TelusuR.ID

Beranda blog Halaman 332

pembina padepokan lingpasraga sowanke Ki Ageng Purwo Noto Negoro Joyo Diningrat, Ketua umum Spritual Pagar Nusa Dunia Nusantoro Melakukan Rektual Goa istana Alas Purwo”*

0

Banyuwangi, TelusuR.id – 2024 bulan 8 tanggak 4 – Abdi dalem Alas Purwo Ki Ageng Purwo Noto Negoro Joyo Diningrat, selaku ketua Spiritual Pagar Nusa Dunia Nusantara mengucapkan dukung Nurul Azizah untuk jadi Bupati Bojonegoro tahun 2024 sampai 2029, ujar Ki Ageng Purwo Notonegoro Joyo Diningrat.

“Selesai rektual di Goa istana alas Purwo siapa pun yang ingin jadi Bupati Bojonegoro datang di Goa Istana Alas purwo akan jadi Bupati Bojonegoro, itu petunjuk dari Gua istana.”

Karena Gua Istana penuh dengan sejarah Nusantara dan penuh dengan sejarah nenek moyang kita dulu jaman kerajaan dulu. Gua istana di lihat manusia awam emang pintu lorong nya satu, tetapi di lihat orang-orang Spiritual ternyata Gua Istana ini mempunyai sembilan pintu gua tembus negara manapun, hingga Suara Misterius, ini 5 Mitos yang Ada di Alas Purwo, tuturnya.

Banyuwangi terkenal dengan luas hutannya yang dipercaya masih memilki kualitas yang baik untuk produksi oksigen, bahkan konon katanya jika hutan-hutan di Indonesia mulai dirusak, maka akan banyak negara yang kekurangan cadangan oksigen demikian.

Hutan di Banyuwangi juga diyakini sebagai markas besar bagi para dedemit-dedemit yang sering meneror kehidupan manusia. Selain itu, Alas Purwo juga merupakan sejarah warisan alam yang termasuk ke dalam salah satu tempat rektual lelaku para spiritual atau supranatural yang terbesar di Indonesia yang memiliki ribuan flora dan fauna di pulau Jawa. Alas Purwo tepatnya berada di kecamatan Tegal Dlimo dan Purwoharjo, kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, imbuhnya.

“Meski memiliki pesona indah serta menyejukkan suasana, siapa sangka ternyata yang membuat terkenal Alas Purwo adalah kisah misteri dan mitosnya. Hingga kini banyak kisah mitos yang berkembang tentang Alas Purwo.”

Berikut 5 dari sekian banyak mitos tentang Alas Purwo;

1. Misteri Gua Istana
Salah satu mitos yang terkenal di Alas Purwo adalah kehadiran Gua yang dianggap sebagai istananya para jin. Oleh sebab itu, goa ini disebut ‘Goa Istana’, secara fisik nampak memang seperti goa pada umumnya.

Bukan hanya 1 goa yang terdapat di Alas Purwo, melainkan puluhan dan setiap goa itu diyakini sudah ada penjaganya yang siap melahap manusia.

2. Tempat Pesugihan
Selain pusat kerajaan jin, Alas Purwo juga diyakini menjadi pusat pasar praktik pesugihan dan pusat pembelajaran segala hal yang bersifat gaib dari mitos ini juga orang beranggapan bahwa akan sulit manusia yang bisa keluar jika sudah memasuki kawasan hutan ini, karena jika orang itu bisa keluar maka akan mendapatkan ilmu yang dahsyat.

3. Tempat Perkumpulan Para Raja
Karena letaknya yang strategis dengan beberapa kerajaan, konon katanya Alas Purwo juga dijadikan media pemersatu para raja yang beraliansi sehingga dalam beberapa waktu, Alas Purwo biasa dijadikan tempat berunding atau hanya sekedar untuk melepas lelah para raja.

Mitos lainnya juga ada yang meyakini bahwa sebenarnya bukan raja dari bangsa manusia yang biasa berkumpul di sini, melainkan mereka para raja dari kerajaan Jin yang tersebar di Nusantara.

4. Akan diikuti Kesialan, Mitos selanjutnya yang tak kalah menyeramkan adalah soal dibuntuti kesialan, nah mitos ini berkaitan dengan mitos jika seseorang memasuki kawasan Alas Purwo, maka konon katanya ia tidak akan bisa keluar.

