TelusuR.ID

Beranda blog Halaman 405

Bupati Jombang Hadiri Pengajian Isro Mi’raj Di Masjid Agung Baitul Mukminin

0
JOMBANG, TelusuR.ID – Pengajian Umum Dalam Rangka Peringatan Isro Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1443 H di Masjid Agung Baitul Mukminin Alon Alon Kabupaten Jombang, pada Jumat (25/2/2022) malam dihadiri Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab dan menghadirkan pembicara Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si dari Surabaya.

Suasana Kabupaten Jombang yang hujan gerimis tidak menyurutkan semangat para jamaah untuk mengikuti Pengajian tersebut. Kaum muslimin muslimat yang hadir tetap menjalankan protokol kesehatan pencegahan Covid19. Semua wajib bermasker dan menjaga shaf nya dengan tambahan.

Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada panitia juga sebagai ucapan terima kasih kepada Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si dari Surabaya selaku pembicara yang telah memberikan pencerahan ditengah pandemi Covid-19.

“Atas nama pemerintah Kabupaten Jombang, saya sampaikan sugeng rawuh kepada Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa dari Surabaya sebagai pembicara pada Pengajian Dalam Rangka Peringatan Isro Mi’raj di Masjid Baitul Mukminin Kabupaten Jombang”, tutur Bupati Mundjidah Wahab.

“Tentunya mutiara hikmah dan tausiyah Bapak Kyai semoga kami menantikan guna menambah khasanah ilmu dan pemahaman kami dalam Islam”, tambahnya.

Bupati berpesan kepada jamaah yang hadir menyampaikan terima kasih atas kehadirannya dapat mengisi masa pandemi ini dengan meningkatkan amal ibadah dengan menjaga menjaga Protokol Kesehatan dengan baik. “Pada setiap menggelar pengajian tetap harus prokes, dan jaga jarak nggih, karena pandemi belum usai”, pesan Bupati Mundjidah Wahab

Bupati juga berharap semua yang hadir dapat mengambil dan melaksanakan apa yang ada dalam perintah Isra’ Mi’raj sebagaimana yang akan disampaikan pembicara.

“Dengan senang hati mengambil hikmah dari suatu peristiwa, kita berharap dapat melakukan, berkarya, berbakti dan mengabdi secara kaffah serta hanya mengharap ridho-nya, dengan demikian kualitas ibadah kita akan terus meningkat menuju ke arah yang lebih baik” , pungkas Bupati Jombang.

Tampak hadir dalam pengajian tersebut Wakil Bupati Jombang Sumrambah, Forkopimda, serta Kepala OPD dan aparatur dilingkup Pemkab Jombang.

Bupati Mundjidah Serahkan SPPT PBB-P2 2022 Kepada Camat

0
JOMBANG, TelusuR.ID – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jombang menyerahkan Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) tahun 2022 Camat se Kabupaten Jombang, pada Kamis (24/2/2022).

Penyerahan itu dilakukan Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab di Swagata Pendopo Kabupaten Jombang. Ikut hadir dalam itu Wakil Bupati Sumrambah, Kepala Bapenda Eksan Gunajati serta 21 Camat se-Jombang.

Penyerahan berjalan lancar dan kondusif dengan mematuhi prokes. Bapenda berkomitmen akan melakukan Optimalisasi PBB di Jombang. ”Artinya PBB 2022 dimulai hari ini, diawali dengan pembacaan SPPT kepada Camat se-Kabupaten Jombang,” tutur Eksan Gunajati.

Usai SPPT PBB-P2 maka akan ditindaklanjuti ke Desa oleh Camat. Dari desa akan menyerahkan wajib pajak untuk segera dilakukan pembayaran.

”Hasil pendataan kami, total wajib pajak tahun ini sejumlah 648.533 di Jombang,” tambahnya.

Eksan menambahkan, usai SPPT diserahkan kepada wajib pajak, maka akan diketahui pajak yang harus diumumkan. Pembayaran harus datang ke kantor Bapenda Jombang, dengan kemajuan era pembayaran digital dapat dilakukan melalui transfer ke Bank Jatim.

”Ada pula waktu tiga bulan jika ada komplain misalnya pembetulan nama dan lain-lain,” terangnya.

