Beranda blog Halaman 359

Kali ke-7, Ketum NBI Salurkan Bantuan pada Janda dan Lansia Sisir Kelurahan Simolawang Surabaya

0

SURABAYA, TelusuR.ID – Ketua Umum Nusa Bangsa Indonesia (NBI), HRM. Khalilur R. Abdullah Sahlawiy (Gus Lilur) lewat kegiatan Filantropi NBI tidak kenal lelah menyisir perkampungan di Surabaya. Mereka terus bergerak membagikan 250 paket sembako pada kaum dhuafa dan fakir miskin.

Umar Faruq, Sekretaris Filantropi NBI menjelaskan para penerima manfaat bantuan paket sembako dari Ketum NBI sudah melalui proses pendataan sebelumnya. Dengan menggandeng RT, RW dan kelompok pengajian setempat Tim Filantropi NBI mendata orang yang dianggap layak untuk mendapatkan bantuan.

” Tujuannya agar bantuan dari Ketum kami (Gus Lilur) bisa tepat sasaran dan bisa membantu orang-orang yang benar-benar membutuhkan,” tukas Umar Faruq. Jumat, (23/06/2023).

Faruq menambahkan bantuan paket sembako yang disalurkan merupakan kepedulian dan bentuk cinta kasih Gus Lilur pada sesama, utamanya dhuafa dan fakir miskin.

” Mudah-mudahan bisa meringankan beban hidup bagi para penerima,” harapnya.

Pihaknya menambahkan, bantuan paket sembako yang diberikan akan terus meningkat.

” Kalau saat ini 250, Insyaallah kedepannya kita akan menyalurkan ribuan paket sembako,” tandasnya.

Hj. Mawarda, Ketua Kelompok Pengajian Bahrul Ulum yang terlibat dalam pendataan para penerima menjelaskan bahwa yang menerima bantuan mayoritas Lansia, Orang yang sakit tidak bisa bekerja di Lingkungan RT 6 dan 7, RW 6 Kelurahan Simolawang, Kecamatan Simokerto, Kota Surabaya.

” Tadi itu salah satunya Mbah Busar (71), Janda, jualan di Pasar dan tinggal di Pasar Aswotomo Sidodadi, Simolawang, Simokerto,” jelasnya.

Hasan, Ketua RT 6 mengaku berterima kasih karena warganya mendapatkan bantuan dari Ketua Umum NBI (Gus Lilur). Dirinya mengaku senang atas bantuan yang diberikan.

Sekedar diketahui, kegiatan Filantropi NBI berbagi paket sembako di Kota Surabaya sudah masuk Minggu ke-7, tiap hari Jumat. Setiap Jum’at kurang lebih 250 paket sembako yang dibagikan.

Jokowi Tinjau Progres Pembangunan Smelter Freeport, Gubernur Khofifah Optimistis Jatim Jadi Simpul Ekonomi Dunia

0

Presiden Jokowi Tinjau Progres Pembangunan Smelter Freeport dan Groundbreaking Pabrik Foil Tembaga di Gresik, Gubernur Khofifah Optimistis Jatim Jadi Simpul Ekonomi Dunia

GRESIK, TelusuR.ID – Presiden Joko Widodo melakukan groundbreaking proyek pembangunan pabrik foil tembaga PT Hailiang Nova Material Indonesia, yang ada di Kawasan Industri Java Integrated and Ports Estate (JIIPE), Gresik, Jawa Timur, Selasa (20/6) kemarin.

Hailiang Grup yang notabene adalah salah satu produsen pipa dan batang tembaga terbesar dunia tersebut telah menandatangani pembelian lahan seluas 20 hektar di kawasan JIIPE untuk pembangunan pabrik dengan nilai investasi US$ 849 juta.

Presiden juga melakukan peninjauan proyek pembangunan pabrik instalasi pemurnian dan pengolahan (smelter) PT Freeport Indonesia yang juga berada di Kawasan Industri JIIPE. Smelter PTFI memiliki kapasitas 1,7 juta dry metric ton dan ditargetkan proses konstruksi selesai pada akhir 2023.

Operasi komersial diharapkan efektif pada Mei 2024. Smelter ini akan menjadi peleburan tembaga single line terbesar di dunia. Pabrik Smelter diproyeksikan akan memenuhi kebutuhan konsentrat tembaga, gipsum, asam sulfat, maupun lumpur anoda ke beberapa industri.

“Pembangunan pabrik pengolahan tembaga ini akan mendongkrak roda perekonomian Indonesia khususnya Jawa Timur. Bahkan melalui pabrik ini, harapan menjadikan Indonesia sebagai negara maju dari negara berkembang akan segera terwujud,” ungkap Presiden Jokowi.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang turut mendampingi Presiden Jokowi menyampaikan rasa syukurnya serta mendukung penuh terhadap industri pengolahan bahan mentah tembaga di Jawa Timur.

Khofifah yakin kehadiran dua pabrik ini akan semakin memperkuat posisi Jawa Timur dalam rantai pasok di bidang peleburan dan produksi tembaga dan menjadikan Jawa Timur simpul ekonomi dunia. Salah satunya dengan suplai kebutuhan copper foil dan katoda baterai baik bagi Indonesia dan luar negeri dari wilayah KEK JIIPE Gresik.

“Diperlukan 59 kg copper foil untuk satu mobil listrik. Di sini ada potensi besar untuk menarik investasi dalam hal mobil listrik dan produksi baterainya di Indonesia. Apalagi, kita tidak perlu mengekspor tembaga mentah ke luar negeri karena dapat memproduksi sendiri,” imbuhnya.

“Karena semua diproduksi di dalam negeri, kita bisa memberikan nilai tambah bagi hasil-hasil produksi kita. Ini akan menguatkan dan menjaga roda perekonomian Jatim terus berputar,” tambah dia.

Tokoh Nahdliyin Inspiratif versi Forkom Jurnalis Nahdliyin ini menyebut kehadiran pabrik ini juga akan semakin memperluas lapangan kerja bagi masyarakat Jawa Timur. Sumber daya manusia (SDM) unggul Jawa Timur berpeluang besar untuk bekerja memenuhi permintaan pabrik-pabrik yang berdiri di kawasan JIIPE.

“Dibangunnya integrasi pabrik PT. Hailiang dan smelter PT. Freeport ini membuka peluang kerja baru bagi tenaga kerja terbaik Jatim. Mereka juga bisa mendapatkan pengalaman baru lewat pelatihan tenaga kerja di luar negeri seperti yang pak Menkomarves sampaikan tadi,” ungkap Khofifah.

“Semoga semua ini memberikan penguatan-penguatan bagi kemajuan Jatim. Harapannya Jatim terus berkembang sebagai wilayah yang memfasilitasi kemudahan beriventasi sehingga menjadi primadona bagi investor baik dalam dan luar negeri,” pungkasnya

Untuk diketahui, smelter ini memiliki kemampuan produksi konsentrat 1,7 juta ton pertahun yang menghasilkan katoda tembaga 600ribu ton per tahun. “Inilah yang nantinya harus diintegrasikan dengan nikel di Sulawesi, bauksit di Bintan dan Kalimantan Barat, Timah di Bangka Belitung serta bisa diserap oleh copper foil disini sehingga terintegrasi menjadi EV Battery/Litium Battery.

Dalam kesempatan yang sama, Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menekankan pentingnya pembangunan pabrik tembaga dan smelter ini. Luhur mencotohkan, salah satu perusahaan kendaraan listrik besar dunia telah menyatakan ketertarikan mereka berinvestasi di Indonesia dan Jawa Timur.

“Pabrik pengolahan tembaga dalam negeri akan memenuhi kebutuhan Indonesia dan dunia, serta memberikan peluang kerja dan pendidikan yang baru,” pungkasnya. (*)

Polri Rencana Rehab Makam Wali dan Ulama, Gus Fawait : Contoh Kebijakan yang Pancasilais

0

SURABAYA, TelusuR.ID – Presiden Laskar Sholawat Nusantara (LSN), Gus Muhammad Fawait mendengar adanya rencana Mabes Polri untuk merehab makam para wali dan ulama di nusantara. Ia menilai kebijakan dalam momentum Hari Bhayangkara 1 Juli 2023 itu sebagai contoh kebijakan yang Pancasilais, sejalan dengan sila pertama Pancasila, Ketuhanan Yang Maha Esa.

Pria yang akrab disapa Gus Fawait itu mengapresiasi kebijakan Polri tersebut, karena ini menunjukan Polri memahami ruh masyarakat Indonesia sebagai bangsa yang religius. Selain itu, juga bentuk penghormatan kepada ulama. Sebab, jasa ulama sangat besar dalam kemerdekaan bangsa ini.

“Para ulama lah yang mengajarkan tentang cinta pada tanah air adalah sebagian dari iman. Termasuk seruan jihad mempertahankan kemerdekaan adalah wajib hukumnya. Karena itu, republik ini berhutang budi pada para ulama. Mereka tidak sekedar tokoh agama tapi juga pahlawan,” kata Gus Fawait, Ahad (18/6/2023).

Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif versi Forkom Jurnalis Nahdliyin ini menilai rencana Polri tersebut out of the box. Menurutnya, ini ide cemerlang yang sejalan dengan tradisi keagamaan di nusantara, khususnya kaum nahdliyin.

Gus Fawait mengungkapkan, peran para wali dan ulama di masyarakat sangat dominan. Ulama bukan sekedar guru agama, tapi juga pedoman dalam kehidupan keseharian masyarakat.

“Bahkan saat ulama wafat pun, ikatan emosional dengan umatnya pun tetap tersambung lewat ziarah makam,” ujar pengasuh Pondok Pesantren Nurul Chotib, Al Qodiri IV Jember itu.

Bendahara GP Ansor Jawa Timur ini mengaku semakin takjub dengan rencana Mabes Polri, karena Polri tidak sekedar merehab makam wali dan ulama. Tetapi juga membina masyarakat pelaku UMKM di sekitar komplek makam.

Sebab, seperti diketahui khalayak umum. Makam para wali dan ulama itu juga membawa rejeki untuk masyarakat dan pelaku UMKM. Lewat para peziarah yang datang ke makam, rejeki pun mengalir untuk pedagang dan masyarakat sekitar makam.

“Makam para wali itu bukan sekedar tempat religi, tapi juga sumber rejeki bagi masyarakat sekitar. Karena itu, langkah menata dan membina pelaku UMKM tentu kami dukung. Apalagi kalau itu masuk kawasan wisata religi,” pungkas anggota DPRD Jatim tersebut. (*)

Tunjangan Perumahan Dewan (7): LSM GeNaH TERUS BURU DOKUMEN APPRAISAL

0

JOMBANG, TelusuR.ID      –      Ketua LSM GeNaH Hendro Suprasetyo, kembali melayangkan surat klarifikasi susulan, Jumat (16/6/2023). Tidak hanya kepada Sekwan, tetapi surat juga ditujukan kepada BPKAD. Hal ini dilakukan karena jawaban Sekwan atas surat pertama dinilai belum menyentuh substansi permasalahan.

Dalam surat jawaban tertanggal 13 Juni 2023 tersebut, tutur Hendro, Sekwan menegaskan bahwa besaran tunjangan perumahan dan tunjangan transportasi bagi pimpinan dan anggota DPRD sudah sesuai aturan yang berlaku. Juga, besaran tunjangan tersebut diklaim sudah didasari kajian dari pihak appraisal.

Hendro Suprasetyo saat rehat siang bersama aktivis Jombang.

Hanya, sambung Hendro, identitas KJPP (Konsultan Jasa Penilai Publik) tidak disebutkan. Dalam klarifikasinya, Sekwan hanya membuat penegasan terkait 2 hal.    Yakni kegiatan appraisal dipastikan ada namun bukan oleh Sucofindo. Serta, penyebutan alokasi Rp 100 juta sebagai bukti kegiatan appraisal telah dilaksanakan.

“Karenanya surat klarifikasi juga ditujukan kepada BPKAD untuk memastikan alokasi Rp 100 juta sebagaimana klaim Sekwan tersebut sudah terserap atau belum. Sekaligus, sebagai bentuk konfirmasi bahwa klaim BPKAD soal appraisal oleh Sucofindo ternyata dibantah pihak Sekwan, “ujarnya.

Hendro menyayangkan sikap kedua pejabat publik yang dinilainya belum transparan tersebut. Selain tidak elok, hal tersebut bisa berujung blunder karena akan ada pihak yang ketahuan berbohong. “Terus terang saya tidak habis pikir kenapa persoalan yang seharusnya sederhana malah menjadi rumit, “ucapnya.

Khususnya pihak Sekwan. Jika benar kegiatan appraisal itu ada dan bahkan dialokasikan Rp 100 juta, sergah Hendro, kenapa nama KJPP tidak disebutkan dan hanya membantah bukan Sucofindo? Juga, jika benar ada appraisal, kenapa kegiatan tersebut tidak muncul di Sirup LKPP dan LPSE 2021?

Hendro Suprasetyo (tiga dari kiri) saat audensi dengan Kepala Kejaksaan Jombang.

 

Bagi Hendro, persoalan appraisal layak mendapat porsi perhatian karena 2 alasan. Pertama, untuk memastikan bahwa penetapan angka tunjangan sudah melalui tahapan dan mekanisme yang benar. Kedua, klaim bahwa kegiatan appraisal dialokasikan Rp 100 juta bukan sekedar informasi abal-abal.

Sekalipun begitu, ada atau tidak ada appraisal, tegas Hendro, LSM GeNaH tetap berteguh untuk membawa persoalan ini ke ranah gugatan. Hal ini dilakukan semata-mata untuk memastikan bahwa besaran tunjangan perumahan dan transportasi sudah teruji secara hukum peradilan.

Hendro Suprasetyo menunjukkan surat jawaban Sekwan.

Hanya saja, sergah Hendro, jika kemudian didapati bahwa angka tunjangan yang terbilang fantastis itu tidak dasari kajian appraisal, tentu persoalan menjadi bergeser.  Yakni, dari yang semula hanya seputar dugaan penggelembungan anggaran, menjadi lebih komplek mencakup transparansi dan kejujuran.

Seperti diberitakan sebelumnya, besaran tunjangan perumahan anggota DPRD sebesar Rp 18.800.000 per bulan atau Rp 11,5 milyar per tahun, dinilai merupakan bentuk pemborosan anggaran negara karena akan berlangsung secara terus menerus tanpa batas waktu. Padahal praktik ini sejatinya bisa dihindari.

Caranya, Pemkab diminta menyediakan rumah dinas bagi 46 anggota DPRD. Sejumlah pihak menyebut, alokasi untuk kebutuhan dimaksud mencapai kisaran Rp 50 milyar atau setara 5 tahun tunjangan perumahan DPRD. Opsi ini dianggap solusi cerdas, karena APBD akan terbebas dari beban Rp 11,5 milyar per tahun.

Namun, sejauh ini Pemkab belum menunjukkan sikap setuju. Bukan karena tidak mampu, tapi diduga Pemkab tidak bernyali untuk mengusik wilayah politis tersebut. Angka tunjangan pun mulai dikoreksi. Buka soal bungkus (Perbup), tapi bagaimana angka tersebut ditetapkan. “Jangan-jangan memang ditetapkan berdasarkan deal politik, “ujar Sumber. (Laput/red/din)

 

Rakernas V Pergunu, Khofifah Dorong Guru Tingkatkan Kompetensi dan Kapabilitas

0

SURABAYA, TelusuR.ID – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjadi narasumber dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kelima Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Periode 2022-2027, di Alun-Alun Leuwimunding Kabupaten Majalengka, Sabtu (17/06/2023).

Mengangkat tema “Guru Mulia Pemersatu Bangsa Membangun Peradaban Dunia”, rakernas ini membahas tiga agenda utama yaitu, kesejahteraan guru, peningkatan kompetensi guru melalui transformasi digital, dan kaderisasi guru NU.

Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah mendorong para guru NU bisa menjadi seorang game changer. Sama seperti Steve Jobs, Mark Zuckerberg, dan Elon Musk. Menurutnya, game changer adalah sosok yang bisa melakukan berbagai perubahan dari biasa saja menjadi luar biasa.

“Sosok game changer yang ada di sekitar kita contohnya KH Asep Saefuddin Chalim. Bagaimana beliau membuat lembaga pendidikan yang semula biasa-biasa saja menjadi luar biasa seperti saat ini. Sebanyak 400 siswanya berhasil masuk PTN tanpa tes, pasti tidaklah mudah,” ujarnya disambut riuh tepuk tangan, dikutip TelusuR.id Minggu (18/06/2023).

Sebagai seorang guru, lanjut Khofifah, harus mengenali karakteristik tiap siswanya. Seperti kata Imam Al Ghazali ada orang yang tahu bahwa dia mampu. Untuk murid yang seperti ini, para guru haruslah mendorong kemampuan siswa melalui kelas khusus atau kelas percepatan (akselerasi).

“Tugas guru ialah menyiapkan dukungan melalui pembelajaran yang lebih intensif. Serta menemukenali tiap potensi yang dimiliki siswanya. Yakinlah bahwa setiap orang memiliki kemampuan. Di sinilah peran guru untuk membuat para siswa kelak menjadi enabler leader atau pemimpin pemungkin,” urainya.

Tokoh Nahdliyin Inspiratif versi Forkom Jurnalis Nahdliyin ini menilai, guru memiliki peran sangat penting terhadap pembangunan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Sebab melalui seorang guru, transfer of knowledge, transfer of skill, dan transfer of attitude bisa dilakukan kepada anak-anak penerus bangsa.

“Kata orang Jawa, Guru itu maknanya pantas digugu (dipercaya) dan ditiru (dicontoh),” tegas Ketua Umum Muslimat NU itu.

Untuk itu, para guru harus berani menerapkan siklus 3E pembelajar sejati yang terdiri dari Experiment, Experience, dan Expert. Gubernur Khofifah mengingatkan bahwa untuk menjadi seorang yang ahli (expert) dalam suatu bidang haruslah berani mencoba atau bereksperimen serta ditempa pengalaman (experience).

Khofifah juga mendorong para guru agar memaksimalkan kapasitas yang dimiliki. Sehingga proses transfer ilmu kepada para murid juga bisa berlangsung maksimal.

“Seringkali kita hanya menggunakan 25 cc, padahal kapasitas kita itu 1000 cc. Serta terus menaikkan kapasitas kita seiring dengan posisi dan tanggung jawab,” imbuh Gubernur perempuan pertama di Jatim ini.

Oleh karena itu, menurut Gubernur Khofifah, diperlukan sinergitas antara pemerintah dan organisasi seperti Pergunu dalam penguatan kapasitas para guru. Sehingga bisa tercipta ekosistem pendidikan yang baik.

Sementara itu, Wamenag RI H. Zainut Tauhid Sa’adi berharap, perjuangan dan kiprah tokoh pendiri NU menjadi penyemangat dalam pelaksanaan Rakernas kali ini. Apalagi dipilihnya Leuwimunding sebagai pusat gelaran Rakernas kali ini dikarenakan di sinilah KH. Abdul Chalim, salah satu dari tiga tokoh kunci pendiri NU dilahirkan dan dikebumikan. KH. Abdul Chalim juga tengah diusulkan ke Pemerintah Pusat untuk menjadi Pahlawan Nasional mengingat peran besarnya dalam pendirian NU pada tahun 1926 dan upayanya untuk memperjuangkan kemerdekaan RI.

“Saya berharap Rakernas ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi namun juga menghasilkan keputusan-keputusan yang bermanfaat bagi bangsa dan negara,” ujarnya.

Wamen Zainut juga mengapresiasi dukungan Pergunu terhadap upaya pengusulan KH. Abdul Chalim untuk menjadi pahlawan nasional. Mengingat besarnya peranan beliau dalam kemerdekaan Indonesia.

Sementara itu, Ketua Umum PP Pergunu sekaligus Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah, KH. Asep Saefuddin Chalim menyampaikan bahwa perjuangan para tokoh pendiri NU dalam memperjuangkan kemerdekaannya kini telah tampak dan terwujud. Serta menjadi tugas kita semua untuk mengisi kemerdekaan ini sehingga terwujudlah kehidupan masyarakat yang sejahtera, adil, dan makmur.

“Guru merupakan garda yang paling depan untuk tujuan itu. Karena dengan kepiawaian guru dan kemampuannya guru dalam mempertanggungjawabkan tugasnya untuk mewujudkan Indonesia yang maju adil dan makmur,” tuturnya.

“Kita juga harus mengajarkan anak-anak kita akhlakul karimah. Kemudian mentransfer kurikulum pendidikan secara tuntas. Sehingga siswa menjadi cerdas,” imbuhnya.

Pada kesempatan sebelumnya, Menkopolhukam Mahfud MD dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, serta Wakil Ketua MPR RI Yandri Susanto juga hadir tepatnya saat sesi Halaqah di pagi hari sebelum pembukaan Rakernas.

Sementara pada Pembukaan Rakernas, juga dihadiri antara lain Wakil Gubernur Jawa Barat H. Bu Ruzhanul Ulum, Anggota DPR RI KH. Maman Imanul Haq dan Sutrisno, dan sederet tokoh NU lainnya.

Tunjangan Perumahan Dewan (6): ALIANSI LSM JOMBANG MINTA SEKWAN BERSIKAP TRANSPARAN

0

♦JOMBANG, TelusuR.ID      –      Isu tunjangan perumahan DPRD terus menggelinding. Sejumlah aktivis LSM di Jombang mulai bersuara kencang. Secara umum, para aktivis ingin memastikan bahwa tunjangan perumahan anggota dewan sebesar Rp 18.800.000 per bulan itu sudah terbilang rasional.

Dengan kata lain, angka yang ditetapkan bukan merupakan kompromi politik apalagi barter kekuasaan. Para aktivis berpendapat, jika angka yang ditetapkan tidak rasional atau cenderung mengada-ada, maka ekses yang ditimbulkan bakal lumayan komplek. Selain memicu dugaan kerugian negara, hal ini juga merugikan masyarakat.

Hari Purwanto (baju crem) dalam kegiatan somasi di kantor Pemkab.

Kali ini, giliran Aliansi LSM Jombang yang mendesak tunjangan perumahan dewan untuk diuji.  Direktur Ekskutif Aliansi LSM Jombang, Hadi Purwanto, menegaskan bahwa besaran tunjangan perumahan penting untuk disikapi demi memastikan tidak terjadi penggelembungan anggaran yang dibungkus dengan Peraturan Bupati (Perbup).

Tengara ini menguat, tegas Hadi, karena munculnya Perbup 5/2022 sebagai cantolan terbaru tunjangan perumahan dewan sempat diwarnai aksi boikot pihak legislatif terhadap LKPJ Bupati. Pada sisi ini, drama pertentangan tunjangan petinggi Pemkab sempat terpapar ke publik.

Terutama TPP pejabat Sekda yang dinilai kelewat besar karena melampaui BOP Bupati. Saat itu, TPP Sekda dipatok diangka Rp 43 juta per bulan, sedang BOP Bupati hanya Rp 33 juta per bulan. Polemik pun berakhir dengan munculnya Perbup 5/2022 yang berujung pada kenaikan angka tunjangan perumahan dewan.

Hadi Purwanto (baju biru) bersama Aliansi LSM Jombang dalam kegiatan audensi di Mapolres Jombang.

Bak pepatah dua gajah bertarung pelanduk mati ditengah-tengah, tutur Hadi, situasi itu mengesankan tengah berlangsung barter kekuasaan antara ekskutif dan legislatif. Namun, Aliansi LSM Jombang tidak perduli dengan spekulasi yang berkembang. Poinnya adalah, angka tunjangan harus rasional.

Ditegaskan, munculnya Perbup 5/2022 sebagai terjemahan tehnis dari Perda 60/2017 yang merupakan turunan dari PP 18/2017 dan PP 1/2023, terbilang tidak ada yang salah secara konstruksi. Hanya, bagaimana angka tunjangan ditetapkan, di titik inilah semua perlu diuji.

Sebab, sambung Hadi, PP 18/207 sebagaimana telah diperbarui dengan PP 1/2023 tidak pernah mematok besaran angka. Urusan angka diserahkan kepada Perda dan Perbup. Namun PP dengan tegas melempar rambu-rambu bahwa penetapan angka tunjangan tidak boleh keluar dari wilayah kepatutan, kewajaran, rasionalitas, serta berbasis harga setempat.

Pertanyaannya, tegas Hadi, sudahkah tunjangan perumahan bagi anggota dewan sebesar Rp 18.800.000 per bulan itu memenuhi amanat PP? Bagaimana angka tersebut ditetapkan? Apalagi angka tersebut menjadi yang tertinggi se Jawa Timur untuk kategori Kabupaten, dimana hal itu memicu kejanggalan.

Hari Purwanto bersama anggota Aliansi LSM Jombang

Merespon ketentuan dan rambu-rambu PP soal nilai kepatutan, kewajaran, rasionalitas, serta berbasis harga setempat, Pemkab mengklaim bahwa besaran tunjangan ditentukan berdasarkan kajian appraisal.  Hanya, sejauh ini kepastian soal itu belum seluruhnya transparan. Bahkan antara Sekwan dan BPKAD masih terjadi pertentangan.

“Pertentangan antara Sekwan dan BPKAD soal informasi appraisal menjadi pemandangan yang tidak elok. Hal itu tidak seharusnya terjadi karena bisa memicu spekulasi liar. Saya berharap Sekwan sebagai pengguna anggaran kegiatan appraisal bisa bersikap transparan untuk mengakhiri polemik yang tidak perlu, “tegas wartawan senior ini.

Hadi menegaskan, jika masalah appraisal tak kunjung dibuka ke publik, maka patut diduga kuat kegiatan tersebut memang tidak pernah ada. “Jika benar itu yang terjadi, maka spekulasi bahwa angka tunjangan perumahan dewan ditetapkan berdasarkan deal-deal politik tertentu sepertinya bukan isapan jempol, “ujarnya.

Karenanya, Aliansi LSM Jombang akan menempuh publik hearing ke gedung rakyat untuk memastikan duduk persoalan sebenarnya. “Klaim bahwa tunjangan perumahan dewan ditentukan berdasarkan kajian appraisal harus bisa dibuktikan. Jika itu tidak terpenuhi, maka Perbup 5/2022 bisa dianulir lewat jalur gugatan, “pungkasnya. (Laput/red/din)

 

Tunjangan Perumahan Dewan (5): SOAL APPRAISAL, SEKWAN DAN BPKAD BEDA PENGAKUAN

0

JOMBANG, TelusuR.ID      –      Sekretariat DPRD Jombang akhirnya menjawab surat klarifikasi yang dilayangkan LSM GeNaH (Generasi Nasional Hebad) pada Senin (5/6/2023) lalu. Dalam klarifikasinya, Sekwan memberi penegasan tentang 3 hal sebagaimana poin surat yang dikirim LSM Pimpinan Hendro Suprasetyo tersebut.

Antaralain soal dasar penetapan angka tunjangan perumahan anggota dewan yang tembus angka Rp 18.800.000 per bulan. Juga, soal besaran tunjangan transportasi anggota dewan yang mencapai Rp 12.900.000 per bulan. Terakhir, Sekwan juga mengklarifikasi soal kegiatan appraisal tunjangan dewan.

Hendro Suprasetyo Ketua LSM GeNaH.

Sayangnya, surat klarifikasi yang dikirim pada Selasa (13/6/2023) itu dinilai belum menyentuh substansi permasalahan.  Hendro menegaskan, dari 3 poin pertanyaan, Sekwan hanya melempar jawaban normatif dengan menyebut penetapan angka (tunjangan perumahan dan transportasi) sudah sesuai aturan yang berlaku.

“Sekwan tidak salah. Hanya saja gagal memahami substansi pertanyaan. Jika yang dimaksud dengan sudah sesuai aturan berlaku itu merujuk pada Perbup 5/2022, tentu tidak salah, karena besaran tunjangan memang ditetapkan melalui Perbup. Masalahnya adalah darimana angka itu muncul? Itu pertanyaannya? “terang Hendro.

Ditegaskan Hendro, pertanyaan tersebut cukup penting dikemukakan untuk memastikan tidak terjadi penggelembungan anggaran. Sebab update data terbaru menjelaskan, tunjangan perumahan DPRD Jombang tercatat menjadi yang tertinggi se Jawa Timur untuk kategori Kabupaten.

Hendro Suprasetyo (baju hitam) dalam satu acara diskusi publik bersama aktivis Jombang.

“Tentu saja angka ini terbilang aneh. Karena besarannya melampaui angka tunjangan perumahan anggota DPRD Kabupaten Gresik dan Sidoarjo. Padahal Gresik dan Sidoarjo masuk 3 besar ekonomi Jawa Timur. Sehingga harusnya tunjangan perumahan anggota dewan Jombang dibawah itu, “jelasnya.

Karenanya, lanjut Hendro, perlu ada penjelasan terukur terkait asal-muasal atau dasar penetapan angka tunjangan. Pada poin ini, Hendro cukup menyayangkan jika penetapan angka ternyata didasari sahwat politik atau kompromi kepentingan tertentu, dan bukan berdasarkan kajian rasional.

Yang menarik, tegas Hendro, surat klarifikasi Sekwan ternyata diwarnai poin kejutan. Khususnya soal kegiatan appraisal tunjangan perumahan dewan. Dalam klarifikasinya, Sekwan menegaskan bahwa lembaga appraisal yang ditunjuk bukanlah Sucofindo (BUMN) sebagaimana klaim Kepala BPKAD Pemkab Jombang.

Hendro dalam satu aksi turun jalan.

Sekalipun membantah telah menggandemg Sucofindo, namun Sekwan masih enggan terbuka soal identitas KJJP (lembaga appraisal) yang ditunjuk.   Dalam klarifikasinya, Sekwan menegaskan bahwa kegiatan appraisal dipastikan ada dan menyerap anggaran sebesar Rp 100 juta.

“Pernyataan ini terbilang aneh. Karena berdasarkan data sirup LKPP dan LPSE 2021, kegiatan tersebut tidak ditemukan disana. Karenanya, penegasan Sekwan soal kegiatan appraisal masih sebatas klaim sepihak karena tidak didukung bukti dokumen yang valid, “urainya.

Disisi lain, tegas Hendro, terkait tidak dipublisnya kegiatan appraisal pada lapak sirup LKPP dan LPSE, hal itu merupakan sebentuk pelanggaran hukum yang tidak remeh. Apalagi jika dilakukan dengan sengaja. Sebab peraturan LKPP menegaskan setiap kegiatan APBD wajib dipublis di lapak sirup.

Karenanya, sambung Hendro, untuk menjadikan masalah appraisal berujung terang-benderang, pihaknya segera mengirim surat susulan kepada Sekwan untuk meminta salinan dokumen appraisal yang klaim ada tersebut. “Termasuk, surat kepada BPKAD terkait bukti serap anggaran appraisal sebesar Rp 100 juta, “ujarnya. (Laput/red/din)

Proyek Prestisius Diujung Kursi (2): ‘PERKAWINAN’ 2 PROYEK RAKSASA BERUJUNG DIADENDUM

0

JOMBANG, TelusuR.ID       –      Dari 3 proyek gabungan APBN dan APBD senilai pagu Rp 113 milyar, diketahui ada satu titik ruas yang disebut “proyek irisan”. Yakni pertemuan 2 proyek raksasa pada satu titik dan berujung terjadi perkawinan. Tidak tanggung-tanggung, panjangnya mencapai kisaran 800 meter. Sehingga memicu dugaan praktik double acunting.

Dua proyek yang sempat kawin itu diketahui bersumber dari APBN dan APBD. Sehingga dugaan double acunting harus dihitung dengan pendekatan 2 harga. Tergantung paket mana yang dikalahkan. Seorang Sumber menyebut, kerugian ditaksir antara Rp 2 milyar (harga APBD) hingga Rp 5 milyar (harga APBN).

Kasus “proyek irisan” hasil perkawinan 2 proyek raksasa itu diketahui dari gambar kedua paket.  Dimana paket APBN dengan panjang 8 ribu meter dan paket APBD dengan panjang 1,8 ribu meter itu terletak pada satu ruas sepanjang 9,1 meter. Dengan demikian, terdapat 700 hingga 800 meter ruas yang menjadi wilayah bersama alias perkawinan proyek.

Kepala OPD Pemkab Jombang beserta Kepala Bidang terkait, membenarkan perihal  “proyek irisan” tersebut. Ditemui diruang kerjanya, Kamis (8/6/2023), Kepala OPD menjelaskan bahwa hal itu terjadi lebih karena faktor komunikasi dan koordinasi yang kurang baik antara Pemkab dan Pemerintah Pusat.

Secara kronologis, tutur Kepala OPD, munculnya kasus irisan sebenarnya bisa dimaklumi. Ini karena proyek APBD lebih dulu muncul dibanding proyek APBN. “Sehingga awalnya kami hanya fokus pada pekerjaan sendiri (panjang 1800 meter). Bahwa kemudian terjadi tabrakan ruas, ya itu hanya soal revisi saja, “ujarnya.

Diakui, munculnya proyek APBN senilai Rp 1107 milyar memang usulan dari pihak OPD. Artinya, penetapan gambar kedua paket berasal satu pihak yang sama yaitu OPD Pemkab. Dari sini, muncul kesan bahwa pihak OPD tidak serius soal perencanaan paket sehingga memicu terjadinya bentrok lokasi. Namun itu tidak seluruhnya benar.

 

“Kami bukan tidak tahu itu (bentrok gambar), sebab kami berpendapat bahwa usulan ke Pemerintah Pusat belum ada jaminan disetujui. Lagi pula usulan itu muncul setelah perencanaan paket APBD sudah matang. Sehingga usulan sengaja kita buat maksimal, dengan harapan jika disetujui, maka urusannya tinggal direvisi saja, “terang Kepala OPD.

Karenanya, lanjut Kepala OPD, proyek APBD senilai Rp 6,4 milyar yang saat ini sudah masuk tahap pengerjaan itu akhirnya dilakukan adendum. “Pada akhirnya kami (proyek APBD) yang harus mengalah dan menyesuaikan dengan konsep APBN. Bentuk penyesuaian itu berupa adendum, “tegasnya.

Adendum yang berisi perubahan gambar dan titik pekerjaan itu dipastikan tidak mengurangi volume paket.    Jika pada sebelumnya panjang paket mencapai 1800 meter, pada adendum panjang paket menjadi 1000 meter. “Ini untuk memastikan tidak lagi terjadi proyek irisan. Untuk besaran volume dipastikan tetap, hanya lebarnya saja yang berubah, “urainya.

Kepala OPD memastikan, bahwa munculnya kasus “proyek irisan” sama sekali diluar kesengajaan. Karenanya jika itu dikaitkan dengan tindak penyimpangan, tuturnya, itu jelas tidak berdasar. “Seperti yang saya jelaskan, semua terjadi berdasarkan proses dan tahapan. Lagi pula kasus seperti itu jelas konyol, “ujarnya.

Disisi lain, akibat munculnya adendum, dilokasi proyek dipastikan terjadi sejumlah dampak. Salah satunya adalah pelebaran ruas proyek yang berujung pada pembongkaran rumah warga. Tentu, tegas Kepala Bidang, pembongkaran yang dimaksud adalah dalam rangka mengembalikan koordinat ruas ke titik aslinya.

“Yang dibongkar itu ya rumah yang memakan bahu jalan, “ujarnya seraya menambahkan bakal ada sejumlah rumah yang dipastikan terdampak. Pantauan dilokasi menyebutkan, di sepanjang ruas proyek ditemui ada 2 jembatan yang lebarnya perlu penyesuaian. “Untuk jembatan tidak ada alokasi. Jadi akan tetap seperti itu, “tuturnya. (Laput/red/din)

Proyek Prestisius Diujung Kursi (1): SAYONARA PROYEK RAKSASA 113 M

0

JOMBANG, TelusuR.ID      –      Kali ini, disisa masa jabatan yang tinggal 3 bulan lagi, Bupati Munjidah Wahab tercatat mengukir prestasi hebat. Terbukti, dia mampu meyakinkan Pemerintah Pusat untuk menggerojok paket fisik dengan total pagu mencapai Rp 107 milyar. Angka ini tergolong raksasa dalam 5 tahun terakhir.

Hebat. Karena dibanding Kabupaten/Kota lain di Jawa Timur, jatah untuk Jombang tercatat yang paling besar. Kecuali Banyuwangi yang menembus pagu Rp 40 milyar, sejumlah daerah lain seperti Kediri, Tulungagung, Lamongan dan Lumajang, hanya mengantongi pagu dikisaran Rp 20 milyar.

Seorang Sumber menegaskan, besarnya sokongan APBN untuk Kabupaten Jombang tidak lepas dari bobot ketokohan seorang Munjidah Wahab dikancah perpolitikan nasional. Pendapat tersebut dilatari sejumlah alasan yang bermuara pada satu label bahwa Kabupaten Jombang memang istimewa.

Diantara alasan itu adalah soal munculnya angka Rp 107 milyar. Pada poin ini, tutur Sumber, pihaknya belum melihat ada kekhususan dari Pemkab Jombang yang membuatnya layak mendapat sokongan paling besar. “Saya melihat besarnya nilai sokongan tidak terkait secara khusus dengan prestasi tertentu yang dimiliki Pemkab, “ujarnya.

Proyek APBD senilai pagu Rp 6,4 milyar mulai masuk pekerjaan galian.

 

Tetapi, sambungnya, hal itu lebih karena bobot ketokohan dan kharisma seorang Munjidah Wahab memang kuat. Pada posisi ini, sosok Ketua DPW PPP Jatim ini dinilai punya posisi tawar cukup besar di panggung politik praktis. Dan itu membuat mantan Ketua Umum PPP tak berkutik.

Adalah Suharso Monoarfa, mantan Ketua Umum PPP yang pada pertengahan 2022 lalu dilengser namun tetap menjabat Menteri PPN/Bappenas hingga saat ini. Berdasarkan ketentuan Instruksi Presiden 3/2023,  Menteri PPN/Bappenas punya peran vital dalam menentukan besaran sokongan APBN ke Daerah.

“Jadi, keistimewaan itu lebih disebabkan karena Munjidah Wahab dan Suharso Monoarfa adalah sama-sama petinggi partai berlambang kakbah. Disebut istimewa, karena kekhususan seperti ini tidak mungkin dimiliki Kabupaten/Kota lain yang bukan bagian dari PPP, “tegasnya.

“Apapun itu, capaian ini adalah sebuah prestasi besar seorang Bupati yang layak diapresiasi. Bahkan saya tidak yakin Jombang dapat kucuran Rp 107 milyar jika Bupatinya bukan Munjidah Wahab. Sebagai pemimpin, dia sudah menunaikan kewajiban untuk menyiapkan anggaran, tinggal bagaimana hal itu bisa dimanfaatkan dengan baik dan tepat, “tambahnya.

Masuk Tahap Lelang

Sokongan APBN sebesar Rp 107 milyar akan dialokasikan untuk pekerjaan konstruksi yang berlangsung di 2 titik. Satu paket dipagu sebesar Rp 65 milyar dengan panjang 8 kilometer, serta satu lagi dipagu Sebasar Rp 42 milyar dengan panjang 5 kilometer. Saat ini kedua paket dalam proses lelang hingga akhir Juni.

Sekalipun berstatus sokongan, namun dana Rp 107 milyar tidak parkir atau nongkrong di kas daerah. Tetapi Pemkab Jombang hanya berstatus penerima hibah dan penerima manfaat. Sedang untuk pekerjaan konstruksi, seluruhnya menjadi kewenangan Pemerintah Pusat. “Pemkab hanya dilibatkan dalam tahap perencanaan dan persiapan, “ujar Sumber.

Selain sokongan APBN sebesar Rp 107 milyar, tahun ini Pemkab juga melangsungkan paket serupa senilai Rp 6,4 milyar. Sesuai amanat Instruksi Presiden, ketiga paket sudah terkoneksi dalam satu layanan mobilitas. Dengan demikian, total pagu ketiga paket menembus angka Rp 113 milyar.

Saat berita ini ditulis, Senin (12/6/2023), proyek APBD senilai pagu Rp 6,4 milyar dan nilai kontrak Rp 5,06 milyar itu nampak sudah masuk tahap pelaksanaan pekerjaan. Pemenang lelang adalah PT Aston Mix dengan alamat Rungkut, Surabaya. Dari pantauan dilokasi, nampak pekerjaan galian tengah dimulai. (Laput/red/din)

 

Khofifah : Politik Muslimat NU Adalah Politik Kebangsaan

0

SURABAYA, TelusuR.ID – Ketua Umum PP Muslimat NU Bu Nyai Khofifah Indar Parawansa menghadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) Muslimat NU ke-77 yang digelar PW Muslimat NU Jawa Tengah di Halaman Kantor Pemkab Tegal, Jateng, pada 10 Juni 2023.

