TelusuR.ID

Beranda blog Halaman 324

Maulid Nabi Muhammad SAW, Polres Jombang Teladani Akhlak Rosululloh

0

JOMBANG, TelusuR.id – Keluarga besar Polres Jombang memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1446 H. Momen hari lahir Nabi Muhammad SAW ini menjadi teladan bagi anggota agar terus melayani masyarakat.

Kegiatan Maulid Nabi digelar di Masjid Agung Junnatul Fuaddah, Polres Jombang, Kamis (12/9/2024) pagi. Kapolres Jombang AKBP Eko Bagus Riyadi diwakili Wakapolres Kompol Hari Kurniawan hadir dalam acara tersebut bersama para kapolsek dan pejabat utama Polres Jombang.

Maulid Nabi kali ini mengangkat tema ‘Dengan meneladani akhlak Rosulullah SAW, kita tingkatkan keimanan dan kinerja guna mewujudkan pemilukada aman dan sukses’. Kegiatan diawali dengan Pembacaan Kitab suci Al-Qur’an oleh Ustad Veri Ahmad Gholifil dan Selawat Nabi diiringi Hadrah Antassalam Polres Jombang. Tim Hadrah Polres Jombang ini, sudah sangat dikenal masyarakat serta sering mendapat undangan dalam acara pengajian maupun peringatan keagamaan lainnya.

Dalam sambutannya Wakapolres menyampaikan, dalam rangka memperingati hari kelahiran Rasulullah SAW ini, Marilah kita gunakan untuk mawas diri dan mengadakan kaji ulang terhadap diri masing-masing. Sudah seberapa jauhkah kita sebagai pengikut Nabi Muhammad SAW telah mewarisi nilai-nilai spiritual dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, pelayan dan penegakan hukum, maupun dalam kehidupan sehari-hari ditengah-tengah masyarakat

“Perlu saya ingatkan agar kita tidak terjebak kedalam kegiatan seremonial yang bersifat rutinitas tanpa makna. kita harus berusaha memahami dan menghayati aspek rohaniah, spiritual dan moralitas yang tersebut”, ucap Kompol Hari Kurniawan.

Lanjut Kompol Hari, Sebagai institusi publik yang mengedepankan pelayanan, hal ini merupakan tantangan yang harus dijawab melalui peningkatan kinerja dan profesionalitas polri, khususnya dalam rangka pengamanan pemilukada tahun 2024 ini.

“Pentingnya menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam kehidupan kita sehari-hari untuk tetap memperkuat Nilai-nilai keimanan,” katanya.

Sementara itu, tausiyah yang disampaikan oleh DR. KH. Kholiq Hasan MH.i selaku Rektor IAIBAFA dan pengasuh ponpes Tambakberas Jombang mengajak hadirin untuk meneladani perilaku Nabi Muhammad SAW.

“Apapun profesi kita, teruslah meneladani beliau, karena Rasulullah SAW diturunkan untuk memperbaiki akhlak manusia. Semoga acara ini menjadi pendorong bagi semua personil Polri untuk selalu menjaga dan meningkatkan kinerjanya dalam melayani masyarakat,” ucapnya.

PNIB : Terima Kasih Densus 88, Pelaku Teroris Masih Ada Mengintai Kita. Tolak Wahabi Khilafah Penyebar Bibit Terorisme

0

JOMBANG, TelusuR.ID – Densus 88 Antiteror Polri menggelar operasi pemberantasan terorisme di Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Dua orang terduga teroris diamankan, salah satu di antaranya merupakan Amir atau pimpinan kelompok Jamaah Anshorut Daulah (JAD) pada Sabtu (7/9/2024). Kerja Densus 88 memburu terorisme di seluruh penjuru tanah air merupakan bentuk aparat penegak hukum mengayomi dan melidungi seluruh lapisan masyarakat dari ancaman massif kelompok Radikalisme Terorisme yang masih berkeliaran di pelosok tanah air.

“Dari Batu Malang ke Solo kemudian di Gorontalo dan berlanjut di Bekasi hingga yang terakhir penangkapan terduga teroris di Bima NTB. Tim Densus 88 layak mendapat apresiasi sebesar besarnya atas kinerja profesionalitas menjangkau seluruh wilayah yang menjadi tempat persembunyian para teroris. Di manapun teroris bersembunyi akan terendus oleh tim dengan keahlian khusus mendeteksi keberadaan, aktifitas serta rekam jejak mereka. Ini bukan pekerjaan mudah di negara Indonesia yang terpisah ribuan pulau” ungkap Gus Wal ketua Umum Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu, PNIB mengapresiasi dan berterima kasih atas kinerja Densus 88 yang luput dari perhatian public.

Bibit baru pelaku teroris akan selalu tumbuh seiring maraknya aksi intoleransi yang tidak diusut secara tuntas. Menurut Gus Wal intoleransi dengan modal awal kebencian akan melahirkan anarki dan radikalisme.

“Aksi intoleransi tidak bisa dikategorikan sebagai kriminalitas biasa, karena pelakunya sudah menyimpan agenda lain yang lebih mengerikan yaitu melenyapkan keselamatan orang lain melalui aksi terorisme. Mereka hanya butuh diyakinkan bahwa aksinya akan berbuah pahala surga kelak, dan pola perekrutan yang dilakukan kelompok aliran Wahabi Khilafah ketika menemukan pelaku aksi intoleransi yang dibiarkan tidak dibina secara intens” lanjut Gus Wal.

Teroris melakukan perekrutan anggota baru melalui jalur lembaga pendidikan beraliran khusus dengan fasilitas mewah. Gus Wal berpesan kepada orang tua untuk berhati-hati mempercayakan anaknya masuk ke sekolah yang dibiayai oleh negara luar, jika tidak waspada justru anak-anak akan terancam masa depannya.

“PNIB meminta masyarakat untuk waspada dan mampu memilah agar tidak memasukkan anaknya ke lembaga pendidikan yang memberikan pemahaman radikal, juga yang beraliran wahabi khilafah. Penangkapan kepada tersangka memberikan fakta bahwa kelompok teror secara sistemis melakukan perekrutan dan menanamkan pengalaman di sekolah khusus ekslusive, namun menyesatkan” imbuh Gus Wal.

PNIB menjadi organisasi lintas agama budaya dan kebhinekaan konsisten menolak khilafah, Wahabi yang menghasilkan bibit intoleransi radikalisme dan terosisme. Gus Wal tidak pernah bosan mengingatkan pentingnya membumikan Pancasila dan kesetaraan dalam kehidupan masyarakat.
“Nasionalisme Kebangsaan, Agama dan Budaya (NASAB) adalah satu spirit Nusantara yang tidak boleh terpisahkan. Mereka kelompok sarabpatigenah iri dengan keberagaman kita yang bisa disatukan hanya dengan 5 sila Pancasila. Mereka mencari cara memecah belas adu domba dengan berjubah Agama namun sesungguhnya teroris keji yang tidak berperikemanusiaan. Sekali lagi Bravo Densus 88 tegak lurus menjaga NKRI dari bahaya laten terorisme” pungkas Gus Wal

Warga Desa Banjardowo Kabuh Geruduk Kantor Desa Tuntut Kades Mundur

0

JOMBANG, TelusuR.id – Dinilai tak pernah ngantor di Balai Desa, ratusan warga Desa Banjardowo, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang menggelar unjukrasa. Mereka menuntut supaya Kepala Desa Rahardian Firmansyah turun dari jabatan.

Pantauan dilokasi, ratusan warga mendatangi Kantor Desa Banjardowo sekira pukul 10.00 WIB. Selain orasi bergantian, massa juga membawa perangkat demo spanduk tuntutan.

Adapun tulisan spanduk yang di bawa pengunjukrasa antara lain, Kami Butuh Kades yang Bisa Merakyat, Kami Butuh Pelayanan Bukan Omongan, Butuh Kades yang Bisa Ngayomi Masyarakat, dan Turunkan Kepala Desa Banjardowo.

“Kades harus turun. Kami jengkel dengan kades, kelakuannya selama tiga tahun pelayanan masyarakat Banjardowo kurang baik,” ujar Sumarji, salah satu warga yang ikut dalam aksi warga Desa Banjardowo tersebut.

Sumarji menuding bahwa selama menjabat Kepala Desa (Kades) tidak menjalankan tugas dengan baik yakni Kades tidak pernah masuk kantor.

“Aksi massa ini menginginkan Kades segera mengundurkan diri dari jabatan. Kalau tidak mengundurkan diri akan ada unjuk rasa lebih besar lagi,” ujarnya.

Sementara, saat dikonfirmasi terkait massa aksi warga, Sekretaris Desa (Sekdes) Banjardowo Achmad Syaifudin tidak bisa banyak berkomentar banyak. Pihaknya akan melihat apa yang menjadi aspirasi massa demonstrasi.

“Nunggu aspirasi dari masyarakat nanti dijawab oleh kita,nanti kepada desa juga bicara,” tandasnya.

Massa yang berunjukrasa tersebut berkumpul di pendopo kantor Desa berdialog langsung dengan Kades Rahardian Firmansyah, Camat Kabuh Anjik Eko Saputro, Kepala Dinas Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Jombang Sholahuddin Hadi Sucipto.

Presidium Nasional BEM PTNU Se-Nusantara, Achmad Baha’ur Rifqi,ucapkan selamat atas dilantiknya Gus Ipul sebagai Mensos RI

0

Jakarta, TelusuR.ID – Saifullah Yusuf, yang dikenal sebagai Gus Ipul, telah resmi dilantik oleh Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Sosial Republik Indonesia yang baru(11/09/24), menggantikan Tri Rismaharini yang mundur untuk mengikuti Pilgub Jawa Timur 2024.

Presidium Nasional BEM PTNU Se-Nusantara, Achmad Baha’ur Rifqi, memberikan ucapan selamat kepada Gus Ipul atas amanah barunya ini. “Kami mengucapkan selamat berkhidmat dengan amanah baru sebagai Menteri Sosial RI.

Semoga Gus Ipul senantiasa diberikan kemudahan dalam menjalankan tugas ini, serta mampu membawa manfaat yang luas bagi umat dan negara,” ujar Baha’ur Rifqi.

Menurutnya, khidmat Gus Ipul terhadap NU dan bangsa akan terus menjadi inspirasi bagi generasi muda.

Gus Ipul memiliki pengalaman panjang di pemerintahan, termasuk sebagai Wakil Gubernur Jawa Timur dan Wali Kota Pasuruan.

Selain itu, ia juga dikenal atas pengabdiannya yang tulus kepada Nahdlatul Ulama (NU), tempat di mana ia kini menjabat sebagai Sekretaris Jenderal PBNU.

Penulis, phitil

KPK Geledah Rumah Dinas Mendes,sita uang dan bukti elektronik

0

JAKARTA, TelusuR.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan telah menyita uang tunai dan barang bukti elektronik setelah melakukan penggeledahan di rumah Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar.

Penggeledahan ini dilakukan terkait penyidikan kasus dugaan korupsi dana hibah Pemerintah Provinsi Jawa Timur periode 2019-2022. Penyidik KPK melakukan penggeledahan di salah satu rumah dinas di wilayah Jakarta Selatan pada 6 September 2024.

“Bahwa pada Jumat tanggal 6 September 2024, Penyidik KPK melakukan kegiatan penggeledahan terhadap salah satu rumah dinas penyelenggara negara berinisial AHI di wilayah Jakarta Selatan,” ujar juru bicara KPK Tessa Mahardhika Sugiarto, Selasa (10/9).
Dari geledah tersebut, KPK melakukan penyitaan berupa uang tunai dan barang bukti elektronik.
Akan tetapi, Tessa tak membeberkan lebih detail terkait jumlah uang tunai yang disita, termasuk apakah uang yang disita dalam bentuk mata uang rupiah atau mata uang asing.
“Dari penggeledahan tersebut, penyidik melakukan penyitaan berupa uang tunai dan barang bukti elektronik,” jelas dia.
Belum ada keterangan dari Abdul Halim mengenai penggeledahan tersebut.
Abdul Halim sebelumnya telah diperiksa oleh KPK pada 22 Agustus 2024 dalam kapasitasnya sebagai saksi terkait kasus ini. Saat itu, ia menjelaskan bahwa ia telah memberikan keterangan yang lengkap kepada penyidik dan membantah pernah menerima dana pokok pikiran (pokir).
Sebelum menjabat sebagai Menteri Desa, Abdul Halim pernah menjabat sebagai Ketua DPRD Jawa Timur periode 2014-2019.
Seperti di kutip dari kumparan.com

Gus Sentot tekankan harus jaga kerukunan dan persatuan di peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kecamatan Jogoroto

0

JOMBANG, TelusuR.ID – Gerak lincah Gus Sentot terus mengiringi dalam berbagai event yang dekat dengan kawulo alit. Pada kesempatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1446 H yang diadakan di Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang pada tanggal 10 September 2024.

Kembali H. Syarif Hidayatullah, S.T., M.MT. (Gus Sentot), pengasuh Pondok Pesantren Asrama Sulaiman Bilqis Darul Ulum Rejoso Peterongan Jombang, sekaligus Ketua DPC Demokrat dan Ketua Pemenangan petahana Mundjidah–Sumrambah berkesempatan hadir pada acara tersebut. Turut hadir juga perangkat desa, Babinsa, Babinkamtibmas, tokoh agama, serta masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Gus Sentot menekankan pentingnya menjaga kerukunan dan persaudaraan meskipun berbeda pilihan, terutama menjelang Pilbup Jombang 2024.

Beliau mengingatkan agar masyarakat tetap guyub, rukun, dan menjaga kamtibmas, serta tidak terprovokasi untuk bermusuhan. Tak lupa beliau juga mengajak masyarakat untuk menjaga ukhuwah Islamiyah dan persatuan di tengah suasana pilkada kabupaten jombang.

Penulis phitil.

PNIB : Waspada! Polemik Nasab Habib Syiah dan Salafi Wahabi Pemecah Belah Umat Islam Tradisional & Kedaulatan Bangsa

0

JOMBANG, TelusuR.ID – Polemik nasab Habib yang menggemparkan umat Islam di Indonesia pada akhirnya berimbas pada adu domba umat Islam tradisional. Klaim kebenaran dan penolakan gelar ulama dari Arab justru terjadi di negara penganut mayoritas Muslim terbesar melahirkan kubu dukungan masing masing pengikutnya. Fenomena kebohongan nasab yang diungkap oleh salah seorang ulama tradisional melalui hasil penelitiannya, menjadi bom waktu perpecahan bangsa jika tidak segera diantisipasi.

“Pelurusan nasab melalui metode penelitian justru dilawan dengan arogansi dari mereka yang merasa kebenaran nasab tidak boleh diganggu gugat. Jangan pernah silau dan dengan mudah dibodohi oleh mereka, karena mereka ingin memperbudak dan menjajah rakyat Indonesia dengan cara cara spiritual. Mengganti paham dan ideologi bangsa dengan Khilafah Wahabi yang melahirkan intoleransi radikalisme separatisme terorisme. Segera diatasi sebelum terlambat menjadi perang saudara seperti Iraq, Sudan, Suriah. Mereka yang terlanjur besar dengan gelar Habib sedang menciptakan kasta dan giliran dibukakan fakta, mereka menanamkan kebencian kepada ulama tanpa gelar Impor” ungkap Gus Wal selaku ketua umum ormas lintas Agama budaya dan kebhinekaan Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB) kepada awak media.

Kekhawatiran Gus Wal di atas cukup beralasan saat bangsa ini sedang dihinggapi kultus gelar sebagai jaminan ukuran ketaatan mereka. Masyarakat yang justru menghargai ulama pendatang daripada ulama tradisional yang selama ini iku berjuang mendirikan dan mempertahankan bangsa dari ancama penjajahan asing. Baik dalam bentuk perjuangan fisik maupun mempertahankan ideologi bangsa.

“Dengan gelar Habib para ulama pendatang selama ini menciptakan kelas pengikutnya, memisahkan dengan pengukut Islam tradisional yang sudah lebih dulu ada. Kelompok Habib Yaman dan Salafi Wahabi di Indonesia hanya mengedepankan ibadah ritual, bukan spiritual yang menghadirkan Tuhan dalam realitas kehidupan, sehingga mudah merendahkan kelompok kyai dan ulama di Nusantara” imbuh Gus Wal.

Polemik nasab Habib yang terbongkar kajian ilmiahnya menurut Gus Wal menjadi pengingat kepada kita semua akan pentingnya menghormati ulama bukan berdasarkan gelarnya, namun ajarannya yang sesuai dengan budaya Indonesia.

“Lebih utamakan hormati Da’I, penceramah yang sesuai kultur warisan para ulama’ nusantara daripada para pendakwah import, baik orangnya maupun ideologinya yang cenderung merusak kearifan lokal bangsa Indonesia. Perkuat dan kolaborasikan NASAB (Nasionalisme Kebangsaan Agama Dan Budaya) untuk menjaga marwah kehormatan, keutuhan dan kedaulatan bangsa Indonesia dari rongrongan kelompok Wahabi Khilafah HTI yang massive berkembang sampai pelosok pelosok kampung desa di seluruh penjuru negeri.

PNIB menjadi salah satu ormas yang selama ini keras menolak kehadiran Wahabi, dan ideologi impor berbaju Agama. Senantiasa mengingatkan kewaspadaan bangsa akan bahaya laten intoleransi berkedok aliran Agama.

“Para ulama’ lokal tradisional adalah penjaga warisan ulama Nusantara terdahulu. Menjaga api Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika merawat umat setia kepada bangsa dan negara. Karena kemerdekaan bangsa Indonesia jasa para kyai santri, pendiri bangsa, pemuda, pejuang dan pahlawan. Bukan para habib habib dari golongan manapun baik syiah ataupun bukan. Sekali lagi jangan pernah mau dibodohi dengan gelar Habib yang menjanjikan pintu surga jika mengikuti mereka. Sementara kebohongan mereka justru sudah menjadi jaminan tidak masuk surga. Jaga kampung, tetangga, rumah ibadah dan handai taulan dari pengaruh aliran asing yang justru terbukti merusak kerukunan hidup beragama di Nusantara ini” pungkas Gus Wal

Tawuran Karnaval di Rejoso Pinggir berakhir damai

0

JOMBANG, TelusuR.ID – Peristiwa tawuran yang terjadi di Desa Rejosopinggir, Tembelang, Jombang, saat karnaval peringatan HUT RI ke-79 pada 1 September 2024, akhirnya diselesaikan melalui pendekatan Restorative Justice (RJ). Perselisihan yang melibatkan pemuda dari Dusun Rejoso dan Dusun Kedunggalih dipicu oleh kesalahpahaman, namun tidak ada masalah yang prinsipil.

Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Margono Suhendra mengatakan, pada dasarnya Satreskrim Polres Jombang akan menindak tegas para pelaku pembuat onar di wilayah hukum Polres Jombang. “Satreskrim Polres Jombang pastinya akan menindak tegas, terkait adanya tindakan-tindakan melawan hukum, sehingga kami akan menjamin bahwa di kabupaten Jombang tidak akan ada lagi, tindakan yang melawan hukum,” kata Margono, Senin 9 September 2024.

Terkait laporan korban pada aksi tawuran karnaval sound horeg di desa Rejosopinggir, pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap 5 orang yang diduga melakukan tindak pidana.  Selain itu, ke 5 orang itu telah ditetapkan sebagai tersangka, dalam peristiwa tersebut. Namun, pada perkembangannya, korban telah mencabut laporannya di polisi. Sehingga kasus ini diselesaikan secara restorative justice atau RJ.

Setelah melalui mediasi, para korban sepakat untuk mencabut laporan polisi, dan dengan demikian, lima tersangka yang sebelumnya ditahan dibebaskan. Tersangka yang dibebaskan adalah KDF (26), SK (24), dan tiga pelaku anak yang semuanya warga Desa Rejosopinggir.

“Sudah kami lakukan pemeriksaan, bahkan sudah kami lakukan pengembangan. Namun, karena sudah diselesaikan secara kekeluargaan, dan pelapor sudah mencabut laporannya,” ujarnya.

Sementara itu, Kades Rejosopinggir, Yoyok Supriyanto mengaku bahwa persoalan tawuran antar penduduk di Desanya itu, dikarenakan ada kesalahpahaman. Kini, persoalan tersebut sudah diselesaikan secara kekeluargaan, dengan melibatkan Forpimcam hingga kepolisian.  Diantaranya Anak-anak “Pada prinsipnya masalah ini kan ada kesalahpahaman saja. Dan harapan kami bisa selesai sampai hari ini, dan permasalahan antar dukuhan ini bisa selesai sampai hari ini,” ujarnya.

Penulis (MIFTAHUDDIN)

Tingkatkan Layanan Sosial, MWCNU Kabupaten Jombang Luncurkan Mobil Layanan Masyarakat

0

JOMBANG, TelusuR.ID – Peluncuran mobil layanan masyarakat oleh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, merupakan langkah positif dalam meningkatkan pelayanan sosial kepada masyarakat. Acara yang digelar pada Ahad, 8 September 2024, di Masjid Sunan Kalijaga, Kaliwungu, bertepatan dengan kegiatan rutin Ahad Pahing.

Ketua MWCNU Jombang, KH Abdurrozaq Sholeh, menjelaskan ” bahwa mobil layanan ini diadakan dengan dukungan program Arisan Ta’awun, yang bertujuan untuk memberikan manfaat besar bagi warga Nahdliyin, khususnya dalam meningkatkan layanan sosial” terangnya.

Peluncuran mobil ini ditandai dengan pemotongan pita oleh KH Abdurrozaq Sholeh dan dihadiri oleh tokoh-tokoh penting seperti KH M Ishom Ahmadi, KH Asyharun Nur, KH Rochmad Chusaini, serta pengurus MWCNU lainnya.

” Semoga dengan adanya mobil ini, kegiatan pelayanan di tingkat ranting hingga cabang NU semakin berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat”, pungkasnya.

Cucu Syaikhona Kholil : Yang Serukan MLB NU, Jangan-Jangan Tidak Bisa Ngaji

0
Gus Kholili Kholil, Cucu Syaikhona Kholil Bangkalan. foto: istimewa.

SURABAYA, TelusuR.ID – Sejumlah kiai dan perwakilan pondok pesantren yang merupakan cucu dan keturunan pendiri NU menggelar konsolidasi nasional di Cirebon pada 8-9 September 2024.

Pertemuan kelompok yang menamakan diri sebagai Presidium MLB NU itu bertujuan untuk mendorong pelaksanaan Muktamar Luar Biasa (MLB) Nahdlatul Ulama.

Pertemuan Presidium MLB NU di Cirebon itu sontak mendapat tanggapan dari cendekiawan muda NU, Kholili Kholil. Cucu Syaikhona Kholil itu merasa aneh kalau cucu-cucu pendiri NU kumpul-kumpul untuk menginisiasi Muktamar Luar Biasa NU.

“Pendiri NU itu dikenal karena ilmu dan akhlaknya. Aneh kalau para cucu pendiri NU kumpul-kumpul untuk mendorong MLB NU. Jangan-jangan mereka tidak bisa mengaji,” kata Gus Kholili, dalam keterangannya, Selasa (10/9/2024).

Pengasuh Pondok Pesantren Al Amiroh, Canga’an, Bangil, Pasuruan ini mengatakan, harusnya cucu pendiri NU itu memberi contoh kumpul-kumpul dengan mengaji atau bahsul masail. Ia menyindir jangan-jangan mereka yang berkumpul itu tidak bisa mengaji.

Menurutnya, kalau bisa mengaji, bisa membaca kitab usul fikih seperti Al Mustashfa, sastra Arab. Termasuk Maqamat al-Hariri, kitab tauhid seperti Al-Mawaqif. Tentu mereka tidak disibukkan dengan agenda-agenda sarat politis seperti MLB.

“Selain pengangguran, seperti kata Ketua Umum PBNU, saya juga curiga mereka tidak bisa mengaji,” kata juara lomba baca kitab (MQK) tingkat nasional tahun 2017 tersebut.

Seperti diketahui, sejumlah cucu dan keturunan pendiri NU menggelar Konsolidasi Nasional Presidium Penyelamat Organisasi dan MLB di Cirebon, Jawa Barat. Mereka mendorong agar dilaksanakan MLB NU.

Pertemuan itu menghasilkan sejumlah keputusan, diantaranya meminta kepada Kemenkumhan, c.q. Direktorat Jenderal Administrasi Umum untuk membekukan SK pencatatan dan pengesahan perubahan AD/ART dan kepengurusan PBNU sebagaimana tercatat dalam AHU 0001097.AH.0108.Tahun 2024.