MAKKAH, TELUSUR.ID – Hitungan hari menjelang puncak haji, jemaah haji Indonesia bersiap memasuki fase Armuzna, yaitu rangkaian ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Fase ini merupakan inti dari ibadah haji yang berlangsung intensif selama lima hingga enam hari, mulai dari tanggal 8 hingga 13 Zulhijah.
Dalam fase Armuzna, jemaah akan menjalani prosesi wukuf, mabit (bermalam), hingga melontar jumrah di bawah kondisi cuaca ekstrem. Mengingat tahapan ini menjadi bagian yang paling menguras tenaga, fisik, dan mental jemaah, kesiapan mitigasi di lapangan menjadi hal yang sangat krusial.
Kondisi tersebut melandasi kunjungan pengawasan yang dilakukan oleh Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, di Tanah Suci. Senator yang akrab disapa Ning Lia ini turun langsung menemui jemaah haji Indonesia, khususnya asal Jawa Timur, untuk memastikan kesiapan mereka.
Salah satu titik kunjungan Ning Lia adalah pemondokan jemaah haji asal Kabupaten Sumenep yang tergabung dalam Rombongan 2 Kloter 77. Pertemuan yang berlangsung di Hotel Mahd Al Resala, kawasan Ar-Raudhah, Makkah ini, berjalan hangat dan penuh dengan nuansa kekeluargaan.

Dalam dialog tersebut, Ning Lia memberikan motivasi sekaligus pesan penting agar jemaah benar-benar menjaga regulasi kesehatan mereka. Menurutnya, ketahanan stamina menjadi modal utama karena aktivitas ibadah di Armuzna menuntut mobilitas tinggi di tengah suhu panas yang menyengat.
“Armuzna merupakan rangkaian inti ibadah haji yang membutuhkan kesiapan fisik dan mental. Cuaca di Tanah Suci cukup ekstrem, sehingga jemaah harus memperhatikan pola makan, istirahat yang cukup, dan jangan memaksakan diri ketika kondisi tubuh kurang fit,” ujar Lia Istifhama dalam keterangannya diterima Telusur.id, Senin (25/5/2026).
Selain faktor kesehatan, Ning Lia memberikan apresiasi khusus terhadap soliditas jemaah asal Sumenep yang dikunjunginya tersebut. Pasalnya, rombongan ini merupakan jemaah haji mandiri non-KBIHU (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah) yang bergerak secara swadaya.
“Terbukti jemaah mandiri ini saling memberikan support wawasan satu sama lain sehingga mereka terlihat sangat siap. Kebersamaan antarjemaah sangat penting, karena perjalanan haji bukan hanya soal ibadah pribadi, tetapi juga bagaimana saling menjaga dan menguatkan,” imbuhnya.
Lebih lanjut, keponakan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa ini mengajak jemaah untuk terus merawat spirit positif dan rasa syukur. Ia mengingatkan bahwa takdir bisa menginjakkan kaki di tanah suci setelah masa tunggu yang panjang harus dibalas dengan doa-doa kebaikan bagi keluarga di tanah air.

Di sela-sela kunjungannya, Ning Lia juga memanfaatkan waktu untuk menyerap aspirasi terkait kualitas pelayanan di era Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) di bawah kepemimpinan Gus Irfan Yusuf. Secara umum, jemaah mengaku puas dengan kelayakan fasilitas pemondokan yang bersih dan luas.
Meski demikian, pengawasan ketat DPD RI tetap mencatat adanya beberapa catatan evaluasi dari jemaah, salah satunya terkait distribusi logistik. Jemaah mengeluhkan sempat terjadinya keterlambatan kiriman katering pangan, di mana jatah makanan yang seharusnya tiba siang hari baru datang pada sore hari.
Pertemuan di Makkah ini juga mempertemukan Ning Lia dengan sejumlah tokoh masyarakat Madura, di antaranya Kiai Robith dan seorang pengusaha, Nurul Hidayatullah. Sebelum menutup kunjungan, sang senator bersama para jemaah menyempatkan diri untuk membaca kalimat talbiyah bersama secara khidmat.
Perhatian khusus juga diberikan Ning Lia saat menjenguk jemaah yang sedang sakit, termasuk jemaah disabilitas yang harus mengikuti skema murur. Sebagai informasi, murur adalah skema pergerakan jemaah dari Arafah menuju Mina dengan melintasi Muzdalifah di dalam bus tanpa turun atau bermalam di tenda.
Ning Lia memastikan bahwa seluruh jemaah, termasuk yang sempat mengalami demam tinggi dan harus mengambil skema murur, tetap dalam kondisi terpantau dengan baik. “Ada beberapa jemaah yang murur dan sempat sakit, namun kesemuanya dipastikan mampu memasuki fase Armuzna dengan pendampingan khusus,” pungkasnya.



