Revolusi Konten Digital: RLD Bekali Kreator Surabaya Kuasai AI Sinematik dalam Hitungan Menit

0
6 views
Bagikan :

SURABAYA, TELUSUR.ID – Era produksi video pendek yang menguras waktu dan biaya besar kini mulai bergeser secara signifikan. Saat ini, siapa pun memiliki kesempatan untuk menciptakan konten estetik berkelas sinematik hanya dalam hitungan menit berkat bantuan teknologi kecerdasan buatan.

Fenomena ini ditangkap secara jeli oleh Rumah Literasi Digital (RLD) melalui pelatihan bertajuk “AI Short Content Creator”. Acara tersebut berlangsung di Hanaka Social Space, Surabaya, pada Selasa (05/5/2026), dengan antusiasme yang tinggi dari masyarakat.

Puluhan peserta dari berbagai latar belakang profesi tampak berkumpul untuk membedah potensi besar teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam dunia visual. Mereka diajak untuk melihat bagaimana AI dapat menjadi rekan kolaborasi dalam proses kreatif yang selama ini dianggap rumit.

Para peserta tidak lagi dipusingkan dengan kerumitan teknis penyuntingan konvensional yang memakan memori perangkat dan waktu. Sebaliknya, mereka diajak menguasai berbagai alat bantu AI yang mampu mengotomatisasi proses produksi dari awal hingga akhir.

Direktur RLD, Andika Ismawan, menyebut bahwa langkah ini merupakan respon nyata atas masifnya perkembangan teknologi digital global. Menurutnya, literasi digital harus terus diperbarui agar masyarakat tidak hanya menjadi penonton di tengah arus teknologi.

Andika menekankan bahwa masyarakat saat ini jauh lebih cepat menangkap informasi yang disajikan secara visual ketimbang teks murni. Visual yang menarik menjadi kunci utama dalam memenangkan atensi audiens di berbagai platform media sosial saat ini.

“Metode berbasis visual jauh lebih mudah dipahami publik. Melalui berbagai tools AI yang kami pelajari hari ini, pembuatan konten bukan lagi soal kerumitan, tapi efisiensi dan kreativitas,” ujarnya di sela-sela kegiatan.

Pelatihan ini menghadirkan sosok Deni Adi Santoso, seorang praktisi AI Filmmaker ternama, sebagai mentor utama. Pemilik akun Instagram @denipanthom ini membagikan rahasia industri mengenai cara kerja AI dalam menciptakan visual berkualitas tinggi.

Deni memaparkan bagaimana kecerdasan buatan mampu memangkas alur produksi yang biasanya memakan waktu berhari-hari menjadi sangat singkat. Meski diproduksi dalam waktu cepat, kualitas estetika yang dihasilkan tetap terjaga dan memiliki potensi besar untuk viral.

Dukungan penuh terhadap inisiatif ini datang dari pemilik Hanaka Social Space, Prasetyo Hadi Susanto. Pria yang akrab disapa Bang Yok itu mengapresiasi langkah jurnalis Surabaya dalam membekali masyarakat dengan kemampuan teknologi terbaru.

Sebagai pelaku usaha, Bang Yok menilai kemampuan adaptasi terhadap teknologi sangat krusial di masa depan. Ia pun membuka pintu kolaborasi jangka panjang bagi kegiatan-kegiatan kreatif serupa yang berdampak positif bagi ekosistem digital di Surabaya.

“Sebagai tuan rumah, tentu bangga bisa menjadi bagian dari edukasi ini. Kami siap mendukung penuh setiap acara yang digelar kawan-kawan jurnalis, terutama yang berkaitan dengan literasi digital,” ungkap Bang Yok penuh semangat.

Kegiatan ini membuktikan bahwa teknologi AI bukanlah ancaman, melainkan peluang besar bagi para kreator lokal. Peserta diajarkan untuk tetap mengedepankan ide orisinal meski proses eksekusinya dibantu oleh algoritma pintar.

Dalam kegiatan tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan ilmu baru yang aplikatif. Mereka juga mendapatkan dukungan dari berbagai jejaring bisnis yang bersinergi dengan komunitas Rumah Literasi Digital.

Dukungan tersebut mengalir mulai dari souvenir menarik dari AIPEL Computer hingga voucher spesial dari Bengkel Mobil NEWFAST. Hal ini menunjukkan adanya ekosistem pendukung yang kuat antara komunitas literasi dan pelaku usaha lokal.

Sinergi ini diharapkan mampu mencetak kreator konten baru yang mampu bersaing di kancah nasional. Meski hanya bermodalkan perangkat sederhana, dengan penguasaan AI yang tepat, karya yang dihasilkan dapat memiliki standar kualitas kelas dunia.

Tinggalkan Balasan