Jembatan Perintis Garuda Dibangun, TNI Buka Akses dan Tumbuhkan Harapan Baru Warga Dusun Jati

0
62 views
Bagikan :

BOYOLALI, TelusuR.id – Harapan masyarakat Dusun Jati, Desa Keyongan, Kecamatan Nogosari, untuk menikmati akses transportasi yang lebih layak mulai terwujud. Pembangunan Jembatan Perintis Garuda resmi dimulai sebagai upaya membuka keterisolasian wilayah sekaligus memperlancar aktivitas ekonomi dan sosial warga.

Komandan Kodim 0724/Boyolali, Letkol Inf Gunawan Nurbathin, mengatakan pembangunan jembatan merupakan wujud sinergi TNI bersama pemerintah daerah dalam menghadirkan infrastruktur yang menjawab kebutuhan masyarakat.

Menurut dia, selama ini keterbatasan akses menjadi salah satu kendala yang dihadapi warga, baik untuk menjalankan aktivitas sehari-hari, mengangkut hasil pertanian, maupun menjangkau layanan pendidikan dan kesehatan.

“Tujuan pembangunan jembatan ini adalah membuka keterisolasian wilayah sebagai penghubung antar dusun, desa hingga kecamatan. Dengan konektivitas yang lebih baik, kami berharap aktivitas masyarakat semakin lancar dan pertumbuhan ekonomi dapat meningkat,” ujar Gunawan.

Ia menjelaskan, keberadaan Jembatan Perintis Garuda diharapkan memangkas waktu tempuh sekaligus menekan biaya transportasi yang selama ini menjadi beban masyarakat. Akses yang lebih mudah juga diyakini akan memperluas peluang pemasaran hasil pertanian dan produk unggulan desa.

Bagi TNI, pembangunan infrastruktur bukan sekadar menghadirkan sarana fisik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kesejahteraan masyarakat. Karena itu, keterlibatan TNI dilakukan melalui semangat gotong royong dan pendampingan agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan warga.

“Ini merupakan wujud kehadiran negara melalui kolaborasi berbagai pihak agar pembangunan dapat dirasakan secara merata, termasuk oleh masyarakat yang berada di wilayah dengan akses terbatas,” kata Gunawan.

Pembangunan Jembatan Perintis Garuda melibatkan sinergi antara TNI, Pemerintah Kabupaten Boyolali, pemerintah desa, dan masyarakat setempat. Kolaborasi tersebut menjadi modal penting agar pembangunan berjalan tepat sasaran, tepat waktu, dan memberi manfaat berkelanjutan.

Keberadaan jembatan ini diharapkan tidak hanya mempermudah mobilitas warga, tetapi juga menjadi pengungkit lahirnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kecamatan Nogosari. Dengan akses yang semakin terbuka, hasil pertanian, perdagangan, serta aktivitas sosial masyarakat diyakini akan berkembang lebih baik, sejalan dengan upaya pemerataan pembangunan di Kabupaten Boyolali.(agus kemplu)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini