GRESIK, TELUSUR.ID – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, melanjutkan rangkaian kegiatan “Sapa Bansos Amaliyah Ramadan” dengan mengunjungi titik ke-15 di Kabupaten Gresik. Dalam kunjungan yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Gresik, Jumat (13/3/2026), Gubernur menyalurkan bantuan sosial (bansos) dengan total nilai mencapai Rp7.607.800.000.
Bantuan jumbo tersebut merupakan akumulasi sokongan dari berbagai perangkat daerah di lingkungan Pemprov Jatim serta Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Khofifah menegaskan bahwa bansos ini adalah bagian dari komitmen pemerintah untuk memperkuat jaring pengaman sosial sekaligus menjadi bantalan ekonomi bagi kelompok masyarakat rentan di Jawa Timur.

“Kita berharap seluruh proses distribusi ini tepat sasaran dan tepat pemakaian. Ada bantuan yang diarahkan untuk penguatan modal usaha, namun ada juga yang bersifat charity bagi kelompok rentan seperti lansia dan penyandang disabilitas,” ujar Khofifah saat memberikan sambutan di hadapan para penerima manfaat dikutip Telusur.id, Sabtu (14/3/2026).
Rincian penyaluran bantuan mencakup alokasi dari Dinas Sosial Jatim sebesar Rp3,4 miliar yang difokuskan pada Program Keluarga Harapan (PKH) Plus, penanganan kemiskinan ekstrem, serta bantuan sosial bagi penyandang disabilitas (ASPD). Skema ini menyasar ribuan keluarga penerima manfaat agar kebutuhan dasar mereka tetap terpenuhi selama bulan suci.

Selain itu, sektor pemberdayaan masyarakat desa mendapatkan porsi signifikan sebesar Rp736,9 juta melalui Dinas PMD Jatim. Dana tersebut dialokasikan untuk penguatan BUMDes, program Desa Berdaya, hingga program Jatim Puspa guna mendorong kemandirian ekonomi dari tingkat akar rumput.
Pembangunan infrastruktur perdesaan juga tak luput dari perhatian dengan penyaluran bantuan keuangan desa senilai Rp3,4 miliar. Dana ini disebar melalui berbagai dinas teknis untuk mendukung perbaikan kawasan permukiman, bina marga, hingga penguatan ketahanan pangan di belasan desa di Kabupaten Gresik.

Sisi kemanusiaan dan apresiasi juga ditunjukkan melalui pemberian tali asih bagi pilar-pilar sosial seperti pendamping PKH, TKSK, dan Tagana. Tak hanya itu, bantuan berupa zakat produktif dari BUMD Jatim serta 250 drum aspal untuk perbaikan jalan kabupaten turut diserahkan sebagai pendukung mobilitas daerah.
Khofifah mengajak pemerintah kabupaten/kota untuk terus memperkuat kolaborasi dalam mengoptimalkan program pemberdayaan ini. Baginya, integrasi antara provinsi dan daerah adalah kunci agar bantuan tidak sekadar bersifat karitatif, melainkan mampu menjadi pengungkit kemandirian ekonomi keluarga secara berkelanjutan.

Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas perhatian besar Gubernur Khofifah. Ia menilai bantuan tersebut memberikan dorongan moral dan finansial yang luar biasa bagi warga Gresik, terutama dalam memperkuat perlindungan sosial dan pembangunan desa.
Menutup rangkaian acara, Bupati yang akrab disapa Gus Yani itu berkomitmen untuk menduplikasi program-program unggulan Pemprov Jatim tersebut di tingkat kabupaten. Sinergi ini diharapkan dapat menciptakan ketahanan ekonomi yang lebih kokoh bagi seluruh masyarakat Kabupaten Gresik di masa depan.



