TelusuR.ID

Beranda blog Halaman 146

Napak Tilas Isyarah Sampai Di Tebuireng, Gus Kikin : Perubahan Zaman Harus Disesuaikan Menjadi Satu Wadah Untuk Menaungi Semua Umat Islam

0

JOMBANG, TELUSUR.ID – Napak Tilas Isyarah Pendirian Nahdlatul Ulama (NU) telah sampai di Kota Santri, Minggu (4/1/2026). Dari Jombang ini, Ribuan peserta yang terdiri dari kader dan pengurus Banom (Badan Otonom) NU, serta warga Nahdliyin melanjutkan berjalan kaki.

Mereka menempuh jarak sejauh 6 km menuju Pondok Pesantren Tebuireng untuk menyerahkan tongkat dan tasbih sebagai simbol restu berdirinya NU. Perjalanan dari Jombang ini dimulai sejak pukul 20.00 WIB dari pendopo setempat.

Sesampainya di lokasi sekitar pukul 21.30 WIB, rombongan inti yang dipimpin Pengasuh Ponpes Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo KH Raden Ahmad Azaim Ibrahimy langsung menuju Ndalem Kasepuhan Ponpes Tebuireng.

Disini, KH Azaim Ibrahimi menyerahkan tongkat dan tasbih yang dibawanya dari Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan kepada cicit Pendiri NU KH Hasyim Asy’ari, KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin).

Tongkat dan tasbih ini konon merupakan simbol restu dari Syaikhona Kholil Bangkalan kepada KH Hasyim Asy’ari untuk mendirikan Jam’iyyah Nahdlatul Ulama.

Penyerahan tongkat dan tasbih ini berlangsung khidmat dan penuh haru. Selanjutnya, rombongan Napak Tilas Isyarah Pendirian NU menuju makam KH Hasyim Asy’ari untuk berziarah dan doa bersama.

Gus Kikin, Pengasuh Pesantren Tebuireng menuturkan Napak Tilas Isyarah Berdirinya NU ini sangat baik untuk mengenang kembali sejarah perjalanan NU yang kini sudah 1 abad.

Menurutnya, di usia yang telah menginjak satu abad ini NU harus bisa mengikuti perubahan zaman. Sehingga ajaran Ahlussunnah Wal Jamaah bisa menaungi kebutuhan jam’iyyah.

“Pesan-pesan dari para muasis pendiri NU, banyak perubahan zaman yang harus kita sesuaikan sehingga NU tetap menjadi satu wadah menaungi semua umat islam,” pungkasnya.

HUT LVRI ke-69: Bupati Jombang Ajak Generasi Muda Warisi Spirit Veteran

0

JOMBANG, TELUSUR.ID – Bupati Jombang Warsubi bersama Wakil Bupati Jombang Salmanudin, Forkopimda Jombang menghadiri acara Dewan Pimpinan Cabang Legiun Veteran Republik Indonesia (DPC LVRI) yang tengah menggelar tasyakuran memperingati HUT LVRI ke-69 sekaligus Hari Ibu tahun 2025.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin (5/1/2026) Di Gedung Juang’45 Kabupaten Jombang ini mengusung tema “Dengan Semangat Kebersamaan LVRI Peduli Bencana dan Maju Berjuang Bersama Rakyat Membangun Negeri Menuju Indonesia Emas”.

Dalam sambutannya, Bupati Jombang Warsubi menyampaikan rasa takzim dan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pejuang yang hadir. Bagi Bupati, veteran bukan sekadar saksi sejarah, melainkan kompas moral bagi pembangunan Jombang di masa depan.

“Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini bukanlah hadiah, tetapi buah dari perjuangan panjang yang penuh dengan pengorbanan jiwa, raga, dan harta benda. Tidak ada kata yang cukup untuk menggambarkan betapa besar rasa hormat kami kepada Bapak dan Ibu sekalian,” ujar Bupati Warsubi.

Bupati menekankan bahwa meski zaman telah berubah, nilai-nilai kepahlawanan tidak boleh luntur. Ia berharap LVRI terus menjadi organisasi yang solid dalam menjembatani nilai perjuangan masa lalu kepada generasi muda.

“Para veteran telah mengajarkan kepada kita semua, bahwa tidak ada yang lebih penting selain persatuan, pengabdian kepada bangsa, dan semangat pantang menyerah. Kini, tugas kami generasi penerus adalah memastikan hasil kemerdekaan dapat dinikmati oleh seluruh anak bangsa,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya keluarga besar LVRI, untuk bersinergi dalam mewujudkan visi “Jombang Maju dan Sejahtera untuk Semua”. Beliau berharap masukan dan doa dari para purnawirawan agar pemerintah daerah tetap amanah dalam menjalankan roda pembangunan.

Serahkan Bantuan Alsintan : Bupati Warsubi Gunakan Optimal

0

JOMBANG, TELUSUR.ID – Pemerintah Kabupaten Jombang mempertegas komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Pada Senin (5/1/2026) pagi, Bupati Jombang Warsubi S.H., M.Si didampingi Wakil Bupati Gus Salmanudin menyerahkan bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) bersumber dari APBN Kementerian Pertanian RI kepada sejumlah kelompok tani di Dinas Pertanian Kabupaten Jombang.

Adapun unit yang diserahkan meliputi:
Traktor Roda 4 (Ishoku Istr 504): Diserahkan kepada Gapoktan Mojokrapak, Poktan Dunglempuk, dan Gapoktan Tampingmojo (Kecamatan Tembelang).
Traktor Roda 2 (Quick G1000): Diserahkan kepada Gapoktan Manunggal (Kecamatan Ngusikan).

Dalam sambutannya, Bupati Warsubi menekankan bahwa teknologi mekanisasi (Alsintan) kini bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan utama. Hal ini disebabkan oleh semakin menurunnya tenaga kerja di sektor pertanian.

“Tujuan utama Alsintan ini adalah mempersingkat waktu olah tanah, mempercepat masa tanam, dan memungkinkan panen serempak. Kita ingin usaha tani lebih efisien dan produktif,” ujar Bupati Warsubi.

Bupati Warsubi berpesan agar bantuan ini dijaga dan dikelola secara bersama-sama melalui kelompok tani (Gapoktan/UPJA). Beliau menegaskan tidak boleh ada penyelewengan dalam penggunaan bantuan hibah ini.

“”Saya berharap bantuan Alsintan ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para petani dan kelompok tani, dijaga dengan baik, serta digunakan secara bersama-sama, sehingga benar-benar memberikan manfaat nyata bagi peningkatan produksi pertanian dan kesejahteraan petani di Kabupaten Jombang,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Jombang, Ir. Muchammad Rony, M.M melaporkan keberhasilan sektor pertanian sepanjang tahun 2025.

“Sepanjang tahun 2025 kemarin, dari berbagai sumber anggaran (APBN/APBD Jatim/APBD Jombang) telah kita bagikan bantuan alsintan kepada petani berupa:
Pompa air sebanyak 51 unit
Hand Sprayer sebanyak 194 unit
Traktor Roda 2 sebanyak 34 unit
Traktor Roda 4 sebanyak 40 unit
Drone Sprayer Sebanyak 14 unit
Rice Transplanter sebanyak 9 unit
Rotavator sebanyak 12 unit”, rinci M. Rony.

Tidak hanya itu, disebutkan juga oleh Kepala Dinas Pertanian M. Roni, bahwa Pemerintah Kabupaten Jombang telah mensukseskan Program-Program utama Pemerintah Pusat dalam rangka menuju Swasembada Pangan Nasional, antara lain : Program Luas Tambah Tanam (LTT) dengan capaian pertanaman padi seluas 86.701 hektar, melampaui target yang ditetapkan seluas 81.251 hektar;
Program Optimasi Lahan (OPLAH) seluas 3.311 hektar; Program Brigade Pangan (BP), menumbuh-kembangkan kelembagaan usaha oleh para petani milenial. Kabupaten Jombang telah terbentuk 17 unit BP, sesuai dengan target yang ditetapkan; Program Bongkar Ratoon Tebu seluas 3.315 hektar, paparnya.

Berdasarkan data BPS, Kabupaten Jombang berhasil memproduksi 257.942 ton beras, meningkat signifikan dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar 197.646 ton. Dengan angka konsumsi beras pada tahun 2025 sebesar 149.237 ton beras (Sumber: BPS Jombang) maka diperkirakan pada tahun ini, Kabupaten Jombang surplus produksi beras sebesar 108.705 ton. Mengalami kenaikan dari tahun 2024 yang surplus 49.342 ton beras.

“Jombang terus melaju! Kini Jombang berhasil menduduki peringkat ke-8 penghasil padi di Jawa Timur, naik satu tingkat dari tahun sebelumnya. Tak hanya itu, produktivitas tebu Jombang juga tetap unggul di posisi ke-5 se-Jawa Timur,” tandasnya.

Tak hanya bantuan fisik, Pemkab Jombang juga meluncurkan program “1 Dusun 1 Wirausaha Baru”: budidaya Nilam, penangkaran benih, dan Budidaya Tanaman Sehat utk memperbaiki kesuburan lahan, meningkatkan efisiensi biaya dan memperbaiki produksi.

Selain itu, diperkuat pula pola kemitraan “Bapak Asuh” dengan menggandeng sektor swasta, salah satunya CV. AFCO, untuk membantu penyerapan gabah petani dan memasyarakatkan pertanian organik.

Acara ini turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda, termasuk Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan, Sekdakab Jombang Agus Purnomo S.H., M.Si, Asisten, Kepala OPD terkait, perwakilan organisasi tani seperti HKTI, Tani Muda Indonesia, Askom, perwakilan dari AFCO Group, Kepala Desa dan Perangkat Desa lokasi Kelompok Tani, Ketua dan Pengurus Poktan penerima Bantuan Alsintan, Brigade Pangan dan Penyuluh Pertanian Lapangan.

Gus Lilur Ungkap Adanya Persaingan Dua Kementrian Yang Bikin Jeda Penerbitan SIUP Baru

0

SURABAYA, TELUSUR.ID – Pengusaha Nasional yang mempunyai usaha di berbagai bidang usaha HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy mengungkap dugaan adanya persaingan antara dua Kementrian soal izin dan membuat jeda penerbitan.

Owner Kaisar Bauksit Nusantara (Kabantara) ini mensinyalir adanya persaingan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam penerbitan Izin Usaha Pertambangan Pasir Laut.

Pengusaha tambang yang akrab disapa Gus Lilur itu mengatakan, tidak banyak yang mengetahui bahwa pernah ada rebutan, bahkan benturan otoritas penerbitan Izin Tambang di NKRI.

Kata dia, rebutan itu soal perebutan kewenangan. Dan penerbitan izin itu membuat negara melakukan jeda menerbitkan izin usaha pertambangan (IUP) baru.

“Perkelahian antara dua kementerian tersebut berlangsung lebih dari lima tahun, sampai membuat negara gagal menerbitkan IUP baru,” ujar Gus Lilur, dalam keterangannya dikutip Telusur.id, Senin (5/6/2026).

Pengusaha nasional yang sebagian besar kantor usahanya di Surabaya itu menjelaskan, kini, dengan diterbitkannya UU MINERBA No. 2 Tahun 2025 NKRI kembali memiliki regulasi yang mengatur penerbitan IUP Galian A dan Galian B.

Ia menjelaskan, Galian A masuk ruang lingkup Emas, Perak dan Tembaga. Sedangkan Galian B, ruang lingkupnya Batubara, Nikel, Bauksit, Timah, Bijih Besi, Mangan dan Galena.

“Saya gembira dan bahagia, ESDM tidak lagi diganggu KKP. Mestinya Presiden RI tahu soal sengketa kewenangan ini dan tidak lagi memposisikan yang bersangkutan kembali sebagai menteri,” ujar alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tersebut.

Santri Pengusaha Alumni Pesantren Mambaul Maarif Denanyar itu melanjutkan, setelah usainya rebutan kewenangan penerbitan izin IUP antar kementerian sesudah diterbitkannya UU Minerba No. 2 Tahun 2025, banyak pengusaha tambang yang bergembira sebagaimana dirinya.

Ia merinci ada lebih dari 10.000 IUP dicabut RI sejak 2016 – 2022.
Ada lebih dari 10.000.000 Hektar lahan tambang kembali ke Negara. Dampaknya ada ribuan tambang ilegal beroperasi di negara ini.

“Sudah semestinya negara hadir mengatur tata kelola pertambangan, sehingga pertambangan sesuai kaidah penambangan dan tidak merusak lingkungan,” tegasnya.

Gus Lilur meyakini mustahil hidup tanpa pertambangan, sebab perlu pasir dari tambang, perlu besi dari tambang, perlu semen dari tambang, erlu kaca -dari tambang, perlu keramik dari tambang, perlu alumunium -dari tambang. Bahkan Closet WC itu bahan bakunya harus ditambang dulu.

Ia juga menyoroti musibah Sumatera, menurutnya pendosa utamanya adalah gundulnya hutan. Musibah Sumatera pendosa utamanya adalah penambangan tanpa aturan.

Pengusaha pegiat filantropi ini mengingatkan, kini saatnya semuanya dimulai kembali sesuai aturan.
Aturan di NKRI sudah nyaris sempurna, pelaksanaannya saja yang belepotan karena banyak drakula dan penjahat di dalamnya.

“Tegakkan hukum setegak-tegaknya, kan ku angkat engkau menjadi Manusia Setengah Dewa, begitu lirik lagu Iwan Fals yang saya anggap relevan dengan kondisi saat ini. Salam Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia,” pungkas cicit Ken Arok tersebut.

Napak Tilas Isyaroh Pendirian NU, PCNU Surabaya : Teguhkan Ingatan Sejarah dan Khidmah Ulama

0

SURABAYA, TELUSUR.ID – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Surabaya melalui Panitia Lokal turut berperan aktif dalam pelaksanaan Napak Tilas Isyaroh Pendirian Nahdlatul Ulama Tahun 2026, sebuah perjalanan spiritual dan historis yang menapaktilasi jejak perjuangan para muassis NU dari Pondok Pesantren Syaichona Mohammad Cholil Bangkalan hingga Pondok Pesantren Tebuireng Jombang.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian menyambut 1 Abad Nahdlatul Ulama versi Masehi (1926–2026) sebagai ikhtiar kolektif warga Nahdliyin untuk merawat ingatan sejarah, meneguhkan sanad keilmuan, serta memperkuat nilai keikhlasan, khidmah, dan komitmen kebangsaan yang diwariskan para pendiri NU.

Rangkaian napak tilas diawali pada Sabtu malam, 3 Januari 2026, dengan check-in peserta di wilayah Bangkalan. Pada Ahad, 4 Januari 2026, kegiatan dilanjutkan dengan tawajjuh dan shalat Subuh berjamaah, kemudian seremonial pelepasan serta penyerahan tongkat dan tasbih di Pondok Pesantren Syaichona Mohammad Cholil Bangkalan oleh KH. Fachruddin kepada KHR. Ach. Azaim Ibrahimy sebagai simbol isyaroh restu pendirian NU.

Rombongan kemudian melaksanakan perjalanan jalan kaki menuju Pelabuhan Kamal, menyeberang ke Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, serta melaksanakan ziarah dan tahlil di Kompleks Makam Sunan Ampel.

Memasuki Kota Surabaya, peserta napak tilas singgah di Kantor PCNU Surabaya, yang secara historis dikenal sebagai kantor lama Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Persinggahan ini menjadi titik penting refleksi sejarah, karena dari tempat inilah pada masa lalu berbagai keputusan strategis dan gerak dakwah NU dirumuskan.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turut hadir dan memberikan apresiasi atas pelaksanaan Napak Tilas Isyaroh Pendirian NU. Kehadiran Ibu Gubernur menegaskan dukungan pemerintah daerah terhadap upaya pelestarian sejarah, nilai keulamaan, dan peran NU dalam menjaga harmoni sosial serta keutuhan bangsa.

Ketua PCNU Surabaya, H. Ir. Masduki Toha, menegaskan bahwa Napak Tilas Isyaroh NU memiliki makna strategis bagi keberlanjutan perjuangan jam’iyyah.

“Napak tilas ini bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi perjalanan ruhani dan ideologis. Dari Bangkalan, Surabaya, hingga Tebuireng, kita diajak untuk memahami bahwa NU lahir dari adab, restu ulama, dan pengorbanan besar,” ujar H. Ir. Masduki Toha.

Menurutnya, persinggahan di Kantor PCNU Surabaya yang juga merupakan kantor lama PBNU menjadi pengingat penting bagi warga NU lintas generasi.

“Tempat ini adalah saksi sejarah bagaimana NU dibangun dari kesederhanaan, keikhlasan, dan kerja-kerja organisatoris yang penuh pengabdian. Generasi NU hari ini wajib melanjutkan khidmah tersebut dengan tetap berpegang teguh pada nilai Ahlussunnah wal Jama’ah serta komitmen kebangsaan,” tambahnya.

Usai dari Surabaya, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Stasiun Gubeng untuk bertolak ke Jombang menggunakan kereta api. Setibanya di Jombang, peserta melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju Pondok Pesantren Tebuireng.

Puncak kegiatan Napak Tilas Isyaroh Pendirian NU 2026 berlangsung di Asta Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari Tebuireng, ditandai dengan seremonial penyambutan dan penyerahan tongkat serta tasbih dari KHR. Ach. Azaim Ibrahimy kepada KH. Fahmy Amrullah, yang kemudian ditutup dengan tahlil dan doa bersama.

PCNU Surabaya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari panitia nasional, panitia lokal Bangkalan–Surabaya–Jombang, Banser, relawan, aparat keamanan, hingga seluruh warga Nahdliyin yang turut mengawal kegiatan ini sehingga berlangsung dengan tertib, aman, dan khidmat.

Babinsa Musuk Bersama Warga Gelar Patroli Malam, Perkuat Siskamling dan Rasa Aman di Tamansari

0

Boyolali, TelusuR.ID – Upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) terus dilakukan aparat kewilayahan bersama masyarakat. Babinsa Koramil 02/Musuk Kodim 0724/Boyolali, Serka Umar, bersama petugas Trantib Kecamatan Tamansari melaksanakan patroli malam sekaligus siskamling bersama Linmas di Desa Keposong dan Karangkendal, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Boyolali, Sabtu malam (04/01/2026).

Kegiatan patroli malam ini menyasar sejumlah titik pemukiman warga dengan menyusuri lingkungan desa. Selain memantau situasi keamanan, personel juga melakukan dialog dengan warga guna memastikan kondisi wilayah tetap aman dan kondusif serta mengantisipasi potensi gangguan keamanan pada malam hari.

Serka Umar menegaskan bahwa patroli bersama tersebut merupakan wujud nyata sinergi antara TNI, aparat6 pemerintah, dan masyarakat dalam menciptakan rasa aman di lingkungan. “Kami ingin masyarakat merasa tenang dan terlindungi. Keamanan lingkungan adalah tanggung jawab bersama, dan siskamling merupakan sarana yang efektif untuk menjaga kondusivitas wilayah,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Babinsa juga mengimbau warga agar terus meningkatkan kepedulian terhadap keamanan lingkungan sekitar. Ia menekankan pentingnya komunikasi yang baik antara warga dan aparat. “Apabila melihat hal-hal yang mencurigakan, segera laporkan kepada aparat setempat. Dengan kebersamaan dan kepedulian, potensi gangguan keamanan dapat dicegah sejak dini,” tambahnya.

Sementara itu, warga setempat menyambut baik pelaksanaan patroli malam tersebut. Kehadiran Babinsa dan Linmas dinilai memberikan rasa aman sekaligus membangkitkan semangat gotong royong dalam menjaga ketertiban desa. Warga berharap kegiatan patroli dan siskamling ini dapat terus dilaksanakan secara rutin demi terciptanya lingkungan Kecamatan Tamansari yang aman, nyaman, dan kondusif.

(Agus Kemplu)

Napak Tilas Isyaroh Pendirian NU, Lora Nasih : Bangkitkan Komando Keselamatan Bangsa

0

SURABAYA, TELUSUR.ID – Dalam rangka memperingati satu abad berdirinya Nahdlatul Ulama (NU), Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil Bangkalan menggelar kegiatan Napak Tilas Isyaroh Pendirian NU, Minggu (4/1/2026).

Kegiatan yang diikuti sekitar 1.000 peserta ini menjadi momentum refleksi spiritual sekaligus peneguhan kembali nilai-nilai perjuangan para muassis Nahdlatul Ulama.

Kegiatan napak tilas tersebut dilepas oleh KH Yahya Cholil Staquf, serta dihadiri para ulama, kiai pesantren, dan tokoh Nahdliyin dari berbagai daerah. Acara pelepasan juga diisi sambutan oleh KH Mohammad Nasih Aschal, selaku perwakilan Keluarga Dzurriyah Syaichona Moh. Cholil.

Dalam sambutannya, KH Mohammad Nasih Aschal menegaskan bahwa napak tilas ini tidak sekadar dimaknai sebagai perjalanan fisik, melainkan sebagai ikhtiar spiritual untuk menghidupkan kembali ruh perjuangan dan tujuan utama para pendiri Nahdlatul Ulama.

“Hari ini kita ingin mengulang sejarah pendirian Jam’iyah NU yang dimulai dari tempat ini. Melalui isyaroh tongkat dan tasbih, kita mengokohkan kembali tujuan para muassis. Ini bukan sekadar simbol, melainkan panduan dan komando agar bangsa ini selamat,” ujar KH Nasih Aschal, yang akrab disapa Lora Nasih di hadapan ribuan peserta dan para ulama.

Ia juga mengajak seluruh peserta untuk meneladani sosok Syaichona Moh. Cholil, Pahlawan Nasional yang dikenal sebagai ulama besar dengan pemikiran kebangsaan yang kuat.

Menurutnya, nilai keislaman dan nasionalisme telah menjadi satu kesatuan yang diwariskan para ulama pendiri NU kepada generasi penerus.

“Cinta tanah air adalah bagian dari iman. Kami sebagai dzurriyah sangat mengharapkan doa para alim ulama agar mampu meneruskan amanah dan perjuangan beliau,” imbuh KH Mohammad Nasih Aschal, yang juga menjabat Ketua Umum Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil Bangkalan sekaligus Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur.

Napak tilas ini menempuh rute panjang yang sarat makna perjuangan lahir dan batin. Etape pertama, para peserta berjalan kaki sejauh kurang lebih 30 kilometer dari Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil Bangkalan menuju Pelabuhan Kamal.

Etape kedua, peserta menyeberang laut dan melanjutkan perjalanan darat menuju Stasiun Jombang. Etape ketiga, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki dari Stasiun Jombang hingga titik akhir di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang.

Puncak prosesi ditandai dengan penyerahan replika tongkat dan tasbih Syaichona Moh. Cholil. Replika tersebut diserahkan oleh RKH Fakhruddin Aschal (Pengasuh Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil) kepada KHR Achmad Azaim Ibrahimi (Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo), untuk kemudian diserahkan kepada KH Abdul Hakim selaku Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng.

Prosesi tersebut merefleksikan peristiwa bersejarah ketika Syaichona Moh. Cholil mengirimkan isyaroh berupa tongkat dan tasbih kepada KH Hasyim Asy’ari melalui KHR As’ad Syamsul Arifin, yang kemudian menjadi salah satu tonggak penting berdirinya Nahdlatul Ulama pada tahun 1926.

Di akhir sambutannya, KH Mohammad Nasih Aschal menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh peserta atas keterbatasan fasilitas selama kegiatan berlangsung. Ia berharap setiap langkah peserta napak tilas menjadi amal ibadah dan wasilah turunnya keberkahan.

“Semoga semua langkah dalam napak tilas ini kelak dikumpulkan bersama para muassis Nahdlatul Ulama di hari akhir nanti,” tuturnya.

Kegiatan Napak Tilas Isyaroh Pendirian NU ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan 1 Abad Nahdlatul Ulama, sekaligus penegasan peran NU sebagai penjaga nilai keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan di Indonesia.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Komite Dzurriyah Muassis Nahdlatul Ulama, yang terdiri dari tiga pesantren, yakni Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil Bangkalan, Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, dan Pondok Pesantren Tebuireng Jombang.

Babinsa Kratonan komsos dengan Tokoh masyarakat

0

Surakarta, TelusuR.ID – Babinsa Kratonan Koramil 03/Serengan Kodim 0735 Surakarta Serma Aris Setyo Utomo melaksanakan komsos dengan Tokoh masyarakat Bapak Wardoyo yang beralamat di Rt 02/02 Kratonan Serengan Kota Surakarta, (04/01/2026)

Kegiatan rutin ini bertujuan untuk menjalin silaturahmi, mempererat kebersamaan dan menyerap aspirasi untuk menciptakan sinergi TNI dan rakyat serta memperkuat keamanan dan mengetahui kondisi wilayah secara langsung, seringkali diiringi anjangsana atau kegiatan bersama untuk membangun kedekatan dan keharmonisan, Tutur Serma Aris

Selain itu juga bertujuan untuk
Mempererat Silaturahmi serta Menjadi jembatan komunikasi dan keakraban antara TNI dan masyarakat. Serta dapat menyerap Informasi atau Mendapatkan data dan informasi terkini tentang situasi dan perkembangan di wilayah binaan. Selain Tugas Pokok untuk memudahkan Babinsa dalam pembinaan wilayah dan menyelesaikan permasalahan di lapangan, Tegasnya

(Agus Kemplu)

Motivasi Pelaku UMKM, Babinsa Kemlayan Beri Dukungan Kepada Penjual Cilok.

0

Surakarta,TelusuR.ID – Serka Priyanto Babinsa Kemlayan Koramil 03/Serengan Kodim 0735/Surakarta, melakukan sambang kepada pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di wilayah binaannya. Kali ini menyambangi pelaku UMKM salah satunya Bapak Teguh yang menjalankan usahanya berjualan Cilok yang berjuaalan disepanjang Jalan Honggowongso Kemlayan Kecamatan Serengan Kota Surakarta, Minggu pukul 10.00 Wib (04/01/2026)).

Serka Priyanto mengungkapkan bahwa, Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan semangat dan motivasi kepada pelaku UMKM agar terus mengembangkan usaha mereka. Dalam komunikasi ini Babinsa tidak hanya hadir untuk bersilaturahmi, tetapi juga berperan aktif dalam memberikan solusi atas tantangan yang dihadapi oleh pelaku UMKM, serta memberi masukan terkait cara meningkatkan usaha mereka.

“Kegiatan ini adalah bagian dari tugas kami sebagai Babinsa untuk mendukung kemajuan ekonomi masyarakat, terutama di sektor UMKM. Kami berusaha membangun komunikasi yang baik dengan warga untuk mengetahui permasalahan yang mereka hadapi dan memberikan solusi terbaik,” Pungkas Serka Priyanto.

(Agus Kemplu)

Babinsa Koramil Teras Mempererat Kebersamaan Warga Lewat Komsos di Tengah Kerja Bakti

0

Boyolali,TelusuR.ID — Kedekatan TNI dengan masyarakat kembali terlihat dalam kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) yang dilaksanakan Babinsa Koramil 04/Teras Kodim 0724/Boyolali, Pelda Choirul Anam, bersama warga binaannya. Kegiatan tersebut berlangsung di sela-sela kerja bakti pembersihan talud di Dukuh Ringin, Desa Tawangsari, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali, Sabtu (03/01/2026).

Komsos merupakan bagian dari Pembinaan Teritorial (Binter) yang menjadi tugas pokok prajurit TNI di satuan kewilayahan. Di tengah waktu istirahat kerja bakti, Pelda Choirul Anam memanfaatkan momen tersebut untuk berinteraksi dan berbincang langsung dengan warga, guna mempererat tali silaturahmi serta menumbuhkan kedekatan antara Babinsa dan masyarakat binaannya.

Dalam kesempatan itu, Pelda Choirul Anam menyampaikan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan demi terciptanya suasana wilayah yang aman, nyaman, dan kondusif. Ia juga mengajak warga untuk terus aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan sosial, salah satunya melalui kerja bakti yang menjadi sarana memperkuat kebersamaan.

Menurutnya, kegiatan gotong royong tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi lingkungan, tetapi juga menjadi upaya melestarikan nilai-nilai kebersamaan yang mulai terkikis di tengah perkembangan zaman yang serba modern.

“Melalui kerja bakti seperti ini, kita tidak hanya membersihkan lingkungan, tetapi juga menumbuhkan rasa peduli, kebersamaan, dan kekompakan antarwarga,” ujar Pelda Choirul Anam.

Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari warga setempat. Mereka berharap sinergi dan kebersamaan antara TNI dan masyarakat dapat terus terjalin demi mendukung pembangunan dan keamanan wilayah Desa Tawangsari.

(Agus Kemplu)