SURABAYA – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk lebih adaptif menghadapi perubahan teknologi. Menurutnya, pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kini menjadi salah satu instrumen penting untuk meningkatkan daya saing produk lokal di era ekonomi digital.
Pesan tersebut disampaikan Lia saat menghadiri pelatihan pemberdayaan komunitas Markas UMKM di Kecamatan Sawahan, Surabaya, Minggu (26/7/2026). Kegiatan itu mempertemukan pelaku UMKM dengan pemerintah daerah dan praktisi digital guna memperkuat kapasitas usaha berbasis teknologi.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan Kota Surabaya Bambang Ukoro, Camat Sawahan Kanti Budiarti, Ketua Markas UMKM Koko, Dewan Pembina Markas UMKM sekaligus Wakil Direktur SPEKTRA Rahman Windhiarto, serta pemateri dari Kasir Pintar, Fitri Anjarsari.
Dalam paparannya, Lia menilai transformasi digital bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan bagi pelaku UMKM yang ingin bertahan dan berkembang di tengah perubahan perilaku konsumen.
Ia mendorong pelaku usaha untuk berani mempromosikan produknya sekaligus terus berinovasi agar mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.
“Jangan hanya diam jika ada yang perlu disampaikan. UMKM harus berani tampil, karena produk lokal kita memiliki kualitas yang cantik, penuh cinta, dan layak bersaing,” kata Lia, dikutip Senin (27/7/2026).
Menurutnya, pola belanja masyarakat kini semakin bergeser ke platform digital. Konsumen tidak lagi hanya mengunjungi toko secara langsung, tetapi lebih dahulu mencari informasi melalui mesin pencari maupun platform digital sebelum memutuskan membeli suatu produk.

Karena itu, UMKM yang belum memiliki jejak digital berisiko kehilangan peluang pasar karena produknya sulit ditemukan calon konsumen.
“Kalau UMKM tidak memanfaatkan teknologi digital, maka konsumen akan menemukan produk lain di internet. Ini adalah peluang sekaligus tantangan yang harus kita jawab bersama,” ujarnya.
Lia juga mengajak pelaku usaha untuk mulai memanfaatkan teknologi AI dalam aktivitas bisnis sehari-hari. Menurutnya, teknologi tersebut dapat membantu pelaku UMKM menyusun materi promosi, membuat konten pemasaran, membaca tren pasar, hingga meningkatkan efisiensi operasional.
Dengan memanfaatkan AI, kata dia, pelaku usaha dapat memperluas jangkauan pemasaran tanpa harus mengeluarkan biaya promosi yang besar.
Ia menilai keberhasilan transformasi digital UMKM membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, komunitas usaha, hingga pelaku industri teknologi. Sinergi tersebut dinilai penting untuk membangun ekosistem UMKM yang lebih adaptif dan berdaya saing.
Sementara itu, Ketua Markas UMKM Koko mengajak seluruh pelaku usaha untuk tidak takut menghadapi perubahan teknologi. Menurutnya, inovasi menjadi kunci agar UMKM tetap mampu berkembang di tengah persaingan yang semakin ketat.
“Memang benar yang disampaikan Ning Lia, UMKM harus terus berinovasi. Dengan semangat dan kerja keras, usaha akan melejit dan membawa kebahagiaan bagi para penggiatnya,” kata Koko.
Ia menambahkan, penguasaan teknologi digital dan platform perdagangan elektronik kini menjadi kebutuhan mendasar bagi UMKM untuk memperluas pasar sekaligus memperkuat daya saing produk lokal.
Melalui pelatihan tersebut, para pelaku UMKM diharapkan tidak hanya memahami konsep digitalisasi, tetapi juga mampu mengimplementasikan penggunaan AI dan berbagai platform digital untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan.