TelusuR.ID

Beranda blog Halaman 145

Resmi Dibentuk, Ini Susunan Pengurus DPD FK-KBIHU Jombang : Beri Layanan Profesional dan Terpercaya

0

JOMBANG, TELUSUR.ID – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Perkumpulan Forum Komunikasi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh (FK-KBIHU) Kabupaten Jombang untuk masa bakti 2025-2030 telah resmi dibentuk.

Pengukuhan ini berdasarkan Surat Keputusan (SK) DPP FK-KBIHU Nomor 028-2/SKEP/DPP/PFK KBIHU/XII/2025 tanggal 23 Desember 2025, dengan menetapkan H. Zulfikar Damam Ikhwanto, S.Sos., M.Si., sebagai Ketua.

H. Zulfikar Damam Ikhwanto, S.Sos., M.Si.,  Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Perkumpulan Forum Komunikasi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh (FK-KBIHU) Kabupaten Jombang mengatakan,  struktur kepengurusan baru ini ditetapkan untuk memimpin organisasi yang menaungi kelompok bimbingan haji dan umroh di Jombang selama lima tahun ke depan.

Susunan lengkapnya melibatkan representasi dari masing masing KBIHU yang memiliki izin operasional dan aktif memberikan bimbingan bagi calon jamaah haji yang ada di Jombang.

“Bupati Jombang dan Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Jombang didapuk sebagai Penasehat, menunjukkan perhatian penuh pemerintah daerah terhadap pengelolaan ibadah haji dan umroh yang berkualitas,“ terangnya, Selasa (06/01/2026).

Di bawah kepemimpinan Ketua H. Zulfikar Damam Ikhwanto, kepengurusan ini dilengkapi dengan sejumlah bidang seksi strategis. Tiga seksi yang dibentuk adalah Seksi Usaha, Dana dan Kesejahteraan; Seksi Kelembagaan dan Akreditasi; serta Seksi Komunikasi dan Kerjasama Antar Lembaga.

Pembagian ini diharapkan dapat menjangkau seluruh aspek pengembangan dan pelayanan FK-KBIHU Jombang. Berikut susunan lengkap pengurus DPD FK-KBIHU Jombang 2025-2030:

Penasehat: Bupati Jombang dan Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten  Jombang.
Pembina: KH. Maghfur Aly dan Drs. H. Saifudin.
Pengawas: Ketua Hj. Fatimatuz Zahroh, B.A., dengan anggota Drs. H. S. Rachmad dan Hj. Azminatul Uhud, S.Ag., M.Pd.I.

Dewan Pengurus Inti:

Ketua: H. Zulfikar Damam Ikhwanto, S.Sos., M.Si.
Wakil Ketua: H. A’adzkiyatul Faizin, S.Pd.
Sekretaris: H. Ahmad Faiz, S.S., M.Li.
Wakil Sekretaris: H. Ahmad Haidarul Faads, S.Kom, M.E.
Bendahara: Nur Ainun Lailatul Wahidah, S.H.
Wakil Bendahara: Hj. Nailil Farikhah Adhim, S.Hum., M.Pd.
Seksi Usaha, Dana & Kesejahteraan: Ketua Hj. Nabawiyah Hasanah.
Seksi Kelembagaan & Akreditasi: Ketua Drs. H. Arief Sugiarto, MM.
Seksi Komunikasi & Kerjasama Lembaga: Ketua Hj. Ema Umiyyatul Chusnah, S.T., M.Pd.

Dengan struktur yang komprehensif ini, DPD FK-KBIHU Jombang periode baru diharapkan dapat meningkatkan kualitas bimbingan ibadah, memperkuat kelembagaan, dan menjalin sinergi yang lebih luas guna melayani calon jamaah haji dan umroh dari Kabupaten Jombang dengan lebih profesional dan terpercaya.

Sambangi Sekolah, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Selipkan Pesan Kepada Kepala Sekolah.

0

Surakarta, TelusuR.ID  – Dalam rangka menjaga kondusifitas wilayah Babinsa Kemlayan Koramil 03/Serengan Kodim 0735 Surakarta, Serka Priyanto dan Bhabinkamtibmas Aiptu Sarjono melaksanakan Sambang dan Silaturahmi jalin Komsos dengan Kepala Sekolah SD Muhamadiyah 19 Surakarta Bapak Achsani S.Ag M.Pdi yang bertempat di RT 03 RW 04 Kemlayan Serengan Kota Surakarta, Selasa 06/01/2026 Pukul 09.00 wib.

Kegiatan sambang dan Komunikasi ini untuk menjalin komunikasi guna mempererat silaturahmi antara Babinsa,Bhabinkamtibmas dengan kepala sekolah,dalam hal ini Babinsa memberikan pesan kepada kepala sekolah agar dalam memberikan pembelajaran sesuaikan dengan kurikulum yang ada,serta selalu menekankan masalah bullying jangan sampai terjadi disekolahan ini karena masih ada kasus bullying disekolahan,karena kalau itu terjadi akan berdampak pada sikorban,tekankan sikap saling menghormati menghargai serta saling memiliki antar siswa/siswi, tutur Serka Priyanto.

Dengan adanya kegiatan ini,selaku kepala sekolah bpk Achsani mengucapkan banyak terima kasih atas sambang dan silaturahmi dari Babinsa dan Bhabinkamtibmas serta selalu terjalin komunikasi dan kordinasi dengan baik.

(Agus Kemplu)

Semangat Juang Tak Pernah Padam, HUT LVRI Ke-69 Boyolali Galang Bantuan Sosial Bencal

0

Boyolali, TelusuR.ID — Indonesia tidak akan berdiri kokoh seperti saat ini tanpa jasa para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Semangat juang itulah yang kembali ditegaskan dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) ke-69 Tahun 2026, yang digelar di Kantor Dewan Pimpinan Cabang LVRI Kabupaten Boyolali, Jalan Perintis Kemerdekaan No. 16, Kelurahan Pulisen, Kabupaten Boyolali, Selasa (06/01/2026).

Kodim 0724/Boyolali turut hadir dalam kegiatan tersebut yang diwakili oleh Danramil 01/Kota Boyolali Kapten Inf Guntur, sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengabdian para veteran pejuang bangsa.

Peringatan HUT LVRI ke-69 ini juga dihadiri oleh Bupati Boyolali yang diwakili Staf Ahli Kabupaten Boyolali Bapak Waluyo Jati, Kaminvet Cad IV-30/Boyolali Letkol (Har) Cpl Sugiyatno, Kapolsek Kota Boyolali AKP Andi Setiawan, perwakilan Kesbangpol Boyolali, Ketua PPAD Boyolali, Ketua Pepabri, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Ketua Pimpinan Cabang LVRI Kabupaten Boyolali Peltu (Purn) Sarjono menyampaikan harapan besar kepada generasi muda sebagai penerus bangsa. Ia menekankan pentingnya melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan mengisi kemerdekaan melalui kontribusi positif dalam pembangunan bangsa dan negara.

“Mudah-mudahan generasi penerus dapat memberikan kontribusi nyata dan positif dalam melanjutkan perjuangan serta mengisi kemerdekaan bangsa ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Kaminvet Cad IV-30/Boyolali Letkol (Har) Cpl Sugiyatno menegaskan bahwa pengabdian yang dilakukan TNI saat ini merupakan bagian dari kelanjutan perjuangan para pahlawan.
“Apa yang kami lakukan sekarang tidak lain adalah untuk anak cucu kita sebagai generasi penerus bangsa. Ini merupakan bentuk tanggung jawab moral dalam meneruskan perjuangan para pahlawan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa nilai-nilai semangat juang, kebersamaan, persatuan, dan kekompakan yang diwariskan para veteran harus terus ditanamkan kepada generasi muda agar mampu menghadapi berbagai tantangan bangsa ke depan, sebagaimana para pahlawan dahulu berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan NKRI.

Pada peringatan HUT LVRI ke-69 ini, turut digalang bantuan sosial sebagai bentuk kepedulian terhadap saudara-saudara yang terdampak musibah di wilayah Sumatra dan Aceh. Bantuan tersebut selanjutnya disalurkan melalui Baznas Kabupaten Boyolali untuk diteruskan kepada para penerima yang membutuhkan.

Peringatan ini menjadi momentum penting untuk meneguhkan kembali semangat nasionalisme serta menanamkan nilai-nilai juang para veteran kepada seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi penerus bangsa.

(Agus Kemplu)

Babinsa Bantu Pembereman Jalan, Wujud Kepedulian terhadap Keselamatan dan Kenyamanan Warga

0

Sragen,TelusuR.ID – Sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan dan kenyamanan masyarakat, Babinsa Koramil 18/Kalijambe Kodim 0725/Sragen Pelda Jumarno melaksanakan kegiatan membantu pembereman jalan di Dukuh Taprukan Rt.01 Desa Bukuran Kecamatan Kalijambe.
Kegiatan ini dilakukan bersama warga setempat guna memperbaiki kondisi jalan yang mengalami kerusakan dan licin, terutama saat musim hujan, Selasa (06/01/2026).

Babinsa bersama masyarakat bahu-membahu melakukan pembereman jalan dengan menimbun dan meratakan material pada permukaan jalan yang berlubang. Kegiatan tersebut bertujuan untuk memperlancar akses transportasi warga, baik untuk aktivitas sehari-hari maupun menunjang kegiatan ekonomi masyarakat.
Selain membantu secara fisik, Pelda Jumarno juga memberikan imbauan kepada warga agar selalu menjaga dan merawat fasilitas jalan yang sudah diperbaiki, sehingga dapat digunakan dalam jangka waktu yang lebih lama. Kebersamaan antara Babinsa dan warga dalam kegiatan ini mencerminkan kuatnya semangat gotong royong di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan pembereman jalan ini, diharapkan mobilitas warga menjadi lebih aman dan nyaman. Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat menjadi bukti nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam mendukung pembangunan dan kesejahteraan di wilayah desa binaan.

(Agus Kemplu)

Muktamar NU ke-35, Profesor Nasar Tokoh Pemersatu* Oleh: *ABD. AZIZ*

0

*Muktamar NU ke-35, Profesor Nasar Tokoh Pemersatu*

Oleh: *ABD. AZIZ*

_Advokat, Legal Consultant, Mediator Non-Hakim, Columnist, dan CEO Firma Hukum PROGRESIF LAW. Kini, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (DPP GMPK)_

JAKARTA,TelusuR.ID – Konon, Ibu Kota menjanjikan seribu asa. Gedung pencakar langit menjamur, berdiri kokoh di sana-sini. Kala malam, lampu dengan ornamen apik kian menambah eksotiknya Jakarta. Seorang kolega berujar waktu di Menteng. “Bung AA, Jakarta ini miniatur negara dengan infrastruktur modern. Menawarkan pengalaman Kota besar yang dinamis dan memikat. Dari sinilah, rancang bangun Indonesia dilakukan,” ungkapnya sambil meneguk kopi hitam. Diskusi soal elite politik yang jenaka bicara Kepala Daerah dipilih DPRD, mengalir begitu saja. Beberapa waktu kemudian, beralih pada tema tentang NU di masa depan. “Alhamdulilah, sekarang PBNU kembali bersatu. Informasinya, sebentar lagi Muktamar ke-35,” tambahnya seraya bersyukur.

Mendengar ujaran itu, penulis menghela napas panjang. Sesekali menghisap jamu bakar di sela jari-jari. Tani Madjoe, Cigarskuie, Assikha Habbat’s, dan Assikha Gold. Keempatnya menyajikan aroma jinten, kapulaga, siwak, sirih, dan madu hutan, khas Nusantara. Begitu lekat di bibir. Rasanya, tak ada duanya. Sejenak memandang langit Jakarta, yang menyajikan perpaduan harmonis antara tradisi dan modernitas Kota Metropolitan terbesar di Asia Tenggara, itu. Namun, selang beberapa menit, seorang aktivis NU mengingatkan agenda santai bersama (hangout) tiga puluh menit lagi. Tak lama kemudian, perbincangan tentang kepemimpinan PBNU ke depan diakhiri, kemudian balik badan seratus delapan puh derajat.

Selanjutnya, beranjak ke arah Kramat Raya. Saat melewati Kantor PBNU sembilan lantai dengan cat tembok hijau, penulis bergumam pelan dalam hati. “Angka 9 pasti memiliki makna filosofis yang mendalam. Selain 9 bintang menyatu dengan lambang NU, juga menegaskan sebagai penerus perjuangan dan nilai-nilai Islam yang diusung oleh Wali Songo. Bukan sembarang angka sembilan. Ia menjadi simbol aspirasi untuk terus maju dan bertumbuh di setiap lantainya. Benar. Puncaknya, Syuriyah dan Mustasyar PBNU bertemu di Lirboyo, Kediri. Jika tidak, hampir saja Jalan Kramat, tak lagi “Kramat”. Selaras dengan Mbah Hasyim Asy’ari yang mendirikan NU untuk menjaga tradisi keislaman, mempertahankan mazhab, persatuan Islam, dan pembangunan peradaban.”

Setelah bersua kolega yang sudah janjian itu, berbincang seputar islah-nya para elit PBNU di Pesantren yang diasuh Kiai Anwar Mansur pada Kamis, 25 Desember 2025, itu. “Amanatnya, Rais Aam Kiai Miftachul Akhyar dan Ketua Umum Gus Yahya Cholil Staquf gelar Muktamar bersama tahun dua ribu dua puluh enam, yang potensial menjadi akhir perdebatan kepemimpinan di PBNU,” tandas sang aktivis itu. Siapa, ya tokoh yang pantas memimpin PBNU ke depan? “Sejatinya, sosok yang bersih dari rekam jejak tak elok dalam berbagai aspek,” harap penulis yang diaminkan beberapa rekan. Meeting bersama kolega pun usai menjelang berakhirnya tahun 2025. Penulis kembali menjalankan tugas sebagai penegak hukum di Ibu Kota.

Keesokan harinya, bergegas menuju kawasan Lapangan Banteng Barat. Untuk kedua kalinya, bersua dan berbincang dengan Menteri Agama, Profesor Nasaruddin Umar di DKI Jakarta pada ujung Desember 2025. Bersyukur, bisa mengakhiri tahun 2025 bersama anggota Kabinet Presiden Prabowo Subianto. Seperti biasa, walaupun menyandang jabatan prestisius, Menteri non Parpol ini begitu ramah dalam menerima tamu. Bahkan, terhadap penulis yang belum apa-apa karena memang bukan siapa-siapa. Abah Nasar, biasa penulis sapa, lekat dengan kepemimpinan yang moderat, progresif, dan visioner. Publik menjulukinya sebagai tokoh pemersatu lintas agama yang kuat. Bahkan, Imam Besar Masjid Istiqlal sejak 2016 lalu itu, dikenal ahli dalam mendamaikan perbedaan.

Apakah tokoh non kader partai politik itu, tiba-tiba diminta Presiden Prabowo untuk duduk sebagai Menteri Agama? Tentu, tidak! Penulis yakin, tak ada kamus “tiba-tiba” bagi seorang Prabowo dalam menempatkan sosok berintegritas, seperti Profesor Nasar di Kementerian yang acapkali menorehkan sejarah kelam dari masa ke masa. Analisis penulis, Ketua Umum Partai Gerindra yang berkomitmen memberantas korupsi itu, hendak menepis adagium sebagian masyarakat, bahwa di Kementerian Agama “tak ada agama”. Buktinya, korupsi dana abadi umat (1999-2003), korupsi dana penyelenggaraan ibadah haji (2010-2013), korupsi pengadaan barang dan jasa (2011), korupsi pengadaan al-Quran (2011-2013), korupsi jual-beli jabatan (2019), dan korupsi kuota haji (2024).

Siapa sesungguhnya Profesor Nasaruddin Umar? Lahir di Ujung, Kabupaten Bone Sulawesi, 23 Juni 1959 dan menyelesaikan program Sarjana di IAIN Ujung Pandang. Program Magister-nya di tempuh di UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta. Untuk program Doktoral-nya di Universitas McGill Montreal, Kanada dan Universitas Leiden, Belanda. Profesor Nasar, juga telah memperoleh pengakuan dan penghargaan dalam skala nasional, seperti berkontribusi pada menjadikan Indonesia sebagai teladan moderasi beragama tingkat dunia. Menginspirasi pengembangan pendidikan berbasis nilai moderat dan inklusif. Mampu mendorong inovasi di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri se-Indonesia, dan berhasil meningkatkan kepercayaan publik pada Kementerian Agama.

Apakah Profesor Nasaruddin Umar aktif dalam organisasi keagamaan? Merujuk pada SK NU, No.01/A.II.04/01/2022, Guru Besar Tafsir Al-Quran UIN Jakarta ini tercatat aktif sebagai Rais Syuriyah PBNU. Sebelumnya, menjabat Khatib Aam PBNU, dan Rais Syuriyah PWNU Sulawesi Selatan. Apa konfirmasinya? Tokoh moderasi agama dengan jaringan luas hingga internasional ini, memiliki pengalaman yang lebih dalam berkhidmad di NU. Melihat integritas pribadi yang diakui berbagai kalangan, juga dikenal sebagai intelektual muslim yang progresif dengan karakter kepemimpinan yang moderat dan toleran, layak untuk dijadikan sebagai tokoh pemersatu. Apalagi, ditopang keahliannya dalam diplomasi antar agama, dan berbagai penghargaan telah disandangnya.

Untuk itu, hemat penulis, seorang Profesor Nasar memunuhi kualifikasi yang tak diragukan, dan patut didukung dalam kontestasi kepemimpinan PBNU pada Muktamar ke-35 mendatang. Tak bisa dipungkiri, riuhnya PBNU dewasa ini, menggambambarkan potensi terjerembab-nya keagungan akhlak, yang membutuhkan hadirnya pemimpin yang tepat dan kuat. Menteri Agama yang dipercaya Presiden Prabowo Subianto ini, tak lama setelah memimpin Kementerian Agama, mendapatkan pengakuan luas sebagai figur yang berakhlak. Selain itu, dalam ajang Top Goverment Public Relation Award (2025), ia dinobatkan sebagai figur publik terbaik. Bersediakah Profesor Nasar dicalonkan sebagai Ketua Umum PBNU? Penulis tak mendengar jawaban pasti selama diskusi berlangsung.

Sore itu, matahari mulai beranjak ke peraduannya. Kopi hitam yang tersuguh tanpa gula, juga tinggal satu tegukan. Sedang di hadapan Menteri, tak sedikit dokumen yang harus dikoreksi olehnya. Buru-buru, penulis memberi kode pada Sekjen GMPK, Mas Bakri untuk segera undur diri. “Abah Nasar, terima kasih sudah berkenan menerima dan berbincang santai. Maafkan atas khilaf yang terselip. Mohon izin, pamit undur diri,” ucap penulis. Saat berjabat tangan, dalam hati bermunajat. “Ya Allah, semoga Engkau berkenan menggerakkan hati Profesor Nasar untuk berlaga pada Muktamar NU esok. Hanya pada Engkau hamba berharap. Hanya kepada-Mu hamba memohon yang terbaik untuk kepemimpinan PBNU selanjutnya.” Selamat menyongsong Muktamar, Nahdliyin. (*)

Wacana Pilkada Melalui DPRD, Komrad Pancasila: Harus Disikapi Hati-Hati, Berpotensi memantik “Agustus Kelabu”.

0

Jakarta, TelusuR.ID — Wacana mengembalikan mekanisme pemilihan kepala daerah melalui DPRD kembali mengemuka di ruang publik, seiring sinyal terbukanya pembahasan perubahan mekanisme pilkada di parlemen. Sejumlah pihak menilai opsi pemilihan tidak langsung dapat menekan biaya politik dan praktik politik uang, namun kritik juga menguat karena dinilai berisiko menambah ketegangan sosial-politik di tengah kondisi ekonomi yang masih dirasakan menurun oleh banyak rumah tangga.

Ketua Komisi II DPR RI, Rifqinizamy Karsayuda, sebelumnya menyampaikan bahwa frasa “dipilih secara demokratis” dalam UUD 1945 dapat ditafsirkan mencakup demokrasi langsung maupun tidak langsung, sehingga pemilihan melalui DPRD disebut memiliki landasan konstitusional untuk dibahas.  Sementara itu, dukungan terhadap wacana tersebut juga datang dari sejumlah tokoh dan partai yang menekankan tujuan efisiensi serta pencegahan politik uang. 

Namun, Antony Komrad, Koordinator Komrad Pancasila , menilai diskursus perubahan desain pilkada sebaiknya tidak menjadi pusat gravitasi kebijakan pada saat publik membutuhkan kepastian arah pemulihan ekonomi.

“Kami menghargai niat pemerintah dan sebagian elite politik yang ingin memangkas politik uang. Tetapi, yang lebih mendesak hari ini adalah pembenahan ekonomi riil—daya beli, lapangan kerja, dan stabilitas harga. Wacana pilkada melalui DPRD berpotensi memecah fokus kebijakan, memanaskan polarisasi, bahkan memantik kegaduhan yang bisa berujung pada gelombang demonstrasi besar-besaran,” ujar Antony dalam keterangan tertulis, Senin (5/1).

Antony menambahkan, memerangi politik uang semestinya ditempuh melalui penguatan instrumen yang langsung menyasar akar masalah—bukan sekadar mengganti model pemilihan. Ia mendorong pemerintah dan DPR memperketat tata kelola pendanaan politik, transparansi sumbangan kampanye, serta penegakan hukum yang konsisten terhadap pelanggaran pemilu, termasuk praktik suap dan transaksi politik.

Di sisi lain, secara regulasi, mekanisme pilkada saat ini masih berlandaskan UU Nomor 10 Tahun 2016. Perubahan dari pemilihan langsung ke pemilihan melalui DPRD berarti membutuhkan perubahan kerangka hukum di tingkat nasional yang berpotensi memantik perdebatan panjang. 

Komrad Pancasila juga mengingatkan bahwa desain pemilihan bukan hanya soal “murah atau mahal”, melainkan menyangkut legitimasi, akuntabilitas, serta kepercayaan publik terhadap institusi politik. “Jika publik menangkap wacana ini sebagai langkah mundur demokrasi atau upaya memusatkan kendali elite, ruang sosial bisa cepat bergejolak. Ini risiko yang semestinya tidak diambil saat masyarakat sedang menuntut kepastian ekonomi,” kata Antony.

Ia menyarankan pemerintah menempatkan agenda penertiban politik uang sebagai program berkelanjutan yang terukur—mulai dari audit pendanaan kampanye yang lebih ketat, peningkatan kapasitas pengawasan, hingga reformasi internal partai—seraya memastikan energi pemerintah terserap pada hal yang paling dirasakan warga sehari-hari: penguatan ekonomi dan perlindungan sosial.

“Menekan politik uang itu tujuan baik. Tapi tujuan baik harus dipilih jalurnya: jalur yang paling minim kegaduhan, paling kuat akuntabilitasnya, dan paling mendekatkan negara pada kebutuhan mendesak rakyat,” tutup Antony.

Tinjau Gedung MPP, Bupati Warsubi Pastikan Pelayanan Maksimal

0

JOMBANG, TELUSUR.ID – Komitmen Pemerintah Kabupaten Jombang dalam meningkatkan mutu pelayanan publik terus diperkuat. Pada Senin (5/1/2026), Bupati Jombang Warsubi bersama Wakil Bupati Salmanudin serta Sekretaris Daerah Agus Purnomo melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk memantau langsung renovasi sekaligus pelayanan yang ada Mal Pelayanan Publik (MPP) Jombang, di Ruko Simpang Tiga, Jl. Gus Dur (Presiden KH. Abdurrahman Wahid) No. 151, Candi Mulyo, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang.

Kunjungan ini selain silaturahmi juga untuk untuk memastikan bahwa transformasi gedung pelayanan tersebut berjalan tepat waktu dan sesuai dengan standar pelayanan modern yang dicanangkan pemerintah daerah.

Dalam peninjauan tersebut, Bupati Warsubi menyisir seluruh area gedung, mulai dari ruang tunggu, hingga meja layanan (booth) dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan instansi vertikal.

“Kita ingin memastikan bahwa renovasi ini tidak hanya sekadar perbaikan fisik, tetapi juga membawa semangat baru dalam melayani masyarakat. Transformasi ini dilakukan demi menghadirkan sistem pelayanan yang lebih efektif, efisien, dan modern bagi seluruh warga Jombang,” ujar Bupati Warsubi.

Beliau juga menekankan pentingnya integrasi sistem digital untuk memangkas birokrasi yang panjang. Menurutnya, MPP harus menjadi solusi satu pintu yang tuntas.

“Komitmen kami jelas: Pelayanan di sini harus cepat, transparan, dan tanpa hambatan. Setiap meja layanan harus diisi oleh petugas yang kompeten dan ramah,” tambahnya.

Didampingi para asisten dan kepala OPD terkait, Bupati juga mengecek detail setiap ruangan. Hal ini dilakukan agar masyarakat merasa nyaman saat mengurus dokumen kependudukan, perizinan, maupun layanan lainnya.

Perbaharui Data Wilayah, Babinsa Jayengan Puldata Teritorial

0

Surakarta, Babinsa Jayengan Koramil 03/Serengan Kodim 0735/ Surakarta Serka Rohmad melaksanakan Pengumpulan Data Teritorial (Puldata Ter) bersama Pegawai Kelurahan bertempat di Kantor Kelurahan Jayengan Serengan Kota Surakarta, Senin Pukul 09 30 Wib (05/01/2026).

Dalam kegiatan Puldata Ter ini, Babinsa selalu berkoordinasi dengan pegawai kelurahan untuk mempermudah memperoleh data terbaru yang diperlukan meliputi Data Geografi, Demografi dan Kondisi Sosial (Geodemokonsos) masyarakat di wilayah binaannya, Data-data tersebut sangat diperlukan oleh satuan komando kewilayahan, guna terlaksananya pembinaan teritorial sesuai dengan program komando kewilayahan, Tutur Serka Rohmad.

Kegiatan penyusunan administrasi sesuai pentahapannya meliputi pengumpulan data teritorial analisis kejadian yang dituangkan dalam tabulasi data, membuat rencana pembinaan teritorial kepada komando atas, maka data teritorial sangatlah penting dan harus diperbaharui dengan berkoordinasi dengan pejabat kelurahan, Tegasnya

Sebagai Babinsa harus mampu menguasai wilayah guna menunjang pelaksanaan tugas-tugas Babinsa di wilayah, selain itu juga sebagai ajang silaturahmi dan koordinasi dengan aparat kelurahan dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan di wilayah.” Pungkas Serka Rohmad

(Agus Kemplu)

Babinsa Turut Membangun Infrastruktur, Gotong Royong Cor Jalan Kampung

0

Sragen, TelusuR.ID – Dalam upaya mendukung pembangunan infrastruktur desa, Sertu Wiyono Babinsa Desa Cemeng dan anggota Koramil 09/Sambungmacan Kodim 0725/Sragen dan warga melaksanakan kerja bakti pengecoran jalan sepanjang 400 meter dengan lebar 2 meter di Desa Cemeng, Senin (05/01/2026).

Kegiatan ini merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat, sekaligus untuk melestarikan budaya gotong royong di tengah masyarakat. Kehadiran Wiyono tidak hanya sebagai pendamping, tetapi juga menjadi teladan dalam menumbuhkan semangat kebersamaan demi kemajuan desa.

Dalam suasana penuh keakraban, Wiyono dan warga tampak bahu-membahu meratakan adukan cor. Kekompakan tersebut mencerminkan kuatnya sinergi antara TNI dan masyarakat dalam membangun infrastruktur yang bermanfaat langsung bagi warga.

Wiyono menyampaikan, pembangunan jalan cor beton ini sangat penting untuk memperlancar aktivitas masyarakat. “Jalan yang di cor ini akan sangat memudahkan pengguna jalan. Dengan kondisi yang sudah berupa beton cor, akses transportasi akan lebih lancar, sehingga diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ungkapnya.

Pengecoran jalan ini disambut antusias warga setempat, karena selain memperindah lingkungan, infrastruktur yang baik juga akan meningkatkan kenyamanan dan kesejahteraan masyarakat Desa Cemeng.

(Agus Kemplu)

Wujudkan Lingkungan Sehat dan Bebas DBD, Babinsa Koramil Nogosari cek Jentik Nyamuk.

0

Boyolali,TelusuR.ID— Upaya pencegahan penyakit demam berdarah dengue (DBD) terus dilakukan secara berkelanjutan. Anggota Koramil 13/Nogosari Kodim 0724/Boyolali, Serka Wahyono, bersama Kader Posyandu dan petugas kesehatan dari Puskesmas Nogosari, melaksanakan kegiatan pengecekan jentik nyamuk di wilayah Desa Glonggong, Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali, Senin (05/01/2026).

Kegiatan ini merupakan langkah nyata dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat, sekaligus sebagai upaya preventif untuk menekan potensi penyebaran penyakit demam berdarah di tengah masyarakat. Dengan menyasar rumah-rumah warga dan lingkungan sekitar padukuhan, tim melakukan pemantauan tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk Aedes aegypti.

Babinsa Desa Glonggong, Serka Wahyono, menjelaskan bahwa keterlibatan Babinsa dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap kesehatan masyarakat di wilayah binaan.

“Kegiatan pengecekan jentik nyamuk ini dilakukan sebagai upaya menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, sehingga warga terhindar dari penyakit demam berdarah,” ujarnya.

Selain melakukan pemantauan jentik, para petugas jumantik juga memberikan penyuluhan kepada warga tentang cara pencegahan DBD, di antaranya dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat serta gerakan 3M Plus (menguras, menutup, dan mengubur barang bekas, serta langkah pencegahan tambahan lainnya).

Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat semakin meningkat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan dan secara aktif mencegah berkembangnya jentik nyamuk, sehingga Desa Glonggong dapat terbebas dari ancaman penyakit demam berdarah.

(Agus Kemplu)