Rawat Spirit Toleransi, Ansor dan GAMKI Jatim Sowan ke Keluarga Almarhum Riyanto di Mojokerto

0
66 views
Bagikan :

MOJOKERTO, TELUSUR.ID – Menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 H, sebuah momen mengharukan terjadi di Kota Mojokerto. Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (PW GP) Ansor Jawa Timur bersama DPD Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Jawa Timur menggelar kunjungan silaturahmi ke kediaman keluarga almarhum Riyanto, Senin (16/3/2026).

Langkah kolaboratif dua organisasi pemuda lintas agama ini bertujuan untuk memberikan penghormatan khusus kepada sosok yang dikenal sebagai pahlawan kemanusiaan. Rombongan yang dipimpin langsung oleh Ketua PW GP Ansor Jatim, H. Musaffa Safril, dan Ketua GAMKI Jatim, Arnold L. Panjaitan, tiba di gang sempit yang kini mengabadikan nama sang pejuang, Jalan Riyanto Gang Baru.

Suasana haru menyelimuti pertemuan yang berlangsung di rumah sederhana milik orang tua almarhum yang kini telah memasuki usia senja. Kehadiran para pemuda ini disambut hangat oleh pihak keluarga, menciptakan dialog penuh kekeluargaan yang menjembatani perbedaan keyakinan dalam satu napas persaudaraan.

Dalam kunjungan tersebut, Ansor dan GAMKI Jatim tidak sekadar berkunjung, namun juga menyerahkan donasi sebagai bentuk kepedulian nyata. Bantuan ini merupakan simbol rasa terima kasih dan apresiasi yang tak terputus atas jasa besar yang pernah ditorehkan oleh Riyanto bagi keutuhan bangsa Indonesia.

Nama Riyanto sendiri telah terpatri kuat dalam sejarah toleransi Indonesia. Anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) ini gugur saat menjalankan tugas pengamanan Malam Natal di Gereja Eben Haezer Mojokerto pada 24 Desember 2000 silam, akibat ledakan bom yang ia dekap demi menyelamatkan jemaat.

Ketua PW GP Ansor Jatim, H. Musaffa Safril, menegaskan bahwa kunjungan ini adalah ikhtiar untuk menjaga ingatan kolektif bangsa. Menurutnya, nilai-nilai kemanusiaan, keberanian, dan toleransi yang diwariskan almarhum harus terus dihidupkan di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.

“Almarhum Riyanto adalah simbol keberanian dan pengorbanan yang melampaui batas-batas identitas. Ia tidak hanya menjaga sebuah bangunan gereja, tetapi ia menjaga nyawa manusia, menjaga persaudaraan, dan menjaga Indonesia,” ujar Musaffa Safril dengan nada tegas.

Ia menambahkan bahwa momentum menjelang Idul Fitri adalah saat yang tepat untuk berbagi kasih dengan keluarga almarhum. Baginya, memberikan dukungan moral kepada orang tua yang melahirkan sosok teladan adalah tanggung jawab moral seluruh elemen bangsa yang mencintai perdamaian.

Lebih lanjut, Musaffa ingin memastikan bahwa keluarga almarhum tidak merasa berjalan sendirian di masa tua mereka. Ansor, Banser, dan masyarakat luas berkomitmen untuk terus mendampingi dan menghormati keluarga sosok yang telah mengorbankan segalanya demi sesama.

Senada dengan itu, Ketua GAMKI Jatim, Arnold L. Panjaitan, memandang pengorbanan Riyanto sebagai fondasi penting bagi kehidupan berbangsa. Ia menilai sosok almarhum telah membuktikan bahwa keimanan seseorang justru menjadi dorongan terkuat untuk melindungi nyawa orang lain tanpa memandang latar belakang.

“Riyanto adalah pahlawan bagi kami semua. Beliau menunjukkan secara nyata bahwa iman tidak menghalangi kita untuk saling melindungi. Justru dari kedalaman iman itulah lahir keberanian untuk menjaga kehidupan bersama,” ungkap Arnold di hadapan keluarga almarhum.

Selain aspek sosial, perhatian terhadap keluarga Riyanto juga mencakup ranah kesehatan. Ketua PC Ansor Kota Mojokerto, dr. Rambo Garudo, memastikan bahwa orang tua almarhum telah mendapatkan akses layanan kesehatan prioritas di Rumah Sakit Kamar Medika Mojokerto untuk menjamin kesejahteraan fisik mereka di usia lanjut.

Kunjungan ini menjadi pengingat kuat bahwa meski dua puluh enam tahun telah berlalu sejak peristiwa kelam itu, semangat Riyanto tetap hidup. Aksi nyata dari Ansor dan GAMKI ini mengirimkan pesan perdamaian bahwa generasi muda lintas agama siap bersatu demi menjaga harmoni dan keutuhan NKRI.

Tinggalkan Balasan