TelusuR.ID

Beranda blog Halaman 138

Bung Karno Lahir Di Ploso, Narasi Positif Untuk Jombang Yang Harusnya Di Perhatikan Pemkab

0

JOMBANG, TELUSUR.ID – Narasi sejarah kelahiran Bung Karno di Ploso Jombang adalah aset besar. Hal itu diutarakan Pemerhati sejarah di Jombang, Arif Yulianto atau Cak Arif mengingatkan semua pihak, terutama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang.

Menurutnya, narasi sejarah tentang Bung Karno yang lahir di Ploso, Jombang dengan segala instrumennya adalah sebuah aset besar yang seharusnya dikelola dengan baik.

Kata dia, narasi sejarah tersebut dapat berdampak positif bagi perekonomian masyarakat dan juga pendapatan bagi Pemkab Jombang.

“Seharusnya dalam hal, ini Pemkab Jombang responsif menangkap peluang tersebut,” ujar Cak Arif, Minggu (18/1/2026).

Untuk diketahui, berdasarkan narasi sejarah yang ada saat ini, baik kajian Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Jombang maupun data-data para penelusur sejarah, Bung Karno diyakini lahir di Ploso, Jombang pada tanggal 6 Juni 1902. Hal itu didasari sejumlah data tertulis maupun cerita-cerita tutur yang ada.

Cak Arif menegaskan seharusnya ini menjadi sebuah kebanggaan bahwa Bung Karno yang merupakan Proklamator dan juga Presiden Pertama RI, lahir di Jombang.

“Dengan narasi sejarah yang ada ini, seharusnya menjadikan sebuah komitmen kuat bagi Pemkab Jombang untuk serius. Tidak cukup hanya jadi perspektif saja, harus jadi komitmen,” tandas dia.

Cak Arif juga menyampaikan, beberapa hal bisa dilakukan oleh Pemkab Jombang, mulai penetapan situs kelahiran Bung Karno menjadi cagar budaya peringkat kabupaten, hingga langkah-langkah pelestarian dan pemanfaatan.

“Bekas rumah kelahiran Bung Karno di Ploso informasinya masih milik pribadi. Ini seharusnya mulai difikirkan jika perlu dibeli oleh Pemkab. Ini jejak orang penting, harusnya juga penting untuk mulai difikirkan,” ulas Cak Arif.

“Juga harus sudah mulai difikirkan jika rumah itu direkonstruksi, seperti apa. Kemudian tentang penataan lingkungan, termasuk juga soal UMKM-nya. Jadi ini adalah aset yang luar biasa,” imbuh ia menegaskan.

Sementara itu, pada bulan Juni 2025 yang lalu, Budayawan Jombang, Nasrul ilah mengatakan bahwa Bung Karno lahir di Jombang merupakan sebuah kebanggaan.

“Ini tentu menjadi sebuah kebanggaan tersendiri, Bung Karno lahir di Jombang,” kata Cak Nas, Senin (09/06/2025).

Cak Nas waktu itu juga menyampaikan, jika nanti sudah ditetapkan sebagai cagar budaya peringkat Kabupaten sebagai Situs Kelahiran Bung Karno, bekas rumah kelahiran Bung Karno di Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang diharapkan dapat dilakukan pemugaran oleh pemerintah.

“Dan yang tak kalah pentingnya, nilai-nilai kebangsaan yang dicetuskan oleh Bung Karno bisa diajarkan kepada para generasi muda seperti kepada para pelajar di sekolah,” tutur Cak Nas saat itu.

“Yang penting lagi, ketika nanti dikembangkan menjadi destinasi wisata warisan sejarah, juga harus ada transformasi nilai-nilai kebangsaan di lokasi tersebut,” pungkasnya.

Khofifah dan Menag, serta Men PPA bersama Ribuan Anggota Muslimat NU Semarakkan Peringatan Isra’ Mikraj di Masjid Istiqlal

0

JAKARTA, TELUSUR.ID – Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa bersama Menteri Agama RI Prof. K.H. Nasaruddin Umar serta Menteri PPA Arifah Choiri menghadiri Peringatan Isra’ Mikraj di Masjid Istiqlal Jakarta, Sabtu (17/1/2026).

Peringatan hari besar Islam di Masjid terbesar se Asia Tenggara tersebut juga menghadirkan Nara Sumber populer Ustadz Das’ad Latif dan sekitar 6.000 jemaah anggota Muslimat NU se-wilayah Jakarta Bogor Depok Tangerang Bekasi (Jabodetabek).

