YALIMO,TelusuR.ID – Di sebuah lapangan sederhana di SMP Negeri Apahapsili, Kabupaten Yalimo, Papua Pegunungan, derap langkah puluhan pelajar terdengar berulang memecah sejuknya pagi. Dengan penuh semangat, mereka menyelaraskan ayunan tangan, menegakkan badan, lalu menyanyikan lagu-lagu kebangsaan yang dipandu prajurit TNI. Menjelang Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, semangat nasionalisme tumbuh dari sudut pegunungan Papua, melalui pertemuan hangat antara generasi muda dan para penjaga perbatasan.
Bagi para siswa, kegiatan itu bukan sekadar latihan baris-berbaris untuk mempersiapkan upacara 17 Agustus. Mereka juga belajar tentang arti disiplin, persatuan, serta mengenal kembali perjalanan panjang bangsa Indonesia meraih kemerdekaan.
Momentum tersebut dihadirkan Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 645/Gardatama Yudha (GTY) melalui program pembinaan teritorial yang digelar di SMP Negeri Apahapsili, Distrik Apalapsili, Kamis (30/7/2026).

Dipimpin Komandan Pos Apalapsili, Letda Inf I Putu Irwan Adi Prawira, para prajurit memberikan pelatihan Peraturan Baris Berbaris (PBB), membimbing siswa menyanyikan lagu-lagu nasional, sekaligus mengajak mereka memahami nilai-nilai perjuangan para pahlawan dan pentingnya menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Di sela-sela latihan, suasana terasa cair. Tawa para pelajar sesekali pecah ketika gerakan mereka belum kompak. Para prajurit pun dengan sabar membimbing, memperagakan setiap gerakan, lalu memberikan semangat agar mereka terus mencoba hingga berhasil. Hubungan yang terbangun tidak lagi sekadar antara instruktur dan peserta latihan, tetapi seperti kakak yang membimbing adik-adiknya.
“Kami ingin anak-anak Papua tumbuh menjadi generasi yang percaya diri, disiplin, memiliki rasa cinta tanah air, dan berani bermimpi besar. Mereka adalah masa depan bangsa yang harus terus didampingi,” kata Letda Inf I Putu Irwan Adi Prawira.

Menurutnya, pembinaan wawasan kebangsaan menjadi bagian penting dari tugas Satgas Yonif 645/GTY selama menjalankan penugasan di Papua. Kehadiran prajurit tidak hanya bertujuan menjaga keamanan wilayah, tetapi juga membangun kedekatan dengan masyarakat melalui pendidikan karakter bagi generasi muda.
Para siswa yang mengikuti kegiatan tampak antusias. Mereka mengikuti setiap instruksi dengan penuh semangat, mulai dari latihan PBB hingga menyanyikan lagu-lagu kebangsaan. Bagi sebagian dari mereka, pengalaman belajar langsung bersama prajurit TNI menjadi momen yang berbeda dan memberi motivasi baru untuk terus belajar serta menggapai cita-cita.
Melalui kegiatan sederhana itu, Satgas Yonif 645/GTY berupaya menghadirkan makna kemerdekaan yang lebih dekat dengan kehidupan anak-anak Papua. Bahwa kemerdekaan bukan hanya diperingati melalui upacara, melainkan juga diwujudkan lewat pendidikan, kedisiplinan, semangat persatuan, dan kesempatan bagi setiap anak bangsa untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Di wilayah yang berbatasan langsung dengan tantangan geografis dan keterbatasan akses, langkah-langkah kecil para pelajar di lapangan sekolah itu menjadi simbol harapan. Sebab, dari barisan yang mulai rapi, tumbuh keyakinan bahwa masa depan Papua juga dibangun melalui karakter, ilmu pengetahuan, dan rasa cinta kepada Indonesia.