JOMBANG, TELUSUR.ID — Gelombang kelulusan siswa tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan sederajat di Kabupaten Jombang mulai memicu lonjakan pengurusan dokumen administratif di berbagai fasilitas kesehatan. Salah satu titik utama yang terpantau mengalami kepadatan signifikan dalam beberapa pekan terakhir adalah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jombang.
Direktur RSUD Jombang, dr. Puji Umbaran, mengonfirmasi adanya fenomena tahunan ini saat ditemui di ruang kerjanya. Pihaknya mencatat bahwa permohonan Surat Keterangan Sehat (SKS) mengalami peningkatan drastis seiring dengan dibukanya jalur penerimaan siswa baru serta mahasiswa baru di berbagai daerah.
Menurut dr. Puji, lonjakan pengurusan berkas ini dipicu oleh adanya persyaratan regulasi yang ketat dari lembaga pendidikan tinggi. Berbagai universitas negeri maupun sekolah kedinasan kini mewajibkan calon mahasiswa untuk menyertakan bukti tertulis yang menunjukkan kondisi fisik prima sebelum resmi diterima.
Persyaratan yang harus dipenuhi oleh para lulusan kelas 12 tersebut tidak hanya mencakup pemeriksaan kesehatan jasmani secara umum. Mereka juga diwajibkan menjalani serangkaian tes kesehatan rohani atau evaluasi psikologis guna memastikan kesiapan mental dalam menempuh studi lanjut.
Bahkan, pada beberapa program studi spesifik atau akademi militer dan sekolah kedinasan, standar kualifikasi yang diminta institusi jauh lebih ketat. Para pendaftar mutlak diharuskan melampirkan surat keterangan bebas narkoba demi menjaga integritas dan moralitas di lingkungan institusi pendidikan.
Kondisi tersebut membuat area pelayanan pemeriksaan kesehatan di RSUD Jombang terus dipadati oleh ratusan remaja usia sekolah setiap harinya. Para calon mahasiswa tersebut rela datang dan mengantre sejak pagi hari demi melengkapi berkas administrasi sebelum batas waktu pendaftaran berakhir.
Berdasarkan data internal yang dihimpun dari unit pelayanan, jumlah pemohon SKS di rumah sakit pelat merah ini meningkat hingga beberapa kali lipat dibanding hari biasa. Pihak manajemen mencatat arus kedatangan warga yang membutuhkan layanan ini terus mengalir tanpa putus sepanjang jam operasional.
“Rata-rata setiap harinya ada sekitar 100 orang lebih yang datang khusus untuk melakukan tes kesehatan di sini. Fenomena ini sudah berlangsung selama beberapa minggu terakhir,” ujar Direktur RSUD Jombang, dr. Puji Umbaran dalam keterangannya di kantor kepada Telusur.id, Kamis (4/6/2026).
Kepadatan antrean pemohon surat sehat tersebut dilaporkan telah menjadi pemandangan rutin dalam beberapa pekan ke belakang. Manajemen RSUD Jombang memproyeksikan bahwa tren peningkatan ini masih akan bertahan cukup lama mengingat jadwal seleksi yang berlapis di tingkat nasional.
Guna mengantisipasi penumpukan dan menjaga kenyamanan warga, pihak rumah sakit memastikan seluruh petugas medis dan fasilitas laboratorium penunjang akan terus disiagakan penuh. Komitmen pelayanan prima ini akan dipertahankan hingga seluruh tahapan seleksi masuk perguruan tinggi selesai dilaksanakan.
Saat ini, arus utama pemohon didominasi oleh para lulusan yang sedang mengejar seleksi masuk ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Gelombang terbesar datang dari para peserta yang baru saja menyelesaikan tahapan tes tulis maupun seleksi berbasis prestasi dan kedinasan.
Menariknya, fenomena pengurusan surat keterangan sehat di RSUD Jombang ini ternyata tidak hanya bersumber dari kelompok calon mahasiswa. Sejumlah calon siswa yang akan melanjutkan pendidikan ke tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) atau Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) juga mulai tampak di lokasi.
Meski demikian, dr. Puji Umbaran menjelaskan bahwa permintaan dari lulusan SMP yang menuju SMA reguler atau sekolah umum jumlahnya relatif kecil. Hal ini disebabkan karena mayoritas sekolah menengah umum negeri tidak menetapkan syarat kesehatan yang terlalu rumit bagi calon siswanya.
Pengecualian khusus biasanya terjadi pada sekolah-sekolah swasta favorit serta sekolah menengah yang menerapkan sistem asrama (boarding school). Lembaga dengan sistem tersebut umumnya mewajibkan pemeriksaan jasmani dan bebas narkoba secara menyeluruh sebelum siswa dinyatakan diterima menetap di asrama.