Dihadapan ribuan jemaah yang hadir, Khofifah menyampaikan peringatan Isra’ Mikraj di Masjid Istiqlal ini menjadi referensi bagaimana hati, pikiran dan gerakan bertaut dengan masjid. Maksudnya kita bergerak dari tempat yang suci ke tempat yang suci (minal masjid ilal masjid).

Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa bersama Menteri Agama RI Prof. K.H. Nasaruddin Umar serta Menteri PPA Arifah Choiri menghadiri Peringatan Isra’ Mikraj di Masjid Istiqlal Jakarta. foto: KIP for fjn.

“Jadi referensi kita bagaimana gerakan kita minal masjid ilal masjid, bagaimana pikiran kita minal masjid ilal masjid, bagaimana hati kita minal masjid ilal masjid,” katanya.

“Bahwa ada niat, keinginan dan kemudian diimplementasikan bagaimana kecintaan kita kepada masjid, ini bisa menjadi referensi untuk selalu meramaikan masjid, memakmurkan masjid dan jama’ahnya,” imbuhnya.

Di sisi lain hadirnya jemaah Muslimat NU, lanjut Khofifah, menjadi bagian dari penguatan amal ibadah dan penguatan nilai spiritual. Di dalam peringatan Isra’ Mikraj ini ada majlis ilmu, mendengarkan pembacaan ayat suci Alquran, melantunkan kalimat thoyibah, membaca shalawat, silaturahmi dan meramaikan masjid.

Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa bersama Menteri Agama RI Prof. K.H. Nasaruddin Umar serta Menteri PPA Arifah Choiri menghadiri Peringatan Isra’ Mikraj di Masjid Istiqlal Jakarta. foto: KIP for fjn.

“Hadirnya kita dalam majlis ini semoga dicatat sebagai amal ibadah, dan amal ibadah ini yang akan mengantarkan kitan saat menghadap Allah agar kita dipanggil sebagai husnul khotimah,” kata Khofifah.

Tokoh Nahdliyin Inspiratif versi Forkom Jurnalis Nahdliyin itu menyampaikan ibadah yang diamalkan sebagai bekal adalah ibadah kepada Allah atau hablu minallah dan kepada sesama atau hablu minanaas. Hablu minallah dilakukan dengan salat, puasa dan ibadah lain yang berhubungan langsung dengan Allah.

Sementara hablu minannaas diimplementasikan dengan berkolaborasi, bersinergi dengan berbagai pihak, menjalin harmoni dengan sesama serta berbagai kesolehan sosial.

Hal ini selaras dengan yang disampaikan Menteri Agama RI yang juga Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta Prof. K.H. Nasaruddin Umar tentang makna Isra Mi’raj ditinjau dari pemaknaan kata perjalanan.

Menag Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa Isra’ Mikraj adalah safar atau perjalanan Nabi Muhamad atas undangan Allah. Sedangkan secara hakikat safar dalam konteks spritual terbagi dalam 4 jenis perjalanan.

“Hakikat safar itu ada empat perjalanan dari bawah ke atas, perjalanan dari atas ke bawah, perjalanan dari samping atau horizontal, perjalanan dalam hal organisasi atau berkelompok, perjalanan individu spiritual/kolektif beribadah,” terangnya.

Dan hakikat Isra’ Mikraj, lanjutnya, adalah perjalanan nabi atas undangan Allah dimana Isra adalah safar yang bisa dicerna oleh akal. Sedangkan mikraj adalah perjalanan dari bawah ke atas yang tidak dapat dicerna akal.

Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa bersama Menteri Agama RI Prof. K.H. Nasaruddin Umar serta Menteri PPA Arifah Choiri menghadiri Peringatan Isra’ Mikraj di Masjid Istiqlal Jakarta. foto: KIP for fjn.

“Mikraj ini tujuannya adalah bagaimana setelah kita naik ke puncak kita bisa bersosialisasi dengan masyarakat, inilah sesungguhnya hakikat Mikraj” tuturnya.

Menag Nasaruddin Umar juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Khofifah selaku Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU dan Ketua PP Muslimat NU Arifah Choiri Fauzi atas kolaborasi pelaksanaan Isra Mi’raj di Masjid Istiqlal. Sebab hal ini sangat positif karena berseiring dengan ikhtiar memakmurkan masjid.

“Terima kasih ibu Khofifah sebagai orang tertinggi di Muslimat NU, silakan kalau Muslimat ingin memanfaatkan Masjid Istiqlal sekali sebulan seperti ini, insyaallah kami akan fasilitasi,” ucapnya.

Sedangkan Penceramah Ustad Das’ad Latif menyampaikan bahwa makna terpenting dari peristiwa Isra’ Mikraj adalah salat. Menurutnya ketika banyak terjadi permasalahan hidup maka salah satu yang harus dilakukan adalah evaluasi ibadah salat.

“Saat ada masalah jangan dibagikan di media sosial tetapi kembali salat, evaluasi salat kita,” tegasnya.

Seusai menghadiri peringatan Isra’ Mikraj, Khofifah bersama Arifah Choiri Fauzi berkesempatan meninjau Terowongan Silaturahmi. Yaitu jalur bawah tanah sepanjang 33,8, lebar 4,5 meter, dan tinggi 3 meter yang menghubungkan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta sebagai simbol toleransi dan persaudaraan beragama.

Jaring Generasi Muda Berkualitas, Kodim 0724/Boyolali Gencarkan Kampanye Rekrutmen TNI AD

0

Boyolali,TelusuR.ID — Jajaran Koramil di bawah naungan Kodim 0724/Boyolali gencar melaksanakan kampanye rekrutmen Tamtama dan Bintara TNI Angkatan Darat dengan memasang spanduk serta membagikan brosur dan poster kepada masyarakat, (17/01/2026).

Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya menjangkau dan memberikan informasi seluas-luasnya kepada masyarakat, khususnya generasi muda, terkait penerimaan prajurit TNI AD. Spanduk rekrutmen dipasang di sejumlah titik strategis agar mudah dilihat oleh pengguna jalan dan masyarakat umum.

Dandim 0724/Boyolali Letkol Inf Dhanu Anggoro Asmoro, S.E. melalui Pasipers Kodim 0724/Boyolali Kapten Inf Daryowantoro menjelaskan bahwa kampanye dilakukan dengan cara yang menarik dan komunikatif agar pesan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat.

“Melalui pembagian brosur, poster, serta pemasangan spanduk di lokasi strategis, kami berharap informasi rekrutmen TNI AD dapat tersampaikan secara efektif kepada masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan, kegiatan kampanye ini bertujuan untuk meningkatkan minat dan animo masyarakat, khususnya generasi muda Kabupaten Boyolali, agar terpanggil mengabdikan diri sebagai prajurit TNI AD.

Dalam kampanye tersebut, Kodim 0724/Boyolali mengajak putra-putra terbaik daerah untuk mendaftarkan diri melalui situs resmi rekrutmen-tni.mil.id. Pendaftaran dilakukan secara transparan dan tidak dipungut biaya apa pun.

Diharapkan, melalui inisiatif ini semakin banyak generasi muda yang memiliki semangat juang, disiplin, dan nasionalisme tinggi untuk turut serta menjaga keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

(Agus Kemplu)

Babinsa Teras Dampingi Posyandu Balita, Wujud Nyata Dukungan TNI Ciptakan Generasi Sehat

0

Boyolali,TelusuR.ID — Kepedulian TNI terhadap kesehatan masyarakat terus ditunjukkan melalui pendampingan kegiatan kewilayahan. Babinsa Koramil 04/Teras Kodim 0724/Boyolali, Sertu Suyamto, turut serta mendampingi kegiatan Posyandu Balita yang dilaksanakan di Dukuh Tulisari, Desa Mojolegi, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali, Sabtu (17/08/2026).

Kegiatan Posyandu tersebut merupakan program rutin yang diselenggarakan oleh Bidan Desa dengan dukungan para kader PKK. Posyandu bertujuan untuk memantau dan mengontrol kesehatan balita serta ibu hamil yang berdomisili di Desa Mojolegi, mulai dari penimbangan berat badan balita, imunisasi, pemberian vitamin, makanan tambahan, hingga pemeriksaan kesehatan ibu hamil.

Dalam kesempatan tersebut, Sertu Suyamto menyampaikan bahwa kehadirannya merupakan bentuk pendampingan Babinsa dalam setiap kegiatan kemasyarakatan guna memastikan kegiatan berjalan tertib, lancar, dan aman.

“Sebagai Babinsa, kami mendukung sepenuhnya pelaksanaan Posyandu, termasuk program imunisasi balita. Ini merupakan bagian dari dukungan TNI terhadap program pemerintah dalam mewujudkan balita yang sehat demi terciptanya generasi penerus bangsa yang unggul,” ujar Sertu Suyamto.

Ia juga menambahkan bahwa Posyandu memiliki peran yang sangat penting bagi masyarakat, khususnya ibu dan anak, sebagai sarana pemantauan tumbuh kembang balita serta kesehatan ibu hamil secara berkala.

“Dengan adanya Posyandu, diharapkan kesehatan masyarakat dapat terus terjaga sehingga pada akhirnya mampu mewujudkan masyarakat yang sehat dan sejahtera,” pungkasnya.

(Agus Kemplu)

Sempatkan Waktu Senggang, Babinsa Kratonan Komsos Dengan Penjual Es Balok

0

Surakarta,TelusuR.ID – Babinsa Kratonan Koramil 03/Serengan Kodim 0735/Surakarta Serma Aris Setyo Utomo melaksanakan Komsos dengan Bapak Anton Pengepul Es Balok di Jalan Veteran Kratonan, Serengan Kota Surakarta, (16/01/2026

Menjalankan perannya di wilayah binaan, Babinsa harus mampu menjalin komunikasi yang baik dengan para warganya. Babinsa melaksanakan Komsos dengan Pak Anton selaku pemilik UMKM tersebut mengatakan bahwa kondisi cuaca akhir-akhir ini tidak menentu, kadang sangat panas tapi tidak lama turun hujan, sehingga permintaan Es Batu Balok cukup banyak dibandingkan jenis Kristal, karena lebih tahan lama, mulai dari warung, toko maupun rumahan.

Sebagai Babinsa kita menyampaikan bahwa kualitas air yang dipergunakan harus dijaga agar Es Batu Balok yang dihasilkan berkualitas mulai dari jenis bahan dasar airnya, tempat penyimpanannya sebelum dibuat, maupun tempat penyimpan setelah siap jual. Bukan hanya meningkatkan omset yang dihasilkan dari penjualan, Pak Anton juga harus banyak menjalin relasi dengan para konsumen. Agar semakin banyak permintaan, sehingga mendorong semangat untuk produksi es batu balok dengan jumlah yang lebih. Secara otomatis omset jual meningkat, Tegas Serma Aris

(Agus Kemplu)

Resmikan Bait Kata School dan Buka Festival Cublak Suweng 2026, Ini Kata Bupati Warsubi

0

JOMBANG, TELUSUR.ID – Bupati Jombang Warsubi, secara resmi membuka Festival Cublak Suweng 2026 sekaligus meresmikan Bait Kata School Jombang sebagai satuan pendidikan yang menerapkan pendekatan Pendidikan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI), Jumat (16/01/2026).

Sebelum membuka Festival Cublak Suweng 2026, Bupati Warsubi terlebih dahulu meninjau langsung fasilitas Bait Kata School Jombang. Dalam peninjauan tersebut, Bupati melihat library (perpustakaan) ramah anak yang menjadi pusat literasi dan eksplorasi pengetahuan sejak usia dini. Bupati juga mengapresiasi berbagai karya seni hasil kreativitas murid Bait Kata School, yang mencerminkan proses pembelajaran holistik, kreatif, dan menyenangkan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Bunda PAUD Kabupaten Jombang Umi Yuliati Nugrahani Warsubi, Ning Ema Erfina istri Wakil Bupati Jombang, serta para pemangku kepentingan PAUD, pendidik, orang tua, dan masyarakat.

Bupati Warsubi menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Festival Cublak Suweng 2026 yang digagas oleh Bait Kata School Jombang. Menurutnya, festival ini menjadi wadah yang positif untuk membangun dialog dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan PAUD, sekaligus menumbuhkan pemahaman bersama mengenai nilai dan tujuan PAUD Holistik Integratif.

“Festival ini juga memberikan ruang bagi anak-anak untuk tampil percaya diri, berani, dan mengekspresikan kreativitasnya di hadapan publik,” ujar Bupati Warsubi.

Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa peresmian Bait Kata School Jombang merupakan wujud komitmen nyata dalam meningkatkan kualitas layanan PAUD di Kabupaten Jombang. Ia menjelaskan bahwa PAUD Holistik Integratif, sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 60 Tahun 2013, mencakup pemenuhan kebutuhan esensial anak secara menyeluruh dan terpadu, meliputi layanan pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan, perlindungan, serta kesejahteraan.

“Pendekatan ini memerlukan sinergi antara keluarga, masyarakat, dan pemerintah, baik di tingkat daerah hingga pusat, guna menjamin tumbuh kembang anak yang optimal sejak dini,” jelasnya.

Bupati Warsubi berharap kehadiran Bait Kata School Jombang dapat menjadi inspirasi bagi satuan PAUD lainnya untuk terus berinovasi, meningkatkan mutu layanan, serta memperkuat kemitraan dengan berbagai pihak. Pemerintah Kabupaten Jombang, lanjutnya, akan terus memberikan dukungan terhadap upaya peningkatan kualitas PAUD sebagai fondasi utama pembentukan karakter, kecerdasan, dan kualitas generasi penerus bangsa dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

Acara ditutup dengan prosesi peresmian Bait Kata School Jombang oleh Bupati Jombang melalui pemotongan tumpeng sebagai ungkapan rasa syukur atas beroperasinya satuan pendidikan tersebut dengan pendekatan PAUD Holistik Integratif.

Cindy Adams Ungkap Sejarah Bung Karno, Warga Gelar Rekonstruksi Peringati 62 Tahun Kunjungan Perdana Di Ploso

0

JOMBANG, TELUSUR.ID – Pegiat dan pecinta sejarah menggelar rekonstruksi bersejarah memperingati kedatangan penulis asal Amerika Serikat, Cindy Adams, ke Ploso, Jombang, yang juga bertepatan dengan 62 tahun kunjungan perdana Cindy Adams pada 16 Januari 1964 silam ke Ploso.

​Digambarkan dalam rekonstruksi tersebut, kunjungan legendaris Cindy Adams pada masa itu merupakan mandat langsung dari Presiden Soekarno untuk mengumpulkan bahan biografi Penyambung Lidah Rakyat.

Di Ploso, Cindy Adams melakukan riset mendalam dengan mewawancarai sosok kunci masa kecil Sang Fajar, seperti pengasuh Bung Karno, Mbok Suwi dan Mbok Mirah, serta teman masa kecil beliau, Mbah Joyo Dipo.

​Dengan rekonstruksi dan napak tilas sejarah tersebut, suasana tahun 1964 dihidupkan kembali.

Penokohan Cindy Adams itu diperankan oleh Yesinta Aprilia, mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang, yang tampak membersamai tokoh-tokoh yang mendampingi Cindy saat itu, seperti Wedono Ploso Soetomo, Abdussukur, Hutauruk, dan Nusyirwan.

​Kegiatan ini juga dirangkai dengan peresmian Tetenger Situs Kelahiran Ir. Soekarno. Hadir dalam acara tersebut perwakilan Keluarga Persada Soekarno Kediri, Raden Mas Kuswartono.

Kuswartono menekankan pentingnya meluruskan sejarah keluarga. Menurutnya, persoalan tempat kelahiran Bung Karno memang sering diperdebatkan. Namun, berdasarkan keterangan internal keluarga, Bung Karno lahir di Ploso.

“Ya menurut keluarga kami beliau lahir di Ploso, yang pada masa itu secara administratif masuk dalam wilayah Karesidenan Surabaya,” tutur Kuswartono, dalam keterangannya dikutip Telusur.id.

Senada, Masfiin selaku Kuncen Titik Nol Soekarno yang memimpin pembacaan pernyataan tetenger, menyampaikan bahwa keyakinan Bung Karno lahir di Ploso bukan sekadar klaim sepihak, melainkan memori kolektif yang terjaga turun-temurun di Desa Rejoagung.

Kata dia, warga setempat sejak lama mengenal lokasi tersebut sebagai tempat lahirnya Raden Koesno Sosro Di Hardjo (nama kecil Bung Karno).

Sementara, ​Inisiator Titik Nol, Binhad Nurrohmad, mengungkapkan bahwa dukungan data terhadap fakta ini kian menguat.

“Kami memiliki lebih dari 10 bukti dokumen yang menjelaskan kelahiran Soekarno di sini,” ungkapnya.

​Hal ini diperkuat oleh penelusur sejarah Jombang, Moch. Faisol, yang memaparkan sejumlah foto autentik sebagai bukti pendukung.

Bahkan, Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Jombang melalui Koordinator Wilayah Ploso, Arif Yulianto atau Cak Arif menyatakan bahwa kajian teknis telah dilakukan dan memberikan rekomendasi kuat mengenai validitas kelahiran Soekarno di Ploso.

​Melalui peringatan ini, para pegiat sejarah berharap upaya pelestarian dan pelurusan sejarah dapat terus berlanjut demi memberikan edukasi yang akurat bagi generasi muda mengenai jejak Sang Proklamator.

Dugaan TKA Ilegal di Jombang, Disnaker Tegaskan Pengawasan Kewenangan Provinsi Minta Laporan Resmi Jika Ada Pelanggaran

0

JOMBANG,TelusuR.ID – Isu keberadaan tenaga kerja asing (TKA), kepatuhan perusahaan terhadap Upah Minimum Kabupaten (UMK), hingga kewajiban pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) kembali mengemuka dan menyita perhatian publik di Kabupaten Jombang.

Menanggapi berbagai persoalan tersebut, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Jombang, Isawan Nanang, memberikan penjelasan secara terbuka saat audiensi bersama Tim Media Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) Kabupaten Jombang, Kamis (15/1/2026) siang, di ruang rapat Kantor Disnakertrans Jombang, Jalan KH Wahid Hasyim.

Dalam pertemuan itu, Isawan menegaskan bahwa pengawasan terhadap tenaga kerja asing secara regulasi merupakan kewenangan pemerintah provinsi. Sementara pemerintah kabupaten memiliki peran pada aspek pembinaan serta fasilitasi perusahaan yang beroperasi di wilayahnya.

“Pengawasan TKA itu kewenangan provinsi. Namun ketika perusahaan mengajukan izin dan terdata secara resmi, kami di kabupaten tetap melakukan pembinaan. Jadi bukan berarti kami diam,” ujarnya.

Isawan juga menanggapi informasi lapangan yang beredar terkait dugaan adanya TKA yang bekerja secara tidak resmi, bahkan disebut bekerja hingga larut malam serta adanya kekhawatiran pekerja untuk melapor karena ancaman deportasi. Menurutnya, hingga kini pihak Disnaker Jombang belum menerima laporan resmi terkait dugaan tersebut.

“Kalau benar ada TKA ilegal, tentu ini persoalan serius. Bukan hanya soal ketenagakerjaan, tetapi juga menyangkut ketertiban hukum dan potensi kerugian negara dari sektor pajak. Namun sampai hari ini, laporan resmi itu belum kami terima,” tegasnya.

Meski demikian, Disnaker Jombang membuka ruang selebar-lebarnya bagi masyarakat, pekerja, maupun media untuk menyampaikan laporan yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan agar dapat ditindaklanjuti bersama instansi berwenang, termasuk pemerintah provinsi.

Selain TKA, persoalan UMK juga menjadi sorotan dalam audiensi tersebut. Isawan menegaskan bahwa UMK yang ditetapkan melalui Peraturan Gubernur bersifat wajib dan harus dipatuhi oleh seluruh perusahaan.

“UMK itu bukan sekadar angka anjuran. Itu wajib. Kalau masih ada perusahaan yang membayar di bawah UMK, itu jelas pelanggaran,” katanya.

Namun demikian, ia kembali menekankan bahwa mekanisme pengawasan dan penindakan terhadap pelanggaran UMK berada di bawah kewenangan pengawas ketenagakerjaan provinsi. Bagi perusahaan yang merasa belum mampu memenuhi UMK, terdapat mekanisme penangguhan upah yang harus diajukan secara resmi sesuai prosedur.

“Tanpa penangguhan resmi, perusahaan tetap wajib membayar sesuai UMK yang berlaku. Karena itu, kami juga membuka posko pengaduan, baik bagi pengusaha maupun pekerja yang keberatan atau memiliki persoalan terkait UMK 2026,” imbuhnya.

Menjelang bulan Ramadan dan Hari Raya Idulfitri, Disnaker Jombang turut mengingatkan kewajiban perusahaan dalam membayarkan THR kepada pekerja. Menurut Isawan, THR merupakan hak normatif yang tidak boleh diabaikan.

“THR adalah kewajiban perusahaan. Setiap tahun memang selalu ada dinamika, tapi kami berharap tahun ini kepatuhan meningkat. Jika ada pelanggaran, pekerja bisa melapor melalui kanal pengaduan resmi,” ujarnya.

Ia mengakui bahwa kewenangan pemberian sanksi atas pelanggaran THR juga berada di tingkat provinsi. Meski begitu, pemerintah kabupaten tetap berperan dalam memfasilitasi pengaduan serta melakukan pembinaan awal.

“Kami tidak ingin persoalan THR hanya ramai di permukaan tanpa penyelesaian. Karena itu, pelaporan resmi sangat penting agar bisa ditindaklanjuti,” pungkasnya.

Dalam audiensi tersebut, Kepala Disnaker Jombang didampingi Sekretaris Dinas Hj. Siti M serta sejumlah kepala bidang. Sementara dari DPD IWOI Kabupaten Jombang hadir Ketua Agus Pamuji, Sekretaris Ratno Hadi S, dan Koordinator Bidang Abu Bakar Sidik.
(gus)

80 Guru SD Belitung Timur Menyongsong Fase 2 Pelatihan Gernas Tastaka

0

BELITUNG TIMUR, TELUSUR.ID – Sebanyak 80 guru sekolah dasar di wilayah Kabupaten Belitung Timur akan mengikuti Pelatihan Gernas Tastaka Fase 2 mulai Selasa pekan depan.

Sosialisasi persiapan pelatihan dilakukan secara daring Kamis siang (15/1) dengan mengetengahkan antara lain arahan sambutan dari Dr. Drs. Rachmadi Widdiharto, MA Direktur Guru GTK Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Feriandi Giyono, Kepala Divisi Belitung Timur PT Timah, Tbk, dan Ahmad Sururi Aziz, Ketua Pengurus Yayasan Penggerak Indonesia Cerdas (Pengincer).

Hampir seluruh peserta adalah para guru yang sudah mengikuti fase 1 Pelatihan Gernas Tastaka pada akhir 2024, yang dilanjutkan dengan pendampingan implementasi selama kurang lebih satu semester semester.

Pada Fase 1 para peserta mempelajari tiga modul dalam tiga hari, yaitu Prinsip-prinsip Dasar Belajar Matematika, Bilangan, dan Geometeri.

Pada Fase 2 kali ini, juga dalam tiga hari, mereka akan melanjutkan pembahasan tentang Pengukuran, Statistika dan Probabilitas, serta Asesmen dalam Pembelajaran Matematika.

Ketua Yayasan Penggerak Indonesia Cerdas (Pengincer), Ahmad Sururi Aziz, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas dukungan dari pemerinta dan PT Timah, Tbk., sehingga pelatihan terlaksana.

“Kami tentu saja tidak mungkin mampu sendirian melaksanakan pelatihan Gernas Tastaka,” kata Sururi, yang juga salah satu pendiri Ikatan Guru Indonesia (IGI).

Sururi menegaskan, Pelatihan Gernas Tastakan merupakan sebuah inisiatif untuk mendukung program-program pemerintah, berangkat dari kegelisahan dan keinginan yang sama, agar para guru dapat turut serta menyiapkan gernasi Indonesia Emas pada tahun 2045.

Dia juga mengungkapkan bahwa Gernas Tastaka adalah salah satu mitra pemerintah yang turut membantu penyusunan program Gerakan Numerasi Nasional (GNN) yang dijalankan oleh Direktorat Jenderal GTK.

Sururi berharap pemerintah dan PT Timah, Tbk, akan terus mendukung peningkatan kompetensi guru di Belitung Timur.

Menanggapi sambutan Ketua Pengincer, Feriandi dengan penuh antusias menyatakan siap menjadi bagian dari ikhtiar yang mulia ini.

“Pelatihan Gernas Tastaka adalah sebuah inisiatif yang besar dalam rangka membangun Sumber Daya Manusia yang unggul , melalui peningkatan kompetensi guru,” katanya.

Senada dengan Feriandi, Renni Lestari, S.Pd., Kabid Pembinaan Pendidikan, yang mewakili Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Belitung Timur, Drs. Ikhwan Fahrozi, M. Par., mengatakan bahwa Pelatihan Gernas Tastaka Fase 1 yang sudah dijalankan pada tahun 2024 sangat bermanfaat dalam meningkatkan kualitas dan kompetensi guru.

“Saya berharap hasil pelatihan ini terus berlanjut dan berimbas ke para pendidik lain di wilayah Kabupaten Belitung Timur,” ujarnya.

Dalam arahannya, Rachmadi menyatakan bahwa Pelatihan Gernas Tastaka di Belitung Timur adalah inisiatif luar biasa dalam rangka mendukung suksesnya GNN.

Bagaimanapun, katanya, Indonesia masih memiliki banyak “PR” dalam upaya menyiapkan generasi penerus. Dia merujuk pada hasil-hasil asesmen internasional seperti PISA yang diikuti Indonesia dari tahun 2000 sampai 2023, yang masih berada di bawah rata-rata negara OECD.

“Begitu juga hasil asesmen internal, seperti TKA, yang masih sangat rendah,” kata Rachmadi.

Rachmadi menjelaskan bahwa Gernas Tastaka adalah salah satu mitra penting pemerintah dalam apa yang dia namakan “Partisipasi Semesta”.

Bagaimanapun, katanya, pemerintah memiliki keterbatasan untuk menjangkau seluruh wilayah Indonesia. Numerasi, kata Rachmadi menambahkan, tidak sekadar keterampilan berhitung, tapi juga kemampuan berpikir logis analitis.

Untuk membangun kemapuan itu pada generasi mendatang, butuh tiga domain yang bekerja selaras, yaitu Sekolah, Keluarga, Masyarakat, dan Media.

Karena itu, para guru perlu menyadari dan menyadarkan para murid bahwa matematika adalah bagian dari hidup sehari-hari.

