Gus Faiz Dorong Pemerataan Program Makan Bergizi Gratis bagi Ibu Hamil dan Balita di Jombang

0
52 views
Bagikan :

JOMBANG,TelusuR.ID – Di tengah harapan akan terpenuhinya gizi yang layak bagi masyarakat, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Jombang justru masih menyisakan cerita yang belum sepenuhnya tuntas. Program yang digadang-gadang menjadi solusi peningkatan kualitas gizi ini, nyatanya belum menyentuh seluruh lapisan yang paling membutuhkan.

Tak hanya pelajar yang kerap disebut sebagai penerima manfaat utama, masih banyak ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita yang hingga kini belum merasakan kehadiran program tersebut. Padahal, merekalah kelompok yang berada di garis depan kebutuhan gizi, terutama dalam masa-masa krusial yang menentukan kesehatan generasi mendatang.

Di berbagai sudut wilayah Jombang, keluhan itu perlahan muncul ke permukaan. Ada harapan yang terselip di balik penantian para ibu—harapan sederhana agar kebutuhan gizi selama masa kehamilan dan menyusui dapat terpenuhi dengan baik. Begitu pula dengan para balita, yang seharusnya menjadi prioritas dalam upaya pencegahan stunting sejak dini.

Selama ini, pemahaman masyarakat tentang MBG masih cenderung terbatas pada kalangan pelajar. Padahal, program ini sejatinya dirancang untuk menjangkau kelompok yang lebih luas, termasuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita—mereka yang membutuhkan perhatian khusus dalam pemenuhan gizi yang berkelanjutan.

Situasi ini pun mengundang perhatian berbagai pihak. Salah satunya datang dari Gus Faiz, Ketua Lembaga Bantuan Hak Asasi Manusia (LBHAM), yang mendorong agar program MBG tidak berhenti sebatas konsep atau administrasi semata. Ia menekankan pentingnya kehadiran nyata program di tengah masyarakat.

Dengan nada penuh harap, ia meminta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Jombang untuk segera bergerak lebih cepat dan memastikan program ini berjalan secara merata.

“Kami berharap program ini benar-benar bisa dirasakan oleh ibu hamil, ibu menyusui, dan balita yang sangat membutuhkan,” ujarnya.

Bagi Gus Faiz, MBG bukan sekadar program bantuan, melainkan bagian dari upaya besar dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Lebih dari itu, program ini juga menjadi salah satu kunci dalam menekan angka stunting sejak dini—sebuah persoalan yang hingga kini masih menjadi tantangan serius.

Kini, harapan itu kembali disematkan kepada pemerintah daerah dan seluruh pihak terkait. Masyarakat menanti langkah nyata, agar program MBG tidak hanya menjadi wacana, tetapi benar-benar hadir sebagai solusi. Sebab di balik angka dan kebijakan, ada kehidupan yang sedang bertumbuh—ibu-ibu yang berjuang, dan anak-anak yang menjadi masa depan.(mift)

Tinggalkan Balasan