Dalam forum yang dihadiri Wakil Gubernur Jateng KH Taj Yasin Maimon, Bupati Tegal Hj Umi Azizah, Ketua PWNU Jateng KH. Muzzamil, Ketua PW Muslimat NU Jateng Hj. Ismawati Hafied hingga Kiai kondang Miftah Maulana Habiburrahman (Gus Miftah), Khofifah yang juga Ketua Umum Muslimat NU itu memberikan pesan khusus menghadapi tahun politik 2024.

Bu Nyai Khofifah mengimbau Muslimat NU untuk berhati-hati, tak mudah terprovokasi dengan konten politis yang dapat memicu perpecahan. Ia menegaskan, Muslimat NU memegang teguh Politik Kebangsaan dimana seluruh warga muslimat yang duduk di Legislatif maupun Eksekutif harus sejalan dengan Politik Kebangsaan dengan mengedepankan nafas kebangsaan dan cinta tanah air dengan ruh spiritualitas.

“Saya ingin menegaskan bahwa Muslimat NU memegang teguh politik kebangsaan. Politiknya muslimat adalah politik kebangsaan yang mengedepankan nafas cinta tanah air dan bangsa seiring dengan ruh spiritualitas ,” kata Bu Nyai Khofifah, dalam keterangannya, Sabtu (10/6/2023).

Tokoh Nahdliyin Inspiratif 2022 versi Forkom Jurnalis Nahdliyin ini menyebut, di usia yang ke 77 tahun Muslimat NU telah menunjukkan kemandiriannya. Mulai dengan saling peduli, saling berbagi dan saling membantu diantara sesama masyarakat terlebih sesama anggota Muslimat NU.

Terbukti, ketika pelaksanaan Harlah Muslimat NU ke 77 se Jawa Tengah yang dipusatkan di Kab. Tegal baik pengurus Muslimat, warga muslimat maupun masyarakat umum saling tolong menolong untuk memberikan bantuan berupa makanan hingga tempat tinggalnya untuk bisa ditempati selama pelaksanaan Harlah Muslimat di Tegal.

“Saya melihat tadi ada yang datang kesini menggunakan Bis, Angkutan Umum dan kendaraan sewa lainnya. Bahkan, ada yang membawa bekal demi mengikuti pengajian maupun Harlah ini,” ungkap gubernur perempuan pertama di Jatim itu.

“Inilah yang saya sebut Kemandirian Muslimat meningkat dan saling memberi diantara sesama warga masyarakat Nahdliyin Nahdliyat. Ibu-Ibu Muslimat memberikan kesejukan ditengah hiruk pikuk suasana saat ini lewat doa, dzikir serta sholawat yang diperuntukkan bukan hanya untuk diri sendiri melainkan bagi bangsa dan negara. Kita berdo’a bersama agar bangsa ini aman dan tenteram,” imbuhnya.

Bu Nyai Khofifah memandang, bahwa usia ke 77 menjadi pertanda atau isyarat yang di dalam Bahasa Jawa diartikan pitu maknanya Pitulungan atau Pertolongan. Pertolongan yang dimaksud, adalah pertolongan didalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada diantara warga Muslimat NU hingga pertolongan di dalam mengentaskan persoalan sosial ekonomi.

“Usia pitung puluh pitu (tujuh puluh tuju) atau tujuh ini memberi makna mendalam yang diberikan oleh Allah untuk memberikan pertolongan kepada seluruh Muslimat NU di Indonesia khususnya Jawa Tengah tentu pertolongan untuk seluruh warga bangsa Indonesia,” sebutnya.

Bu Nyai Khofifah yang juga menjabat selaku Ketua Umum PP Muslimat NU ini menegaskan, bahwa usia Muslimat NU yang ke 77 ini menjadi bentuk upaya dan berjuang untuk mengatasi persoalan perlindungan anak, perlindungan terhadap hak hak perempuan sampai dengan perjuangan mengatasi persoalan buruh migran khususnya PMI yang perempuan.

“Muslimat harus menjadi bagian dari penguatan sekaligus memberikan berbagai solusi dari berbagai persoalan sosial yang terjadi di tengah tengah masyarakat,” jelasnya.

Diakhir sambutannya, Bu Nyai Khofifah juga berpesan kepada seluruh warga Muslimat NU untuk bijak dan santun di dalam menggunakan Media Sosial yang ada. Seluruh warga Muslimat harus mengedepankan sikap persaudaraan baik Ukhuwah Islamiyah, Ukhuwah Nahdliyiah, Ukhuwah Insaniyah hingga Ukhuwah Wathoniyah.

“Jangan mudah terprovokasi ataupun hasutan yang ada di Media Sosial yang berpotensi menganggu persaudaraan dan persatuan. Tolong ibu ibu Muslimat menghindarkan dari hasutan seperti ini. Semoga Harlah Muslimat NU ke 77 ini menjadi wasilah kita kepada Allah SWT untuk membukakan pintu keselamatan, pintu kasih sayang, pintu keberkahan, pintu ampunan serta pintu rizki yang luas bagi kita semua. Amin,” harapnya.

Wagub Jateng KH Taj Yasin Maimon mengharapkan bahwa di Harlah Muslimat ke 77 dapat memberi dampak positif dan image yang baik di tengah tengah masyarakat. Salah satunya melalui syiar syiar dakwah, mengaji yang menyejukkan bagi masyarakat.

Tak hanya itu, peran muslimat di tengah-tengah masyarakat juga diharapkan dapat mewujudkan kesejukan ditengah gempuran informasi teknologi (IT) melalui saluran media sosial.

“Kami harap, Muslimat NU bisa menjadi jembatan untuk mempersatukan umat dan para tokoh bangsa. Saya yakin, sebagai organisasi perempuan terbesar di Indonesia Muslimat bisa memberikan kesejukan serta membangun akhlak sekaligus pendidikan karakter di daerah masing masing,” pungkasnya. (*)