5. Suara Misterius
Jika kamu sedang melintasi jalur Alas Purwo, lalu mendengar ada suara yang memanggilmu padahal kamu sedang sendirian, baiknya kamu terus saja melanjutkan perjalananmu dan jangan menoleh. Karena menurut mitos yang beredar, sering terjadi fenomena-fenomena suara alam yang terdengar seolah memanggil nama kita.

Lebih lanjut, jika kita menoleh dan mencari sumber suara konon katanya diri kita akan memasuki dunia gaib dan hilang entah ke mana.

Itu dia 5 mitos yang ada di Alas Purwo, lebih dari itu masih banyak mitos dan misteri yang belum terpecahkan hingga kini di kawasan hutan tersebut, pungkasnya

Miris,Ayah di Jombang Aniaya Anak dan ancam akan di bunuh gara gara bawa selingkuhan ke rumah

0

JOMBANG, TelusuR.id – AR (47), warga Dusun Sumbersuko, Desa Bandung, Diwek, Jombang tega pukuli anak kandungnya bahkan ancam akan membunuhnya. Kejadian tersebut dipicu karena korban menolak kedatangan selingkuhan ayahnya.

Kapolres Jombang AKBP Eko Bagus Riyadi melalui Kasi Humas Iptu Kasnasin mengatakan, kejadian bermula ketika AR mengajak selingkuhannya pulang ke rumah istri sahnya di Desa Bandung. AR mengajak tinggal wanita tersebut dan anak selingkuhannya selama dua minggu.

Perbuatan AR ini memicu kemarahan istri sah dan putri kandungnya, Fitri Mas’udah (20). Amarahnya memuncak ketika melihat ayahnya berduaan dengan selingkuhannya ada di ruang tamu, Selasa (06/08/2024).

“Saat AR dan wanita selingkuhan tersebut berada di ruang tamu, Fitri menggedor-gedor pintu ruang tamu sebagai wujud ia tidak terima,” ujarnya, Rabu (14/08/2024).

Setelah itu, Fitri pergi ke dapur dan diikuti ayahnya. Di sini, bapak anak ini saling cekcok karena ulah Fitri yang dianggap tidak menghormati selingkuhannya sebagai tamu.

“Kemudian pelaku semakin marah dan akhrinya memukul korban sebanyak 1 kali mengenai mulut korban dan mengancam akan membunuh korban sambil membawa helm dan sebuah kayu,” kata Iptu Kasnasin.

Karena ketakutan usai dipukul ayahnya, korban lantas melarikan diri bersama ibunya untuk meminta pertolongan tetangga. Kejadian itu pun membuat gaduh lingkungan rumahnya.

Tidak berselang lama, pihak Perangkat Desa Bandung bersama Babhinkamtibmas datang menolong korban. AR kemudian diamankan ke Balai Desa karena telah membuat resah.

“Pelaku akhirnya diamankan oleh perangkat beserta bhabinkamtibmas setempat dan dibawa ke Polres Jombang,” ucapnya.

Saat ini, AR sudah ditetapkan tersangka dan ditahan di Rutan Mapolres Jombang akibat kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan terhadap putri kandungnya. Akibat perbuatannya, AR dijerat dengan Pasal 44 ayat (1) UURI No. 23 tahun 2004 tentang PKDRT.

“Ancaman penjara paling lama 5 tahun atau denda paling banyak Rp 15 juta,” pungkasnya.

Polres Jombang gelar sispamkota jelang pilkada 2024

0

Jombang, TelusuR.ID – Polres Jombang menggelar simulasi sistem pengamanan kota (Sispamkota) Pilkada 2024. Simulasi demonstrasi yang diwarnai kericuhan berlangsung seru.
Polres Jombang mengerahkan 580 personilnya untuk pengamanan Pilkada 2024. Ratusan polisi itu dilibatkan pula dalam sispamkota di Stadion Merdeka Jombang, Jalan Gus Dur.

Sispamkota yang dipimpin Wakapolres Jombang Kompol Hari Kurniawan mensimulasikan pengamanan setiap tahapan Pilkada 2024. Jalannya simulasi disaksikan perwakilan KPU, Bawaslu, parpol, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat Kota Santri.

“Sore ini kita laksanakan sispamkota dalan rangka kesiapan pengamanan pilkada 2024. Jadi seluruh stake holder kita libatkan,” kata Wakapolres Jombang Kompol Hari Kurniawan kepada wartawan di lokasi, Selasa (13/08/2024).

Simulasi diawali dari tahap kampanye, polisi menjaga keamanan setiap paslon berikut para pendukungnya. Pada tahap distribusi logistik Pilkada 2024, Satsamapta dan Satlantas Polres Jombang bersama TNI mengawalnya secara berlapis.

Tensi mulai meningkat pada tahap pemungutan dan rekapitulasi suara. Skenario aksi unjuk rasa pun digelar dalam simulasi ini. Sekolah-sekolah ada kelompok massa yang tak puas dengan hasil penghitungan KPU Jombang.

Dalam skenario ini, Polres Jombang mengerahkan pasukan Dalmas dan 1 mobil watercanon untuk memukul mundur massa ketika kericuhan pecah. Sejumlah anggota Satreskrim Polres Jombang turut beraksi menangkap para provokator kericuhan.

“Kami antisipasi pihak yang tidak menghendaki kondusif, termasuk pendukung yang tidak puas terkait penetapan hasil Pilkada. Ada 580 personil gabungan kami turunkan untuk antisipasi itu,” jelasnya.

Antisipasi gangguan kamtibmas di setiap tahapan Pilkada, lanjut Hari, sesuai arahan Kapolres Jombang AKBP Eko Bagus Riyadi. Yaitu mengedepankan preemtif dan preventif yang didukung intelijen kemamanan (Intelkam).

Bahkan, titik rawan bencana alam yang berpotensi mengganggu Pilkada 2024 juga sudah dipetakan Polres Jombang. Meliputi Kecamatan Plandaan, Wonosalam dan Ngusikan.

“Akan kami tempatkan siaga bencana dan rekan-rekan stakeholder. Jika ada situasi yang tidak menguntungkan, kami sudah siap,” tandasnya.

Penulis kang pithil/m.miftahuddin

Berebut Rekom Parpol, Siapa Cermat Dia Dapat Pilkada Jombang 2024

0

Berebut Rekom Parpol, Siapa Cermat Dia Dapat Pilkada Jombang 2024

JOMBANG, TelusuR.id – Perebutan sejumlah bakal calon untuk mendapat rekomendasi partai politik menjelang pembukaan pendaftaran bakal calon kepala daerah semakin dinamis.

Dinamika politik tampak begitu cepat dari berbagai manuver oleh bakal calon tersebut. Meski tahapan baru dimulai sejak dibukanya pembukaan pendaftaran di KPU Jombang pada 27-29 Agustus 2024.

Terkini, informasi beredar dari bakal calon yang mengaku sudah mendapatkan rekomendasi dari DPP Partai Gerindra Yaitu pasangan calon H Warsubi berpasangan dengan KH Salmanudin Yazid.

Itu dibenarkan KH Salmanudin Yazid atau yang kerab dipanggil Gus Salman saat dikonfirmasi TelusuR.id. Pengasuh Pondok Pesantren Babussalam mengakui kebersamaannya bersama Sekjen DPP Partai Gerindra, Ahmad Muzani dan H Warsubi tersebut.

“Iya betul foto dan isi pemberitaan tersebut,” terang Gus Salman.

Diberitakan sebelumnya, beredar foto pasangan warsubi-salman bersama sekjen DPP partai Gerindra Ahmad Muzani yang bersama sama memegang sebuah blangko berlogo partai gerindra.

Dan selanjutnya di iringi dengan beredarnya tulisan yang menyatakan bahwa foto tersebut adalah rekomendasi dari DPP partai gerindra yang di serahkan pada 11/08/2024 di jakarta.

Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa dalam kontestasi Pilkada Jombang pada November mendatang, telah mengerucut kepada tiga bakal calon bupati diantaranya Mundjidah Wahab, Warsubi dan Sugiat yang merupakan mantan Pj Bupati Jombang.

Hj Mundjidah Wahab dan Sumrambah telah mendapat rekomendasi dari PDI Perjuangan untuk melenggang kembali berkontestasi pada Pilkada Jombang.

Kepastian pasangan tersebut di tandai dengan penyerahan rekomendasi dari DPP PDI Perjuangan di kantor DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, di Surabaya beberapa waktu yang lalu.

Sedangkan teka teki pasangan Warsubi semakin jelas dengan beredarnya foto dan narasi tulisan serta pemberitaan mengenai pasangan Warsubi dan Gus Salman yang mendapat rekomendasi dari DPP Gerindra dan DPP PKB.

Walaupun hal tersebut di benarkan oleh Gus Salman, namun informasi itu ditampik oleh DPC PKB Kabupaten Jombang. Melalui Hadi Atmaji selaku Ketua DPC PKB menyatakan tidak tahu menahu perihal beredarnya foto dan narasi pemberitaan tersebut.

“Gak tahu, karena kami belum pernah ketemu secara fisik dengan gambar-gambar itu, oke. Kalau saya ngomong lak disik i kerso to mas, offside aku,” terang Hadi Atmaji, senin (12/8) dilansir celah.id.

Tak sampai disitu, Telusur.id juga melakukan komunikasi dengan DPC Partai Gerindra Jombang. Melalui sambungan via watshapp pada 12/8/2024 kemarin sampai dengan berita ini di tulis belum ada tanggapan maupun jawaban dari keduanya.

Melihat dinamika tersebut secara teoritis di atas kertas pandangan orang awam akan berpendapat bahwa peluang Sugiat sangat kecil dan hampir tertutup untuk bisa tampil dalam kontestasi Pilkada Jombang, akan tetapi hal itu tidak menyurutkan niat Sugiat untuk maju pada pilkada jombang.

Sugiat menegaskan pihaknya tetap akan maju, dan menyatakan diri bahwa ia merupakan kader Partai Gerindra.

” Saya Kader Gerindra,” tegas sugiat.

Terkait informasi DPP Partai Gerindra memberikan rekomendasinya kepada pasangan calon Warsubi dan Gus Salman?

Sugiat mengaku biasa saja.”Iya saya tanggapi berita itu biasa biasa saja dan saya tidak mau menilai kubu lain ya,” ujar mantan Kabinda Sulawesi Selatan tersebut.

Pihaknya menegaskan bahwa ia masih berkomunikasi dan berproses.”Sabar ya, masih berproses,” tuturnya.

Secara logis apa yang menjadi keyakinan sugiat untuk mendapat rekomendasi dari partai gerindra memang masih bisa, hal ini tidak terlepas dari dinamika politik nasional sehingga di banyak daerah terjadi kejutan dan turbulensi politik di daerah.

“Kita ambil contoh yang dekat dengan jombang saja, di Pilkada Tulungagung. Gerindra cabut rekom bacabup dan bacawabup tulungagung, Baharudin – Danang,” kata M. Djali, salah satu warga pemerhati politik warungan.

Ia pun memberikan proyeksi perkiraannya tentang Pilkada Jombang. Djali memprediksi Pilkada Jombang akan berlangsung sengit sampai last minute untuk fight soal rekomendasi partai. Indikatornya pernyataan DPC PKB Jombang.

“Kan sekelas ketua partai sampai tidak tahu itu kan sudah di luar nalar, apalagi kabarnya itu sudah di dapatkan satu minggu yang lalu. Dari sini dapat kita lihat tidak mesranya komunikasi DPC PKB dengan pasangan yang di usungnya,” terang Bung Djali, sapaan akrabnya.

Ia menambahkan dinamika politik Pilkada Jombang masih mencair dan bisa berubah sewaktu-waktu melihat beberapa komunikasi yang dilakukan oleh para bakal calon tersebut.

“Jadi, singkat kata semua ini masih cair belum mengkristal dan bisa jadi turbulensi dan kejutan politik yang seperti tulungagung terjadi di jombang, Waallahualam,” tandasnya.

Paslon Warsubi dan Gus Salman Dapat Mandat Gerindra dan PKB Maju Pilkada Jombang 2024

0

JOMBANG, TelusuR.id – Beredar informasi pasangan Calon H Warsubi dan KH Salmanudin Yazid telah mendapat rekomendasi dari DPP Partai Gerindra untuk maju dalam Pilkada Jombang 2024.

Informasi itu dibenarkan oleh kedua paslon tersebut. Penyerahan surat rekomendasi tersebut dilakukan kemarin lusa, Ahad (12/08/2024) di Jakarta.

Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Ahmad Muzani menyerahkan langsung surat rekomendasi kepada pasangan calon H Warsubi dan KH Salmanudin Yazid.

Dalam pertemuannya dengan Ahmad Muzani, H Warsubi mengatakan mendapat mandat untuk berjuang dalam kontestasi pemilihan umum daerah (Pilkada) demi terwujudnya Indonesia Maju Sejahtera.

“Kami mendapatkan mandat untuk berjuang dalam kontestasi Pilkada Jombang 2024. Surat rekomendasi yang diberikan kepada saya dan Kiai Salman ini juga menegaskan bahwa rekom Partai Gerindra telah diserahkan kepada kami untuk maju pada Pilkada Jombang 2024,” ujar H Warsubi.

