong royong dalam pemakaman tersebut menjadi salah satu bentuk sederhana dari komunikasi sosial.
Tidak ada jarak antara prajurit dan warga ketika sebuah keluarga sedang berduka.
Mereka hadir sebagai sesama manusia.
Di situlah hubungan antara TNI dan masyarakat dibangun, bukan hanya melalui kegiatan formal, tetapi juga lewat kepedulian dalam kehidupan sehari-hari.
Kehadiran yang Dirasakan Warga
Bagi masyarakat Kampung Muara Nawa, keterlibatan personel Satgas dalam pemakaman menjadi bantuan yang berarti.
Keluarga almarhum menyampaikan terima kasih kepada personel Satgas Yonif 645/Gardatama Yudha, khususnya anggota Pos Muara Nawa, atas bantuan yang diberikan sejak proses persiapan hingga pemakaman selesai.
Bantuan tersebut dirasakan langsung oleh keluarga yang tengah menghadapi kehilangan.
Kegiatan itu juga menunjukkan bahwa kehadiran TNI di tengah masyarakat Papua tidak berhenti pada aspek pengamanan wilayah.
Ada ruang untuk membangun kedekatan melalui gotong royong, kepedulian sosial, dan bantuan kemanusiaan.
Bagi prajurit yang sedang menjalankan tugas di wilayah perbatasan, keterlibatan semacam itu menjadi cara untuk membangun kepercayaan dengan masyarakat.
Sebab, keamanan tidak hanya lahir dari patroli dan penjagaan.
Keamanan juga tumbuh dari hubungan yang baik, rasa saling percaya, dan kesediaan untuk hadir ketika masyarakat membutuhkan.
Pemakaman Alm. Bapak Eipinus akhirnya berlangsung dengan aman dan lancar.
Di tengah duka yang dirasakan keluarga, kebersamaan warga dan personel Satgas menjadi pengingat bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat sering kali tumbuh dari hal-hal sederhana.
Dari sebuah tangan yang ikut menggali tanah.
Dari langkah yang berjalan bersama mengantar jenazah.
Dan dari kehadiran yang memberi pesan bahwa di tengah masyarakat, prajurit tidak hanya datang untuk menjaga, tetapi juga hadir untuk membantu.
Sumber :
Ba Pen Yonif 645/Gty
Pos Muara Nawa
Gardatama Yudha
” Berani Pantang Mundur”