Beranda blog Halaman 360

Tunjangan Perumahan Dewan (2): BUKAN RUMAH DINAS WABUP

0

JOMBANG, TelusuR.ID      –      Peraturan Pemerintah (PP) Nomer 18 Tahun 2017 dan PP Nomer 1 Tahun 2023, telah memerintahkan agar Pemkab menyediakan rumah dinas bagi pimpinan dan anggota DPRD. Jika belum mampu, maka opsinya adalah pemberian tunjangan perumahan.

Faktanya, sejak 7 tahun silam, Pemkab Jombang selalu memilih opsi pemberian tunjangan perumahan kepada 46 anggota DPRD. Dengan kata lain, hingga saat ini, Pemkab merasa belum cukup mampu menyediakan rumah dinas tersebut. Benarkah Pemkab belum mampu?

Rumah dinas anggota DPRD Malinau

Beragam alasan sepertinya sengaja dipilih untuk memperteguh status belum mempu. Diantaranya, bahwa hampir seluruh Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia tidak ada yang menyediakan rumah dinas bagi anggota DPRD. Dengan demikian Pemkab Jombang tidak sendirian. Dan kondisi demikian jamak terjadi.

Terhadap argumen ini, seorang Sumber menangkap ada yang tidak sambung. Menurutnya, soal mampu dan tidak mampu adalah soal Goodwill dan skala prioritas. “Simple saja, apakah sejauh ini sudah lakukan kajian secara serius? Jadi ini bukan soal seluruh Indonesia tidak ada yang menyediakan rumah dinas bagi anggota DPRD, “tuturnya.

Sumber menegaskan, urusan mampu dan tidak mampu, hari ini menjadi penting untuk dibahas karena terkait dengan efisiensi anggaran negara. “Rp 11,5 milyar per tahun untuk alokasi tunjangan perumahan dewan itu tidak kecil. Dan ini secara terus-menerus akan menjadi beban APBD jika tidak di stop, “ucapnya.

Rumah dinas anggota DPRD Kukar

Alasan berikutnya, penyediaan rumah dinas bagi anggota DPRD Jombang dipandang tidak mendesak karena selain sudah memiliki rumah tinggal, mayoritas anggota dewan adalah orang lokal. Beda halnya dengan DPR RI. Kebutuhan rumah dinas menjadi tak tertawarkan karena mayoritas anggota DPR RI datang dari seluruh daerah di Indonesia.

Rumah dinas anggota DPRD OKI

Alasan terakhir dan cukup menohok adalah soal biaya pembangunan rumah dinas yang kelewat tinggi. Saking tingginya, hal itu disebut mustahil dilakukan. Sayangnya, argumen ini didasarkan pada pemahaman bahwa rumah dinas anggota dewan harus setara dengan rumah dinas Wakil Bupati.

“Saya pikir ini hanya bentuk pembenaran untuk tidak menyediakan rumah dinas bagi anggota DPRD Jombang. Dengan menunjuk rumah dinas Wakil Bupati sebagai patokan, pesan yang ingin disampaikan adalah soal anggaran jumbo dan harus bertempat di pusat kota. Padahal eselon anggota dewan tidak setara dengan eselon Wabup, “terangnya.

Sebagai pembanding, sejumlah daerah di Indonesia tercatat sudah melakukan pembangunan rumah dinas bagi anggota DPRD. Antaralain Kota Ternate (Maluku Selatan), Kota Palembang (Sumatera Selatan), Kabupaten Malinau (Kalimantan Utara), dan Kutai Kertanegara atau Kukar (Kaltim).

Rumah dinas anggota DPRD Natuna, Kepulauan Riau, senilai Rp 1 milyar per unit.

Juga, Kabupaten Ogan Komering Ilir atau OKI (Sumatera Selatan), serta data terakhir yang bisa diupadate adalah Kabupaten Natuna (Kepulauan Riau). Dari sekian itu, rumah dinas anggota DPRD Kabupaten Natuna sempat disorot karena dinilai terlalu mahal. Yakni satu unit rumah berbiaya Rp 1 milyar.

Terlepas soal dugaan kemahalan harga unit rumah, tegas Sumber, besaran ongkos untuk pembangunan rumah dinas anggota DPRD Natuna itu hanya setara dengan 4 tahun tunjangan perumahan DPRD Jombang. “Mungkin tidak sama persis. Tapi intinya adalah soal Goodwill dan skala prioritas. Jadi tidak ada yang tidak mungkin, “tuturnya.

Dilansir dari pemberitaan sejumlah media, pembangunan rumah dinas anggota DPRD disejumlah daerah memang beberapa berujung masalah. Salah satunya kasus rumah dinas dikosongkan karena sejumlah alasan. “PP 18/2017 tidak mengenal alasan apapun. Jika rumah dinas sudah dibangun, maka tunjangan perumahan harus stop, “tegasnya. (Laput/red/din).

Tunjangan Perumahan Dewan (1): DIDUGA TIDAK ADA APPRAISAL

0

JOMBANG, TelusuR.ID      –      Sejak 2022 lalu, sebanyak 46 anggota DPRD Jombang diganjar Rp 18.800.000 per bulan untuk tunjangan perumahan. Selain fantastis dan tertinggi se Jawa Timur untuk kategori daerah Kabupaten, angka ini disebut hasil appraisal oleh lembaga penilai publik BUMN yaitu Secufindo. Benarkah demikian?

Terhadap pertanyaan ini seorang Sumber melempar sejumlah catatan. Antaralain soal tidak terpublisnya angka appraisal Secufindo ke ranah publik. Karenanya, angka tunjangan perumahan merupakan hasil intervensi atau pyur produk Secufindo, sejauh ini belum terkonfirmasi. Pada level ini, Secufindo hanya memberi opini, bukan pemutus.

Artinya, tutur Sumber, angka appraisal oleh Secufindo hanya bernilai sebuah pendapat. Selanjutnya, mau dipermak atau tidak, sepenuhnya menjadi kewenangan Bupati.   Dan itu sudah diaktualisasi melalui produk kebijakan bernama Peraturan Bupati. Dari sini, Secufindo hanya pendulang, bukan penentu.

Catatan berikutnya adalah, lanjut Sumber, soal tidak munculnya item appraisal tunjangan perumahan dewan pada daftar kegiatan APBD 2021. Kepastian itu bisa dirunut pada lapak sirup LKPP maupun LPSE. Kenapa tahun 2021? Karena Perbup 5/2022 tentang tunjangan perumahan dewan, tutur Sumber, diterbitkan Bupati pada 3 Januari 2022.

Dengan tidak nongolnya kegiatan appraisal pada lapak sirup LKPP dan LPSE 2021, tegas Sumber, maka klaim pekerjaan appraisal oleh Secufindo memicu pertanyaan besar. Artinya, kegiatan bisa benar ada, atau sebaliknya: fiktif. Karena aturannya, setiap belanja APBD wajib dipublis di sirup LKPP.

Sumber menegaskan, jika saja kegiatan appraisal itu fiktif, maka tafsir tentang itu merujuk pada 2 hal. Pertama, tengah berlangsung upaya penyesatan informasi secara serius kepada publik. Kedua, angka tunjangan perumahan yang terbilang jumbo itu tidak kaitan dengan Secufindo.

Sebaliknya, sambung Sumber, jika kegiatan appraisal benar ada namun tidak dipublis ke publik, maka yang terjadi adalah sebentuk pelanggaran terhadap ketentuan LKPP. “Pertanyaannya, kenapa tidak publis? Ada maksud apa dibalik itu? Atau jangan-jangan memang tidak ada appraisal? “nadanya bertanya.

 

Pertanyaan ini tidak berlebihan. Sebab, tegas Sumber, proses terbitnya Perbup 5/2022 cukup kuat dilingkupi atmosfir politis. “Jejak digital cukup menjelaskan bahwa terbitnya Perbup sempat diwarnai aksi boikot oleh pihak legislatif terkait LKPJ Bupati. Aksi boikot diduga dipicu adanya kesenjangan, “terangnya.

Saat itu, tepatnya pada 2021, mencuat ke permukaan TPP (Tambahan Pengahsilan Pegawai) Sekda Ahmad Jazuli yang tembus angka Rp 43 juta per bulan. Menurut Sumber, angka ini dinilai aneh karena besarannya melampaui BOP Bupati yang hanya Rp 33 juta per bulan. Tidak hanya Sekda, moncernya TPP juga merambah pejabat struktural Pemkab.

Antaralain Asisten dikisaran angka Rp 18 juta per bulan, Kepala Bagian diangka Rp 10 juta per bulan, serta Kepala Dinas dipatok Rp 15 juta per bulan.  Polemik kian ramai karena dilevel Asisten dan Kepala Bagian terjadi selisih angka. Yakni Asisten I hanya mengantongi Rp 16 juta per bulan, sedang Asisten II dan III meraup Rp 18 juta per bulan.

Perbedaan angka menjadi sorotan karena beban kerja ketiga Asisten dinilai sama. Begitu pun dengan Kepala Bagian.  Tercatat ada 3 Kabag yang mendapat TPP Rp 13 juta per bulan, sedang Kabag yang lain hanya Rp 10 juta per bulan. Saat itu Bupati meminta kepada Sekda agar  besaran TPP dievaluasi.

Selanjutnya, selang beberapa waktu kemudian, tiba-tiba agenda paripurna terkait LKPJ Bupati berlangsung mulus. Seiring itu, Perbup 5/2022 akhirnya terbit, dan angka tunjangan perumahan anggota dewan meroket dari Rp 12.700.000 menjadi Rp 18.800.000 per bulan.

“Saat itu, atmosfir politis cukup kental. Dan semua berlangsung cepat. Jadi, sebagaimana data sirup LKPP dan LPSE tahun 2021, bisa jadi kegiatan appraisal terkait tunjangan perumahan dewan itu memang tidak ada, “ujarnya. (Laput/red/din)

 

Prabowo Unggul Survey Pilihan Nahdliyin Jatim, Relasi Yang di Bangun Positif

0

Surabaya, Telusur.id – Sejumlah hasil survei terbaru menunjukan keunggulan Prabowo Subianto dari bakal Capres lainnya, Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan. Keunggulan Prabowo itu terdongkrak dari besarnya dukungan kaum nahdliyin kepada Menteri Pertahanan RI tersebut.

Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Jawa Timur, Muhammad Fawait atau yang kerab dipanggil Gus Fawait mengaku berbesar hati dengan hasil survei yang menunjukan Prabowo menjadi pilihan utama kaum nahdliyin. Mengingat, jumlah nahdliyin sangat besar dan merupakan mayoritas di negeri ini.

“Pak Prabowo menjadi pilihan utama warga NU. Tentu ini menjadi vitamin bagi kami kader Gerindra di Jawa Timur,” kata Gus Fawait, Minggu (04/06/2023).

Gus Fawait yang juga bendahara GP Ansor Jawa Timur ini mengungkapkan, bahwa Jatim merupakan tempat kelahiran Nahdlatul Ulama sekaligus basis terbesar NU. Karena itu sangat wajar kalau mayoritas warganya adalah nahdliyin.

Menurut dia, sangat wajar kalau Prabowo mendapat simpati nahdliyin, karena sejak beliau masih aktif di militer sudah dekat dengan para ulama sepuh di Jatim. Hubungan baik itu masih terjalin hingga saat ini . Tentu kedekatan ini menghasilkan relasi hubungan yang positif antara Prabowo dengan warga NU di Jatim.

“Pak Prabowo juga memberi kesempatan yang luas bagi kader-kader muda NU, keluarga pesantren di Jatim untuk berkiprah di Gerindra. Ada Mas Wahyu putra Gus Kikin pengasuh Pesantren Tebuireng, Jombang dan saya sendiri putra angkat KH Achmad Muzakki Syah, pengasuh Pesantren Al Qodiri, Jember,” terangnya.

Tokoh Nahdliyin Inspiratif Jatim 2020 versi Forkom Jurnalis Nahdliyin ini menambahkan, besarnya dukungan nahdliyin kepada Prabowo karena kaum nahdliyin punya harapan Prabowo bisa meneruskan pemerintahan Jokowi. Mengingat, kepuasan rakyat yang sangat tinggi kepada Pak Jokowi selama hampir 10 tahun memimpin.

Harapan Prabowo bisa meneruskan estafet kepemimpinan Presiden Jokowi sangat beralasan. Sebab, Prabowo adalah menteri dengan kinerja terbaik dalam kabinet saat ini. Itu terpotret dari hasil survei sejumlah lembaga survei yang telah dirilis.

“Kalau melihat dari gesture dan statement Pak Jokowi belakangan ini, saya pribadi melihat dukungan Presiden Jokowi condong ke Pak Prabowo ketimbang kandidat capres lainnya. Karena itu wajar kalau pendukung Jokowi akan mendukung Prabowo,” pungkas alumnus pascasarjana UGM Yogyakarta, tersebut.

Prabowo Unggul Survey Pilihan Nahdliyin Jatim, Relasi Yang di Bangun Positif

SURABAYA, TelusuR.ID – Sejumlah hasil survei terbaru menunjukan keunggulan Prabowo Subianto dari bakal Capres lainnya, Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan. Keunggulan Prabowo itu terdongkrak dari besarnya dukungan kaum nahdliyin kepada Menteri Pertahanan RI tersebut.

Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Jawa Timur, Muhammad Fawait atau yang kerab dipanggil Gus Fawait mengaku berbesar hati dengan hasil survei yang menunjukan Prabowo menjadi pilihan utama kaum nahdliyin. Mengingat, jumlah nahdliyin sangat besar dan merupakan mayoritas di negeri ini.

“Pak Prabowo menjadi pilihan utama warga NU. Tentu ini menjadi vitamin bagi kami kader Gerindra di Jawa Timur,” kata Gus Fawait, Minggu (04/06/2023).

Gus Fawait yang juga bendahara GP Ansor Jawa Timur ini mengungkapkan, bahwa Jatim merupakan tempat kelahiran Nahdlatul Ulama sekaligus basis terbesar NU. Karena itu sangat wajar kalau mayoritas warganya adalah nahdliyin.

Menurut dia, sangat wajar kalau Prabowo mendapat simpati nahdliyin, karena sejak beliau masih aktif di militer sudah dekat dengan para ulama sepuh di Jatim. Hubungan baik itu masih terjalin hingga saat ini . Tentu kedekatan ini menghasilkan relasi hubungan yang positif antara Prabowo dengan warga NU di Jatim.

“Pak Prabowo juga memberi kesempatan yang luas bagi kader-kader muda NU, keluarga pesantren di Jatim untuk berkiprah di Gerindra. Ada Mas Wahyu putra Gus Kikin pengasuh Pesantren Tebuireng, Jombang dan saya sendiri putra angkat KH Achmad Muzakki Syah, pengasuh Pesantren Al Qodiri, Jember,” terangnya.

Tokoh Nahdliyin Inspiratif Jatim 2020 versi Forkom Jurnalis Nahdliyin ini menambahkan, besarnya dukungan nahdliyin kepada Prabowo karena kaum nahdliyin punya harapan Prabowo bisa meneruskan pemerintahan Jokowi. Mengingat, kepuasan rakyat yang sangat tinggi kepada Pak Jokowi selama hampir 10 tahun memimpin.

Harapan Prabowo bisa meneruskan estafet kepemimpinan Presiden Jokowi sangat beralasan. Sebab, Prabowo adalah menteri dengan kinerja terbaik dalam kabinet saat ini. Itu terpotret dari hasil survei sejumlah lembaga survei yang telah dirilis.

“Kalau melihat dari gesture dan statement Pak Jokowi belakangan ini, saya pribadi melihat dukungan Presiden Jokowi condong ke Pak Prabowo ketimbang kandidat capres lainnya. Karena itu wajar kalau pendukung Jokowi akan mendukung Prabowo,” pungkas alumnus pascasarjana UGM Yogyakarta, tersebut.

Gybernur Khofifah Apresiasi Gebyar Prestasi Al-Quran Yayasan Khadijah, Upaya Menyiapkan Generasi Qurani

0

SURABAYA, TelusuR.ID – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan apresiasi atas gelaran Gebyar Prestasi Al-Quran Yayasan Khadijah yang diselenggarakan di Gedung Islamic Centre, Surabaya, Sabtu (3/6/2023).

Menurutnya, gelaran ini adalah upaya menyiapkan generasi qurani yang akan menjadikan Al-Quran menjadi ruh kejuangan dan pengabdian di masa depan.

“Jadi ruh Al-Quran ini harus ditanamkan. Meskipun membuka gadget, maka jangan lupa yang dibuka juga adalah Al-Quran,” ungkap Gubernur Khofifah kepada awak media seusai acara.

Ia tidak melarang untuk membaca dan mengakses lainnya. Namun, baik anak maupun orang tua tetap harus selektif dalam memilih dan memilah aktivitas yang dilakukan dengan gadgetnya.

“Jadi boleh mengakses beragam vitur tapi harus dipilih dan dipilah betul. Ambillah yang produktif dan positif. Disinilah peran penting literasi digital. Kalau literasi digital berjalan dengan baik, maka proses memilih dan memilah itu akan berjalan dengan sendirinya. Juga mereka akan membaca dan menghafalkan Al-Quran dimana saja mereka berada,” jelasnya.

Tokoh Nahdliyin Inspiratif 2022 versi Forkom Jurnalis Nahdliyin ini mengungkapkan bahwa gebyar prestasi Alquran tidak kalah dengan Gebyar prestasi yang lainnya. Sebab, kegiatan ini penting dalam menyiapkan generasi Qurani.

“Bahkan, gebyar Prestasi Al-Quran ini tidak kalah dengan gebyar pentas seni biasanya. Insyaallah ini adalah area ngunduh barokah Allah SWT,” imbuhnya.

Tidak sampai di situ, sebagai seorang alumni Yayasan Pendidikan Khadijah, Khofifah mengaku bangga sekaligus meneteskan airmatanya manakala melihat bagaimana banyaknya surat-surat Al-Quran yang telah dihafalkan oleh siswa-siswi TK-SD-SMP dan SMA dan Yayasan Khadijah.

“Tentu kita semua berharap yang hari ini khataman Tahfidz berapapun banyaknya, yang sudah dihafal oleh anak-anak sekalian maka ini adalah sangu bagi anak-anak semua. Maksimalkan sesuai dengan ikrar anak-anak sekalian tiap hari jangan lupa membaca Alquran,” imbaunya.

Lebih jauh, Ketua Umum PP Muslimat NU ini juga mengajak anak-anak untuk memahami makna dan mengamalkan ajaran dari tiap ayat ke ayat yang telah dihafalkannya.

“Artinya bahwa ada proses yang kita harapkan ke depan. Jika bacaan sudah tartil maka step berikutnya adalah memahami maknanya dan mengamalkannya. Ini juga menjadi bagian yang harus berseiring dengan perjalanan kehidupan anak-anak sekalian. Jadi dari tiap jenjang pendidikan dari TK-SD-SMP-SMA-Perguruan Tinggi hingga nanti di kehidupan profesi ruh Al-Quran tetap terjaga,” tuturnya.

Dalam kesempatan ini Gubernur Khofifah didampingi Ketua Umum Yayasan Khadijah dan Ketua Pengawas Yayasan Khadijah turut menyerahkan penghargaan kepada Khatimin Khatimat Tartil dan Tahfiz Al-Quran terbaik.

Pada sambutannya, Ketua Umum YTPSNU Khadijah KH M. Ridlwan Nasir menyampaikan bahwa dirinya terharu dengan kemampuan anak-anak yang memiliki kemampuan membaca al quran yang baik.

“Ini adalah bekal. Bekal untuk membersihkan diri dan membersihkan hati dari hal hal buruk. Ini akan bermanfaat bagi agama dan bangsa. Saya yakin setelah kami yang sepuh-sepuh selesai masanya, Insyaallah faa Insyaallah anak-anak kita adalah penerus kita,” ucapnya.

Sementara itu, Direktur Bil Qolam Pusat KH M. Anas Basori menyampaikan bahwa pada ujian terdapat peningkatan jumlah peserta dari tingkat bawah hingga SMA pada 10 cabang yang ada.

Secara kuantitas dan kualitas terdapat peningkatan jumlah yang cukup signifikan yakni dari tahun lalu hanya 200 sekian peserta menjadi saat ini 400 sekian peserta.

“Saya titip kepada wali Khotimin/at, anak anak ini sudah lncar baca dan menghafalkan. Tapi anak-anak harus tetap dibina,karena ini masih tahap awal. Meski sudah tidak di Khadijah, mohon Al-Qurannya harus tetap dijaga. Harapannya anak-anak memiliki prestasi dan menduduki jabatan publik serta tetap ahli Qur’-an,” pesannya. (*)

Bus Harapan Jaya Operasikan 30 Lebih Armada untuk Layani Calon Jamaah Haji

0

SURABAYA, TelusuR.ID – Perusahaan transportasi Bus Harapan Jaya, akan mengoperasikan 30 lebih armada bus untuk melayani lebih dari seribu calon jamaah haji tahun 2023 / 1444 H, wilayah Kabupaten Tulungagung kloter 37, 38, 39, yang akan diberangkatkan menuju asrama haji Sukolilo Surabaya pada tanggal 6 – 7 juni 2023.

Iwan Sugiono, Manager Operasional Bus Harapan Jaya mengatakan, untuk menyukseskan layanan angkutan haji tahun 2023. Pihaknya selaku penyedia jasa transportasi telah mempersiapkan armada – armada terbaik yang dimiliki.

“Armada – armada terbaik kami dilengkapi fasilitas yang lengkap, seperti AC, audio, tv LCD, mikropon dan bangku yang dilengkapi Re Cleaning Seat. Untuk memastikan kenyamanan bagi para jamaah haji saat dalam perjalanan,” Iwan Sugiono, dalam keterangannya, Sabtu (3/6/2023).

Makrus, Kabag Kesra Pemda kabupaten Tulungagung, juga memberi pembekalan bimbingan teknis pada tanggal 30 mei 2023, kepada seluruh awak kru untuk meningkatkan pelayanan, keselamatan dan kenyamanan para penumpang angkutan haji Bus Harapan Jaya.

“Dengan adanya persiapan ini kami berharap dapat memberikan pelayanan terbaik kami untuk membantu kelancaran dan kesuksesan angkutan haji tahun ini,” pungkasnya. (*)

Bareng NBI, Ini Jadwal Ustad Hannan Attaki Mengisi Acara di Jember

0

Surabaya, TelusuR.ID – Usai dibaiat oleh Ketua PWNU Jatim, KH. Marzuki Mustamar, Ustad Hannan Attaki memiliki magnet tersendiri bagi Warga NU. Terbukti besok, Majelis Riyadlus Sholihin, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Jawa Timur (Jatim) menggelar kajian spesial Jumat Mubarok bertemakan ‘The Real Ahlussunah Wal Jamaah’ pada Jumat (02/06/2023) besok.

Diketahui, kajian tersebut akan dihadiri langsung oleh Ustad Hannan Attaki bersama Gus Mahathir Muhammad selaku Bendahara Umum Nusa Bangsa Indonesia (NBI) dan sejumlah ulama lainnya.

Bendahara Umum NBI, Gus Mahathir Muhammad membenarkan agenda kajian spesial Jumat Mubarok yang aka berlangsung di Jember pada Jumat (02/06/2023) besok.

“Besok, Ustad Hannan Attaki dan sejumlah Ulam lainnya akan mengisi kajian spesial Jumat Mubarok yang akan berlangsung di Jember,” katanya menjelaskan kepada media ini, Kamis (01/06/2023).

Menurutnya, Ustad Hannan Attaki dalam agenda tersebut akan berkolaborasi dengan Gus Fikri, dai kondang yang juga dzurriyah KH. Wahab Hasbullah dan KH. Muhammad Shiddiq

Kemudian, Sore hari Ustad Hannan Attaki akan melakukan sowan ke KH. Sadid Jauhari (Pengasuh Ponpes Assunniyah, Kencong, Jember) disana Ustad Hannan Attaki akan meminta banyak petuah dan dawuh sekaligus doa dari Kyai sepuh Jember ini.

Lebih lanjut, Gus Mahatir menjelaskan kalau Ustad Hannan Attaki juga akan diajak untuk mengunjungi pesantren yang berdiri di tengah penduduk non muslim.

” Nanti akan didampingi oleh Gus -Gus dan tokoh pemuda Jember, ” paparnya.

Mantan Ketua Umum Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Blitar ini lalu membeberkan jadwal Ustad Hannan Attaki di Jember di Jember sebagai berikut:

15.30 WIB
Tiba di Kediaman KH. Sadid Jauhari (Rais Syuriah PBNU & Pengasuh PP. Assunniyah Kencong Jember)

15.30 – 17.22 WIB
– Sowan kepada KH. Sadid Jauhari (Rais Syuriah PBNU & Pengasuh PP. Assunniyah Kencong Jember)
– Sowan & ngaji ke KH. Sadid Jauhari
– Meninjau santri dan pesantren yang ada di daerah kampung non Muslim

17.22 – 17.45 WIB
– Sholat Maghrib

17.45 – 18.45 WIB
– Perjalanan menuju PP. Riyadus Sholihin, Kaliwates Jember

18.45 – 20.00 WIB
– Tiba di PP. Riyadus Sholihin, Kaliwates Jember (Ponpes Dzurriyah KH. Muhammad Shiddiq Jember & Dzurriyah KH. Wahab Hasbullah)
– Transit sejenak bersama jajaran pengasuh

“Kemudian, kami akan melakukan sholawat bersama Gus Hamid Farouq Muhammad dan kemudian Acara ceramah keagamaan Ust. Hannan Attaki dan Gus Fikri Farouq Muhammad,” pungkasnya.

Distribusikan Sembako Amanah Gus Lilur, Tim Filantropi NBI Datangi Warga Kelurahan Sidosermo

0

Surabaya, TelusuR.ID – Tim Filantropi Nusa Bangsa Indonesia (NBI) kembali membagikan 250 paket sembako kepada warga kampung di Kelurahan Sidosermo, Kecamatan Wonocolo, Kota Surabaya. Jumat, (02/06/2023).

250 paket sembako yang dibagikan berisi beras 5kg, minyak goreng, gula dan Mie Instan. Penerima bantuan adalah warga yang kurang mampu dengan terlebih dahulu dilakukan pendataan. Pendataan dilakukan dengan melibatkan warga sekitar dan juga RT.

Tim Filantropi NBI bergerak usai sholat subuh. Dengan berjalan kaki, mereka menyusuri Gang-gang sempit membagikan paket sembako. Untuk jarak yang lumayan jauh, tim bergerak dengan menggunakan motor. Mereka memberikan paket sembako pada Janda, Anak Yatim, serta warga yang kurang mampu lainnya dengan menyampaikan salam dari HRM. Khalilur R. Abdullah Sahlawiy, Ketua Umum Nusa Bangsa Indonesia (NBI).

” Ini kami menyampaikan amanah dan salam dari Gus Lilur, mohon doanya semoga Gus Lilur dan keluarga besar NBI diberikan kesehatan dan kelancaran rejekinya,” tukas Kholifi, Tim Filantropi NBI sambil membagikan paket sembako.

Terlihat para penerima yang kebanyakan Ibu-Ibu lanjut usia, bahkan ada yang dalam kondisi sakit sangat senang menerima bantuan dari NBI.

Ibu Habibah, salah satu warga yang mendata penerima manfaat mengaku senang dan berterima kasih kepada Gus Lilur dan Tim Filantropi NBI.

Ketua Tim Filantropi NBI, Miftakhul Ulum menjelaskan kalau Tim Filantropi NBI sebanyak empat kali membagikan paket sembako. Pembagian pertama 100 paket sembako, kemudian 100 paket sembako lagi, berikutnya 250 paket sembako dan saat ini juga 250 paket sembako.

” Sesuai arahan Gus Lilur kami membagikan bantuan paket sembako dengan datang langsung ke Rumah warga dan menyerahkan secara langsung,” jelas pria yang akrab disapa Ulum.

Ulum menambahkan sistem pembagian yang dilakukan oleh NBI tidak menggunakan kopun, tidak mengumpulkan warga penerima, tapi memuliakan penerima yaitu dengan mengantarkan ke rumahnya masing-masing.

” Bantuan ini akan terus berjalan, bahkan kedepan Insyaallah jumlahnya akan terus bertambah. Mohon doanya semoga ini dimudahkan!,” tandas Ulum.

Sugiharto, Ketua Harian NBI Holding menambahkan kedepan, selain bantuan sosial berupa paket sembako, NBI juga menyiapkan program beasiswa kuliah dan khusus mondok. Tidak hanya itu, ada program dakwah ke dalam negeri dan luar negeri, dan beberapa program lainnya yang tertuang dalam Nawa Cita NBI.

Sebelum bergerak membagikan bantuan paket sembako, Tim Filantropi NBI usai sholat subuh berkumpul di Rumah Sugiharto (Ketua Harian NBI Holding), di Sidosermo. Setelah itu, mereka bersiap dan berkeliling membagikan paket sembako. Sebelum berangkat, terlebih dahulu Tim Relawan Filantropi NBI melakukan doa bersama terlebih dahulu.

DPP APWI : Gubernur Khofifah Berkontribusi dan Perhatian Atas Pengembangan SDM ASN

0
Gubernur Khofifah Raih Penghargaan dari DPP APWI atas Kontribusi Kemajuan Pengembangan Kompetensi SDM ASN dan Perhatian Tinggi pada Widyaiswara. foto : istimewa

KOTA BATU, TelusuR.ID – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meraih penghargaan dari Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Profesi Widya Iswara (DPP APWI) atas peran dan kontribusinya yang luar biasa terhadap pengembangan kompetensi SDM ASN. Serta atas perhatian yang tinggi terhadap peran widyaiswara pada lembaga pelatihan pemerintah.

Penghargaan berupa piagam dan pin tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Umum DPP APWI, Dr. Boediarso Teguh Widodo, M.E kepada Gubernur Khofifah saat Gala Dinner Jambore Nasional Widyaiswara II di Halaman Balai Kota Among Tani Kota Batu, Kamis (1/6/2023) malam.

Usai menerima penghargaan ini, Gubernur Khofifah mengatakan bahwa pengembangan kompetensi ASN terus menjadi komitmen dan perhatian utamanya. Ia meyakini, salah satu kunci jalannya roda pemerintahan dan birokrasi adalah ASN yang berkualitas , berintegritas dan mumpuni.

“Tantangan birokrasi semakin kompleks. Diiringi dengan dinamika perubahan global yang dinamis sekali dan turut mempengaruhi dinamika regional dan nasional. Ini tentunya harus diikuti oleh kecepatan adaptasi dan kompetensi para ASN kita,” terang Tokoh Nahdiyin Inspiratif 2022 versi Forkom Jurnalis Nahdliyin itu.

“Dengan demikian ASN akan mampu memberikan layanan kepada masyarakat sesuai jargon Provinsi Jawa Timur yaitu CETTAR cepat, efektif, efisien, tanggap, transparan, akuntabel dan responsif,” imbuh Khofifah.

Khofifah mengatakan, dalam setiap proses pelatihan kepemimpinan di BPSDM, yakni pelatihan kepemimpinan jabatan tinggi pratama atau Eselon II maka peserta diminta membuat proyek perubahan. Sedangkan untuk pelatihan kepemimpinan administrator dan pelatihan kepemimpinan pengawas, peserta diminta membuat aksi perubahan.

“Dua hari lalu baru saya menutup pelatihan kepemimpinan administrator di BPSDM Jatim. Yang selalu saya pesankan adalah ketika aksi perubahan itu dilakukan maka harus diseiringkan Reformasi Birokrasi Tematik dan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) berdampak . Dari semua format aksi perubahan dan reformasi birokrasi ini harus diikuti efek berdampak,” pintanya.

Tidak hanya itu, di berbagai kesempatan ia sering mengatakan bahwa ASN harus mampu menjadi game changer, yang mampu melakukan perubahan-perubahan. Tidak hanya itu, para pejabat baik pejabat tinggi pratama maupun pejabat administrator juga harus mampu menjadi enabler leader atau pemimpin pemungkin.

“Karena memang yang tidak berubah adalah perubahan itu sendiri. Kemudian bagaimana menjadi enabler leader atau pemimpin pemungkin karena pada dasarnya hukum dasarnya adalah possible bukan impossible,” katanya.

Menurutnya, untuk menjadi game changer, para peserta didik atau ASN yang mengikuti diklat juga harus didukung oleh ekosistem yang tepat. Para peserta didik yang brilliant atau yang punya pikiran cemerlang tersebut juga harus bertemu ekosistem yang memberikan support.

“Ketika ekosistem itu justru menolak perubahan, maka orang-orang yang sebetulnya sudah disiapkan menjadi game changer yakni orang-orang yang sudah selesai berproses di lembaga pelatihan tersebut, mereka tidak bisa melakukan perubahan karena ekosistemnya tertutup. Maka pesan saya we have to open min ,” katanya.

Lebih lanjut menurutnya, yang tidak kalah penting dalam pengembangan kapasitas dan kapabilitas ASN adalah peran para widyaiswara. Dimana widyaiswara dituntut harus mampu menyampaikan berbagai perubahan kebijakan yang sangat cepat, yang diadopsi dari berbagai perubahan lokal, regional nasional, maupun Global.

“Bagaimana mereka mencoba memahami kebijakan yang harus diadopsi tapi di saat yang bersamaan tetap harus bisa memberikan penguatan kepda peserta didiknya. Luar biasa cara berpikir dan luar biasa ilmunya para widyaiswara ini,” kata Khofifah yang juga pernah mendapat penghargaan dari LAN sebagai Widyaiswara Ahli Utama Kehormatan.

“Tidak semua widyaiswara mendapatkan kesempatan mendengarkan langsung perubahan kebijakan itu. Tapi langsung mengajarkan dan ternyata kalau di Jawa Timur saya merasakan hasilnya luar biasa,” tegasnya.

“Banyak sekali capaian indikator pembangunan kabupaten kota dan provinsi di Jawa Timur yang ternyata memiliki tingkat signifikansi terhadap dampak yang diharapkan dari setiap proses yang dilakukan,” imbuhnya.

Selain itu, yang tidak kalah penting adalah menemukenali peserta didik agar mampu memaksimalkan kompetensi dan skill nya. Apalagi ia mendorong para ASN harus mampu menjadi enabler leader atau pemimpin pemungkin.

“Jika dia ketemu dengan pemimpin yang open mind dan berwawasan luas, maka dia akan bisa mengeksplor potensi-potensi efektifnya. Ini penting, sebab sifat open minded memungkinkan membuka dan mengeksplor seluruh potensi yang dimiliki,” katanya.

“Untuk itu bagaimana sesungguhnya seorang widyaiswara membuka ruang-ruang yang menjadikan para peserta didik itu akhirnya open minded, mereka harus membuka pikiran lebih luas, membuka jejaring lebih luas dan seterusnya,” lanjutnya.

Sementara itu, Pj. Walikota Batu sekaligus Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai menuturkan bahwa sejak kepemimpinan Gubernur Khofifah pengembangan kompetensi ASN mendapat perhatian besar. Melalui BPSDM hampir 100 penghargaan diterima oleh Gubernur Khofifah terkait pengembangan SDM.

“Di tahun 2022 saja ada 19 penghargaan yang berhasil diraih BPSDM Jatim. BPSDM Jatim telah bertranformasi menjadi lembaga pelatihan unggulan sebagai Peringkat I Lembaga Pelatihan Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2022 dan juga Instansi Pemerintah Terbaik Kategori Pemerintah Provinsi Dalam Capaian Pemenuhan Pengembangan Kompetensi Tahun 2022 – Training Rate Award LAN RI,” ujarnya.

Hal ini menjadi bukti nyata komitmen Pemprov Jatim dalam mengembangkan potensi dan kompetensi ASN di lingkungan Pemprov Jatim. Termasuk dalam hal kesejahteraan Widya Iswara.

“Saya rasa, Widya Iswara di Jawa Timur memiliki Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) yang paling tinggi di banding daerah lain. Ini juga merupakan bentuk perhatian Ibu Gubernur terhadap pengembangan kompetensi ASN,” katanya.

Sebelumnya, Ketua Umum DPP APWI, Dr. Boediarso Teguh Widodo, M.E mengatakan bahwa penghargaan yang diberikan kepada Gubernur Khofifah ini karena peranan dan kontribusinya yang sangat luar biasa dalam pengembangan kompetensi ASN serta perhatian yang tinggi terhadap peran widyaiswara.

“Selain penghargaan, malam ini kami akan mengangkat Ibu Gubernur sebgaai anggota luar biasa kehormatan APWI. Atas nama seluruh widyaiswara se-Indonesia kami menyampaikan terimakasih atas perhatian yang begitu besar bagi para widyaiswara,” pungkasnya. (*)

GPK Jombang: Pancasila adalah Jiwa, Dasar Dari Falsafah Hidup

0

Jombang, TelusuR.ID- Ketua Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK) Kabupaten Jombang Muhammad Ibnu Al Farabi menyebut Peringatan Hari Lahir Pancasila merupakan momentum yang harus terus ditanamkan kepada generasi muda untuk memupuk rasa persatuan dan semangat kebangsaan.

“Pancasila adalah jiwa, dasar dari seluruh falsafah pandangan hidup. Maka pengamalan Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara harus dilaksanakan secara nyata oleh seluruh pemuda-pemudi Indonesia. Tidak hanya oleh rakyat dan juga para pemimpin negeri,” kata Mas Obi, panggilan akrabnya, Kamis (01/06/2023) kepada Telusur.id.

Menurutnya, Pancasila merupakan ruh bagi keberlangsungan pondasi membangun bangsa Indonesia yang wajib diaktualisasikan seluruh masyarakatnya. Yang harus diketahui ruh dan kodrat bangsa Indonesia adalah keberagaman yang terlahir dari rasa nasionalisme dan insan yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, masyarakat yang berbudi pekerti.

“Dari Sabang sampai Merauke adalah keberagaman yaitu berbagai etnis, bahasa, adat istiadat, agama, kepercayaan dan golongan bersatu padu membentuk Indonesia yang berKetuhanan, berperikemanusiaan adil beradab berwujud persatuan, mengedepankan musyawarah dan berkeadilan sosial,” jelasnya.

Ia menambahkan, Pancasila merupakan kristalisasi nilai luhur masyarakat Nusantara sejak berabad abad lalu. Berkat Pancasila dengan nilai-nilai inklusivitas, toleransi dan gotong royong keberagaman yang ada menjadi suatu berkah penuntun keberagaman yang dapat dirajut menjadi identitas nasional, Bhinneka Tunggal Ika dan hingga saat ini masih terlihat ditengah masyarakat.

Sebagai generasi muda, kata dia, berkewajiban mengaktualisasi dan mewujudkannya dalam kehidupan dan perilaku sehari-hari. Pemuda itu harus mempunyai jiwa saling menghormati dan menghargai, menjunjung tinggi nilai persatuan dan keadilan sosial menuju peradaban yang adil dan beradab. Dan sebagai insan yang bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa.

” Kita itu Indonesia, Kita Pancasila. Semua Indonesia, Semua Pancasila. Saya Indonesia, Saya Pancasila. Kita wajib menggelorakan nilai-nilai Pancasila. Membangun bangsa bersama-sama, menduniakan nilai luhur Pancasila. Dengan Pancasila, kita bergotong royong membangun peradaban dan pertumbuhan global,” pungkasnya.

Ketua Fraksi Gerindra Jatim Sebut Kolaborasi Jokowi – Prabowo Wujud Nyata Pengamalan Pancasila

0

SURABAYA, TelusuR.ID- Tanggal 1 Juni diperingati bangsa Indonesia sebagai Hari Lahir Pancasila. Peringatan Pancasila menjadi penting karena Pancasila merupakan dasar negara Indonesia.

Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Jawa Timur, Muhammad Fawait mengatakan Pancasila juga adalah pandangan hidup dan pedoman hidup. Sebab itu, pengamalan Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara harus dilaksanakan secara nyata, tidak hanya oleh rakyat tapi juga oleh para pemimpin negeri ini.

“Kolaborasi Presiden Jokowi dan Pak Prabowo di pemerintahan saat ini, adalah wujud nyata dari pengamalan Pancasila. Sosok keduanya adalah contoh Pancasilais sekaligus negarawan,” kata pria yang akrab disapa Gus Fawait itu, Kamis (1/6/2023).

Tokoh Nahdliyin Inspiratif 2020 versi Forkom Jurnalis Nahdliyin ini mengungkapkan bagaimana kerasnya rivalitas antara Jokowi dan Prabowo pada Pilpres 2014 dan 2019. Namun, saat ini keduanya bisa berkolaborasi dalam sebuah pemerintahan.

Gus Fawait melanjutkan, tentu ini adalah bentuk nyata dari pengamalan nilai Pancasila. Yakni Persatuan Indonesia dan gotong – royong yang menjadi ciri bangsa Indonesia. Jokowi dan Prabowo mengesampingkan kepentingan pribadi dan golongan untuk kepentingan bangsa dan negara.

“Presiden Jokowi dan Pak Prabowo juga mengamalkan nilai-nilai musyawarah dan mufakat. Pasca mereka berkompetisi pada pilpres. Keduanya bisa bertemu, duduk bersama, berdiskusi dan kemudian Pak Prabowo bersedia menjadi Menteri Pertahanan dalam pemerintahan Pak Jokowi,” urai Gus Fawait.

Bendahara Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur ini menambahkan, kolaborasi yang terjadi antara Jokowi dan Prabowo patut kita syukuri. Karena di negara lain hal itu sulit terwujud, contohnya rivalitas antara Joe Biden dengan Donald Trump yang hingga hari ini terus berlanjut.

Gus Fawait menjelaskan, kolaborasi antara Jokowi dan Prabowo membawa efek positif pada pemerintahan saat ini. Tidak hanya dalam stabilitas politik, tapi juga dalam pembangunan.

“Buktinya Indonesia bisa cepat keluar dari krisis akibat pandemi Covid-19. Ini bisa terjadi karena kerja keras dan gotong royong dari para pemimpin, termasuk Jokowi dan Prabowo,” pungkas alumnus Unair ini. (*)