Harmoni May Day 2026: Pemkab Jombang Perkuat Sinergi Pekerja dan Pengusaha lewat Tasyakuran Bersama

0
34 views
Bagikan :

JOMBANG, TELUSUR.ID – Pemerintah Kabupaten Jombang menggelar acara tasyakuran dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) Tahun 2026 di Pendopo Kabupaten Jombang, Kamis (30/4/2026) malam. Kegiatan yang berlangsung khidmat ini menjadi potret kebersamaan antara unsur pemerintah, pengusaha, dan serikat pekerja.

Hadir dalam acara tersebut Bupati Jombang Warsubi S.H., M.Si., didampingi Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan dan Ketua DPRD Jombang Hadi Atmaji. Turut serta jajaran Forkopimda, kepala OPD, pimpinan perusahaan, hingga para ketua serikat pekerja se-Kabupaten Jombang yang memadati lokasi acara.

Dalam sambutannya, Bupati Warsubi menegaskan bahwa peringatan May Day bukan sekadar seremoni tahunan. Baginya, momen ini adalah titik balik untuk memperkuat komitmen membangun hubungan industrial yang harmonis, dinamis, dan berkeadilan bagi semua pihak yang terlibat di dunia kerja.

Tahun ini, May Day di Jombang mengusung tema “Kolaborasi Bersama Mewujudkan Kemajuan Industri dan Kesejahteraan Pekerja” dengan slogan “Satu Tekad, Satu Tujuan, Sejahtera Bersama”. Tema ini dipilih untuk menegaskan arah kebijakan daerah dalam menciptakan ekosistem kerja yang lebih produktif.

Bupati Warsubi menekankan bahwa kemajuan ekonomi Jombang tidak bisa berdiri sendiri tanpa sinergi yang kuat. Pemerintah, dunia usaha, dan tenaga kerja merupakan tiga pilar strategis yang harus berjalan beriringan guna mendorong pembangunan ekonomi berkelanjutan yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.

Menurut Warsubi, pekerja adalah penggerak utama roda industri yang harus dijaga hak-haknya. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi dan jaminan kesejahteraan bukan hanya tuntutan buruh semata, melainkan tanggung jawab kolektif yang harus dipenuhi oleh perusahaan dan dipantau pemerintah.

Di sisi lain, ia juga menyoroti pentingnya dukungan bagi dunia usaha agar terus berinovasi dan memiliki daya saing tinggi. Hal ini krusial agar perusahaan mampu bertahan menghadapi tantangan global, sehingga dapat terus membuka lapangan kerja baru bagi warga Jombang.

Pemkab Jombang pun berkomitmen memposisikan diri sebagai fasilitator dan mediator yang adil. Upaya ini dilakukan melalui dialog konstruktif serta penyusunan regulasi yang menyeimbangkan kepentingan investasi dengan perlindungan hak-hak dasar tenaga kerja.

Apresiasi tinggi diberikan Bupati kepada organisasi pengusaha dan serikat pekerja yang selama ini berhasil menjaga kondusivitas di Jombang. Ia berharap kolaborasi yang inklusif ini terus ditingkatkan guna menciptakan iklim industri yang maju dan berdaya saing di masa depan.

Suasana semakin hangat saat Pemkab Jombang menyerahkan penghargaan dari Gubernur Jawa Timur kepada sejumlah perusahaan berprestasi. Sebanyak 10 perusahaan, termasuk PT Cheil Jedang dan PT Kimia Farma Plant Watudakon, meraih penghargaan kategori Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) tanpa kecelakaan.

Tak hanya soal keselamatan kerja, penghargaan juga diberikan kepada perusahaan yang sukses menjalankan program Penanggulangan Tuberkulosis (TB) tingkat Gold. Selain itu, enam perusahaan diganjar penghargaan Platinum atas keberhasilan pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di lingkungan kerja.

Bupati Warsubi juga memberikan penghargaan khusus kepada Pimpinan Unit Kerja (PUK) serikat pekerja yang dinilai aktif memperjuangkan hak buruh. Beberapa di antaranya adalah PUK SBSI PT Pei Hai dan PUK Persaudaraan Sedolor Sehat Tentrem Jaya Lestari.

Puncak peringatan May Day sendiri dijadwalkan berlangsung pada 1 Mei 2026. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Jombang, Bambang Suntowo, menjelaskan bahwa agenda puncak akan dipusatkan di stadion dengan melibatkan ribuan peserta.

“Puncak kegiatan akan diisi senam kebugaran di stadion dengan peserta sekitar 8.000 orang. Selain itu, kami juga menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis dan gerakan pangan murah untuk masyarakat,” ujar Bambang Suntowo dalam keterangannya.

Ketua SPSI Jombang, Subagyo, mengapresiasi konsistensi Pemkab yang telah memfasilitasi komunikasi pekerja sejak 2013. Ia memuji langkah Bupati Warsubi yang dinilai berhasil mendatangkan investor serta meningkatkan UMR secara progresif guna mengurangi angka pengangguran.

Tasyakuran May Day 2026 ini akhirnya ditutup dengan ramah tamah yang penuh keakraban. Momen ini menjadi simbol kuat bahwa di Jombang, perbedaan kepentingan antara buruh dan pengusaha dapat dijembatani melalui komunikasi yang matang dan rasa kekeluargaan yang tinggi.

Tinggalkan Balasan