Kader Putri PMII Atas Langit Gresik Ajarkan Kreativitas dan Pengetahuan Islam Libatkan Yatim Piatu

Bagikan :

GRESIK, TelusuR.ID – Merasa peduli dengan yatim piatu, kader putri Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Atas Langit mengunjungi salah satu yayasan.

Di yayasan yang berlokasi di Perumahan Gresik Kota Baru (GKB) itu, para srikandi PMII Komisariat Atas Langit mengajarkan kreativitas serta pengetahuan islam kepada anak-anak yatim piatu yang diasuh di sana.

Bacaan Lainnya

Melalui Program Gerakan Mengajar Sendiri, yang dilakukan puluhan kader PMII putri ini merupakan wujud bakti kader Biro Annisa’ PMII Atas Langit, sebuah komisariat organisasi eksternal ditingkat kampus yang berada di Sekolah Tinggi Islam Daruttaqwa (STAIDA) Suci Manyar Gresik

Fathur Rozikin, Ketua Komisariat PMII Atas Langit melalui Koordinator Biro Annisa’ Najwa Lutfi mengatakan bahwa di era perkembangan teknologi yang semakin pesat sekarang ini membutuhkan terobosan baru dalam metode pembelajaran kepada anak-anak.

“Karena di era sekarang kan banyak anak-anak yang semangat belajarnya kurang karena menganggap belajar itu hal yang membosankan, makanya kita bantu buat pembelajaran yang membuat anak iku gak merasa bahwa dirinya sedang belajar,” kata Najwa.

Najwa kemudian menjelaskan tentang metode belajar dengan senang dan tidak membosankan sehingga anak-anak menjadi tertarik untuk belajar.

Ia juga memberikan contoh bagaimana metode itu dilakukan. Mulai membuat origami, kuis keagamaan, hingga pengetahuan tentang islam.

“Kita mengajarkan kertas lipat yang di bentuk-bentuk, ada yang buat kincir angin, bunga, burung, dan lain-lain, juga ada kuis keagamaan, doa sehari-hari, surat pendek, dan pengetahuan islam lainnya seperti rukun iman, rukun islam, nama malaikat, nabi dan rasul,” terangnya.

Ke depan ia berharap gerakan ini bisa menginspirasi masyarakat pendidik dan bisa dilakukan secara rutin di tempat yang berbeda. Bahkan meluas hingga ke desa-desa.

“Ini masih pembukaan dalam rangka memperingati Hari Guru dan Harlah Kopri, kedepan akan dibuat rutin dengan berpindah-pindah lokasi dari desa ke desa,” ungkapnya. (AW)

Tinggalkan Balasan