Sinergi Gus Lilur dan Tokoh Eksportir: Upaya Naikkan Kelas Rokok Madura di Kancah Internasional

0
68 views
Bagikan :

PAMEKASAN, TELUSUR.ID – Industri hasil tembakau di Pulau Madura mulai menunjukkan taringnya di kancah internasional. Meski ribuan pabrik rokok menjamur di Pulau Garam, tantangan besar tetap ada pada ketatnya regulasi pasar global.

Hingga kini, hanya segelintir pelaku usaha lokal yang mampu menembus barikade hukum dan standar internasional untuk memasarkan produk mereka secara legal ke luar negeri.

Kondisi ini memicu HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy, atau yang akrab disapa Gus Lilur, untuk mengambil langkah besar. Pemilik brand Rokok Bintang Sembilan tersebut kini tengah merancang peta jalan strategis guna menjadikan produk tembakau Madura sebagai pemain utama di level regional, sekaligus mendobrak dominasi merek-merek global.

Sebagai bagian dari strategi tersebut, Gus Lilur melakukan pertemuan intensif dengan seorang sosok pionir ekspor asal Pamekasan yang telah sukses menembus pasar Asia hingga Eropa. Pertemuan ini menjadi ajang transfer pengetahuan mengenai standar tinggi yang dibutuhkan agar produk lokal bisa diterima di pasar internasional secara resmi.

“Saya belajar banyak mengenai seluk-beluk tembakau, racikan saus, hingga manajemen pabrik yang harus memenuhi standar ekspor,” ujar Gus Lilur usai berdiskusi mendalam di Pamekasan, Sabtu (28/02/2026) dikutip Telusur.id.

Baginya, kualitas produksi adalah harga mati jika ingin bersaing dengan produsen rokok mancanegara. Gus Lilur mengungkapkan ambisi besarnya untuk mencetak sejarah baru dalam industri tembakau nasional.

Ia memiliki visi untuk membangun ekosistem bisnis rokok terbesar di Asia yang berbasis di Madura. Menurutnya, potensi bahan baku dan tenaga kerja di Madura sangat melimpah, namun selama ini masih terkendala oleh akses dan keberanian ekspansi.

“Banyak pabrik di Madura, tapi sangat sedikit yang punya nyali dan akses untuk menembus pasar ekspor. Padahal, potensi kita sangat besar untuk menjadi pemain dunia,” tambah pengusaha yang juga dikenal sebagai alumni pesantren di Jombang ini dengan nada optimis.

Dalam pertemuan tersebut, sang pionir ekspor pun dibuat terkejut dengan kesiapan infrastruktur bisnis yang dimiliki Gus Lilur. Pasalnya, Gus Lilur ternyata telah membangun jaringan distribusi yang sangat kuat di sembilan negara Asia, yang menjadi modal utama dalam melakukan penetrasi pasar secara masif.

Kesamaan visi ini akhirnya berbuah pada kesepakatan kerja sama strategis antara Gus Lilur dan sang pionir ekspor. Kolaborasi ini dirancang untuk mempercepat pengiriman produk rokok lokal ke luar negeri melalui jalur legal, sekaligus memastikan standarisasi produk tetap terjaga sesuai permintaan pasar internasional.

Langkah berani ini diharapkan mampu mendongkrak nilai tambah tembakau Madura secara signifikan. Dengan terbukanya keran ekspor, kesejahteraan petani tembakau dan buruh pabrik di wilayah Sumenep serta Pamekasan diprediksi akan meningkat seiring dengan naiknya permintaan produksi.

Kini, dengan jalur legal yang sudah terbuka lebar, rokok Madura bersiap menanggalkan citra sebagai produk kelas dua. Di bawah bendera Rokok Bintang Sembilan dan kepemimpinan Gus Lilur, komoditas lokal ini bertransformasi menjadi produk ekspor unggulan yang siap bersaing di panggung global.

Tinggalkan Balasan