Warsubi menegaskan, semangat perjuangan untuk Jombang lebih baik dan sejahtera ini bisa terus diwujudkan. Bersama membangun Jombang untuk Indonesia Maju.

“Kami siap berkolaborasi dan menyukseskan kepemimpinan Pak Prabowo dan Mas Gibran ke depan,” tegasnya.

Hal yang sama juga diungkapkan, KH Salmanuddin Yazid mengaku bersyukur atas surat rekomendasi yang diberikan DPP Partai Gerindra.”Saya siap atas keputusan ini. Siap untuk mendampingi Abah Warsubi untuk Jombang lebih baik dan sejahtera,” tegasnya.

Untuk diketahui, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) juga telah memberikan surat rekomendasi melalui Abdul Halim Iskandar kepada pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati, H Warsubi beserta KH Salmanuddin Yazid.

Menteri Lingkungan Hidup Anugerahi Dua Trophy Untuk Kota Surabaya

0
Hamy Wahjunianto, Ketua Proklim Kelurahan Pagesangan, Kota Surabaya bersama rombongan usai menerima penghargaan. foto: istimewa.

SURABAYA, TelusuR.id – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya memberikan penghargaan kepada pejuang Program Kampung Iklim.

Diantaranya Trophy Proklim Lestari diberikan kepada 34 kampung iklim dan Trophy Proklim Utama kepada 55 kampung iklim. Selain trofi, diberikan penghargaan berupa Sertifikat Proklim Utama kepada 416 kampung iklim yang tersebar di Indonesia.

Dalam penghargaan kali ini Kota Surabaya menorehkan sejarah menjadi kota pertama di Indonesia yang menyabet 2 penghargaan Proklim Lestari sekaligus, yaitu untuk Kelurahan Pagesangan dan RW 01 Banjar Sugihan Surabaya.

“Ini prestasi luar biasa yang ditorehkan Kota Surabaya dalam bidang lingkungan hidup. Semoga nanti penghargaan tersebut bisa diserahkan oleh Pak Wali Kota Eri Cahyadi di Surabaya,” kata Hamy Wahjunianto, Ketua Proklim Kelurahan Pagesangan, dalam keterangannya, Senin (12/8/2024).

Hamy Wahjunianto, Ketua Proklim Kelurahan Pagesangan, Kota Surabaya bersama rombongan usai menerima penghargaan. foto: istimewa.

Hamy Wahjunianto mengatakan program Kampung Iklim merupakan salah satu bentuk nyata aksi masyarakat Indonesia dalam mengurangi emisi Gas Rumah Kaca.

Proklim ini mendorong terwujudnya ketahanan iklim pada berbagai bidang kehidupan di tingkat tapak atau masyarakat akar rumput yang terhimpun dalam RT dan RW.

“Untuk memperluas pelibatan berbagai elemen masyarakat, maka diadakan rekonseptualisasi Proklim dimana sekarang Proklim berubah menjadi Program Komunitas untuk Iklim,” ujar Hamy.

Dalam acara yang bertajuk FESTIVAL LIKE 2 (Lingkungan, Iklim, Kehutanan, Energi), Menteri Siti Nurbaya menyampaikan terima kasih kepada para pejuang lingkungan untuk aksi nyata membangun Indonesia berketahanan iklim dan rendah emisi Gas Rumah Kaca.

“Pada tahun 2024 ini sudah tercatat 10.113 Kampung Iklim, sedangkan pada tahun 2015 baru ada sekitar 4.000 Kampung Iklim atau meningkat lebih dari 150%,” ujar Menteri LHK Siti Nurbaya saat memberi sambutan dalam acara Penyerahan Penghargaan Program Kampung Iklim (ProKlim) Utama dan Lestari

Khofifah Bagikan Bendera Merah Putih di Jalan Sehat Kota Mojokerto

0
Khofifah membagikan bendera merah putih pada para peserta jalan sehat di Kota Mojokerto. foto: istimewa.

MOJOKERTO, TelusuR.id – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa melepas ribuan masyarakat yang mengikuti Jalan Sehat Kota Mojokerto di Alun Alun Wiraraja Kota Mojokerto, Ahad (11/8/2024).

Jalan sehat kali ini terasa istimewa dan bernafas nasionalisme karena sebagian peserta jalan sehat mengenakan kaos nuansa merah putih. Tidak hanya itu, mereka juga membawa atribut bendera merah putih untuk dibawa selama jalan sehat.

Khofifah pun tak mau ketinggalan menyemarakkan jalan sehat ini. Pasalnya Gubernur Jatim periode 2019-2024 ini turut membagikan bendera merah putih pada para peserta jalan sehat. Sontak, peserta pun bertambah antusias dan berebut untuk mendapatkan bendera dari Khofifah.

“Tujuh belas Agustus adalah hari kemerdekaan. Dirayakan oleh seluruh rakyat Indonesia, Ayo sekarang kita segera gerak jalan, hadiahnya sudah disediakan berlimpah,” kata Khofifah membacakan pantun sebelum memberangkatkan jalan sehat.

“Melalui jalan sehat ini, kita tingkatkan semangat kebersamaan, semangat persatuan, gembira menyambut peringatan hari kemerdekaan. Merdeka!” seru Khofifah.

Usai pemberangkatan dan membagikan bendera, Khofifah pun ikut menyatu bersama masyarakat Kota Mojokerto. Khofifah ikut berjalan dengan menempuh rute 2,2 km start dari Jalan Hayam Wuruk, menyusuri Jalan Letkol Sumarjo kemudian menuju Jalan Ahmad Yani dan kemudian finish di Alun Alun Kota Mojokerto.

Khofifah membagikan bendera merah putih pada para peserta jalan sehat di Kota Mojokerto. foto: istimewa.

Selama jalan sehat, Khofifah pun banyak menyapa masyarakat. Banyak peserta jalan sehat yang berebut untuk bersalam dengan Khofifah dan juga berebut untuk berfoto mengabadikan momen bersama Khofifah.

Tokoh Nahdliyin Inspiratif versi Forkom Jurnalis Nahdliyin itu pun berkesempatan untuk membagikan sembako pada 40 tukang becak yang telah stand by di depan Makorem 082/CPYJ Kota Mojokerto.

“Kegiatan jalan sehat ini sangat komplit. Tidak hanya menyermarakkan penyambutan hari kemerdekaan, tapi juga ada berbagi sembako untuk meningkatkan kesejahteraan para tukang becak serta donor darah. Semoga semua sehat, semoga apa yang kita bagikan bermanfaat untuk keluarga di rumah,” kata Khofifah.

Ia juga menyampaikan apresiasinya pada Pj Wali Kota Mojokerto M Ali Kuncoro yang dinilainya merupakan sosok pemimpin muda yang energik dan juga kaya akan inovasi. Khususnya dengan inisiasi jalan sehat hari ini, yang dikatakan Khofifah berhasil meningkatkan semangat nasionalisme warga Kota Mojokerto dan sekitarnya.

Di akhir, Khofifah pun memberikan pesan pada seluruh peserta jalan sehat yang hadir untuk selalu optimis mengisi kemerdekaan. Terutama saat ini bangsa Indonesia sedang sibuk dan bersemangat menyongsong Indonesia Emas 2045.

“Mari kita sambut peringatan HUT Kemerdekaan RI yang ke-79 dengan semangat optimisme untuk meningkatkan derajat ekonomi kita, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, meningkatkan kualitas pendidikan, meningkatkan kualitas kesehatan, serta melakukan perbaikan di semua lini pembangunan. Insya Allah Kota Mojokerto dan Jawa Timurnpada umumnya siap untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045,” pungkas Khofifah.

M.MIFTAHUDDIN (KANG PITHIL): Beda Pilihan Pilkada Boleh, Jangan Rusak Silahturahim dan jaga kondusifitas Jombang

0

JOMBANG, TelusuR.ID – Musim pergantian kepemimpinan daerah atau Pilkada Kabupaten/ kota di seluruh Indonesia akan dilaksanakan secara serentak. Sesuai dengan jadwal KPU terkait pilkada 2024 rencananya akan di gelar pada 27 November 2024. Dimana Kabupaten Jombang Jawa Timur termasuk dalam jadwal pelaksanaan pilkada 2024 tersebut. Sebagaimana lazimnya jalannya pemilihan kepala daerah di suatu daerah. Gegap gempita dan sorak sorai para pendukung dan relawan tak akan ter elakkan baik melalui dunia maya atau sosmed maupun arak rakkan ketika masa kampanye akan menyeruak. Menanggapi hal ini salah satu kader Pemuda Pancasila kecamatan Megaluh yang moncer dan flamboyan M. Miftahuddin aka kang Pithil memberikan saran dan petuahnya ” Jangan Sampai Terpecah Belah karena Beda Pilihan Politik, Kitajaga ke binekaan kita” tegas Kang pithil kepada TelusuR.id Minggu (11/08/2024).

“Pilbub adalah kontestasi yang berulang, jangan sampai pemilu merusak silaturahmi. Jangan sampai pemilu membelah kita, merusak tatanan sosial kehidupan sesama,” ujar kang Pithil yang juga termasuk tokoh pemuda di Desa Megaluh Kecamatan Megaluh Kabupaten Jombang Jawa Timur.

“Jadikan pilbub sebagai ajang seleksi pemimpin kita mendatang, mereka adalah putra-putra terbaik bangsa,” sambung kang Pithil

Lebih jauh kang pithil memberikan proyeksi pemikirannya tentang kebhinekaan atau Pluralisme. ” kita harus jaga Kebhinekaan karena keragaman adalah potensi energi bangsa yang wajib kita pupuk dan kembangkan bersama, agar menjadi akumulasi kekuatan positif serta menjadi wahana menuju kehidupan berbangsa dan bermasyarakat yang lebih sejahtera, berkeadilan, guyub rukun, dan aman damai, Di semua lapisan masyarakat dan semua lapisan ormas dan organisai keagaman apapun yang ada di Indonesia” terangnya

Melestarikan keragaman dapat mencegah disintegrasi bangsa. Tujuannya yaitu agar perpecahan antar golongan dalam suatu bangsa tidak terjadi. Oleh karenanya, prinsip menghargai perbedaan harus benar-benar ditegakkan secara nyata.

Tujuan dari Bhinneka Tunggal Ika adalah untuk mengembangkan motivasi dan menghargai keragaman.Tanpa wawasan tersebut, akan sulit untuk memajukan kedaulatan dan kemerdekaan nasional Indonesia. Cita-cita tersebut menjadi landasan nasionalisme masyarakat Indonesia

“Politik itu secukupnya,silaturahmi itu seterusnya.Jaga silaturahmi, jaga ukhuwah wathaniyah dan insaniah,” tandasnya.

Peringati HUT RI ke 79 PNIB gelar Kirab Merah Putih di Jombang

0

JOMBANG, TelusuR.ID – Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-78, Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB) menggelar Kirab Merah Putih dengan tema “79 Tahun Indonesia Merdeka, Saatnya Terbebas Dari Penjajahan Ideologi Asing Wahabi, Khilafah. Kembali kepada Jatidiri Bangsa yang Berbhinekka Tunggal Ika, damai dalam perbedaan dan toleransi antar umat beragama, suku dan Budaya.

Acara ini menjadi perwujudan semangat kebangsaan dan kesatuan dalam memperingati hari bersejarah bagi bangsa Indonesia.Kirab Merah Putih yang diinisiasi oleh PNIB ini akan melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari anggota PNIB, masyarakat umum, hingga para pemuda yang bersemangat memajukan Indonesia.

Rangkaian kirab yang diselenggarakan pada Ahad (11/08/2024) dimulai dari Monumen/Tugu Ringin Contong menuju Alun Alun Jombang membawa semangat nasionalisme melalui rute yang penuh makna.

Usai acara kirab, ketua umum PNIB. AR Waluyo Wasis Nugrogo (Gus Wal) menyampaikan  bahwa melalui kirab merah putih ini menjadi momentum kebangsaan merefleksi 79 tahun perjalanan bangsa. Tahun 1945 kita merdeka dari penjajahan bangsa asing, kini di tahun 2024 saatnya merdeka dari intoleransi, khilafah, radikalisme dan terorisme yang masih ada di sekitar kita.

Mari kita mengingat kembali bahwa 17 Agustus 1945 kita merdeka atas perjuangan pahlawan, santri, kyai, tokoh nasional dan kaum pribumi. Bukan merdeka dari pemberian imigran Yaman. “ ucap Gus Wal kepada awak media.

.Kirab Merah Putih dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia ke 79 ini diharapkan dapat membangkitkan semangat nasionalisme serta memupuk rasa persatuan dan kesatuan di tengah masyarakat. Acara ini juga menjadi ajang inspirasi bagi generasi muda untuk terus berkontribusi dalam memajukan bangsa.

PNIB juga akan mendorong kesadaran akan pentingnya mendukung pesta Demokrasi Pilkada serentak dengan aman tertib dan damai.“Sambut ceria riang gembira Pilkada serentak 2024 dengan aman tertib dan damai. Politik cuma sampai tenggorokan, jangan sampai merusak hati. Berpolitik sekedarnya, berkawan dan bersaudara selamanya. Agenda perjalanan bangsa ini masih panjang, tidak berhenti pada Pilkada” kata Gus Wal.

Setelah kota Jombang, acara Kirab Merah Putih PNIB akan berlanjut di kota-kota besar lainnyan di bulan Agustus. PNIB konsisten menyuarakan nasionalisme kebangsaan dengan laku perbuatan dan aksi nyata. Kirab merah putih sepanjang hamper 300 meter akan berkeliling ke kota lain menyemarakkan kemerdekaan Republik Indonesia dengan santun dan bermartabat.

Peringati Harlah ke 78 Muslimat NU dan HUT RI ke 79 PAC Muslimat NU Megaluh adakan Jalan Sehat dan Festival Qasidah rebana

0
Ketua Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Jombang, Bu Nyai Hj Mundjidah Wahab

Jombang, TelusuR.ID – Dalam rangka Hari Lahir (Harlah) ke-78 Muslimat Nahdlatul Ulama (NU), Dan Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2024. Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Kecamatan megaluh memperingatinya dengan berbagai rangkaian kegiatan. Salah satunya jalan sehat, yang diselenggarakan pada Ahad (11/08/2024).

Ketua Panitia,Ibu mulyati menyampaikan,alasan pihaknya mengadakan acara tersebut yakni untuk memeriahkan Harlah Muslimat NU dan mensyiarkan Muslimat agar lebih dikenal masyarakat luas.

“Muslimat itu ada di mana-mana tapi tidak ke mana-mana, artinya Muslimat tetap dalam syariat Islam Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah. Salah satunya dengan mengajak jamaah dan masyarakat untuk hidup sehat dan bahagia,” terang wanita yang akrab disapa Bu mulyati itu.

Pada kesempatan itu Bu Mulyati mengungkapkan rasa syukur atas membludaknya jamaah yang hadir melebihi perkiraan sebelumnya. Sebanyak kurang lebih 500 orang sangat bersemangat dan antusias mengikuti jalannya acara dari awal hingga akhir. Ia berharap Muslimat nantinya lebih maju, lebih baik dalam segala bidang, lebih tertata organisasinya serta yang pasti lebih manfaat untuk umat dan masyarakat” Pungkasnya

Dalam kesempatan yang sama Ketua MWCNU Kecamatan Megaluh Ustad. Sahroni ” berharap, para jamaah untuk meluruskan niat, bahwa keikutsertaan jamaah dalam kegiatan ini bukan semata-mata karena hadiah yang diperebutkan. Melainkan dengan niat tulus, membesarkan jamiyah atas ridha Allah ta’ala dan momen 17 Agustus 2024 menjadi sangat spesial karena bertepatan dengan masa transisi kepemimpinan Nasional. Harapan baru dan semangat untuk melanjutkan pembangunan berkelanjutan serta menghadapi tantangan-tantangan ke depan menjadi nafas baru bagi bangsa ” Ujar Ustad Sahroni.

Sementara itu Ketua Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Jombang, Bu Nyai Hj Mundjidah Wahab yang hadir dalam acara tersebut. Menyampaikan ” Kami berterima kasih kepada seluruh pengurus Muslimat Jombang yang selama ini telah mencurahkan pikiran, tenaga dan waktunya untuk kesuksesan program-program Muslimat NU selama ini. Pada Moment Hari Lahir Muslimat NU saya berharap seluruh Jamaah Muslimat NU bisa memberikan sumbangsih kepada masyarakat dan negara, walaupun Muslimat ini dinilai sebagai manula akan tetapi kita adalah manula yang masih semangat untuk berdaya guna bagi masyarakat luas ” terang Bu Nyai Munjdidah Wahab.

Di sela sela acara tersebut Bu Nyai Munjdidah Wahab memberikan alasannya mengenai pemilihan lomba qasidah rebana pada momen acara tersebut.

” Kenapa kita memilih lomba qasidah ini, yaitu agar panjenengan bisa menambah ilmu dan iman melalui kegiatan ini,” tutur Bu Nyai Hj Mundjidah Wahab. beliau juga menyampaikan idenya yang berkaitan dengan qasidah rebana, akan sangat bagus jika Kabupaten Jombang memecahkan rekor muri dengan pemain qasidah rebana terbanyak.

“Saya memiliki ide untuk memecahkan rekor muri dengan pemain qasidah rebana terbanyak, dan ini akan menjadi Busalah satu rangkaian acara peringatan hari jadi Kabupaten Jombang nantinya,” jelas Mantan Bupati Jombang yang juga ketua Muslimat NU PC Jombang ini.