Sementara itu, Bupati Jombang Mundjidah Wahab agar pembayaran pajak tahun ini lebih baik dari tahun kemarin. Pembayaran pajak juga dihimbau tepat waktu. 

Karena SPPT sudah tepat waktu, pembayaran juga harus tepat. Mari kita tingkatkan pajak, khususnya PBB-P2 agar Jombang yang berkarakter dan berdaya waktu terwujud,” tandas Bupati Mundjidah Wahab

Secara berkala, evaluasi secara rutin kepada Bapenda terkait optimalisasi PAD dari PBB yang akan dilakukan. ”Terus lakukan evaluasi agar pembayaran PBB dapat dimaksimalkan,” pungkas Bupati Mundjidah Wahab.

15 Pegawai Kantor Dinkes Jombang Terpapar Covid 19

0

JOMBANG, TelusuR.ID – Penularan virus corona (Covid 19) di lingkungan pegawai kantor dinas di Kabupaten Jombang meningkat.

Sebelumnya sejumlah 28 ASN (Aparatur Sipil Negara) menjalani Isoman (isolasi mandiri) akibat terpapar covid 19. Mereka tersebar di beberapa OPD.

Klaster pegawai itu kini bertambah. Yakni sebanyak 15 orang pegawai Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jombang yang juga terkonfirmasi positif COVID-19.

”Jadi memang benar, mereka semua saat ini sedang isolasi mandiri”, kata Kepala Dinas Kesehatan drg Budi Nugroho saat dihubungi wartawan, Minggu, (27/2/2022).

Budi Nugroho menjelaskan kronologi 15 ASN yang terpapar tersebut berawal dari tiga orang staf yang melakukan swab mandiri karena terjadi kontak erat dengan keluarga yang bergejala COVID-19.

”Hasil swab ketiga staf kami tersebut positif COVID-19,’’ kata Budi.

Dari situ, Budi langsung melakukan swab massal kepada semua pegawai di lingkungan Dinkes.

”Kemudian di tracing teman-teman staf yang satu kontak erat dan hasilnya positif,’’ kata dia.

Menurut Budi, ke-15 orang pegawai yang positif tersebut merupakan staf Dinkes baik dari struktural, fungsional, maupun tenaga honorer.

”Alhamdulillah kondisinya stabil saat ini masih menjalani isoman,’’ ungkapnya.

Terpisah, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Senen, mengatakan, jumlah ASN yang mengajukan izin melakukan isoman semakin bertambah.

Minggu lalu, ada 13 orang pegawai yang mengajukan izin masing masing dari BPKAD, Dinas PUPR serta Bagian Perencanaan dan Keuangan Setdakab Jombang.

”Dari 13 itu kemudian ada tambahan tambahan dari Bapenda sebanyak 15 orang pegawai,’’ ujarnya.

Namun, untuk izin isoman dari Dinkes, kata dia belum masuk ke BKPSDM. ”Untuk Dinkes belum,’’ tandasnya.

Menurut aturan terbaru, kata Senen, isoman bagi yang tidak bergejala atau gejala ringan cukup dilakukan selama 10 hari. Artinya untuk 13 ASN sebelumnya masa isomannya sudah selesai per (22/2/2022) lalu. (yap/al)

Bisa Bikin Sendiri di Rumah, Ini Ramuan Herbal Ampuh Bisa Redakan Flu-Batuk Kena Omicron

0

TelusuR. ID – Pilek dan batuk adalah dua dari sekian gejala umum virus corona varian Omicron.

Untuk meredakan dua gejala tersebut, ada beberapa ramuan herbal yang bagus untuk dikonsumsi dan bisa Anda coba bikin sendiri di rumah.

Dilansir dari Times of India, berikut ini 5 ramuan herbal yang bisa bantu redakan batuk pilek karena Omicron:

1. Teh jahe

Teh jahe tidak hanya rasanya enak tetapi juga membantu mengobati pilek dan batuk. Teh membantu mengeringkan hidung yang berair, sehingga mengeluarkan dahak dari saluran pernapasan. Di antara berbagai manfaat kesehatan jahe dikenal dapat meredakan flu biasa dan mempercepat proses pemulihan.

2. Campuran lemon, kayu manis dan madu

Obat rumahan lain yang efektif untuk pilek dan batuk adalah campuran lemon, kayu manis dan madu. Sirup ini efektif menyembuhkan pilek dan batuk.

Dalam setengah sendok madu, tambahkan beberapa tetes lemon dan sejumput kayu manis. Minum ini dua kali sehari untuk menyembuhkan pilek dan batuk.

3. Susu dan kunyit

Kunyit memiliki antioksidan kuat yang membantu dalam mengobati banyak masalah kesehatan. Kunyit yang dicampur dengan susu hangat adalah cara yang populer dan efektif untuk melawan pilek dan batuk. Minum segelas susu kunyit hangat sebelum tidur membantu pemulihan lebih cepat dari pilek dan batuk.

4. Madu, air jeruk nipis dan air hangat

Ini adalah minuman yang cocok untuk meningkatkan pencernaan dan sistem sirkulasi. Menambahkan madu ke air jeruk nipis adalah salah satu tips efektif dalam mengendalikan pilek dan batuk.

5. Berkumur dengan air garam

Ini adalah terapi kuno yang efektif mengobati batuk, pilek, hingga sakit tenggorokan. Berkumur dengan air garam efektif membersihkan partikel asing seperti bakteri dan virus pada saluran pernapasan sehingga dapat meringankan gejala

Simak Pandangan “Sejuk” Gus Baha Tentang Pengeras Suara di Masjid

0
image by Islami.co

TelusuR. ID – Terlepas adanya pro dan kontra pengaturan penggunaan pengeras suara di masjid, jauh hari sebelum terjadi pro kontra tersebut, penceramah KH Ahmad Bahaudin Nursalim atau yang akrab dipanggil Gus Baha sebenarnya sudah pernah membahas hal ini.

Dikutip dari akun YouTube Santri Weekend (27/02/22), Gus Baha menjelaskan perihal mengeraskan atau tidak suara azan memang terjadi perbedaan pendapat.

Gus baha juga menuturkan bahwa perbedaan pendapat merupakan sesuatu yang lumrah dan biasa saja.

“Sampeyan kalau beda pendapat biasa saja. Jangan seperti orang sekarang, kalau beda pendapat ribut. Beda pendapat itu fitrah. Tidak mungkinlah kita tidak beda pendapat, tidak mungkin,” kata Gus Baha.

Gus Baha, lantas menjelaskan perbedaan pendapat yang ia temui di tengah-tengah masyarakat terkait keras atau lirihnya dalam mengumandangkan azan.

“Di kampung-kampung kalau ada masjid pakai speaker, di mana-mana, saya sering ditanya, Gus, bilangin kalau azan jangan banter-banter, membuat berisik tetangga. Kalau sudah niat sholat, tidak usah azan pasti datang,” lanjutnya.

“Yang satunya lagi bilang, ya nggak! harus keras, biar jadi syiar,” imbuhnya, menjelaskan perbedaan pendapat di tengah masyarakat ini.

Adanya perbedaan pendapat tersebut, Gus baha menceritakan bahwa keras dan pelan cara ibadah juga telah terjadi di masa Rasulullah SAW.

“Abu Bakar kalau wiridan itu lirih sekali, selirih-lirihnya. Umar kalau wiridan keras sekali. Tidak pakai sound sistem tapi keras sekali, membuat ramai,” cerita Gus Baha.

Ketika Sayyidina Abu Bakar ditanya oleh Rasulullah, “Ya Aba Bakrin, kenapa kamu melirihkan suara?,” cerita Gus Baha.

“Saya itu malu sama Allah, Dia itu Dzat yang Maha Mendengar. Jadi, saya mengeraskan suara itu malu, seperti Tuhan butuh suara keras saja,” jawab Abu Bakar, sebagaimana diceritakan Gus Baha.

Ketika Sayyidina Umar ditanya Rasulullah, “Kenapa kamu terlalu keras ?”

“Supaya tidak mengantuk,” jawab Umar sederhana.

“Rasulullah dalam banyak hal ya begitu. Ketika banyak masalah itu sahabat berdoa keras-keras,”.

Rasulullah bersabda: kamu tidak berdoa dengan dzat yang tuli, maka kamu tidak usah keras-keras”, cerita Gus Baha dengan menukil Hadits Nabi.

“Jadi, andaikan ada istighosah pakai sound sistem keras-keras, itu ya perlu dipertanyakan. Tuhan sudah dengar kok gegernya seperti itu ngapain,” kata Gus Baha.

“Tapi kalau madzhab (pendapat) ini kamu pakai, lalu ada pertanyaan, “Dangdut saja keras, kenapa kalimat thayyibah tidak boleh keras? Masalah lagi,” kata Gus Baha membandingkan.

Di akhir ceramahnya Gus Baha menjelaskan hikmah dibalik perbedaan tersebut terkandung hikmah yang besar yakni memilih pendapat yang mana saja dalam hal ini tetap berpotensi baik (yahisimun).

23 M Swakelola 2 Dindik Surabaya Diduga Hanya Modus

0

SURABAYA, TelusuR.ID   –   Seorang sumber berlatar pegiat LSM melempar tengara bahwa keputusan Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Surabaya menetapkan sejumlah paket pengadaan konstruksi, konsultansi, dan belanja material tahun anggaran 2022 dalam bentuk swkelola 2, diduga hanya modus untuk menghindari tender dan kegiatan penyedia yang lain.

Tengara itu, tutur sumber, sedikitnya bisa dilihat dari tindakannya yang terbilang abai terhadap ketentuan swakelola. Dugaan ini muncul, lanjutnya, karena Yusuf Masruh adalah seorang Kepala Dinas yang seharusnya memiliki kecakapan kompetensi dan integritas. “Logikanya, tidak mungkin seorang Kepala Dinas tidak paham aturan swakelola. Apalagi kapasitasya adalah Pengguna Anggaran (PA), “ujarnya.

Ia lantas menyitir ketentuan Peraturan LKPP Nomer 5/2021 tentang pedoman swakelola pemerintah yang sebelumnya diatur oleh Peraturan LKPP 8/2018. Merujuk peraturan tersebut, lanjut sumber, ada sejumlah kriteria yang mengikat untuk dipatuhi sebelum satu kegiatan pengadaan di putuskan untuk diswakelola.

Antaralain adalah pekerjaan tidak diminati pelaku karena alasan lokasi terpencil, atau karena pagu pekerjaan yang kecil. Kemudian, swakelola dilakukan karena pelaku usaha tidak sanggup menyediakan barang dan jasa yang dibutuhkan. Juga, swakelola dilakukan karena pekerjaan bersifat rahasia dan sanggup dikerjakan oleh KLPD.

Selanjutnya, swakelola bisa dilakukan dalam rangka mengoptimalkan potensi SDM yang dimiliki KLPD. Juga, swakelola dilakukan karena pekerjaan dinilai lebih efisien jika dikerjakan KLPD. Dan terakhir, swakelola dilakukan dalam rangka memberi ruang partisipasi dan ikut memberdayakan peran serta Ormas dan Pokmas dalam proses pembangunan bangsa.

Dari sekian kriteria tersebut, lanjut sumber, dua diantaranya memang dimungkinakn untuk dijadikan cantolan swakelola. Yakni klausul tentag optimalisasi SDM KLPD dan efisiensi pekerjaan jika ditangann KLPD. Hanya, seberapa tepat alasan tersebut dijadikan rujukan, tentu semua perlu diuji. Sementara terhadap kriteria yang lain, swakelola Dindik Surabaya dipastikan tidak tepat.

Pekerjaan konstruksi rehab gedung, jasa konsultansi dan pengadaan material oleh Dindik Surabaya, tutur sumber, dipastikan tidak termasuk pekerjaan yang tidak diminati pelaku usaha karena alasan lokasi terpencil atau karena nilai pagu kecil. Juga, tidak termasuk jenis pekerjaan yang tidak sanggup dikerjakan oleh pelaku usaha. Bahkan ketiga pekerjaan tersebut sama sekali tidak bersifat rahasia.

“Jadi secara kriteria, ketiga pekerjaan tersebut harusnya tidak layak untuk dilakukan swakelola. Jika alasannya adalah untuk optimasilasi SDM yang dimiliki dinas dan juga demi efisiensi pekerjaan, saya melihat itu hanya sebentuk spekulasi yang kurang berdasar. Apalagi ini menyangkut anggaran yang tidak kecil. Jadi kalau ketiga pekerjaan tersebut dipaksakan untuk diswakelola, saya melihat itu cenderung akal akalan saja, “tegasnya.

Bahkan jika ketiga pekerjaan tetap dilaksanakan lewat swakelola tipe 2, sumber meyakini bahwa itu tidak lebih sekedar modus untuk menghindari lelang sebagaimana dilarang Peraturan Presiden tentang pengadaan barang dan jasa pemerintah. “Saya melihat praktik ini cenderung merupakan sebentuk modus untuk menghindari lelang. Dengan dilakukan swakelola, maka pihak dinas bisa leluasa mengatur harga satuan barang dan jasa, “ujarnya.

Sejauh apa dugaan yang dilontarkan pegiat LSM tersebut bisa dibenarkan? Bagaimana tanggapan Kadindik Surabaya? Hingga berita ini ditulis, Kadindik Surabaya Yusuf Masruh lebih memilih sikap bungkam. Tercatat, sejak media ini melakukan sorotan atas sejumlah paket fisik, mamin, dan pengadaan barang di Dindik Surabaya yang diduga menyimpang, Yusuf Masruh hanya sekali saja memberi respon. “Terimakasih. Saya cek dulu, “tulis Yusuf via chat whatsapp, (18/2/2022). (din

MGC Lovers Gandeng Komunitas Emak-Emak Azza Aerobic Deklarasikan Sahabat Ning Lina

0

JOMBANG, TelusuR.ID – Puluhan emak-emak pagi itu sangat antusias mengikuti senam aerobic di Janti Peterongan Jombang. Mereka bersemangat mengikuti gerakan yang dipandu instruktur senam dari Azza Aerobic. Sabtu, 26/02/2020.

Tak hanya itu, iringan musik Trio Lapindo membuat acara semakin meriah. Dari pagi hingga siang tampak emak-emak yang berasal dari berbagai kecamatan di Jombang ini dengan gayeng mengikuti rangkaian acara.

Setelah senam, MGC Lovers bersama emak-emak dengan beragam latar belakang, mulai dari aktivis perempuan, pelaku bisnis daring, umkm, kader penggerak, penggiat wanita tani, komunitas senam dan lain-lain, kompak mendeklasikan SNL (Sahabat Ning Lina). Mereka menganggap bahwa sosok Ning Lina adalah pemimpin yang nantinya bisa memperjuangkan aspirasi perempuan.

“MGC Lover sebagai inisiator deklarasi SNL (Sahabat Ning Lina) Jombang. Akan ada banyak kegiatan yang running setiap bulan untuk memperkuat basis SNL di Jombang,” kata Mohamad Gozy, salah satu deklarator SNL yang juga ketua MGC Lovers ini.

Menurut Gozy, MGC Lovers merupakan organisasi sosial yang selama ini aktif dalam kegiatan di masyarakat. Didirikan sebagai salah satu upaya untuk turut andil dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Khususnya bagi masyarakat di Kabupaten Jombang.

Acara deklarasi dihadiri langsung oleh Ning Lina, sapaan akrab Mu’lina Shohib, salah satu cucu pendiri NU, KH Bisri Syansuri Denanyar. Selain itu Ning Lina juga aktif di organisasi politik yang dikenal dekat dengan komunitas perempuan di Jombang.

Mu’lina Shohib bersama M Gozy

Dalam kesempatan itu, ketika memberikan sambutan, Ning Lina mengaku sangat berterima kasih atas inisiatif MGC Lover yang mengadakan acara deklarasi ini dengan mengundang dirinya untuk hadir.

Karena itu, Ia berharap dan berpesan agar keberadaan SNL nantinya bisa bermanfaat bagi masyarakat Jombang. Terutama bagi kelompok perempuan bisa lebih maju di bidang apapun. “SNL harus mampu mendorong itu” ujarnya.

pembagian sembako gratis

Ning Lina kemudian menyoroti fenomena kelangkaan minyak goreng di Jombang. Menurutnya hal itu seharusnya bisa dicarikan solusi oleh Pemkab Jombang agar ibu-ibu tak perlu mengantri untuk mendapatkan minyak goreng dengan harga murah.

“Pemberian bantuan paket sembako merupakan salah satu bentuk kepedulian SNL terhadap krisis minyak goreng yang melanda di Kabupaten Jombang”, terang Ning Lina yang secara simbolik memberikan paket sembako berisi minyak goreng, gula dan mie instan kepada peserta senam. (yap/al

Panic Buying Jadi Sebab Minyak Goreng Langka di Jombang, Disdagrin Jombang Adakan Rapat Gabungan

0
kadis dagrin Jombang hari 0etomo

JOMBANG, TelusuR. ID – Disdagrin Jombang mengadakan rapat gabungan untuk mengurai akar masalah penyebab kelangkaan minyak goreng di Jombang Jawa Timur.

Rapat tertutup yang digelar Disdagrin Jombang ini melibatkan pejabat dari Disdagrin, Dinas Ketahanan Pangan dan Unit Tipiter Satreskrim Polres Jombang, serta tujuh distributor minyak di Jombang.

Hasil rapat kemudian disampaikan Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin), Hari Oetomo di kantornya. Kamis (24/2/2022).

Menurut Hari Oetomo, salah satu penyebab utama terjadinya kelangkaan minyak goreng di wilayahnya disebabkan adanya panic buying dan banyaknya spekulan baru di tengah masyarakat.

Dia mengatakan, suplier atau distributor mengeluhkan ada panic buying karena banyak masyarakat yang beli secara langsung di distributor.

Distributor minyak goreng dilarang menjual ke sembarang pembeli. Ini setelah kelangkaan yang terjadi karena adanya panic buying dan banyaknya spekulan baru di tengah masyarakat.

suasana rapat disdagrin

Oleh karena itu, diharapkan masyarakat agar menjual atau membeli minyak sesuai kebutuhan. “Jangan panic buying. Tentunya kami akan membuat surat pada distributor agar mereka menjual hanya pada mitra mereka,” kata dia.

Hari juga menjelaskan jika para distributor memang sempat menyampaikan ingin mendapat tambahan kuota minyak. Namun, permintaan penambahan kuota minyak goreng tersebut belum mendapat respon dari produsen.

Hari Oetomo mengaku pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap distribusi minyak goreng dari hulu ke hilir. Hal itu dilakukan terutama saat mendapat informasi adanya kelangkaan minyak goreng di pasaran.

“Kita pantau rantai distribusi, mulai dari produsen, distributor sampai ke bawah, sampai ke market,” ungkap Hari.

“Minyak goreng curah itu masih Rp 11.500 kemudian kemasan sederhana masih di harga Rp 13.500. Untuk yang premium itu harganya Rp 15.000 dan itu sudah masuk dalam sistem, yang kami update setiap hari, artinya di Jombang tidak ada masalah,” terang dia.

Untuk itu, kata Hari, dalam waktu dekat Disdagrin Jombang akan menggandeng sejumlah pihak untuk melakukan pengecekan ke beberapa gudang. Namun sebelum itu, pihaknya akan melakukan pemantauan secara internal terlebih dahulu. (yap/al)

Tingkatkan Kesejahteraan Anggota Polri, Kapolres Jombang Resmikan Perumahan The Khadefa Residence

0

JOMBANG, TelusuR.ID –  Pembangunan perumahan The Khadefa Residence untuk anggota Polri di Jalan Laksada Adi Sucipto, Denanyar Jombang mulai terwujud. Sejumlah bangunan rumah tampak berdiri megah dan siap ditempati.

Perumahan berdiri di atas lahan 2,5 hektare itu diresmikan 4 Juni 2021 lalu dan penyerahan rumah oleh Kapolres Jombang, AKBP Moh. Nurhidayat, Jumat (25/2/2022). Pembangunan perumahan tersebut buah kerja sama Polres Jombang, BTN dan PT Sinar Surya Perkasa Jaya.

Kapolres Jombang, AKBP Moh Nurhidayat mengatakan, jumlah total ada 205 unit rumah yang dibangun dengan tipe 45 dan 36. Lokasi perumahan tersebut sangat dekat dengan Mako Polres Jombang.

“Sampai sekarang 37 anggota yang sudah mendaftar, yang lain akan segera menyusul. Karena ini masih baru, nanti akan kita sosialisasikan lebih dan ini juga terbuka untuk umum, masyarakat boleh dan silahkan mendaftar,” kata AKBP Nurhidayat.

Kapolres mengatakan, perumahan the Khadefa Residence itu salah satu bentuk terobosan Polres Jombang sekaligus penjabaran dari program Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo bahwa peningkatan kesejahteraan anggota salah satunya adalah pembangunan perumahan.

“Lokasinya sangat strategis dengan harga terjangkau dan alhamdulillah respon dari anggota sangat baik,” kata AKBP Nurhidayat.

Menurut Kapolres, lokasi yang strategis dan berdekatan dengan Mako Polres Jombang dapat menunjang anggota dalam melaksanakan tugas-tugas Polri sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat.

Salah satu pemesan perumahan Kapolsek Tembelang AKP Radyati Putri Pradini menyebut, selain dekat dengan Polres Jombang, perumahan tersebut harganya cukup terjangkau serta kualitas bangunannya juga bagus.

“Kebanyakan anggota Polri rumahnya jauh dari Polres ya, dari sini jaraknya sekitar 8 menit, tapi saya coba tidak sampai 8 menit, jadi sangat membantu kita lebih cepat mobilisasinya ke Polres Jombang,” katanya.

Kapolsek Tembelang tersebut menambahkan, dari informasi yang dia dapatkan, perumahan ini harganya lebih terjangkau dibanding dengan lainnya. Selain itu, kualitas bangunannya juga bagus daripada perumahan biasa.

Inspektorat Enggan Sebut Menu Mamin dan Nama Penyedia

0
ILUSTRASI GAMBAR

SURABAYA, TelusuR.ID   –   Kecuali paket mamin rapat TW IV senilai pagu Rp 77,9 juta yang diklaim dilakukan kontrak (pembelian) dengan pihak hotel, selebihnya, 37 paket mamin rapat yang lain belum ada penjelasan dari Inspektorat Jatim terkait varian menu dan identitas penyedia.

Padahal dua poin ini, tegas sumber, terbilang penting untuk memastikan berapa sebenarnya anggaran negara yang terserap untuk mamin Inspektorat Jatim 2021. “Atas nama transparansi anggaran, harusnya tidak keberatan untuk menyebut menu dan identitas penyedia, “tutur sumber.

Sekretaris Inspektorat Jatim Hari Prayogo, saat dikonfirmasi via chat whatsapp menegaskan bahwa mamin rapat TW IV senilai Rp 77,9 juta, dilakukan kontrak (pembelian) dengan pihak hotel. Hanya, hotel mana yang ia maksud, dan menu apa saja yang tersaji pada mamin, sampai berita ini ditulis, jawaban yang ditunggu belum terkonfirmasi.

Meski disebut ada kontrak dengan pihak hotel, namun secara keseluruhan, paket ini terbilang belum jelas. Ini karena pada kolom deskripsi paket hanya disebut belanja mamin TW IV, tidak spesifik nasi kotak atau kue kotak. Sehingga jenis mamin yang dimaksud juga tidak jelas, apakah berupa nasi kotak saja, atau kue kotak saja, atau gabungan keduanya, atau kah dalam bentuk saji prasmanan.

Karena jika merujuk standar harga satuan tertinggi mamin Pemprov Jatim 2021, dimana nasi kotak dipatok Rp 44 ribu dan kue kotak dipatok Rp 35 ribu, maka dengan asumsi setiap peserta dapat 1 nasi kotak dan 1 kue kotak, akan didapati jumlah peserta rapat TW IV adalah 986 orang.

Apa benar demikian? Apa benar untuk satu kali kegiatan rapat dinas melibatkan peserta sebanyak itu? Bagaimana jika setiap peserta hanya dapat satu nasi kotak, atau cuma satu kue kotak, dan ditambah satu air mineral, misalnya. Maka jumlah peserta rapat TW IV menjadi lipat dua atau sekitar 1.972 peserta.

Jika hal itu mewakili fakta sebenarnya, sergah sumber, tentu sulit untuk diterima nalar. Lalu, apa yang terjadi sebenarnya dengan mamin rapat TW IV? Berapa sebenarnya jumlah peserta rapat? Nalar apa yang mendasari paket ini dipagu hingga Rp 77,9 juta? sejauh ini konfirmasi dari Inspektorat Jatim belum berhasil dikantongi.

Nasi kotak ayam woku perkedel jagung, harga Rp 16 ribu. Foto: Tokopedia.

Nah, dari 38 paket mamin rapat TW (dari TW I hingga IV) Inspektorat Jatim tahun 2021, 18 paket diantaranya tercatat dibubuhi keterangan rinci soal spesifikasi mamin, sedang 20 sisanya hanya dibubuhi deskripsi global, yaitu belanja mamin tanpa menyebut spesifikasi. Sebut saja misalnya paket mamin rapat yang satu ini.

Yakni mamin rapat TW III dengan kode RUP 29806930 dan pagu senilai Rp 2.340.000. secara spesifik, paket ini ternyata hanya menyediakan mamin nasi kotak saja.Kemudian paket mamin rapat TW II dengan kode RUP 29806922 dan pagu Rp 2.340.000, juga hanya disediakan nasi kotak saja.

Selanjutnya, paket mamin rapat TW II dengan kode RUP 29802573 dan pagu senilai Rp 650 ribu ini, hanya disediakan kue kotak saja. Paket mamin rapat TW II, kode RUP 29802442 dan pagu Rp 1.755.000, disediakan nasi kotak dan kue kotak. Kemudian rapat mamin TW I, kode RUP 29804986 dan pagu Rp 780 ribu, disediakan nasi kotak dan air mineral.

Sebut saja, misalnya, paket mamin rapat TW III dengan pagu Rp 1.755.000 dan disediakan menu nasi kotak dan kue kotak. Dengan asumsi harga beli nasi kotak Rp 44 ribu per prosi, dan kue kotak Rp 35 ribu per porsi, maka rapat tersebut diikuti oleh 22 peserta. Dari sisi jumlah peserta rapat, paket ini terbilang masuk akal. Tapi dari sisi harga beli nasi kotak dan kue kotak, paket ini terbilang masih buram karena tidak ada data kongkrit terkait isian menu yang pilih.

Nasi kotak daging sapi spesial, harga Rp 32 ribu. Foto: Tokopedia

 

Kemudian paket mamin rapat TW II dengan kode RUP 29802573 dan pagu Rp 650 ribu yang hanya disediakan kue kotak saja. Dengan asumsi harga tertinggi kue kotak adalah Rp 35 ribu per kotak, maka rapat tersebut diikuti oleh 18 orang. Dan itu masuk akal. Hanya masalahnya, benarkah harga per kotak kue senilai Rp 35 ribu? Tentu hal itu bisa dicroschek di penyedia dengan melihat daftar kue yang dibeli.

“Kenapa menu mamin dan identitas penyedia menjadi penting untuk dijadikan referensi? karena dari sana, transparansi anggaran bisa dirunut. Selama ini urusan mamin dilingkup Pemerintah jarang diperhatikan publik. Ada kecenderungan mamin dianggap barang sepele atau sekedar pelengkap kegiatan. Padahal diwilayah itu sangat mungkin upaya mark up anggaran berlangsung, “ujar sumber.

“Karenanya, untuk memastikan tidak terjadi dugaan mark up, publik perlu kejelasan informasi tentang menu mamin dan identitas penyedia. Sehingga pertanyaan seputar berapa harga nasi kotak atau kue kotak yang dibeli, bisa terjawab dari sajian menu yang dipilih. Misalkan menu nasi kotak yang dibeli adalah bebek goreng, kemudian SPJ paket berbunyi Rp 44 ribu per kotak, tentu hal ini terbilang meragukan, “pungkas sumber berlatar pegiat LSM. (din)