Bupati Warsubi Sebut Kader Lingkungan sebagai “Silent Heroes”, Pemkab Jombang Beri Apresiasi dan Hadiah Umrah

0
8 views
Bagikan :

Pemkab Jombang Perkuat Gerakan Peduli Lingkungan Lewat Jombang Eco Creative 2026, Bupati Warsubi: Kolaborasi Jadi Kunci Hadapi Krisis Iklim

JOMBANG, TelusuR.ID – Pemerintah Kabupaten Jombang terus memperkuat komitmennya dalam membangun budaya peduli lingkungan. Salah satunya melalui penyelenggaraan Jombang Eco Creative (JEC) 2026 yang digelar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Kebon Ratu, Desa Keplaksari, Kecamatan Peterongan, Sabtu (27/6/2026).

Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, sekolah, komunitas, hingga masyarakat untuk memperkuat gerakan pelestarian lingkungan sekaligus memberikan apresiasi kepada para pegiat lingkungan yang selama ini bekerja menjaga kebersihan dan kelestarian Kabupaten Jombang.

Bupati Jombang Warsubi hadir bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Jombang Yuliati Nugrahani Warsubi. Turut mendampingi, Ketua I TP PKK Ning Ema Erfina, Sekretaris Daerah Agus Purnomo, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Jombang Lilik Agus Purnomo, jajaran kepala organisasi perangkat daerah, instansi vertikal, pimpinan perusahaan, serta ratusan kader lingkungan dan pelajar.

Dalam sambutannya, Warsubi menegaskan bahwa krisis iklim telah menjadi tantangan nyata yang dampaknya dirasakan hingga tingkat daerah, mulai dari sektor pertanian, ketersediaan air bersih, hingga meningkatnya potensi bencana.

Karena itu, menurutnya, pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri. Dibutuhkan sinergi seluruh elemen masyarakat agar upaya menjaga lingkungan berjalan secara berkelanjutan.

“Krisis iklim ini harus dihadapi dengan langkah-langkah konkret yang inovatif, dilaksanakan secara konsisten, serta didukung kolaborasi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Warsubi.

Ia juga mengajak masyarakat membangun budaya hidup ramah lingkungan atau green lifestyle. Menurutnya, keberhasilan menjaga kelestarian alam hanya dapat diwujudkan melalui hubungan yang harmonis antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.

Pembukaan JEC 2026 ditandai dengan pelepasan burung merpati sebagai simbol keharmonisan manusia dengan alam sekaligus komitmen bersama menjaga lingkungan agar tetap lestari.

Salah satu momen yang mendapat perhatian peserta adalah ketika Bupati Warsubi menyampaikan apresiasi kepada para kader lingkungan dan tenaga lapangan yang setiap hari menjaga kebersihan Jombang.

Ia menyebut mereka sebagai silent heroes karena bekerja tanpa banyak sorotan, namun memiliki kontribusi besar terhadap kualitas lingkungan.

“Tanpa lelah, tanpa pamrih, Bapak dan Ibu sekalian terus bergerak di garis depan dalam mengedukasi warga, memilah sampah, menghijaukan kampung, dan menjaga Jombang tetap bersih dan lestari,” kata Warsubi.

Sebagai bentuk penghargaan, Pemerintah Kabupaten Jombang menyerahkan sejumlah apresiasi kepada para pegiat lingkungan. Sebanyak 30 sekolah menerima Penghargaan Adiwiyata Kabupaten atas keberhasilannya membangun karakter peduli lingkungan bagi peserta didik.

DLH juga memberikan apresiasi kepada PT Astra atas dukungannya terhadap Program Kampung Iklim (Proklim), mengukuhkan 25 Duta Lingkungan, serta menyerahkan penghargaan kepada para pemenang Lomba Video Konservasi Lingkungan.

Juara pertama lomba tersebut diraih Fairuzan melalui karya berjudul “Kembali Ke Hati”, disusul Mokhammad Imam Teguh Prayogo dengan “Gowes Lestari Taman Kehati Wonosalam”, dan Refani Sandya Budiarti melalui video “Rukam: Menjaga yang Tersisa.”

Suasana semakin hangat ketika Bupati Warsubi mengundi hadiah umrah bagi lima tenaga kebersihan yang sehari-hari bertugas di sungai, pasar, pengelolaan persampahan, dan Ruang Terbuka Hijau. Pemberian hadiah itu menjadi bentuk penghargaan atas dedikasi mereka menjaga kebersihan lingkungan.

Selain menjadi ajang apresiasi, JEC 2026 juga diisi berbagai kompetisi kreatif yang melibatkan ratusan peserta dari berbagai jenjang pendidikan dan komunitas.

Pada Lomba Yel-Yel Lingkungan yang diikuti 20 tim atau sekitar 180 peserta, kategori SD/MI dimenangkan MIN 3 Jombang, disusul SDN Karangan dan SDN Podoroto.

Sementara kategori SMP/MTs/SMA/MA/Umum dimenangkan SMPN 3 Mojoagung (SPIGMA), diikuti Kader Lingkungan Rusmini Cantik dan MTs Al Hikam. Adapun juara harapan diraih SMPN 1 Tembelang, MTsN 16 Jombang, dan SMPN 1 Kesamben.

Di bidang inovasi teknologi ramah lingkungan, Lomba Inotech dimenangkan SMPN 1 Diwek, disusul SMPN 1 Kesamben dan MAN 4 Jombang.

Adapun Lomba Fashion Show 3R (Reuse, Reduce, Recycle) menampilkan kreativitas peserta dalam mengolah limbah menjadi busana bernilai estetis.

Kategori SD/MI dimenangkan Adinda Shaqueena Humaira (SDN Sumberagung), kategori SMP/MTs diraih Fariza Valentina Aurora Krisya (MTs Al Hikam), sedangkan kategori SMA/MA/Umum dimenangkan Adinda Fitri Lailatul Rohman (MA Al Hikam).

Melalui Jombang Eco Creative 2026, Pemerintah Kabupaten Jombang berharap semangat menjaga lingkungan terus tumbuh di tengah masyarakat. Tidak hanya melalui kebijakan pemerintah, tetapi juga melalui keterlibatan aktif warga, dunia pendidikan, pelaku usaha, dan komunitas sehingga Jombang semakin hijau, bersih, dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan