JAKARTA, TELUSUR.ID – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan rasa syukur mendalam atas keselamatan warga Jawa Timur yang menempuh pendidikan di Iran. Hal itu disampaikannya saat menerima kunjungan dua mahasiswa asal Jember dan Malang yang berhasil dievakuasi dan dipulangkan ke Tanah Air di tengah meningkatnya konflik bersenjata di kawasan Timur Tengah.
Pertemuan yang berlangsung khidmat tersebut digelar di Kantor PP Muslimat NU, Jakarta, pada Sabtu (14/3/2026). Dua mahasiswa yang kembali merupakan putra-putri terbaik Jawa Timur yang menempuh studi di Fakultas Teknik Komputer Universitas QOM dan Fakultas Kedokteran Universitas Shiraz, Iran.
Keduanya berhasil dipulangkan setelah mendapatkan kesempatan evakuasi dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran. Kepulangan ini menjadi prioritas mengingat eskalasi ketegangan di kawasan tersebut kian mengkhawatirkan, sehingga pemerintah perlu memastikan keselamatan setiap warga negara Indonesia (WNI).
“Alhamdulillah, kami menerima kunjungan dua mahasiswa dari Jember dan Malang yang studi di Iran. Hari ini mereka baru saja tiba di Indonesia dalam kondisi yang sehat dan selamat,” ujar Gubernur Khofifah saat menyambut kedatangan para mahasiswa tersebut dikutip Telusur id, Minggu (15/3/2026).
Khofifah juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI atas kerja cepat dalam melakukan proses evakuasi. Langkah penyelamatan warga secara bertahap ini dinilai sebagai bentuk kehadiran negara yang nyata di tengah ancaman krisis keamanan internasional.
Gubernur perempuan pertama di Jawa Timur itu menegaskan bahwa keselamatan nyawa warga adalah prioritas absolut. Pemerintah Provinsi Jawa Timur pun tidak tinggal diam dan langsung mengambil langkah koordinatif untuk memfasilitasi perjalanan para mahasiswa dari Jakarta menuju daerah asal masing-masing.
“Kami telah berkoordinasi dengan Badan Penghubung Jawa Timur supaya mereka difasilitasi balik ke rumah masing-masing. Ini adalah evakuasi tahap ketiga, dan menurut informasi, malam ini akan ada gelombang kepulangan berikutnya,” terang Khofifah.
Dian, mahasiswa Kedokteran asal Malang, menceritakan pengalamannya melalui proses evakuasi yang cukup panjang dan menegangkan. Jalur pemulangan dilakukan secara estafet, mulai dari KBRI Teheran menuju KBRI Azerbaijan, hingga mendapatkan pengawalan dari Konsulat Jenderal di Turki sebelum akhirnya diterbangkan ke Indonesia.
Ia mengaku sangat tersentuh dengan kepedulian yang ditunjukkan oleh Pemprov Jatim dan Kemenlu selama masa sulit tersebut. Menurut Dian, komunikasi yang intens antara otoritas diplomatik dan pemerintah daerah membuat para mahasiswa merasa terlindungi meski berada jauh dari rumah.
Senada dengan Dian, Muhammad Baghir, mahasiswa Teknik Komputer asal Jember, juga mengungkapkan kelegaan yang luar biasa bisa menginjakkan kaki kembali di Indonesia. Ketegangan yang dialaminya di Iran sempat menimbulkan kekhawatiran besar bagi keluarganya di kampung halaman.
Menutup pertemuan tersebut, Khofifah berharap proses evakuasi warga Jatim lainnya yang masih dalam perjalanan dapat berjalan lancar tanpa hambatan. Keberhasilan kepulangan tahap ini diharapkan mampu memberikan ketenangan bagi para orang tua yang selama ini menanti kabar keselamatan anak-anak mereka.



