Napak Tilas Isyarah Sampai Di Tebuireng, Gus Kikin : Perubahan Zaman Harus Disesuaikan Menjadi Satu Wadah Untuk Menaungi Semua Umat Islam

0
169 views
Bagikan :

JOMBANG, TELUSUR.ID – Napak Tilas Isyarah Pendirian Nahdlatul Ulama (NU) telah sampai di Kota Santri, Minggu (4/1/2026). Dari Jombang ini, Ribuan peserta yang terdiri dari kader dan pengurus Banom (Badan Otonom) NU, serta warga Nahdliyin melanjutkan berjalan kaki.

Mereka menempuh jarak sejauh 6 km menuju Pondok Pesantren Tebuireng untuk menyerahkan tongkat dan tasbih sebagai simbol restu berdirinya NU. Perjalanan dari Jombang ini dimulai sejak pukul 20.00 WIB dari pendopo setempat.

Sesampainya di lokasi sekitar pukul 21.30 WIB, rombongan inti yang dipimpin Pengasuh Ponpes Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo KH Raden Ahmad Azaim Ibrahimy langsung menuju Ndalem Kasepuhan Ponpes Tebuireng.

Disini, KH Azaim Ibrahimi menyerahkan tongkat dan tasbih yang dibawanya dari Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan kepada cicit Pendiri NU KH Hasyim Asy’ari, KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin).

Tongkat dan tasbih ini konon merupakan simbol restu dari Syaikhona Kholil Bangkalan kepada KH Hasyim Asy’ari untuk mendirikan Jam’iyyah Nahdlatul Ulama.

Penyerahan tongkat dan tasbih ini berlangsung khidmat dan penuh haru. Selanjutnya, rombongan Napak Tilas Isyarah Pendirian NU menuju makam KH Hasyim Asy’ari untuk berziarah dan doa bersama.

Gus Kikin, Pengasuh Pesantren Tebuireng menuturkan Napak Tilas Isyarah Berdirinya NU ini sangat baik untuk mengenang kembali sejarah perjalanan NU yang kini sudah 1 abad.

Menurutnya, di usia yang telah menginjak satu abad ini NU harus bisa mengikuti perubahan zaman. Sehingga ajaran Ahlussunnah Wal Jamaah bisa menaungi kebutuhan jam’iyyah.

“Pesan-pesan dari para muasis pendiri NU, banyak perubahan zaman yang harus kita sesuaikan sehingga NU tetap menjadi satu wadah menaungi semua umat islam,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini