Citra Polri Melonjak, Komrad Pancasila: Publik Mulai Rasakan Hasil Reformasi

0
3 views
Bagikan :

Komrad Pancasila: Survei Litbang Kompas Tunjukkan Reformasi Polri Berada di Jalur yang Tepat

Jakarta,TelusuR.ID — Hasil survei Litbang Kompas yang mencatat meningkatnya citra positif dan tingkat kepercayaan publik terhadap Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dinilai menjadi indikator bahwa proses reformasi di tubuh Korps Bhayangkara mulai menunjukkan hasil yang nyata.

Di tengah berbagai kritik dan tuntutan publik terhadap peningkatan kualitas pelayanan, Polri dinilai mampu menjawab tantangan melalui langkah pembenahan yang semakin dirasakan masyarakat.

Survei Litbang Kompas mencatat citra positif Polri pada April 2026 mencapai 71,5 persen, meningkat dibandingkan 64,4 persen pada 2025. Tingkat kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian juga naik menjadi 82,4 persen, sementara kepuasan terhadap layanan kepolisian tercatat sebesar 67,6 persen.

Bagi Komrad Pancasila, capaian tersebut bukan sekadar angka statistik. Data itu mencerminkan adanya perubahan yang mulai dirasakan masyarakat melalui pelayanan kepolisian di lapangan.

Koordinator Komrad Pancasila, Antony Komrad, mengatakan peningkatan kepercayaan publik patut diapresiasi sebagai buah dari upaya reformasi yang terus dilakukan Polri.

“Survei ini menunjukkan masyarakat mulai merasakan perubahan. Reformasi Polri tidak berhenti pada slogan, tetapi perlahan diwujudkan melalui pelayanan yang semakin profesional, responsif, dan humanis. Ketika publik memberikan penilaian positif, itu berarti kerja-kerja pembenahan mulai mendapat pengakuan,” ujar Antony.

Menurut dia, kritik terhadap institusi kepolisian tetap diperlukan sebagai bagian dari mekanisme pengawasan publik. Namun, apresiasi juga penting diberikan ketika terdapat kemajuan yang terukur.

“Objektivitas harus dikedepankan. Kritik harus tetap ada agar Polri terus berbenah. Tetapi ketika survei menunjukkan peningkatan kepercayaan masyarakat, bangsa ini juga perlu memberikan penghargaan atas kerja keras yang telah dilakukan,” katanya.

Survei Litbang Kompas juga memperlihatkan peningkatan penilaian masyarakat terhadap profesionalitas pelayanan Polri. Skor pelayanan naik dari 7,76 menjadi 8,37 berdasarkan pengalaman responden yang pernah berinteraksi langsung dengan aparat kepolisian.

Menurut Antony, temuan tersebut memperlihatkan bahwa perubahan tidak hanya terlihat dalam persepsi publik, tetapi juga dirasakan melalui pengalaman masyarakat ketika memperoleh pelayanan kepolisian.

“Masyarakat menilai berdasarkan pengalaman mereka sendiri, mulai dari pelayanan administrasi, pengamanan, hingga respons petugas di lapangan. Ketika profesionalitas meningkat, berarti ada perubahan dalam cara Polri hadir melayani masyarakat,” ujarnya.

Komrad Pancasila menilai capaian tersebut sekaligus menjadi modal penting bagi Polri untuk memperkuat agenda reformasi kelembagaan. Kepercayaan publik, kata Antony, harus dijaga melalui konsistensi dalam meningkatkan transparansi, pengawasan internal, kualitas pelayanan publik, serta disiplin personel.

Ia menegaskan Polri yang profesional bukan hanya diukur dari ketegasan dalam menegakkan hukum, melainkan juga dari kemampuannya menjalankan fungsi sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

“Kepercayaan publik merupakan amanah. Momentum positif ini harus dijaga dengan kerja nyata, integritas, serta pelayanan yang semakin berkualitas. Reformasi Polri harus terus berjalan agar kehadiran institusi benar-benar memberikan rasa aman sekaligus memenuhi harapan masyarakat,” kata Antony.

Bagi Komrad Pancasila, peningkatan citra positif Polri menjadi pengingat bahwa reformasi institusi merupakan proses jangka panjang yang membutuhkan konsistensi, keterbukaan terhadap evaluasi, serta komitmen untuk terus mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.

Di tengah tantangan keamanan yang semakin kompleks, mulai dari dinamika sosial hingga perkembangan ruang digital, Polri dinilai dituntut terus memperkuat profesionalisme dan kepercayaan publik. Hasil survei Litbang Kompas, menurut Komrad Pancasila, menjadi sinyal bahwa arah pembenahan tersebut mulai memperoleh respons positif dari masyarakat.

Tinggalkan Balasan