“Sejak bangun tidur, sebetulnya sudah terlibat dengan numerasi, seperti menghitung lama waktu, jarak pergi ke sekolah, dan sebagainya,” kata Rachmadi seraya berharap para guru yang telah mengikuti pelatihan dapat turut serta membangun kecintaan murid pada matematika.

Sementara itu, dalam materi sosialisasi pelatihan, Muhammad Fathii, Sekretaris Yayasan Pengincer menjelaskan bahwa setelah menjalani fase 2 Pelatihan Gernas Tastaka, para peserta akan mendapatkan pendampingan dari para trainer Gernas Tastaka hingga bulan Juni 2026. Termasuk dalam pendampingan itu adalah pengadaan kelas percontohan.

“Namun, saya ingin memberi challenge kepada Bapak Ibu Guru, agar di tahun 2026 ini ada guru yang tampil dalam mengampu kelas percontohan, bukan trainer Gernas Tastaka,” kata Fathii.

Fathii menambahkan bahwa para peserta juga diharapkan untuk melakukan pengimbahasan ke para guru lain. Untuk ini, kata Fathii, Gernas Tastaka akan menyediakan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk melakukan pengimbasan, termasuk materi dan alat peraga.

BIG Proyeksikan Tambang di Sumenep Suplai Kebutuhan Industri Smelter, Lebih Efisien

0

SURABAYA, TELUSUR.ID – Jumlah Smelter bertambah seiring kebutuhan kapur sebagai bahan utama dalam proses produksi nikel nasional terus meningkat. Hingga 2025, tercatat 44 smelter nikel beroperasi di berbagai wilayah Indonesia dan seluruhnya membutuhkan pasokan kapur secara berkelanjutan untuk menjaga proses produksi.

Adapun Sebaran smelter tersebut terkonsentrasi di kawasan timur Indonesia, yakni 18 smelter di Maluku Utara, 17 smelter di Sulawesi Tengah, 3 smelter di Sulawesi Tenggara, dan 1 smelter di Sulawesi Selatan.

Owner dan Fouder Bandar Indonesia Grup (BIG) HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy menyebut dalam proses pengolahan bijih nikel, kapur berperan sebagai campuran utama yang menentukan kualitas dan keberhasilan produksi.

“Tanpa kapur, proses smelting tidak akan berjalan. Kapur bukan sekadar bahan pendukung, tetapi elemen kunci agar nikel dapat diproduksi secara optimal,” ujar Gus Lilur, sapaan karibnya dalam keterangannya Jumat (16/1/2026) dikutip Telusur.id.

Menurut dia, Indonesia sebenarnya memiliki sumber daya kapur yang melimpah. Namun, tidak semua tambang kapur memiliki keunggulan logistik yang mendukung kebutuhan industri smelter, terutama karena sebagian besar smelter berada di wilayah pesisir dan kepulauan.

“Banyak tambang kapur berjarak puluhan kilometer dari laut, sehingga biaya distribusinya tinggi. Padahal, efisiensi logistik menjadi faktor penting dalam menopang industri nikel,” katanya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, BIG menyiapkan tambang kapur di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, yang berada langsung di kawasan pesisir. Lokasi ini dinilai strategis karena memungkinkan distribusi kapur melalui jalur laut ke berbagai wilayah smelter nikel di Indonesia.

Pengusaha yang berlatar Santri itu menuturkan, salah satu keunggulan tambang milik BIG di Sumenep adalah letaknya yang tepat di tepi laut yang memungkinkan pengiriman kapur secara lebih efisien dan kompetitif ke smelter-smelter nikel di seluruh Indonesia.

Saat ini, BIG tercatat memiliki 275 tambang kapur yang tersebar di Jawa Timur dan Jawa Tengah, dengan sebagian di antaranya disiapkan khusus untuk mendukung kebutuhan industri hilirisasi nikel nasional. Langkah tersebut sejalan dengan upaya memperkuat rantai pasok bahan baku strategis sekaligus mendorong pemerataan ekonomi daerah.

“Kami ingin memastikan bahwa hilirisasi nikel tidak hanya kuat di sektor industri, tetapi juga membawa manfaat ekonomi yang lebih luas dan berkeadilan,” tuturnya.

Santri Pengusaha Alumni Pesantren Mambaul Maarif Denanyar ini menyampaikan dengan proyeksi pertumbuhan industri nikel yang terus berlanjut, kebutuhan kapur diperkirakan akan semakin meningkat.

“Ketersediaan pasokan yang stabil dan efisien dinilai menjadi salah satu faktor penentu keberlanjutan smelter nikel Indonesia ke depan,” pungkasnya.