Menko AHY Ingatkan Dampak Eskalasi Konflik Israel-Iran Terhadap Ekonomi dan Energi Dunia

0
77 views
Bagikan :

JAKARTA, TELUSUR.ID – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), memperingatkan potensi dampak serius dari ketegangan militer antara Iran dan Israel.

AHY menilai konflik saling serang tersebut dapat mengganggu stabilitas kawasan, termasuk berdampak pada ekonomi global dan Indonesia.

Menurut AHY, eskalasi ini berisiko menimbulkan gangguan luas pada sektor-sektor strategis.

“Kita tetap mengantisipasi (dampaknya),” ujar AHY dalam keterangannya di Jakarta Pusat, dikutip Telusur Minggu (1/3/2026).

Ketegangan terbaru pecah setelah Amerika Serikat (AS) bergabung dengan Israel dalam melancarkan serangan udara dan laut ke sejumlah titik di Iran. Serangan gabungan Washington-Tel Aviv tersebut dilaporkan menyasar wilayah Teheran, termasuk area di dekat kantor Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Operasi militer ini diklaim sebagai upaya untuk mengeliminasi ancaman dari rezim Iran. Merespons serangan tersebut, Iran melakukan aksi balasan dengan meluncurkan gelombang rudal dan drone ke wilayah Israel serta sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah.

Situasi ini meningkatkan ketidakpastian pada jalur perdagangan global. Kawasan strategis seperti Selat Hormuz, Bab al-Mandeb, dan Terusan Suez—yang merupakan urat nadi distribusi energi dunia—kini berada dalam bayang-bayang gangguan keamanan.

AHY menyoroti bahwa karakteristik perang modern yang menggunakan rudal jarak jauh membuat risiko semakin sulit diprediksi. Hal ini diyakini akan memberikan tekanan berat pada sektor ekonomi, khususnya terkait pasokan energi dunia.

“Karena memang ini akan menyebabkan, bukan hanya ke manusia, tapi juga akan menyebabkan berbagai hambatan yang berat di sektor ekonomi, termasuk energi dunia,” jelas AHY.

Selain sektor energi, Menko Infrastruktur ini juga menyinggung potensi gangguan pada industri penerbangan internasional jika eskalasi terus meluas. Faktor keamanan menjadi pertimbangan utama bagi penyedia jasa transportasi udara.

“Pasti maskapai-maskapai juga akan menghitung kembali, faktor keselamatan adalah nomor satu,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan