TelusuR.ID

Beranda blog Halaman 139

Pemkab Jombang Peringati Isra Mi’raj 1447 H, Gus Qoyyum Perkuat Spiritual Umat

0

JOMBANG, TELUSUR.ID – Pemerintah Kabupaten Jombang menggelar Pengajian Umum dalam rangka memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW tahun 1447 H. Acara yang berlangsung khidmat ini dipusatkan di Masjid Agung Baitul Mukminin, Kabupaten Jombang, pada Kamis (15/01/2026) malam.

Bupati Jombang Warsubi yang berhalangan hadir diwakili oleh Gus Salmanudin, S.Ag., M.Pd.,Wakil Bupati Jombang. Tampak hadir juga jajaran Forkopimda, para alim ulama, tokoh agama, ketua organisasi masyarakat, ketua organisasi perempuan, perwakilan TNI-Polri, karyawan karyawati lingkup pemerintah kabupaten Jombang, serta jamaah masjid Baitul Mukminin.

Mengawali sambutannya, Wakil Bupati Jombang menyampaikan ucapan selamat datang kepada ulama kharismatik asal Rembang, Jawa Tengah, KH. Abdul Qoyyum Manshur yang akrab disapa (Gus Qoyyum), pengasuh Pondok Pesantren An-Nur, selaku penceramah. Gus Wabup berharap kehadiran Gus Qoyyum dapat membawa keberkahan bagi masyarakat Jombang.

Wakil Bupati Jombang Salmanudin yang membacakan sambutan Bupati Jombang menyampaikan bahwa Isra Mi’raj bukan sekadar peringatan rutin, melainkan momentum untuk merefleksikan perintah salat lima waktu sebagai identitas utama umat Islam.

“Mari kita tingkatkan kualitas salat kita, sehingga kita merasakannya sebagai kebutuhan yang harus dipenuhi, bukan sebatas kewajiban yang ditunaikan,” tutur Gus Salmanudin.

Pemerintah Kabupaten Jombang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan peringatan ini sebagai titik balik perubahan perilaku ke arah yang lebih baik. Diantaranya adanya peningkatan adab dan akhlak, kedisiplinan ibadah dan harmoni sosial.

“Setelah kegiatan pengajian ini, semoga keimanan dan ketakwaan kita semakin meningkat, tutur kata kita semakin terjaga, adab dan akhlak kita semakin baik, serta perilaku kita semakin mencerminkan nilai-nilai Islam. Sholat kita pun harus semakin baik dan semakin tepat waktu, karena sholat adalah pesan utama dari peristiwa isra’ mi’raj. Sholat tidak boleh kita tunda-tunda. Meskipun di tengah kesibukan aktivitas sehari-hari yang begitu padat, semoga kita semua senantiasa dimampukan untuk beribadah, mendekatkan diri kepada Allah SWT, serta menjaga hubungan baik dengan sesama”, tambahnya.

Di akhir sambutan, Wakil Bupati mengajak para ulama, tokoh masyarakat, dan jajaran birokrasi untuk bersinergi membangun Jombang dengan niat tulus dan kerja jujur, bersama mewujudkan Jombang Maju dan Sejahtera untuk Semua.

Puncak acara diisi dengan tausiyah oleh KH. Abdul Qoyyum Manshur (Gus Qoyyum). Dalam tausiyahnya, Gus Qoyyum menjelaskan bahwa Isra Mikraj bukanlah ritual rutin. Beliau menekankan bahwa jika menikmati ibadah dengan sabar dirasa sulit, maka jalan pintasnya adalah beribadah dengan rasa syukur.

Ibadah bukan hanya rutinitas, tapi sarana pendidikan dari Allah SWT untuk membentuk pribadi yang jujur dan bertanggungjawab, disiplin, berakhlaqul karimah dalam kehidupan sehari-hari. Isra Mi’raj itu mengajarkan menikmati ibadah sholat di masjid dengan khusyuk.

Wamen Viva Yoga Dukung Industrialisasi Jagung di Kawasan Transmigrasi Mutiara

0

JAKARTA,TelusuR.ID- Wakil Bupati Muna, La Ode Asrafil, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi atas dukungan program kegiatan di Kawasan Transmigrasi Mutiara pada tahun 2025. Hal tersebut disampaikan saat audiensi di Ruang Kerja Gedung C, Kantor Kementerian Transmigrasi, Kalibata, Jakarta, Rabu (15/1/2025).

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Muna, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi atas dukungan program kegiatan di tahun 2025,” ujar La Ode Asrafil.

Berkat dukungan Kementerian Transmigrasi, berbagai program pembangunan dan pengembangan di Kawasan Transmigrasi Mutiara (Muna Timur Raya) telah rampung dan kini dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Program tersebut meliputi rehabilitasi lima unit gedung SD, pembangunan empat unit toilet SD, peningkatan jalan poros UPT Pohorua sepanjang 2,5 kilometer, serta peningkatan jalan di SP Raimuna sepanjang 1,7 kilometer.

Dalam pertemuan tersebut, La Ode Asrafil juga menyampaikan harapan dukungan lanjutan untuk program dan pengembangan kawasan transmigrasi di Kabupaten Muna pada Tahun Anggaran 2026. Program yang direncanakan ke depan lebih variatif, antara lain pembangunan jembatan, talud, jalan penghubung, serta jalan lingkungan.

Kawasan Transmigrasi Mutiara mencakup lima kecamatan, yakni Maligano, Wakorumba, Pasir Putih, Pasikolaga, dan Batukara, dengan jumlah penduduk mencapai 25.375 jiwa. Kawasan yang mulai dibuka sejak tahun 2010 ini memiliki lokasi yang sangat strategis karena berada di jalur transit dari Buton Utara, Buton, dan Kota Baubau menuju Kendari sebagai Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tenggara. Jalur tersebut dilintasi jalan negara dan didukung sarana transportasi umum seperti kapal feri dan bus DAMRI.

Menerima kunjungan Wakil Bupati Muna beserta jajaran, Wamen Transmigrasi Viva Yoga Mauladi menyampaikan kegembiraannya. Ia menilai penamaan Kawasan Transmigrasi Mutiara sangat baik dan memiliki makna filosofis. Nama Mutiara, menurutnya, terinspirasi dari penggabungan huruf awal nama-nama kecamatan, yakni M’aligano, Wakor’U’mba, Pasir Pu’TI’h, Pasikolag’A’, dan Batuka’RA’, serupa dengan penamaan Kabupaten Wakatobi yang merupakan akronim dari beberapa pulau utama.

Viva Yoga juga mengapresiasi capaian pembangunan dan pengembangan Kawasan Transmigrasi Mutiara sepanjang tahun 2025. Ia menegaskan bahwa status lahan di kawasan tersebut sudah clear and clean, sehingga tidak terdapat persoalan sengketa lahan. Hingga saat ini, sertifikasi lahan telah mencapai 858 bidang. “Ini patut diapresiasi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Viva Yoga mendorong agar potensi komoditas unggulan di kawasan tersebut terus dikembangkan, seperti jagung, kelapa, pisang, sapi bali, dan ayam. Berdasarkan data yang ada, produksi jagung dari lahan seluas 517 hektare mencapai 1.262,50 ton. Sementara itu, kelapa yang ditanam di lahan seluas 1.938,90 hektare menghasilkan produksi sebesar 1.850 ton. Untuk sektor peternakan, populasi sapi bali sebanyak 4.633 ekor mampu menghasilkan daging hingga 7.040 kilogram. Produksi jagung dari kawasan Mutiara bahkan telah dipasarkan ke Makassar, Sulawesi Selatan.

Namun demikian, Viva Yoga juga mendengar langsung keluhan para peternak ayam, baik petelur maupun pedaging, yang mengalami kesulitan mengembangkan usaha akibat mahalnya harga pakan ternak. Menyikapi hal tersebut, pria asal Lamongan, Jawa Timur, itu mengusulkan pembangunan industrialisasi atau rumah produksi pakan ternak di Kawasan Transmigrasi Mutiara.
“Industrialisasi atau rumah produksi pakan ternak ini perlu dibangun untuk mendukung pengembangan peternakan,” ujarnya. Menurutnya, pengembangan industri pakan sangat memungkinkan mengingat produksi jagung di kawasan Mutiara yang sangat melimpah. Selama ini, pakan ternak yang didatangkan dari Makassar pun berbahan dasar jagung yang berasal dari Mutiara.
Melihat potensi besar yang dimiliki kawasan tersebut,

Viva Yoga menegaskan dukungannya terhadap pembangunan dan pengembangan Kawasan Transmigrasi Mutiara agar mampu menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru di Sulawesi Tenggara. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan para transmigran dan masyarakat setempat.

“Kita dukung Mutiara sebagai kawasan pertumbuhan ekonomi baru di Sulawesi Tenggara,” tegas mantan Anggota Komisi IV DPR RI dua periode itu.

 

 

84 Pejabat Dilantik Diawal Tahun 2026, Ini Pesan Bupati Warsubi

0

JOMBANG, TELUSUR.ID – Bupati Jombang, Warsubi, secara resmi melantik dan mengambil sumpah janji 84 pejabat manajerial untuk mengisi posisi strategis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jombang pada Kamis (15/1/2026) sore. Acara yang berlangsung khidmat di Pendopo Pemkab Jombang tersebut disiarkan secara langsung oleh Dinas Kominfo melalui akun Instagram resmi @Jombangkab.

Bupati Warsubi dalam sambutannya menyampaikan bahwa rotasi dan mutasi ini bukan sekadar rutinitas birokrasi, melainkan langkah krusial untuk menjaga denyut nadi pembangunan di Jombang.

Bupati Warsubi menekankan bahwa pelantikan ini merupakan upaya penyegaran organisasi demi menghindari stagnansi. Beliau ingin para Aparatur Sipil Negara (ASN) mendapatkan tantangan serta pengalaman baru yang mampu memicu inovasi.

 

“Setiap penempatan jabatan telah melalui proses sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Kami mempertimbangkan kualifikasi, kompetensi, kinerja, dan integritas. Oleh karena itu, tidak ada ruang bagi praktik non-profesional dalam pengelolaan kepegawaian di Pemkab Jombang,” tegas Warsubi di hadapan para pejabat yang dilantik dan undangan yang hadir.

Bupati juga berpesan
agar para pejabat segera melakukan adaptasi cepat di lingkungan kerja yang baru. Beliau menuntut adanya kinerja nyata yang menjunjung tinggi etika birokrasi dan disiplin.

Ada tiga poin utama yang disampaikan Bupati Warsubi dalam arahannya. Diantaranya pelayanan publik harus cepat, mudah, transparan, dan berorientasi pada masyarakat. Selain itu juga memperkuat kolaborasi dengan membangun kerja tim yang solid untuk mendorong inovasi. Serta keteladanan, menjadi pemimpin yang memberikan contoh baik dalam sikap maupun performa kerja.

Pemerintah Kabupaten Jombang tidak akan membiarkan kinerja pejabat berjalan tanpa pengawasan. Bupati menyatakan akan melakukan evaluasi secara berkala dan terukur terhadap seluruh pejabat yang baru dilantik.

“Bagi mereka yang menunjukkan prestasi, tentu akan diberikan apresiasi. Namun sebaliknya, bagi yang tidak menunjukkan kinerja, disiplin, dan integritas, akan diberikan tindakan tegas sesuai peraturan yang berlaku,” tambahnya.

Menutup sambutannya, Warsubi Bupati Jombang berharap momentum ini menjadi batu loncatan besar bagi pencapaian visi daerah, yakni “Mewujudkan Jombang Maju dan Sejahtera untuk Semua”.

Sebanyak 84 pejabat tersebut terdiri dari:
2 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama
28 Pejabat Administrator
54 Pejabat Pengawas

Gandeng Forkopimcam Upaya Penyuluh Agama Islam Sukolilo Makmurkan Masjid

0

SURABAYA, TELUSUR.ID – Dalam upaya mempererat tali silaturahim antar tokoh agama dan meningkatkan sinergitas dalam mengoptimalkan peran masjid, Ketua Takmir Masjid se-Kecamatan Sukolilo menggelar pertemuan bersama Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) yang terdiri dari Camat, Polsek, dan Danramil, serta para Ketua Ormas Islam. Acara tersebut digelar di Pendopo Kecamatan Sukolilo, Selasa (13/1).

Pertemuan yang berlangsung khidmat ini turut dihadiri oleh tokoh-tokoh agama penting, seperti Ketua MUI, NU, Muhammadiyah, LDII, dan DMI. Dalam sambutannya, Prof. Dr. KH Moh Mukhrojin, Ketua MUI Sukolilo, menegaskan harapannya agar masjid di Sukolilo tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan umat.

“Kami berharap masjid-masjid di Sukolilo dapat menerapkan 5 Pilar Masjid: Baitullah, Baitul Quran, Baitut Tarbiyah, Baitul Maal, dan Baitul Muamalah. Dengan demikian, masjid akan lebih optimal dalam memberdayakan umat, tidak hanya sebagai tempat untuk salat saja,” ujar KH Mukhrojin dalam sambutannya.

Beliau juga mengusulkan agar kegiatan silaturahim seperti ini dilakukan secara rutin setiap bulan untuk menjaga hubungan yang harmonis antar tokoh masyarakat dan mengoptimalkan fungsi masjid di berbagai aspek kehidupan umat.

Sementara itu, Camat Sukolilo, M. Aries Hilmi, dalam kesempatan tersebut menyampaikan pentingnya kolaborasi antara umat dan instansi terkait untuk mendukung kegiatan keagamaan di Kecamatan Sukolilo. “Kami di pemerintahan sangat mendukung dan berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut, agar kita bersama-sama memperkuat keberadaan masjid sebagai pusat pembinaan umat,” katanya.

Acara ini juga menjadi ajang pengenalan program Sosialisasi Duhur Keliling oleh para penyuluh agama Islam Kecamatan Sukolilo. Program ini merupakan pengajian rutin yang dilaksanakan setiap Rabu di masjid-masjid secara bergiliran di seluruh Kecamatan Sukolilo. Ust. Mochammad Abdullah, perwakilan dari KUA Sukolilo, menjelaskan bahwa program ini sudah berjalan selama dua tahun dan akan kembali dilaksanakan pada tahun 2026. “Kami sudah menyiapkan jadwal untuk Duhur Keliling, dan hari ini akan kami edarkan kepada takmir masjid,” ungkapnya.

Acara diakhiri dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang bertujuan untuk membahas langkah-langkah strategis dalam memakmurkan masjid. Diharapkan, dengan terjalinnya sinergitas antara masyarakat, pemerintah, dan ormas Islam, masjid di Kecamatan Sukolilo dapat berkembang lebih pesat dan memberi manfaat yang lebih besar bagi umat, menjadikan wilayah ini sebagai Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur.

Dengan langkah-langkah ini, diharapkan masjid dapat menjadi pusat pemberdayaan umat yang lebih produktif dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat Sukolilo.

Polres Jombang Gelar Sertijab Waka Polres, Kabagops, Kasat Lantas dan Pengukuhan Kasiwas

0

JOMBANG, TELUSUR.ID – Polres Jombang menggelar upacara serah terima jabatan (sertijab) Wakapolres, Kabagops, Kasat Lantas serta pengukuhan jabatan Kasiwas, Kamis (15/1/2026) pagi. Kegiatan berlangsung di Ruang Jombang Command Center Mapolres Jombang.

Upacara sertijab dipimpin langsung oleh Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan, S.H., S.I.K., CPHR, dan diikuti oleh jajaran pejabat utama Polres Jombang, para Kapolsek, serta anggota yang ditunjuk.

Dalam prosesi tersebut, Kompol Christian Bagus Yulianto yang sebelumnya menjabat Wakapolres Jombang, mendapat penugasan baru sebagai Analis Kebijakan Pertama Ditreskrimum Polda Jawa Timur dalam rangka mengikuti Pendidikan Sespimmen. Jabatan Wakapolres Jombang selanjutnya diemban oleh Kompol Syarlis yang sebelumnya menjabat sebagai Kabagops Polres Jombang.

Selain itu, dilakukan pula serah terima jabatan Kabagops Polres Jombang dari Kompol Syarlis kepada Kompol Rudi Darmawan, yang sebelumnya menjabat Kapolsek Jetis Polres Mojokerto Kota.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Jombang Iptu Rita Puspitasari dipindahtugaskan sebagai Ps. Kasubbagdalops Bagops Polres Jombang. Jabatan Kasat Lantas Polres Jombang kini diemban oleh AKP Anjar Rahmad Putra yang sebelumnya menjabat sebagai Paur Litpers Subbid Paminal Bidpropam Polda Jawa Timur. Pada kesempatan yang sama, AKP Qoyum Mahmudi dikukuhkan sebagai Kasiwas Polres Jombang.

Dalam amanatnya, Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kompol Christian Bagus Yulianto atas pengabdian dan dedikasinya selama menjabat sebagai Wakapolres Jombang.

“Kami atas nama pribadi dan kesatuan mengucapkan terima kasih serta penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Kompol Christian Bagus Yulianto atas dedikasi dan loyalitasnya selama kurang lebih 1 tahun 2 bulan menjabat sebagai Wakapolres Jombang. Saudara telah memberikan warna yang sangat positif dalam pembinaan personel serta membangun keterpaduan dan keharmonisan kerja di lingkungan Polres Jombang,” ujar AKBP Ardi Kurniawan.

Kapolres Jombang juga mengucapkan selamat kepada Kompol Syarlis beserta istri atas amanah baru sebagai Wakapolres Jombang, serta menyampaikan selamat datang kepada Kompol Rudi Darmawan sebagai Kabagops Polres Jombang.

“Kami mengucapkan selamat kepada Kompol Syarlis dan Ibu atas jabatan baru sebagai Wakapolres Jombang serta selamat datang kepada Kompol Rudi Darmawan sebagai Kabagops Polres Jombang. Kami berharap dan berdoa semoga saudara dapat lebih berprestasi dan berhasil dalam mengemban amanah ini, karena jabatan merupakan kepercayaan dari pimpinan Polri dan amanah dari Tuhan Yang Maha Esa,” tegasnya.

Lebih lanjut, Kapolres Jombang berpesan kepada para pejabat baru Wakapolres, Kabagops, Kasat Lantas, serta Kasiwas yang dikukuhkan agar segera menyesuaikan diri di tempat tugas masing-masing.

“Segera menyesuaikan diri di tempat tugas yang baru, lakukan pembinaan personel guna meningkatkan profesionalisme serta kualitas pelayanan kepada masyarakat, dan terus jaga situasi kamtibmas di wilayah hukum Polres Jombang, khususnya menjelang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah tahun 2026,” imbuhnya.

Kapolres juga menekankan pentingnya meningkatkan kegiatan tatap muka dengan masyarakat.

“Saya perintahkan agar segera mengintensifkan kegiatan tatap muka melalui silaturahmi, anjangsana kepada tokoh masyarakat dan tokoh agama, serta pembinaan dan penyuluhan kepada warga masyarakat, sehingga terjalin komunikasi dan kerja sama yang harmonis demi terciptanya situasi yang aman, tertib, dan kondusif,” pungkas Kapolres Jombang.

Pengusaha Sempat Gembira Adanya UU Minerba 2025, Tapi Tunggu Wilayah Pertambangan

0

SURABAYA, TELUSUR.ID – Undang-Undang Mineral dan Batu Bara (Minerba) No. 2 Tahun 2025 yang digadang-gadang sebagai solusi bagi pengusaha tambang, justru berpotensi menjadi penghambat investasi.

Aturan baru ini dinilai rumit dan belum sepenuhnya siap diimplementasikan. Akibatnya, pengajuan izin usaha pertambangan (IUP) baru masih terkatung-katung.

Kewajiban menunggu penetapan Wilayah Pertambangan (WP) oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjadi ganjalan utama. Tanpa WP, tidak ada izin tambang baru yang bisa diproses.

Pengusaha tambang yang sempat bergembira dengan terbitnya UU Minerba, kini harus menelan pil pahit karena WP belum juga diterbitkan.

Hal itu diutarakan, Founder Owner Bandar Tambang Nusantara (BATARA GRUP) HRM Khalilur Ab Sahlawiy, pihaknya menyampaikan UU Minerba ini seperti cahaya semu.

“Terbit, tapi tidak memberikan kejelasan kapan pengajuan izin baru bisa diproses,” ujar Gus Lilur, sapaan karibnya Kamis (15/1/2026) dikutip Telusur.id.

Selain itu, aturan pengajuan IUP baru juga dinilai memberatkan. UU Minerba memprioritaskan Koperasi, UMKM, atau perusahaan yang bermitra dengan Perguruan Tinggi. Namun, ada sejumlah ketentuan yang dianggap kurang realistis.

Menurut Pengusaha berlatar belakang santri itu menuturkan, koperasi dan UMKM hanya boleh beroperasi di kabupaten setempat. Perusahaan yang bermitra dengan kampus, harus menyerahkan 60% keuntungan. Ini kan tidak masuk akal.

Kabar buruk juga menghampiri pengusaha tambang yang sudah memiliki IUP Operasi Produksi (OP) tetapi belum memiliki Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB). Volume RKAB nasional tahun ini menyusut dari 790 juta ton menjadi 600 juta ton.

Distribusi volume RKAB ke provinsi dan kabupaten produsen batubara pun molor. Kementerian ESDM menargetkan pembagian volume RKAB baru bisa dilakukan pada Maret 2026.

“IUP saat ini terkesan merakyat, tapi lebih banyak berpihak pada konglomerat,” pungkasnya.

BAGANA Ansor Jatim Salurkan Tandon Air untuk Warga Terdampak Bencana di Aceh Tamiang

0

Aceh Tamiang, TELUSUR.ID – Satuan Banser Tanggap Bencana (BAGANA) Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Timur kembali menunjukkan komitmennya dalam misi kemanusiaan. Di sela-sela tugas pemulihan pascabencana hidrometeorologi serta tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi, BAGANA PW GP Ansor Jawa Timur menyalurkan bantuan tandon air bersih kepada masyarakat yang mengalami krisis air.

Bantuan tersebut diserahkan pada Kamis, 15 Januari 2026, kepada warga Dusun Sukajaya, Desa Pengidam, Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang. Wilayah tersebut menjadi salah satu daerah terdampak bencana yang hingga kini masih mengalami kekurangan air bersih, terutama untuk kebutuhan sehari-hari.

Penyaluran tandon air ini merupakan solusi jangka pendek guna membantu pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat. Sementara untuk solusi jangka panjang, BAGANA PW GP Ansor Jawa Timur bersama Lembaga Amil Zakat Nurul Hayat tengah mempersiapkan program pengeboran sumur air agar masyarakat tetap memiliki akses air bersih, khususnya saat musim kemarau.

Tim BAGANA PW GP Ansor Jawa Timur, Rudi Hartono dan Hendro Eko Purwanto, yang telah hampir satu bulan bertugas di wilayah Aceh Tamiang, menyampaikan bahwa kehadiran mereka bukan hanya untuk penanganan darurat, tetapi juga memastikan keberlanjutan pemulihan masyarakat pascabencana.

“Bantuan ini adalah bagian dari ikhtiar kemanusiaan. Kami ingin memastikan masyarakat tidak hanya selamat dari bencana, tetapi juga dapat kembali menjalani kehidupan dengan layak,” ujar Kasatsus BAGANA PW GP Ansor Jawa Timur, Rudi Hartono.

Dalam menjalankan misi kemanusiaan tersebut, BAGANA PW GP Ansor Jawa Timur berkolaborasi dengan relawan Nurul Hayat Surabaya, serta didukung oleh Departemen Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat PW Ansor Jawa Timur, untuk menyalurkan berbagai bantuan kepada warga terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh Tamiang.

Kolaborasi lintas lembaga ini diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan, sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang.

Hore, Bupati Warsubi Realisasikan Insentif RT/RW Sebesar Rp 5 Juta Per Tahun

0

JOMBANG, TELUSUR.ID – Bupati Jombang Warsubi segera merealisasikan janji politik pemberian insentif bagi RT/RW di Jombang senilai Rp 5 juta per tahun. Dalam waktu dekat, honor dan operasional itu segera dicairkan.

“Untuk insentif, sudah kita berikan pada akhir tribulan 2025 kemarin. Sedangkan untuk insentif tahun 2026 juga segera kita realisasikan,” ujar Bupati Warsubi.

Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang Agus Purnomo menambahkan, anggaran insentif RT/RW telah masuk dalam APBD 2026. Skemanya dibagi menjadi dua pos, yakni tunjangan dan operasional.

Pemkab mengalokasikan tunjangan RT sebesar Rp 1,8 juta per tahun. Selain itu, dana operasional RT dianggarkan Rp 3,2 juta per tahun. Total anggaran yang diterima setiap RT mencapai Rp 5 juta per tahun.

“Pada akhir triwulan empat 2025 kemarin sudah (cair) insentifnya dan di 2026 ini, honor dan operasional juga akan direalisasikan bersamaan,” bebernya.

Agus menyebut adapun mekanisme pencairan dana disalurkan secara triwulanan dan langsung melalui pemerintah desa. Selanjutnya, dana tersebut masuk ke rekening masing-masing penerima.

Ia mengatakan, insentif tersebut diperuntukkan menunjang dua kebutuhan utama, yakni honor sebagai bentuk penghargaan atas peran RT/RW serta dana operasional untuk mendukung kegiatan pelayanan masyarakat di tingkat lingkungan.

“Kebijakan ini diharapkan mampu memperkuat peran RT/RW sebagai ujung tombak pelayanan publik sekaligus menjaga semangat gotong royong di tengah masyarakat Jombang,” pungkasnya.

Babinsa Hadir di Posyandu, Tunjukkan Kedekatan dengan Balita dan Warga

0

Sragen, TelusuR.ID – Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya balita, Babinsa Koramil 11/Jenar Kodim 0725/Sragen Kopda Veby turut hadir dalam kegiatan Posyandu di wilayah binaannya,Kamis (15/01/2026). Kehadiran Babinsa ini sekaligus menunjukkan kedekatan TNI dengan masyarakat serta dukungan terhadap program kesehatan yang dijalankan oleh pemerintah.

Dalam kegiatan Posyandu tersebut, Veby terlihat berinteraksi langsung dengan balita dan orang tua, membantu kelancaran pelayanan seperti penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, serta pendataan balita. Suasana menjadi lebih hangat dan akrab, sehingga para balita tampak nyaman dan tidak takut saat mengikuti pemeriksaan.

Veby menyampaikan bahwa kehadirannya di Posyandu merupakan wujud dukungan terhadap upaya peningkatan kesehatan balita sejak dini. Ia juga mengimbau para orang tua agar rutin membawa anak-anaknya ke Posyandu guna memantau tumbuh kembang serta mencegah stunting.

Warga dan kader Posyandu menyambut baik kehadiran Babinsa dan berharap sinergi antara TNI, tenaga kesehatan, dan masyarakat dapat terus terjalin. Melalui kegiatan ini, diharapkan kesehatan balita di wilayah binaan dapat terjaga dengan baik dan optimal.

(Agus Kemplu)

Koramil Gemolong Berikan Pelatihan PBB Kepada Siswa SMK Sakti

0

Sragen, TelusuR.ID – Anggota Koramil 15/Gemolong Kodim 0725/Sragen Sertu Eko memberikan pelatihan Peraturan Baris Berbaris (PBB) kepada siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Sakti Gemolong, Rabu (14/01/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk membentuk sikap disiplin, kekompakan, serta menanamkan rasa tanggung jawab dan jiwa nasionalisme pada para pelajar.

Dalam pelatihan tersebut, Sertu Eko melatih dasar-dasar PBB, seperti sikap sempurna, penghormatan, hadap kanan dan kiri, langkah tegap, serta kekompakan dalam barisan. Para siswa terlihat antusias dan mengikuti setiap instruksi dengan penuh semangat.

Eko menyampaikan bahwa latihan PBB tidak hanya melatih fisik, tetapi juga membentuk mental, kedisiplinan, dan karakter siswa agar siap menghadapi tantangan di masa depan, baik di lingkungan sekolah maupun di masyarakat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa SMK Sakti Gemolong dapat menerapkan nilai-nilai kedisiplinan dan kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari. Kehadiran Babinsa dalam kegiatan pelatihan PBB ini menjadi wujud nyata kepedulian TNI terhadap pembinaan generasi muda.

(Agus Kemplu)