Program TPS3R di Jombang Diduga Gagal, Bau Busuk Perencanaan Menyeruak,part 1

0
141 views
Bagikan :

JOMBANG — Harapan besar yang dulu disematkan pada program Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di Kabupaten Jombang kini mulai pudar. Program yang digadang-gadang sebagai solusi pengelolaan sampah berkelanjutan itu justru meninggalkan tanda tanya besar. Di sejumlah titik, bangunan TPS3R dilaporkan mangkrak, tak berfungsi, dan seolah ditinggalkan begitu saja.

Fakta di lapangan itu diungkapkan Manager Program Perhimpunan Mitra Bumi (PIM-B) Jombang, M Djali. Ia menuturkan, kegagalan TPS3R bukanlah cerita baru, melainkan akumulasi dari persoalan serius sejak tahap perencanaan awal.

“Banyak TPS3R yang mangkrak. Ini bukan kebetulan, tapi cermin dari perencanaan yang tidak serius. Bahkan, kalau boleh dibilang, sudah tercium bau ‘busuk’ dari pelaksanaan program TPS3R di Jombang,” ujarnya, Selasa (17/12).

Menurut Djali, masalah bermula dari minimnya sosialisasi kepada masyarakat serta ketidaksiapan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) yang ditunjuk sebagai pengelola. Alih-alih dibekali pendampingan yang memadai, KSM justru dilepas tanpa arahan yang jelas. Akibatnya, aturan yang seharusnya menjadi pegangan dalam pengelolaan TPS3R kerap diabaikan, hingga aktivitas pengolahan sampah berhenti di tengah jalan.

Padahal, konsep TPS3R dirancang sebagai sistem terpadu—mengelola sampah dari hulu hingga hilir. Namun ketika konsep itu tak dijalankan secara konsisten, fasilitas yang dibangun justru berubah menjadi beban baru di tingkat lokal, bukan solusi jangka panjang bagi persoalan sampah.

Di titik inilah, Djali menyoroti peran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sebagai penanggung jawab program. Menurutnya, lemahnya pembinaan, pendampingan, hingga pengawasan menjadi faktor utama mangkraknya TPS3R di berbagai lokasi.

“Peran DLH seolah hilang di sini. Mulai dari pembinaan, pendampingan, sampai pengawasan sangat lemah. Ujungnya jelas, TPS3R mangkrak,” tegasnya.

PIM-B Jombang, lanjut Djali, tidak tinggal diam. Pihaknya tengah melakukan kajian internal sekaligus menyiapkan langkah advokasi untuk mendorong evaluasi menyeluruh terhadap program TPS3R. Ia menekankan, setiap program yang dibiayai dari anggaran rakyat wajib dijalankan secara transparan dan akuntabel.

“Kami akan terus mengawal. Program pengelolaan sampah ini jangan hanya berhenti sebagai proyek seremonial. Harus benar-benar memberi dampak nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan