Jacob Ereste : Upaya Perempuan Untuk Kebebasan Demi Kemerdekaan Manusia Agar Tidak Tertindas Dalam Bentuk Apapun

0
16 views
Bagikan :

Jacob Ereste :
Upaya Perempuan Untuk Kebebasan Demi Kemerdekaan Manusia Agar Tidak Tertindas Dalam Bentuk Apapun

JAKARTA,TelusuR.ID – Perjuangan kaum feminis menurut Prof. Dr. Arif Budiman adalah ingin menghapus ketidakadilan gender dan hak-hak kaum wanita. Kecuali itu, kaum feminis hendak mengubah struktur sosial yang tidak adil yang ditempelkan kepada diri mereka.

Begitulah sistem patriarkal yang membentuk struktur sosial, karena sistem partriarkal bukan sesuatu yang alami, sebagai konstruksi sosial yang dapat diubah. Sistem payroarkal menindas kaum perempuan dengan membatasi akses kaum perempuan terhadap pendidikan, pekerjaan dan kekuasaan. Dalam sistem patriarkal tertanam dominasi kaum laki-laki atas kaum perempuan, sehingga kaum perempuan menjadi subordinat dalam struktur sosial yang tidak adil.

Sosiolog dan kritikus Kebudayaan Indonesia yang semula mengajar di Universitas Satyawacana, Sala Tiga ini pun harus menyingkir ke Australia, sebagai pengajar agar tidak terjajah oleh struktur sosial di Indonesia yang terimbas oleh turunan dari sistem patriarkal yang semakin membuncah pada jaman Orde Baru di Indonesia.

Sistem patriarkal yang tidak adil terhadap dan menindas kaum perempuan Indonesia sempat melebar dengan menekan kaum laki-laki lewat bidang pekerjaan agar tidak memiliki kebebasan seperti yang dialami oleh kaum perempuan. Artinya, pembatasan serta hak kaum laki-laki yang tertindas, tidak memiliki akses terhadap fungsi dan perannya dalam masyarakat dibatasi juga oleh kekuasaan yang untuk lebih berkuasa. Itulah sebabnya, kekuasaan lebih cenderung berwatak korup.

Pembagian Kerja Secara Seksual sudah ditulis Arif Budiman pada masa Orde Baru sedang ganas — 1982 — yang intinya mempertanyakan keadilan terhadap pembagian kerja secara seksual yang dianggap sebagai lembaga kemasyarakatan yang mapan dan terus beranak-pinak menyasar juga kaum laki-laki dalam konteks kekuasaan yang korup.

Kajian terhadap Pembagian Kerja Secara Seksual yang dipaparkan Arif Budiman cukup komprehensif meliputi berbagai sisi yang melingkupi kaum perempuan Indonesia pada umumnya secara biologis, psikologis, fungsional, marxis dan agama yang diperkuat dengan acuan filsafat Aristoteles, Kant dan Freud tentang ketidakadilan yang sesungguhnya tidak hanya terhadap perempuan, tapi telah menjadi watak sosial-politik kekuasaan seperti yang terus ada gejalanya meranggas sampai hari ini di Indonesia. Mungkin dalam perspektif global yang universal, penindasan maupun penjajahan di dunia memang akan terus abadi mewarnai watak sosio-politik penguasa di mana pun hingga kapan pun di bumi ini. Karenanya bermula dari perempuan merebut kebebasan untuk kemerdekaan bagi setiap manusia dari dominasi kekuasaan yang cenderung korup.

Cengkareng, 13 April 2026

Tinggalkan Balasan