Ambisi Menjadi Kaisar Rokok Dunia, Barong Grup Siapkan Ekspansi Industri Tembakau di 19 Kabupaten

0
81 views
Bagikan :

MANILA, TELUSUR.ID – CEO sekaligus Founder Barong Grup, HRM. Khalilur R. Abdullah Sahlawiy(Gus Lilur), mengumumkan peta jalan strategis untuk mentransformasi industri tembakau nasional menjadi kekuatan global.

Dari Manila, Filipina, ia merumuskan konsep ekspansi besar-besaran yang menggabungkan kekuatan korporasi skala internasional dengan pemberdayaan ekonomi rakyat melalui ribuan unit UMKM.

Langkah ini dimulai dengan penguatan struktur legalitas melalui pembentukan tiga jenis induk perusahaan utama, yakni sektor produsen rokok, pengelolaan tembakau, serta jaringan distribusi logistik.

“Hingga saat ini, enam induk perusahaan rokok telah disiapkan, di mana mayoritas telah menyelesaikan proses legalitas dan siap mengoperasikan pabrik dengan fasilitas lengkap,” ujar Gus Lilur dalam keterangan resminya dikutip Telusur.id.

Enam entitas tersebut mencakup jenama Rokok Bintang Sembilan (RBS), Bandar Rokok Nusantara (BARON), Joko Tole Nusantara (JOLENTARA), Madura Tembakau Nusantara (MADANTARA), Bandar Rokok Nusantara Global (BARONG), serta Madura Indonesia Tembakau (MASAKU). Diversifikasi merek ini dirancang untuk menyasar berbagai segmen pasar, baik domestik maupun ekspor.

Selain produsen rokok, Ia mengungkapkan, Barong Grup juga memperkuat hulu industri melalui Nusantara Global Tobacco (NGO) dan Bandar Tembakau Indonesia.

Untuk memastikan rantai pasok yang efisien, perusahaan juga mendirikan Angkut Barang Seluruh Nusantara (ABANG SETARA) sebagai induk perusahaan distribusi yang akan menjangkau seluruh wilayah tanah air.

Memasuki fase ekspansi, Santri Pengusaha Alumni Pesantren Denanyar itu menyebut Barong Grup berencana membangun gudang tembakau raksasa di 17 kabupaten yang tersebar di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Nusa Tenggara Barat.

“Lokasi strategis seperti Sumenep, Temanggung, hingga Lombok Timur dipilih karena merupakan daerah penghasil tembakau terbaik yang menjadi keunggulan kompetitif industri rokok Indonesia,” terangnya.

Tidak hanya gudang, perusahaan juga bersiap mendirikan 19 pabrik rokok skala besar di 19 kabupaten berbeda. Selain di lokasi pusat bahan baku, pabrik-pabrik level menengah hingga skala internasional ini juga akan dibangun di wilayah strategis seperti Sidoarjo dan Malang untuk memperkuat jalur distribusi dan manufaktur.

Namun, Khalilur menekankan bahwa visi bisnisnya tidak hanya berorientasi pada keuntungan murni ala konglomerat. Ia mengusung konsep sinergi “Usaha Rakyat, Usaha Konglomerat” dengan merancang pembangunan 2.000 unit Pabrik Rokok (PR) tingkat UMKM yang tersebar di 17 kabupaten di tiga provinsi tersebut.

Melalui skema ini, setiap PR UMKM akan mempekerjakan sekitar 20 karyawan, sehingga total penyerapan tenaga kerja diprediksi mencapai 40.000 orang.

“Langkah ini diharapkan mampu menjadi mesin penggerak ekonomi baru bagi masyarakat pedesaan dan mengurangi angka pengangguran secara signifikan melalui sektor industri kreatif tembakau,” ujarnya.

Nantinya, 2.000 PR UMKM tersebut akan dibiayai untuk melakukan manufaktur (maklun) terhadap enam jenis rokok kretek dengan racikan tembakau khas Nusantara. Mulai dari Virginia Blend asal Lombok, Oriental Blend dari Madura, hingga Srintil Blend yang menjadi kebanggaan Temanggung, semuanya akan diolah dengan standar kualitas tinggi.

Integrasi antara pabrik skala besar dengan ribuan UMKM ini diproyeksikan bakal melahirkan kekuatan ekonomi baru yang mampu mendominasi pasar global. Khalilur optimis bahwa strategi ini akan membawa Indonesia menjadi kaisar rokok dunia sekaligus mengangkat derajat ekonomi para petani tembakau lokal yang selama ini menjadi tulang punggung industri.

Rencana besar ini difinalisasi di Manila pada Minggu (15/3/2026), sebagai bagian dari agenda anjangsana usaha Barong Grup di wilayah Asia Tenggara. Dengan konsep yang matang, perusahaan berharap dukungan penuh dari semua pihak agar ekosistem industri rokok nasional dapat bangkit dan berjaya di kancah internasional.

Visi besar ini diharapkan dapat menginspirasi seluruh warga negara Indonesia untuk bangga terhadap produk dalam negeri.”Dengan semangat keadilan sosial, Barong Grup berkomitmen untuk menjadikan industri rokok Indonesia sebagai lokomotif kesejahteraan rakyat menuju Republik Indonesia yang jaya raya,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan